
Dir, gue harus pergi" kata Arisa beranjak dari tempat duduknya.
Sa, loh mau kemana? teriak Dira melihat Arisa sudah pergi menggunakan taksi.
Anak-anak ayo makan" kata Bulan
Eh Tante, maaf Risa katanya keluar sebentar ada urusan
hehe" kata Dira berusaha tersenyum agar Bulan tidak curiga.
Oh gitu yah, emm yaudah deh kalau gitu gimana kalau Dira dulu yang makan soalnya nanti Risa pulangnya agak lama" kata Bulan sambil mengajak Dira ke meja makan
iya Tante boleh, kebetulan Dira udah lapar haha" Kata Dira sambil berjalan mengikuti Bulan ke meja makan.
Ditaksi Arisa tidak berhentinya menangis memikirkan Arham, iya takut kalau-kalau ada yang terjadi dengan Arham, mengingat dia sudah berkata kasar kepada kepadanya ditaman, sebelumnya dia sudah menghubungi Eko untuk meminta alamat rumah Arham. Setelah sampai didepan rumah Arham semuanya tampak gelap, dan hal itu membuat Arisa semakin khawatir, kemudian dia menekan bel rumah Arham tapi tak ada jawaban. Saat akan menekan bel lagi, terdengar bunyi pecahan dan hal itu semakin membuat Arisa gelisah sehingga dia memberanikan membuka pintu rumah Arham yang ternyata tidak terkunci, kemudian dia masuk kedalam mencari sumber suara pecahan tadi sambil memanggil nama Arham.
Sampai akhirnya Arisa melihat sosok laki-laki didapur, dengan posisi duduk dimana tangannya sedang berdarah yang mungkin disebabkan oleh pecahan tadi, Arisa yang syok kemudian berlari menghampiri laki-laki tersebu lalu berjongkok didepannya. Kemudian laki-laki yang posisinya menunduk itu mengangkat kepalanya lalu menatap Arisa, dan sebelum laki-laki itu bersuara Arisa sudah lebih dulu memeluknya dan berkata" Arham, loh nggak apa-apa kan?udah tenang ada gue disini ok"kata Arisa menepuk-nepuk punggung Arham.
Mendengar hal itu, Arham kemudian menangis sambil memeluk Arisa dan berkata"gue takut Risa,gue nggak tahu mau kemana.
gue akan selalu ada buat loh,gue janji"Kata Arisa, yang kemudian melepaskan pelukannya lalu mengajak Arham Keruang tamu, kemudian Arisa mengambilkan air minum dan mengambilkan P3K untuk mengobati luka ditangan Arham. Setelah mengobati luka Arham, dia pun berkata"Loh udah makan?" tanya Arisa mendengar pertanyaan Arisa, Arham pun menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
em okdeh kalau gitu gue masakin loh dulu, habis itu loh baru istirahat"Kata Arisa lalu menuju dapur
Didapur Arisa tampak bingung, soalnya Arisa nggak pernah masak sebelumnya dirumah Arisa hanya biasa melihat mamanya itu masak tanpa ikut membantu. Tapi buat Arham dia pun bertekad untuk mencoba memasak akhirnya Arisa memilih membuat nasi goreng untuk Arham, setelah selesai memasak dia pun memanggil Arham untuk kemeja makan, walaupun dia harus berusaha cukup lama menyelesaikan masakannya itu.
nih,loh coba masakan pertama gue, ini spesial karena loh orang pertama yang makan masakan gue hehe" kata Arisa percaya diri
Dan akan menjadi orang pertama yang akan masuk rumah sakit setelah makan masakan loh juga kan?"kata Arham sambil memakan masakan Arisa.
ihh loh apaan sih, yaudah kalau nggak mau, udah nggak usah dimakan, mutahin yang ada dalam mulut loh" kata Arisa kesal
haha, bercanda kok, enak kok malahan enak banget"Kata Arham tersenyum
Beneran?"tanya Arisa dengan mata berbinar
Arisa hanya menjawab dengan anggukan, kemudian Arham pun menyuapi Arisa." emm, asing banget"kata Arisa sambil minum, "loh mo nipu gue yah"kata Arisa kesal.
haha,emang harus gini sa, kalau makanannya nggak enak kita harus ngabisin sama-sama begitupun kalau makanannya enak"Kata Arham yang sudah menghabiskan nasi goreng buatan Arisa itu.
iya tapi kan,,"kata Arisa
nggak ada tapi-tapi, pokoknya mulai sekarang harus seperti itu ok" kata Arham tersenyum
__ADS_1
tangan loh udah nggak apa-apa kan?" kata Arisa mengalihkan pembicaraan, karena rasanya jika Arham berkata seperti itu sambil tersenyum rasanya dekat jantungnya akan meledak.
udah kok, Ohiya loh kok bisa tahu rumah gue disini?"Tanya Arham
emm dari Eko hehe" kata Arisa malu-malu
oh gitu, terus keknya loh udah tahu juga makanya loh nyamperin gue kesini"kata Arham menatap Arisa
eh, itu eh "kata Arisa dia bingung ditanya seperti itu oleh Arham karna dilain sisi dia malu harus menjawab pertanyaannya, tapi saat akan bicara lagi Arham telah lebih dulu menjawab
apa susahnya sih, ngomong iya udah gampang kan sa" kata Arham masih dengan menatap Arisa
eh iya, tapi yah gue takut juga kalau loh kenapa-napa dan bener kan filing gue"kata Arisa manyun
Haha, okedeh nona nggak usah marah gitu dong, kan gue cuma nanya,yaudah kalau gitu gue antar pulang ini udah jam 8 malem nanti orang rumah nyariin loh" kata Arham beranjak dari tempat duduknya.
Eh tunggu dulu, jadi hubungan kita apa?"kata Arisa ikut berjalan dibelakang Arham
udah masuk gih"kata Arham membukakan pintu mobil pada Arisa
Didalam mobil menuju rumah Arisa, suasana tanpa diam baik Arisa maupun Arham keduanya lebih memilih diam sampai pada akhirnya setelah sampai didepan rumah Arisa, Arham pun memulai obrolan
__ADS_1
Arisa gue pengen loh jadi bagian hidup gue, buat ngasih gue semangat dan support" kata Arham memegang tangan Arisa
mendengar hal itu membuat Arisa bahagia dan menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum.