Luka Diantara Jarak!

Luka Diantara Jarak!
Kita


__ADS_3

...Kita ini Rumit...


...kita berada dalam hubungan...


...yang kedua tokoh utama...


... sudah terasa asing untuk satu sama lain....


****


jam 07:00 pagi Arisa sudah ada dikantor, Arisa tidak ingin Arham berfikiran bahwa dirinya hanya mengandalkan wajah dan tubuhnya untuk memikat orang, maka dari itu Arisa sudah bertekad untuk bekerja keras dan bersikap profesional tanpa harus sakit hati mendengar perkataan Arham padanya.


Ketika Arisa sedang sibuk membuat jadwal kerja Arham, telfon didepannya berbunyi.


yah halo pa"Kata Arisa mengangkat telfon itu


keruangan saya sekarang!" kata seseorang dibalik telfon itu yang sudah jelas suara laki-laki itu adalah Arham


Arisa kemudian berjalan masuk keruangan Arham, sesampainya didalam Arham berkata" bersihkan ruangan saya, kemudian ada beberapa file yang harus kau kerjakan dan jangan lupa selesaikan hari ini!


kemudian Arham pergi meninggalkan Arisa sendirian di ruangannya.


Tanpa berkata apa-apa Arisa kemudian mengerjakan apa yang telah Arham perintahkan padanya tadi.


ketika semua karyawan telah pulang, Arisa hanya bisa pasrah untuk tetap tinggal di kantor karena masih ada beberapa berkas yang harus Arisa kerjakan.


sudah jam 8 malam dan Arisa belum selesai menyelesaikannya, suara langkah kaki dengan jelas terdengar masuk kedalam ruangan Arham dimana Arisa sedang bekerja menyelesaikan tugas yang Arham berikan.


Apa belum selesai?" kata seorang laki-laki dengan suara beratnya

__ADS_1


ah, yah maaf belum pa" kata Arisa menoleh dan akan berdiri dari tempat duduknya saat tahu Arham telah ada dibelakangnya


tapi sebelum Arisa benar-benar berdiri, Arham telah terlebih dahulu mendekat dibelakang punggung Arisa lalu tangannya mulai bergerak dikeyboard leptop lalu memeriksa apa yang Arisa kerjakan. Hal itu membuat jantung Arisa berdetak kencang, dia dapat merasakan nafas Arham dan dengan jelas merasakan otot-otot badan Arham yang menempel dipunggungnya.


eh, maaf pa saya mau ke kamar mandi" kata Arisa dengan cepat beranjak dari tempat duduknya


Hal itu membuat wajah Arham berada tepat diperut Arisa, kemudian Arham mengangkat wajahnya dan berdiri menatap Arisa dengan sangat dekat. Deruh napas mereka yang tidak beraturan, kemudian Arham mendekatkan wajahnya ke wajah Arisa sampai-sampai nafas Arham dapat dia rasakan. Mereka saling menatap satu sama lain sampai membuat Arisa canggung sehingga dia mendorong Arham dengan cepat, lalu kemudian berjalan dengan cepat menuju kamar mandi.


hah apa yang aku lakukan" kata Arisa lalu membasuh wajahnya dia merasa panas karna kejadian tadi


Sedangkan Arham mengusap kasar wajahnya "bodoh, apa aku sudah g*la


Ketika Arisa masuk kedalam ruangan, Arham sudah berjalan menghampirinya lalu menarik tangannya. melihat tangannya yang sudah ditarik Arham dia hanya terdiam dan ikut berjalan bersamanya, sesampainya Mereka diperkiran mobil Arham menyuruh Arisa untuk masuk karena Arham akan mengantarkannya pulang.


Disepanjang jalan, mereka berdua hanya diam sampai akhirnya Arisa telah sampai didepan rumahnya. Arisa sedikit heran saat tahu kalau Arham mengetahui alamat rumahnya, kemudian dia berfikir dari mana Arham tahu alamat rumahnya. tapi disaat dia ingin menanyakannya dia menepis pikiran itu, mungkin saja Arham mengetahuinya disaat dia melihat CV nya.


Terimakasih pa" kata Arisa kemudian turun tanpa menunggu jawaban dari Arham lalu bergegas masuk kedalam rumahnya.


apaan sih, kok dia belum pulang?" kata Arisa memperhatikan mobil Arham dari jendela


whatever lah, mendingan sekarang tidur. Aduh capek banget lagi" kata Arisa merebahkan tubuhnya ditempat tidur


Hai pa, maaf yah Risa belum bisa jenguk papa soalnya Risa belum gajian. tapi setelah Risa gajian pasti Risa bakal kesana yah pa, tunggu Risa" kata Risa memandangi foto Arya dengannya disaat Arisa merayakan ulang tahunnya yang ke 23 tahun.


****


Good morning" sapa Arisa kepada salah satu pegawai wanita yang menjadi temannya dikantor itu.


Morning Sa" balas pegawai itu padanya

__ADS_1


Miss Arisa, you are called the Presdir!" kata salah satu pegawai yang baru saja keluar dari ruangan Arham


ah yah, thanks" kata Arisa sambil berjalan menuju ruangan Arham


iya ada apa pak?" kata Arisa yang kini telah ada didepan Arham


berikan berkas yang telah kau kerjakan semalam" kata Arham menatap Arisa


ah yah pak, saya akan mengambilnya dimeja saya" kata Arisa berlari kecil keluar ruangan untuk mengambil berkas yang dia kerjakan semalam.


Ini pak" kata Arisa memberikan berkas tersebut


kita akan keluar meeting" kata Arya memeriksa berkas itu tanpa melihat Arisa


baik pak" kata Arisa keluar dari ruangan Arham


Tidak seperti kemarin,hari ini Arisa sudah berada didalam mobil Arham dan duduk disampingnya.


Disepanjang perjalanan mereka tetap bungkam, Arisa sibuk memperhatikan jalan sedangkan Arham sibuk dengan berkas ditangannya.


Setelah mereka menyelesaikan meeting, Arham menyuruh Arisa untuk pulang karena Arham masih ada urusan jadi dia tidak bisa mengantar Arisa hari ini.


Diperjalanan pulang, taksi yang Arisa tumpangi ban mobilnya bocor sehingga Arisa harus mencari taksi lain. Setelah lama menunggu taksi dia pun memutuskan untuk berjalan menuju rumahnya, karena Arisa berfikir tempat ini sudah dekat dengan rumahnya lagi pula malam ini cuacanya Sangat bagus untuk berjalan kaki.


Diperjalanan Arisa bertemu dengan seorang laki-laki yang sudah mabuk berat dan terkapar dijalan, melihat hal itu Arisa mencoba menolong laki-laki itu untuk membangunkan nya lalu mencarikan taksi untuknya. tapi laki-laki itu malah berteriak sambil berkata


why did you leave me baby! Hah why baby" kata laki-laki itu dan berusaha mencium Arisa


melihat perlakuan laki-laki itu pun, Arisa langsung mendorongnya dan pergi meninggalkannya. tapi sebelum dia berjalan Arham sudah ada didepannya membuat Arisa terkejut.

__ADS_1


Ka kau" kata Arisa kaku, dia takut jika Arham berfikiran buruk tentangnya


__ADS_2