Luka Diantara Jarak!

Luka Diantara Jarak!
...


__ADS_3

...Kau datang...


...namun tak ku sambut...


...Kau pergi...


...disaat hatiku mulai terketuk...


tapi belum beberapa langkah Arham berjalan, Arisa sudah berlari mengejar Arham dan memeluknya dari belakang


"Jangan pergi" kata Arisa


Arham hanya diam.


"Kenapa Anda harus bertunangan? apa anda melakukan hal ini karena ingin menyakitiku?" Kata Arisa terisak


"Tolong jangan lakukan itu padaku, Anda boleh memperlakukan saya dengan kasar tapi tolong jangan melakukan pertunangan itu" lanjut Arisa


"Saya tidak mau kehilangan anda untuk kedua kalinya" kata Arisa melepaskan pelukannya.


mendengar perkataan Arisa , Arham hanya diam kemudian pergi berlalu meninggalkannya sendirian.


"aaakhh... hiks hiks" tangis Arisa


"Maaf....."


"maaf...."


*****


Arham menghentikan mobilnya kemudian berputar balik menuju arah rumah Arisa, setelah sampai didepan rumah Risa dia kemudian memandangi rumah Risa dari mobilnya. Berat rasanya bagi Arham untuk mengatakan perasaannya pada Arisa bahwa dia juga masih sangat mencintainya, apalagi posisinya sekarang dia akan bertunangan dengan sahabat Arisa sendiri yaitu Dira.


"Maaf Arisa, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu"


"Aku benar-benar tidak bermaksud menyakiti mu...." kata Arham lirih


"maaf"


Lalu Arham pergi meninggalkan rumah Arisa


*****


Sesampainya Arisa dikantor dia kemudian masuk kedalam ruangan Arham untuk menyerahkan beberapa dokumen untuk ditanda tangani, tapi disaat dia masuk dia mendapati Dira yang sudah duduk disamping Arham sambil bergelayutan manja.


Malihat hal itu Arisa hanya menundukkan kepalanya, lalu menarik nafas dalam-dalam dan tersenyum kepada Arham dan Dira.


" Eh Arisa" kata Dira melepaskan pelukannya pada Arham. Padahal Dira sudah melihat Arisa sudah dari tadi didepannya tapi dia berpura-pura tidak melihatnya.


" iya hai Dira" kata Arisa bersikap senatural mungkin

__ADS_1


" ada apa?" tanya Arham bersikap biasa


" Eh ini pak, ada beberapa dokumen yang harus bapak tanda tangani" kata Arisa lalu menyerahkannya pada Arham


"Oke makasih, kamu boleh keluar sekarang"Kata Arham tanpa melihat Arisa


" baik pak"kata Arisa pergi meninggalkan ruangan Arham


Disaat Arisa berjalan keluar, Arham lalu mengangkat kepalanya menatap punggung Arisa yang sudah pergi dari ruangannya.


" Bisakak kau pergi dari sini sekarang?"Kata Arham tanpa menatap Dira


"oke baiklah, tapi aku akan datang kembali dijam makan siang nanti" kata Dira berjalan santai


"Tunggu Dira, apa maksudnya dari semua ini?" kata Arham berdiri dari tempat duduknya


" Emm tidak ada, memangnya jika aku mengajak calon tunangan ku makan harus ada maksud dan tujuannya?" kata Arisa membalikkan badannya menatap Arham


"cukup bersandiwara nya Dira!" kata Arham


" hahaha, kau kenapa Arham?"tanya Dira


"apa yang kamu inginkan?"Kata Arham menatap tajam Dira


"Aku tidak menginginkan apa-apa, bukannya sudah jelas!"Kata Dira tersenyum tipis


"Sudahlah Arham, nikmati saja semua ini" kata Dira


"Aku sejujurnya dengan sangat mengerti apa maksud kamu, tapi maaf sayang aku tidak akan melakukan hal itu" kata Dira memainkan dasi Arham


"Kamu tahu kan maksud aku!" kata Dira tersenyum lalu menatap Arham kemudian berjalan pergi meninggalkan ruangan


" hai Risa"Sapa Dira yang berada didepan ruangan Arham


" ah haii, kamu sudah mau pulang yah?" kata Risa tersenyum


" iya tapi aku akan kembali lagi disaat jam makan siang karena aku dan Arham akan lunch bareng


"Ohiya" kata Risa


Kemudian Arham membuka pintu ruangannya, lalu menarik Dira untuk agak menjauh dari Arisa.


"Ada apa?" kata Dira mengikuti langkah Arham


"Ada yang ingin ku katakan"kata Arham


"kan kita bisa bicara disana saja" kata Dira


"Apa kau akan tetap seperti ini meskipun tahu apa yang akan kau lakukan akan menyakiti Arisa?"Kata Arham kepada Dira disaat mereka berdua sudah agak jauh dari pandangan Arisa

__ADS_1


"haha, jadi kamu mau aku yang mengalah lalu membiarkan kalian berdua hidup bahagia?" kata Dira


"Dira aku tahu"


"Tahu apa?, Kamu tidak mau menyakiti Arisa lalu membiarkan aku yang sakit disini" kata Dira


"apapun yang terjadi, kamu dan aku akan tetap bertunangan" kata Dira tegas lalu berlalu meninggalkan Arham


Arham kemudian mengejar Dira dan berjalan santai dibelakangnya disaat Dira sudah berada didepan Meja Arisa kembali, dia tidak ingin terlihat seperti sudah berdebat dengan Dira.


" Oh yah Risa, kita kan sudah lama bersahabat jadi bagaimana kalau lo nemenin gue buat cari gaun nanti buat gue pake di pesta pertunangan gue?" Tawar Dira kepada Arisa


"Yah mau yah, plis"


" tapi gue sibuk Dir"


"Yah, Lo mah, gapapa kali ini kan kantor calon suami gue jadi santai aja"


" iya gue tahu, tapi gue disini sebagai bawahan nggak mungkin mau seenaknya dir"


"yaelah, santai aja kali"


"Dira sebaiknya kamu pulang sekarang!" kata Arham yang melihat Dira berbincang dengan Risa


"Eh sayang sini deh bentar" kata Dira menarik Arham


"Sayang boleh kan, Arisa cuti besok buat nemenin aku ke butik?"


"Ngapain sih" kata Arham dengan suara kecil


"buat milih gaun lah sayang"Kata Dira tersenyum kepada Arisa


" Yaudah kalau gitu, gue jemput loh ya sa dirumah loh jadi loh jangan kemana-mana. Nanti loh serlok aja alamat rumah loh yah"


" tapi dir"


"udah tenang aja kok, kita bertiga ini kan sahabat masa iya mau sungkan-sungkan sih" kata Dira tanpa rasa bersalah


" oke yah Risa"


"sayang aku pulang dulu yah" kata Dira lalu mencium pipi Arham didepan Arisa


"Bye sa" kata Dira berlalu meninggalkan mereka berdua


"gimana sakit kan!" kata Dira dalam hati lalu memakai kacamatanya


HAIII SEMUAAA


SELAMAT MENIKMATI 🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


SEMOGA KALIAN SUKA DAN TERHIBUR


BERIKAN KOMENTAR KALIAN UNTUK AUTHOR AGAR LEBIH SEMANGAT DALAM MENULIS🙏🌹🌹🌹


__ADS_2