
Sesampainya di bandara, Arisa telah dijemput oleh papanya setelah melihat Arya iya pun berlari memeluknya dengan erat.
papa" kata Arisa
iya darling, gimana perjalanannya?
capek pa hehe"
yaudah kalau gitu kita sekarang kerumah supaya kamu bisa istirahat" kata Arham sambil merangkul putrinya menuju mobilnya
Setiba Arisa di rumah Arya yang berlokasi kan dipusat kota membuat Arisa takjub dengan keindahan yang dimiliki Kota Paris ini, bagaimana tidak rumah mewah milik Arya berada tepat Di samping menara Eiffel sehingga memberikan suasana yang indah.
Emm, nyamannya ternyata gini yah tinggal diluar negeri"Kata Arisa sambil merebahkan tubuhnya di kasur
pantas aja orang luar negeri pada betah, wahh senangnya bisa lihat menara Eiffel sedekat ini" kata Arisa bangun dari tempat tidurnya lalu berjalan membuka jendela kamarnya
Non" kata seseorang dibalik pintu kamar Arisa
iya tunggu" jawab Arisa sambil berlari kecil membuka pintu kamarnya
Non Arisa sudah ditunggu tuan dimeja makan" kata asisten rumah tangga Arya sambil menunduk
__ADS_1
ohiya baiklah" kata Arisa, dia merasa aneh diperlakukan seperti tuan putri disini
Baby, come on" kata Arya sambil tersenyum
ehh, iya pa" kata Arisa
Setelah Arisa dan Arya duduk dimeja makan, asisten rumah tangga Arya pun melayani mereka berdua. Mulai mengambilkan lauk pauk untuk mereka berdua, melihat hal itu Arisa langsung berkata
Eh, mbak nggak usah saya bisa sendiri kok" kata Arisa sambil mengambil sendok digenggaman asisten tersebut. Tapi sebelum Arisa benar-benar mengambil sendok itu Arya sudah lebih dulu bersuara.
sayang kamu harus terbiasa dengan hal seperti ini. Berikan sendok itu kembali kepada Mbak, ok kamu mengerti" kata Arya memperingati Arisa
kamu akan terbiasa sayang' kata Arya tersenyum
Hari-hari berlalu Arisa habiskan hanya dirumah, Arisa benar-benar dibuat sibuk oleh Arya sampai-sampai waktu untuk mengabari Bulan pun tidak bisa dia lakukan. Bahkan untuk memegang ponsel pun Arisa tidak bisa, Arya membuatnya sibuk dirumah untuk belajar bahasa dan berolahraga.
hah, hari ini benar-benar melelahkan" kata Arisa sambil menghempaskan tubuhnya di sofa
belum lagi Arisa selesai bersantai untuk memejamkan matanya, namanya sudah dipanggil kembali oleh asisten pribadi papahnya yang mengatur seluruh jadwal Arisa dirumah.
Nona, hari ini waktunya untuk berkuda" kata asisten Robi
__ADS_1
Oh my God" kata Arisa
mari non" kata Robi sambil mempersilahkan Arisa untuk berjalan didepannya
bisaka hari ini saja saya libur, saya sudah 3 bulan seperti ini terus. Saya capek saya butuh waktu untuk istirahat" kata Arisa memohon
maaf, tapi ini yang akan nona lakukan untuk mengisi waktu kosong anda selama waktu weekend nona" kata Robi menjelaskan
saya capek, pulang kuliah harus latihan, orahraga, bimbel, ini dan itu saya capek" kata Arisa
tapi ini perintah dari tuan" kata Robi
hah, papa belum pulang?" kata Arisa
belum nona, tuan akan kembali dari Amsterdam bulan depan" kata Robi dengan hormat
baiklah, apa saja jadwal saya hari ini" kata Arisa mulai berjalan didepan Robi
Hari ini nona ada jadwal main bisbol, kemudian ke salon lalu ke butik dan yang terakhir makan malam bersama rekan kerja tuan Arya
oke, mari kita selesaikan" kata Arisa menuju kamar lalu memakai pakaiannya untuk bersiap menunggangi kuda, dimana pelatih dan beberapa asisten Arya sudah menunggunya di lapangan. Kehidupan Arisa benar-benar berubah selama dia tinggal bersama Arya papahnya, di dibuat sibuk sampai-sampai tidak ada waktu baginya untuk mengenal kebucinan. Padahal dia telah berjanji pada Arham untuk selalu mengabarinya dan meluangkan waktu untuknya, tapi karena kesibukannya dia melupakan apa yang dia katakan pada Arham.
__ADS_1