Luka Diantara Jarak!

Luka Diantara Jarak!
Setiap Detik


__ADS_3

...Waktu adalah fase ...


...Waktu adalah penyembuhan...


...Waktu adalah Nafas...


...dan Waktu adalah Kita...


jam 10 lewat Arisa baru sampai dikantor, dia terlambat hari ini karna disaat dia akan berjalan kepalanya tiba-tiba pusing sehingga dia memutuskan untuk beristirahat sebentar. Melihat Arisa datang terlambat membuat Arham berencana untuk membuatnya tinggal lebih lama dikantor, dia telah menyusun rencana untuk membuat Arisa bekerja lembur malam ini.


sepertinya kau memang wanita yang kuat, dan itu membuatku semakin bersemangat untuk melihat sejauh mana kamu bisa bertahan" kata Arham memperhatikan Arisa di balik tirai jendelanya


Arisa sudah dibuat sibuk dengan beberapa berkas meeting Arham untuk diluar negeri, Jadwal serta laporan beberapa cabang harus Arisa selesaikan hari ini.


Rasa kantuk mulai menyerang Arisa, dia melirik jam tangannya sekarang sudah jam 10 malam. Kepalanya juga sudah sangat sakit sedari tadi, tapi dia tahan karna dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan Arham.


Kemudian Arham keluar dari ruangannya untuk meminta Arisa membuatkannya kopi, lalu Arisa pun ke dapur umum kantor untuk membuatkan Arham kopi.


setelah selesai membuat kopi, Arisa kemudian membawakan kopi itu kedalam ruangan Arham disaat Arisa akan menaruhnya dimeja Arham lalu menyuruhnya untuk membawakan kopi itu padanya.


Disaat Arisa memberikan kopi itu, Arham dengan sengaja melepaskan cangkir kopinya sehingga air kopi itu mengenai tangan Arisa. Melihat reaksi Arisa kesakitan membuat Arham tersenyum puas, lalu pergi meninggalkan Arisa sendiri tanpa mengatakan apapun.


auuh sakit" kata Arisa sambil melihat tangannya yang sudah merah akibat tersiram air panas.


Arisa kemudian berlari menuju wastafel untuk meredam tangannya di air dingin.

__ADS_1


Sedendam inikah anda pada saya?" kata Arisa melihat cermin didepannya kemudian air mata Arisa keluar tanpa bisa dia kendalikan


tahan sa, your strong " kata Arisa menghapus air matanya, namun sepertinya perkataannya tidak sinkron dengan hatinya karna air matanya semakin deras.


Hiks hiks, papa i Miss you pa maafkan Risa" kata Risa menundukkan kepalanya.


*****


Hari ini adalah hari Minggu, jadi Risa bisa beristirahat dirumah tanpa harus kemana-mana. tapi disaat Risa bersantai telfonnya telah berbunyi, sebuah pesan singkat masuk "Hari Minggu adalah hari dimana kamu tetap akan bekerja, datang ke rumahku sekarang!" membaca pesan itu Arisa terdiam, kemudian dia beranjak dari tempat duduknya untuk bersiap ke rumah Arham.


Saat ini tidak ada yang bisa Arisa lakukan untuk menolak apa yang Arham perintahkan padanya, Arisa selalu memiliki alasan untuk bertahan meskipun Arham memperlakukannya dengan sangat tidak manusiawi karena baginya kesehatan papanya adalah yang nomor satu.


sesampainya Arisa dirumah mewah milik Arham, dia pun sudah disambut oleh ART Arham yang mempersilahkan dirinya masuk kedalam. Hari ini Arisa hanya mengenakan baju kaos dengan celana jeans dan rambut dkuncir


Didalam, Arisa duduk diruang tamu sambil menunggu Arham, dia cukup lama menunggu Arham sehingga dia pun bertanya kepada ART kenapa Arham belum keluar.


I also don't know Miss, how about you check it yourself in Mr. Arham's room?" jawab ART


ah yah, thanks" Kata Arisa awalnya dia mengurungkan niatnya untuk menemui Arham dikamar, dia takut Arham akan marah, tapi Arisa juga sudah lelah menunggu Arham diruang tamu akhirnya dia pun memberanikan dirinya untuk bertanya kembali


where is Mr arham room? " Tanya Arisa lagi


come with me" kata ART


kemudian Arisa pun berdiri dan berjalan mengikuti ART tersebut dari belakang, sesampainya Arisa didepan kamar Arham dia hanya diam mematung tanpa bereaksi apapun. Pikirannya bercabang takut kalau-kalau Arham akan marah dan memecatnya, dia tidak mau kehilangan pekerjaannya ini.

__ADS_1


tapi ketika Arisa memutuskan untuk kembali menunggu diruang tamu, dia mendengar suara Arham berbicara namun tidak jelas. Karena panik akhirnya Arisa pun memberanikan dirinya masuk kedalam kamar Arham, dia melihat Arham tertidur tapi dengan penuh keringat bercucuran. Hal itu membuat Arisa sangat panik, sehingga dia berlari kesamping tempat tidur Arham dan mencoba membangunkannya.


Arham kemudian terbangun, dan saat melihat Arisa didepannya dia langsung memeluknya dengan erat. Melihat Arham yang ketakutan dia pun membalas pelukannya


Are you ok?"tanya Arisa pada Arham yang masih memeluknya dengan erat


mendengar hal itu Arham kemudian tersadar bahwa Arisa benar-benar ada di kamarnya, dia pikir dia bermimpi melihat Risa berada didepannya. Kemudian Arham melepaskan pelukannya, dan menyuruh Arisa keluar dari kamarnya tanpa menjawab perkataan Arisa tadi.


apa anda yakin tidak butuh apa-apa?"kata Arisa khawatir


saya bilang keluar, keluar!" kata Arham dengan suara lantang


membuat Arisa mengikuti apa yang Arham katakan, diruang tamu Arisa kepikiran dengan keadaan Arham. dia berfikir apa karena dia meninggalkan Arham tanpa alasan dulu membuat dirinya mengalami depresi, Arisa benar-benar khawatir dengan keadaan Arham. Tapi tidak lama Arham pun keluar dari kamarnya, dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


Bahkan dia langsung menyuruh Arisa untuk membereskan seluruh berkas yang ada diruang kerja Arham dan membersihkan ruangan kerjanya, Dipikiran Arisa ruang kerja milik Arham pasti seperti ruang kerja milik ayahnya yang hanya berisikan meja kursi dan beberapa lemari pajangan. Tapi tenyata Arisa begitu terkejut saat melihat ruang kerja Arham, semua ruangan Arham penuh dengan buku dan begitu luas itu akan memakan waktu yang banyak untuk membersihkan semua ruangan ini belum lagi Risa harus mengatur dan memisahkan kembali dokumen-dokumen yang lama dan yang baru.


Pagi telah berganti siang, Siang telah berganti petang, petang telah Berganti malam dan Arisa masih didalam ruang kerja Arham.


Sedikit lagi Arisa, huff " kata Arisa


aduh tinggi banget lagi" kata Arisa berusaha melompat untuk menaruh buku yang ada ditangannya


Tapi disaat dia akan melompat lagi, buku itu telah diambil oleh arham kemudian dia meletakkannya diraknya. Melihat hal itu Arisa kemudian berbalik badan, lalu akan beranjak pergi, namun langkahnya terhenti disaat Arham dengan sengaja memajukan badannya sehingga Arham dan Arisa yang memiliki jarak beberapa Senti saja.


Kemudian Arham menatap Arisa, ditatap seperti itu membuat Arisa memalingkan wajahnya tapi tangan Arham dengan cepat memegang wajahnya. Mereka saling menatap satu sama lain, Arisa dapat merasakan nafas Arham yang menyapu lembut wajahnya. Tapi sebelum Arisa benar-benar tenggelam dalam suasana seperti ini, dia pun mendorong Arham dan berpamitan untuk pulang.

__ADS_1


Saya sudah menyelesaikan tugas yang anda berikan, sebaiknya saya segera pulang, sampai jumpa dikantor besok pak" kata Arisa berpamitan tanpa menunggu jawaban dari Arham dan segera keluar dari ruang kerja Arham.


__ADS_2