Luka Diantara Jarak!

Luka Diantara Jarak!
Tahu


__ADS_3

...Kakiku seperti terpaku ditempat...


...Langkahku seperti terhenti...


...udara seperti meninggalkan ku...


...Disaat kebenaran menghampiri ku...


Mereka berdua saling menatap, lalu kemudian Arisa memiringkan badannya untuk mempersilahkan Arham berjalan. Karena tangga berukuran kecil sehingga tidak memungkinkan untuk seseorang berjalan secara bersamaan, Arham pun berjalan melewati Arisa yang kini memalingkan wajahnya. Entah kenapa jika dia sedekat ini dengan Arham dekat jantungnya selalu tidak beraturan dengan normal, juga membuat wajahnya langsung memerah jika Arham sedang menatapnya.


Akhirnya selesai juga, waktunya pulang" kata Arisa merapikan mejanya


tiba-tiba Hpnya berdering, ada pesan masuk dari Orang Gila "Hari ini Anda lembur!"


Arisa menamai kontak Arham di handphone nya dengan kata "Orang Gila" karena menurut Arisa Arham adalah tipe cowok yang benar-benar sudah gila kerja, dan dia juga sangat gila dalam segala hal.


Apa?Ha apa dia benar-benar sudah gila?" kata Arisa menatap tajam pintu ruangan Arham setelah dia membaca pesan singkat itu


haha, pantas saja dia Sekarang sukses tenyata karna kegilaannya"kata Arisa dengan suara kecil


Are you ok sa?" tanya teman kantornya


ah yeah i'm ok" kata Arisa malu, mungkin teman kantornya itu memperhatikan tingkahnya tadi yang tertawa kemudian tiba-tiba kesal


Is there something that catches your eye, that makes you laugh?" tanya pegawai wanita itu yang telah menjadi teman Arisa dikantor Arham


oh yeah, I read a message from my friend that made me laugh haha" kata Arisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal


okay, how about we go home together over dinner" kata Kei teman kantor Arisa yang ruangannya sebelah ruangannya


oh sorry, today I have to work overtime" kata Arisa dengan nada sedih


oh oke, next time" kata Kei lagi


ah yeah, see you" kata Arisa melambaikan tangannya


see you too, fhiting" kata Kei membalas lambaian tangan Arisa


Arisa kemudian mengetuk pintu ruangan Arham, dia ingin menanyakan apa ada hal lagi yang harus dia kerjakan sekarang karena semua yang Arham perintahkan telah dia kerjakan semua.


pak?" kata Arisa mengetuk pintu Arham


Namun tidak ada jawaban, akhirnya Risa pun membuka pintu ruangan Arham dan masuk. Arisa kemudian tertawa saat melihat Arham yang sedang tertidur di meja kerjanya, Arisa kemudian mendekati Arham yang tengah tertidur pulas.


Ternyata kau bisa juga yah bersikap tidak profesional begini" kata Arisa menunduk untuk memperhatikan Arham lebih dekat, Arisa kemudian tersenyum saat melihat wajah Arham yang tampak kelelahan.


Kemudian Arisa merapikan rambut Arham yang menghalangi wajahnya, Arisa ingin memperhatikan wajah Arham dengan sangat dekat seperti ini disaat laki-laki didepannya ini tertidur. Karena jika Arham bangun Arisa benar-benar tidak akan sanggup untuk menatap Arham, dia mengingat kesalahan Arisa dulu yang meninggalkan Arham tanpa memberitahukan alasannya.

__ADS_1


Tiba-tiba Arham membuka matanya, hal itu langsung membuat Arisa terkejut kemudian dia langsung berdiri dan sedikit menjauh dari Arham. dalam hati Arisa sangat mengutuk dirinya, entah kenapa Arisa sangat berani melakukan hal itu seharusnya dia tidak menggangu Arham dan tetap menunggu diluar.


Bagaimana ini, apakah aku akan dipecat malam ini!" kata Arisa gelisah


seharusnya aku menunggu saja diluar, aduh you stupid Arisa"


Sedangkan Arham hanya bersikap biasa sambil memperbaiki posisinya dikursi kebanggaan nya itu, lalu memanggil Arisa kedepannya.


kemarilah" kata Arham


ah yah" kata Arisa kikuk


periksa file ini" kata Arham menunjuk leptop didepannya


Namun disaat Arisa akan mengambil leptop dimeja itu, Arham langsung menahan tangannya


Kerjakan disini saja" kata Arham menatap Arisa


ah, tapi saya tidak akan sanggup berdiri lama" kata Arisa


ta tapi saya akan membawa kursi kecil" kata Arisa lagi namun disaat Arisa akan pergi tangan Arisa sudah ditahan oleh Arham


Tidak perlu" kata Arham


Anda bisa duduk dipangkuan saya" kata Arham menatap Arisa


mungkin!" kata Arham langsung menarik Arisa untuk duduk dipangkuan nya


Hal itu membuat Arisa terkejut, kemudian dia berusaha untuk berdiri dari pangkuan Arham, tapi Arham langsung menahan lengannya.


Diam, dan kerjakan saja" kata Arham dengan tegas


mendengar hal itu, Arisa hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang Arham katakan.


awalnya Arisa dapat mengerjakan file didepannya itu dengan tenang, tapi ketenangannya terganggu ketika Arham memeluknya dengan erat.


Mendapat perlakuan itu Arisa berusaha melepaskan tangan Arham dari tubuhnya


lepaskan saya pak!"kata Arisa


saya hanya menyuruh Anda diam dan kerjakan apa yang saya perintahkan, jika kamu menyelesaikannya dengan cepat maka aku akan berhenti" kata Arham masih dengan posisi memangku dan memeluk Arisa dari belakang


Mendengar hal itu Arisa hanya bisa pasrah dan kembali fokus pada leptop didepannya


Melihat Arisa kembali fokus pada pekerjaannya, Arham kemudian menaikkan tangannya ke pay*d*r* Arisa dan m*r*m*s nya dengan kasar di balik kemeja yang Arisa kenakan.


Arisa yang terkejut karena mendapat serangan dadakan dari Arham pun langsung berdiri dan menampar Arham

__ADS_1


Apa yang anda lakukan?" kata Arisa marah


ha bagus juga" kata Arham mengusap pipinya yang Arisa tampar


apa kau sudah bosan bekerja?" lanjut Arham


mendengar perkataan Arham, Arisa Hanya bisa diam dan memalingkan wajahnya


kau lupa apa yang saya katakan tadi?


saya hanya menyuruh Anda menyelesaikannya dengan cepat, dengan begitu saya akan mulai menghentikan apa yang saya lakukan" kata Arham menatap Arisa tajam


Maaf" kata Arisa tanpa membalas tatapan Arham


ingin rasanya Arisa berhenti dari pekerjaannya ini, tapi rasanya sangat sulit apalagi Arisa memiliki alasan yang kuat untuk membuatnya tetap bertahan di perusahaan Arham meski harus diperlakukan seperti wanita murahan.


Arisa kemudian duduk kembali ke pangkuan Arham, setelah Arham memberikan isyarat untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Arisa kembali fokus untuk cepat menyelesaikan file didepannya itu, Arisa sangat heran kenapa file ini sangat banyak malam ini. Padahal Arisa adalah orang cekatan dalam bekerja namun malam ini dia menjadi orang yang sangat lambat.


Namun belum lama Arisa duduk dipangkuan Arham pintu ruangan Arham terbuka, hal itu membuat mereka berdua saling menatap satu sama lain dan Langsung berdiri.


Setelah pintu terbuka, muncullah sebuah wanita cantik berpakaian seksi berjalan kearah mereka berdua.


Melihat seorang wanita berjalan kearah mereka, Arisa langsung memperhatikan wanita itu dan langsung mengenalinya.


Dira" kata Arisa tersenyum


Akhirnya kita bertemu!" kata Dira yang sudah ada didepan Arham dan Arisa


ah yah, apa kabar?" kata Arisa langsung memeluk Dira


Sedangkan Arham hanya diam melihat Arisa memeluk Dira dimana Dira hanya diam tanpa membalas pelukan Arisa.


gue baik kok"kata Dira setelah Arisa melepaskan pelukannya


Loh beneran Dira kan? ya ampun gue nggak nyangka kita bisa ketemu disini" kata Arisa tersenyum bahagia


menatap Dira


Iya Gue Dira dan" kata Dira tanpa melanjutkan kata-katanya dan berjalan menghampiri Arham lalu menggandeng tangannya lalu menatap Arisa dengan tersenyum dan melanjutkan perkataannya.


Dan Gue adalah calon tunangan Arham Wijaya Putra!"


A apa?" kata Arisa terkejut mendengar perkataan Dira


Arisa benar-benar tidak menyangka akan mendengar kabar seperti ini, mungkin Arisa tidak akan terlalu sakit hati andai saja Arham akan bertunangan dengan wanita lain bukan dengan sahabatnya sendiri yang sudah sejak lama. Kenyataan ini sangat menyakitkan bagi Arisa sampai-sampai dia hanya diam mematung dan bingung harus mengatakan apa lagi, ingin rasanya dia menghilang dari hadapan mereka berdua tanpa harus menemui mereka lagi.

__ADS_1


__ADS_2