
Arham seperti kembali lagi ke ruang yang gelap, penuh kepenatan, penuh kesedihan, dan penuh penderitaan.
kehangatan yang telah dia nikmati dan cahaya yang telah menemaninya diruang itu kini benar-benar telah pergi meninggalkannya berlalu jauh dihadapannya.
Arham maafin gue" kata Arisa duduk meringkuk sambil menangis.
maafin gue" lanjut Arisa
maafin gue.
kita berjalan menempuh hidup yang berlika-liku, kita merangkak disudut jalan yang gelap, lalu kita berakhir di persimpangan jalan untuk menemui secercah harapan yang ada didepan kita dengan jalan yang berbeda.
Tanpa Arisa sadari, sepasang mata telah memperhatikannya dari tadi. Kemudian seseorang itu tersenyum tipis atas apa yang dia lihat tadi, seseorang itu adalah Arya.
Aku akan melakukan segala cara agar putriku tidak berurusan dengan masa lalunya" kata Arya dalam hati
kemudian dia mengetuk pintu kamar Arisa.
surprise haha" kata Arya berpura-pura tidak melihat kejadian tadi
papa" kata Arisa terkejut kemudian menghapus air matanya lalu berdiri mendekati Arya dan memeluknya
Baby, kamu kenapa? are you ok?
i'm ok pa, Arisa cuma kangen sama mama" kata Arisa menatap Arya tanpa melepaskan pelukannya
how about you call your mom?" kata Arya mengelus kepala Arisa
__ADS_1
can you?"kata Arisa tidak percaya
sure baby" kata Arya tersenyum
thank you pa" kata Arisa senang sambil mencium pipi Arya
kemudian Arisa mencari hpnya, lalu mencoba menghubungi Bulan, tapi hp Bulan tidak aktif hal itu membuat Arisa kecewa dia pun mencobanya berulang kali tapi tetap saja Hp Bulan tidak aktif.
Bagaimana?" tanya Arya ketika melihat ekspresi Arisa kecewa
hp mama nggak aktif pa, apa mama sibuk yah"kata Arisa kecewa
Maybe, sudahlah kamu bisa menghubungi nanti" kata Arya mendekati putrinya
huff, padahal kangen banget sama mama" kata Arisa
Sebenarnya Arya tahu kenapa hp Bulan tidak aktif, karena bulan sedang melakukan perjalanan ke Paris untuk menemui Arisa, sebab Arisa tidak ada kabar sehingga Bulan memutuskan untuk menemui putrinya itu.
Arya mengetahui kabar itu dari pengawalnya, sehingga Arya pun yang sedang rapat di Amsterdam memutuskan untuk kembali ke Paris dan berencana membawa Arisa ke Amsterdam agar Bulan tidak dapat menemuinya.
Arya benar-benar tidak ingin Arisa bertemu dengan Bulan apapun yang terjadi.
Oh ya pa, kok papa ada disini?" kata Arisa yang baru sadar, karena setahunya Arya akan kembali bulan depan
Iya soalnya papa tidak bisa jauh dari putri papa, jadi papa kesini mau jemput putri kesayangan papa ini" Kata Arya
Arisa juga kangen banget sama papa" kata Arisa
__ADS_1
papa juga sayang" kata Arya kembali memeluk Arisa
okay then you are ready, we are going to Amsterdam right now" lanjut Arya melepaskan pelukannya dari Arisa
Okedeh pa" lanjut Arisa
papa tunggu dibawa yah" kata Arya lalu pergi berlalu meninggalkan Arisa di kamar sendirian
Arisa kemudian mengenakan celana jeans dengan baju kaos lalu rambutnya dia biarkan terurai, kemudian dia turun menemui Arya yang sudah menunggunya dari tadi.
Pa, kok bawa koper segala sih?" kata Arisa heran melihat koper miliknya telah siap
don't you want a vacation" kata Arya
mau" kata Arisa tersenyum lalu berjalan menggandeng tangan Arya
haha, oke lest go" kata Arya
Arya memiliki pesawat jet pribadi, jadi Arya tidak pernah mempermasalahkan soal tiket pesawat untuk keberangkatannya karena dia bisa pergi tanpa harus memperdulikan harus pergi jam berapa.
wah, Paris benar-benar cantik yah pa kalau malam begini" kata Arisa
putri papa lebih cantik" kata Arya tersenyum
iya dong, kan putri Arya kusuma Ariwibowo" kata Arisa tertawa
hari ini kita hanya akan hidup berdua sayang, tanpa harus melibatkan orang dimasa lalumu. Karena masa lalu tidak harus menjadi bagian dimasa depanmu" kata Arya dalam hati sambil menatap Arisa
__ADS_1