Luka Diantara Jarak!

Luka Diantara Jarak!
Kita


__ADS_3

Hari ini nona ada jadwal main bisbol, kemudian ke salon lalu ke butik dan yang terakhir makan malam bersama rekan kerja tuan Arya


oke, mari kita selesaikan" kata Arisa menuju kamar lalu memakai pakaiannya untuk bersiap menunggangi kuda, dimana pelatih dan beberapa asisten Arya sudah menunggunya di lapangan. Kehidupan Arisa benar-benar berubah selama dia tinggal bersama Arya papahnya, dia dibuat sibuk sampai-sampai tidak ada waktu baginya untuk mengenal kebucinan. Padahal dia telah berjanji pada Arham untuk selalu mengabarinya dan meluangkan waktu untuknya, tapi karena kesibukannya dia melupakan apa yang dia katakan pada Arham.


Haii, loh benar-benar berubah yah baru 3 bulan disini penampilan loh udah kayak orang bule aja" kata Arisa berbicara sendiri sambil memperhatikan dirinya dicermin.


penampakan dirinya dicermin membuatnya benar-benar terlihat berbeda, mulai dari pakaiannya sampai cara bicaranya pun harus terlihat elegan. Pakaian Hitam elegan merekat dibadannya dengan panjang diatas lutut, rambutnya yang dia sanggul memperlihatkan jenjang lehernya yang indah membuat siapa saja yang melihatnya pasti memuji kecantikannya.


Setelah Arisa sampai dijamuan makan malam, kedatangannya sudah disambut para klien kerja Arya, semua para klien papahnya benar-benar memuji Arisa tiada hentinya. Mereka tidak menyangka diumur Arisa yang ke 17 tahun dia bisa bersikap seperti wanita yang berumur 20an keatas, karna diusia seperti Arisa, anak-anak biasanya akan sibuk berkencan dengan pacarnya tapi beda dengan Risa yang harus terjun ke dunia bisnis papahnya.


"We are very proud of you miss Arisa"Kata klien Arya


thank you Mr, I'm also just learning, and I ask for guidance" kata Arisa tersenyum


you very beautiful Miss Arisa" kata klien wanita papahnya


ahh haha, thank you Miss, You are also beautiful Miss" kata Arisa


sesampainya Arisa dirumah dia langsung masuk ke kamarnya, lalu duduk di sofanya.


Hah, apa seperti ini putri yang papa impikan?"kata Arisa memejamkan matanya

__ADS_1


Arisa, benar-benar capek pah"lanjutnya, tanpa dia sadari setetes demi setetes air bening telah turun menjelajah dipilih cantiknya.


Arisa kemudian bangkit lalu membuka jendela kamarnya, dia mematung disana sambil membiarkan angin menghilangkan jejak air mata dipipinya.


Arham, sorry. Gua nggak ada maksud sedikit pun untuk menyakiti kamu"Kata Arisa berkata lirih


Kemudian dia, mengambil handphone lalu menghubungi seseorang. Terdengar suara laki-laki disana yang tampak sangat merindukan kabar Arisa.


halo, loh dari mana aja?, Gue kangen banget sama loh gue udah coba hubungi nomor loh, tapi nggak pernah aktif. Mama loh juga kangen banget pengen denger suara loh! loh kok baru ada kabar? loh baik-baik aja kan disana? kalau ada apa-apa bilang sama gue, biar gue jemput loh oke? Sa?, loh kok diam aja?" Kata Arham bingung


Sa?"lanjut Arham


loh baik-baik aja kan" kata Arham dengan suara khawatir


syukur deh, terus pertanyaan gue barusan kok nggak dijawab? apa kepanjangan yah hahaha" kata Arham dibalik telfon


Arham kayaknya kita masing-masing aja yah mulai sekarang" kata Arisa menahan tangisnya


maksud loh sa?" kata Arham


gue capek" kata Arisa

__ADS_1


yahudah loh istirahat sekarang, nanti besok gue hubungi loh kembali ok?" kata Arham


Gue capek sama hubungan yang seperti ini"Kata Arisa


maksud loh apa sih sa" kata Arham bingung


Jangan pernah hubungi gue lagi, kita berdua udah selesai!" kata Arisa mematikan telfonnya.


Sedangkan Arham yang mendengar apa yang Arisa ucapkan dibalik telfon membuat dirinya terdiam, kemudian dia kembali menelfon Arisa lagi. Namun hp Arisa sudah dimatikan, lalu Arham mencoba lagi tapi nomor Arisa sudah benar-benar tidak bisa dihubungi hal itu membuat Arham menangis.


"Halo sa, loh kenapa ninggalin gue" kata Arham


saaa, Lo kenapa ninggalin gue Lo yang bilang akan ada buat guee kenapa saaa, sa lo becanda kan? iyakan? loh becanda kan? Lo Lo hiks hiks" lanjut Arham dengan berteriak, kemudian Arham membanting hp yang ada digenggamnya itu ke lantai.


jadi apa yang loh bilang dulu itu bohong sa? aaaaa hiks-hiks" tangis Arham dia benar-benar tidak menyangka Arisa akan mencampakkan dirinya dengan cara seperti ini, setelah dia memilih untuk tetap hidup karna Arisa kini Arisa memilih untuk meninggalkannya sendirian.


Arham seperti kembali lagi ke ruang yang gelap, penuh kepenatan, penuh kesedihan, dan penuh penderitaan.


kehangatan yang telah dia nikmati dan cahaya yang telah menemaninya diruang itu kini benar-benar telah pergi meninggalkannya berlalu jauh dihadapannya.


Arham maafin gue" kata Arisa duduk meringkuk sambil menangis.

__ADS_1


maafin gue" lanjut Arisa


maafin gue.


__ADS_2