Luka Diantara Jarak!

Luka Diantara Jarak!
Jarak


__ADS_3

...Dekat tapi terasa jauh...


...Dekat tapi terasa asing...


...Dan itulah Kita...


Kemudian Arham menatap Arisa, ditatap seperti itu membuat Arisa memalingkan wajahnya tapi tangan Arham dengan cepat memegang wajahnya. Mereka saling menatap satu sama lain, Arisa dapat merasakan nafas Arham yang menyapu lembut wajahnya. Tapi sebelum Arisa benar-benar tenggelam dalam suasana seperti ini, dia pun mendorong Arham dan berpamitan untuk pulang.


Saya sudah menyelesaikan tugas yang anda berikan, sebaiknya saya segera pulang, sampai jumpa dikantor besok pak" kata Arisa berpamitan tanpa menunggu jawaban dari Arham dan segera keluar dari ruang kerja Arham.


Apa yang aku lakukan" Kata Arya memukul rak buku didepannya


*****


Setibanya Arisa dirumah dia kemudian merebahkan tubuhnya disofa sambil memikirkan kembali kejadian tadi


ih mikir apa sih aku ini" kata Arisa melepaskan tangannya dari wajahnya yang Arham pegang tadi


Jangan sampai aku jatuh cinta lagi sama Arham, pasti aku bakal makan hati" Kata Arisa beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya


*****


sorry but the Miss can't enter without making an appointment with the presdir" Kata seorang wanita yang membuat keributan dengan security kantor karena wanita itu memaksa untuk masuk kedalam kantor untuk bertemu dengan Arham


what! What right do you have to control me?"?"Kata wanita itu menunjuk security didepannya itu


Sorry Miss, please get out" kata Security itu lagi

__ADS_1


haha, you really crazy! kata wanita itu lalu mendorongnya dan pergi kearah Ruangan Arham


Arisa yang akan menuju lift untuk kelantai 2 pun, keherangan melihat situasi orang-orang kantor yang sibuk mondar-mandir, seperti ada sesuatu yang terjadi.


Kenapa sih orang-orang ini, aneh banget kek habis tawuran aja yah, wajar sih Direktur perusahaan ini aja aneh apalagi karyawannya" kata Arisa merapikan pakaiannya sambil memencet tombol lift untuk kelantai 2


Sesampainya di atas, dia kemudian melihat seorang wanita dan Asisten pribadi Arham sedang berdebat. Karena wanita itu tetap kekeh ingin masuk kedalam ruangan Arham tapi tidak diperbolehkan oleh asisten Arham, melihat hal itu Arisa pun hanya cuek dan berjalan disebelah wanita itu tanpa meliriknya sedikit pun.


Ketika Arisa pergi berlalu, Arham pun keluar dari ruangannya. Melihat Arham yang muncul didepannya wanita itu pun langsung berlari memeluknya, tapi Arham langsung mendorongnya dan menariknya dengan kasar untuk pergi menjauh dari kantornya.


Aah lepasin, kamu menyakiti aku Arham. Lepaskan!" Berontak wanita itu karena Arham menariknya dengan paksa untuk menjauh dari orang-orang dikantornya.


tapi Arham tidak memperdulikan apa yang wanita itu katakan, Dia hanya berjalan dengan cepat keluar dari kantornya sambil menyeret wanita itu.


Setelah Arham dan wanita itu sudah berada diluar kantor, Arham pun melepaskan tangan wanita itu dan menatapnya tajam.


Kemudian Arham mendekatkan dirinya pada wanita itu dan berkata" Kau salah Dira!


Kau tahu, kita berdua tidak memiliki hubungan apapun baik dulu maupun sekarang!" kata Arham dengan tegas


Apa maksud kamu?" kata Dira


cukup, jangan pernah muncul didepanku!" kata Arham lalu berjalan kembali masuk ke kantor meninggalkan Dira


Kau pikir aku tidak tahu, bahwa kamu sudah bertemu dengan Arisa?" kata Dira


mendengar hal itu, langkah Arham pun terhenti. tapi dia tidak menjawab dan hanya memberikan perintah kepada securty penjaga kantornya untuk tidak membiarkan Dira masuk ke kantornya kembali.

__ADS_1


Tanpa mereka berdua sadari, Risa memperhatikan tingkah Arham dan Dira dari atas Balkon kantor. Tapi Arisa belum mengetahui bahwa Wanita yang menemui Arham adalah Dira sahabatnya diwaktu SMA dulu, dia mencoba memperhatikan wanita itu tapi wajahnya sulit untuk Risa lihat karna Dira sedang mengurai rambutnya kesamping hal itu membuat wajah Dira tidak dapat Arisa lihat dari balkon atas.


idih kok aku kepo banget sih, kan itu urusan Arham mau dekat sama siapa pun" kata Arisa yang tersadar oleh sikapnya yang mulai penasaran ingin melihat wanita yang sedang berbicara dengan Arham


Wajar sih, Arham kan cakep jadi yah pasti dia sudah beberapa kali berkencan dengan seorang wanita" lanjut Risa sambil berjalan masuk kedalam kantor kembali


gue benci Lo Risa, Kenapa loh harus hadir kembali di kehidupan gue sama Arham" kata Dira yang sudah berada didalam mobilnya menuju perjalanan pulang kearah rumahnya.


Loh nggak tahu bagaimana perjuangan gue mendekati Arham selama ini"


loh nggak tahu sa, aaaaa".....


gue benci loh sa"


kenapa loh harus datang lagi setelah 7 tahun loh menghilang"


Wanita yang Arisa lihat sedang bertengkar dengan Asisten pribadi Arham adalah Dira teman SMA nya dulu, Dira memang telah menyukai Arham sejak dulu. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa saat tahu bahwa Arham menyukai Arisa, maka dari itu Dira mendekati Arisa untuk mengikuti apapun keseharian Arisa mulai dari cara berpakaian, berjalan bahkan cara berbicaranya.


Dira benar-benar terobsesi dengan Arham, dia melakukan segala cara agar dirinya terlihat seperti Arisa. Hal itu dilakukan agar menarik perhatian Arham, tapi sayangnya Arham tidak pernah mengubris Dira sama sekali.


Disaat perpisahan mereka 7 tahun lalu, Dira mendekati Eko sahabat Arham untuk membuat dirinya bisa dekat dengan Arham. Hal itu akhirnya bisa membuat Dira dekat dengan Arham walaupun Dira harus bersandiwara bahwa dia sedang dekat dengan Eko, maka dari itu Dira hanya akan bertemu dengan Eko disaat Arham bersamanya.


*****


Disaat Arisa turun, dia bertemu dengan Arham ditangga yang akan menuju Balkon kantornya. Arham selalu ke balkon atas kantornya disaat pikirannya sedang kacau atau sedang memiliki banyak masalah.


Mereka berdua saling menatap, lalu kemudian Arisa memiringkan badannya untuk mempersilahkan Arham berjalan. Karena tangga berukuran kecil sehingga tidak memungkinkan untuk seseorang berjalan secara bersamaan, Arham pun berjalan melewati Arisa yang kini memalingkan wajahnya. Entah kenapa jika dia sedekat ini dengan Arham dekat jantungnya selalu tidak beraturan dengan normal, juga membuat wajahnya langsung memerah jika Arham sedang menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2