
...Bertemu tanpa menyapa...
...Memandang tanpa berkata...
...Dekat namun berjarak...
*****
Bagaimana kalau kamu menemani ku bersenang-senang hari ini? kata Resa
"Ayam goreng?" tanya Arisa
...Bertemu tanpa menyapa...
...Memandang tanpa berkata...
...Dekat namun berjarak...
*****
Bagaimana kalau kamu menemani ku bersenang-senang hari ini? kata Resa
"Ayam goreng?" tanya Arisa
"Beres, udah ayo" kata Resa merangkul Arisa lalu membukakan nya pintu mobil
"silahkan masuk tuang putri" kata resa sambil membungkuk
"Haha thanks" kata Arisa tertawa
Arisa yang sedang minum-minum bersama Resa kembali mengingat kejadian tadi, kata-kata Dira bahwa dia akan bertunangan dengan Arham terus terngiang-ngiang di pikirannya. Karena sakit hati dia kemudian minum sampai dia mabuk berat, Resa yang melihat Arisa yang terus minum mencoba menghentikannya.
"yah, you crazy?"kata Resa mengambil botol ditangan Risa
"Jangan ganggu aku sa" kata Arisa merampas botol itu kembali dan meminumnya
"Kamu kenapa? kamu ada masalah?" tanya Resa
"aa? aku? haha" kata Arisa kemudian menangis
"yah, habis ketawa malah nangis? kalau ketawa yah ketawa aja jangan nangis ah" kata Resa bingung
"haha, nggak kok aku ke toilet dulu yah" kata Arisa bangkit dari tempat duduknya
"eemm kamu duduk aja" kata Arisa saat melihat Resa akan berdiri membantunya
"yakin bisa?" kata Resa
"iya udah ah" kata Arisa menepuk pundak resa
__ADS_1
Dikamar mandi Arisa mencari nama kontak Arham dan menghubungi nya
"Halo" kata Arham dibalik telfon
"Ha halo" kata Risa dengan suara mabuk
"Anda mabuk?" tebak Arham saat mendengar cara berbicara Arisa
"Haha, Anda cukup mendengarkan apa yang akan saya katakan saja tanpa harus menanyakan keadaan ku. Kau paham!" kata Arisa
Eh" kata Arham heran dibalik telfon
"Apa anda tidak tahu bahwa saya sangat sakit hati mendengar bahwa anda akan bertunangan hahh!" kata Arisa berteriak.
"Anda tahu saya masih sangat mencintai anda, Anda itu adalah cinta pertama saya dan" kata Arisa berhenti
"Dan apa" kata Arham
"saya kan sudah bilang Anda diam saja ahh Anda ini sangat susah diatur yah, padahal Anda sangat suka mengatur orang oeek" kata Arisa lalu muntah
"kau baik-baik saja? kau dimana? cepat katakan!" kata Arham khawatir setelah mendengar Arisa muntah
"haha, Anda berbicara kepada saya dengan kata Non formal? wah haha saya sangat tidak percaya mendengar itu" kata Arisa tertawa
"berhenti bercanda Risa!" kata Arham geram
"Anda tahu saya sangat mencintai Anda, dan hiks hiks" kata Arisa sambil menangis
"OMG, Risa berhenti mengatakan hal yang tidak penting. Sekarang katakan kau dimana?" kata Arham frustasi
"Anda adalah orang pertama yang mencium saya tapi, Anda mengatakan bahwa saya adalah seorang wanita murahan. Anda tahu tidak, kata-kata itu sangat membuatku sakit hati pak Presdir" kata Arisa sambil terisak
"Ah Risa tolong berhenti, cepat katakan kau dimana?" desak Arham dia sangat khawatir dengan keadaan Risa sekarang
Arisa benar-benar mabuk berat, sehingga dia mengatakan semua unek-unek dikepalanya yang dia simpan.
"ahh sial" kata Arham lalu mematikan telfonnya, dan langsung berlari ke mobilnya untuk mencari Arisa diluar
*****
Resa yang sedari tadi kebingungan menunggu Arisa yang belum kembali ke dari kamar mandi pun akhirnya menyusul Arisa ke kamar mandi, namun ternyata Arisa tidak ada lalu Resa pun menghubungi Arisa karena mengkhawatirkannya.
"Halo, kamu dimana?" tanya Resa khawatir
"Aku dijalan" kata Arisa
"hah, bisa-bisanya kamu pergi dalam keadaan mabuk" kata Resa
"yah, nggak usah khawatir tenang aja" kata Arisa menenangkan Resa
__ADS_1
"Kamu dimana? Aku akan menjemputmu"Kata Resa
"Aku baik-baik saja, bersenang-senang lah" kata Arisa
"kau yakin?" Kata Resa masih dengan sedikit khawatir
"iya kakak ini kenapa sangat bawel" kata Arisa
"haha, kau baru kali ini memanggilku dengan sebutan "Kakak" aku sangat terharu sampai ingin menangis" kata Resa tertawa
"Haha, aku hanya akan memanggil kamu dengan sebetuan kakak saat aku mabuk saja jadi kamu jangan ge er" kata Risa
"bisakah kamu memanggilku Kakak sekali lagi?"Tanya Resa
"untuk apa?" Kata Arisa bingung
"Aku akan merekamnya lalu mendengarkan nya padamu nanti disaat kamu sudah sadar haha" kata Resa tertawa
"yah itu tidak akan terjadi, sudah yah byee" kata Arisa
"emm, hati-hati yah" kata Resa
"kabari kakakmu ini jika kau sudah sampai"
"haha yah" kata Arisa kemudian mengakhiri panggilannya
*****
Ketika Arisa sudah sampai di lorong rumahnya dia melihat dari jauh ada sebuah mobil yang terparkir berada didepan rumah nya, dan melihat seorang laki-laki tengah berdiri membelakanginya sambil memainkan ponselnya.
Arisa kemudian berjalan mendekati laki-laki itu tapi, sebelum Arisa menyapanya laki-laki itu sudah membalikkan badannya yang ternyata adalah Arham yang sedari tadi menunggu Arisa didepan rumahnya.
"yah kau dari mana saja" kata Arham yang telah berkeliling mencari Arisa dijalan tapi tidak melihatnya dan akhirnya dia memutuskan untuk kerumah arisa.
"aichh, kenapa kau minum-minum ditengah malam seperti ini!" kata Arham kemudian menarik tangan Arisa untuk membantunya berjalan kedalam rumahnya
Arisa diperlakukan seperti itu hanya bisa diam dan mengikuti langkah kaki Arham disampingnya.
"sudah masuklah dan istirahat" kata Arham sambil berjalan menuju mobilnya
tapi belum beberapa langkah Arham berjalan, Arisa sudah berlari mengejar Arham dan memeluknya dari belakang
"Jangan pergi" kata Arisa
Arham hanya diam.
"Kenapa Anda harus bertunangan? apa anda melakukan hal ini karena ingin menyakitiku?" Kata Arisa terisak
"Tolong jangan lakukan itu padaku, Anda boleh memperlakukan saya dengan kasar tapi tolong jangan melakukan pertunangan itu" lanjut Arisa
__ADS_1
"Saya tidak mau kehilangan anda untuk kedua kalinya" kata Arisa melepaskan pelukannya.
mendengar perkataan Arisa , Arham hanya diam kemudian pergi berlalu meninggalkannya sendirian.