Luka Diantara Jarak!

Luka Diantara Jarak!
Luka


__ADS_3

... Aku tidak meminta untuk disampingmu,...


... Tapi izinkan aku berada dibelakang mu, ...


...untuk menahanmu disaat ...


...Kau akan terjatuh oleh luka....


Diperjalanan Arisa bertemu dengan seorang laki-laki yang sudah mabuk berat dan terkapar dijalan, melihat hal itu Arisa mencoba menolong laki-laki itu untuk membangunkan nya lalu mencarikan taksi untuknya. tapi laki-laki itu malah berteriak sambil berkata


why did you leave me baby! Hah why baby" kata laki-laki itu dan berusaha mencium Arisa


melihat perlakuan laki-laki itu pun, Arisa langsung mendorongnya dan pergi meninggalkannya. tapi sebelum dia berjalan Arham sudah ada didepannya membuat Arisa terkejut.


Ka kau" kata Arisa kaku, dia takut jika Arham berfikiran buruk tentangnya


Tapi sepertinya apa yang baru terlintas dipikirannya memang benar, Arham berfikir bahwa Arisa adalah seorang wanita ******.


Anda sepertinya tidak cukup dengan satu pekerjaan nona " kata Arham tersenyum sinis kepada Arisa


ti tidak, ini tidak benar kau salah paham ini tidak seperti yang kau pikirkan" kata Arisa mencoba menjelaskan pada Arham disaat Arham berjalan mendekatinya.


An Anda salah paham, lepaskan tangan saya" kata Arisa kembali disaat Arham menyeretnya dengan paksa dari tempatnya, lalu Arham mendorong Arisa masuk kedalam mobilnya dengan kasar. Kemudian Arham masuk kedalam mobilnya lalu menyetir dengan kecepatan tinggi, membuat Arisa sangat takut sehingga dia berteriak kepada Arham


cukup, apa yang anda lakukan!, hentikan cepat hentikan" kata Arisa menganggu Arham yang sedang menyetir


tetapi Arham adalah orang yang memiliki watak keras, dia tidak perduli dan malah menambah kecepatannya. Hal itu membuat Arisa semakin takut, sehingga Arisa dengan sisa tenaganya membanting stir itu sampai menabrak sebuah pohon.

__ADS_1


hah hah, pa Risa takut" kata Risa bergetar


tanpa memperdulikan kondisi Arisa, Arham langsung membalikkan badan Arisa untuk berhadapan dengannya lalu mencium bibir Arisa dengan kasar. Mendapatkan serangan secara mendadak membuat Arisa memukul dada bidang Arham tetapi tenaga Arham sangatlah kuat, entah karena emosi sehingga Arham benar-benar seperti orang gila yang tidak memperdulikan kondisi korbannya.


lepas, apa yang anda la" kata Arisa setelah dia berhasil melepaskan bibirnya itu, tapi disaat Arisa berkata lagi Arham telah menciumnya lagi dengan kasar.


Arham mencium Arisa dengan kasar, lalu dia mencekal kedua tangan Arisa dengan tangannya. Lalu tangan kanannya memegang leher Arisa untuk memperdalam lumatannya, lama- kelamaan Arisa ikut terhanyut dalam permainan ci*man panas Arham. Bahkan Arisa sudah mengantungkan kedua tangannya dileher Arham, sampai pada akhirnya Arham menghentikan aksinya tersebut hal itu membuat kesadaran Arisa kembali.


" berapa bayaran mu atas ci*man ini?" kata Arham tersenyum tipis pada Arisa


mendengar perkataan Arham, membuat Arisa sakit hati dia langsung menampar Arham.


Apa saya serendah itu Dimata anda?"kata Arisa emosi


kemudian keluar dari mobil lalu pergi meninggalkan Arham.


*****


...Hujan turun dengan derasnya,...


... menyapu luka dengan bersih,...


... menghilangkan jejak harapan yang pernah terukir ...


...lalu menghadirkan lembaran tanpa jejak...


Papaa..." teriak Arisa dibawah hujan sambil menangis

__ADS_1


putri papa orang yang sangat lemah, putri papa bukanlah orang hebat yang seperti papa katakan pada semua orang, I'm just a woman trying to be strong bones, I'm just a woman who is good at pretending that I'm fine! aaa... " teriak Arisa


sedangkan Arham yang masih terdiam didalam mobilnya memperhatikan setiap tetes air hujan yang turun dikaca mobilnya, sambil berfikir atas apa yang telah dia katakan kepada Arisa.


sakit hati yang telah Arisa goreskan terlalu dalam untuk membuat Arham memaafkan Arisa, perlakuannya membuat Arham sangat membencinya. Dia membenci setiap senyum yang terukir diwajah Arisa, tersenyum tanpa mengatakan apapun tentang luka yang dia lakukan dulu. Hal itu membuat Arham menjadi laki-laki yang kasar, menjadikan dirinya menjadi pribadi yang dingin kepada setiap wanita.


Arham mengencani beberapa wanita, lalu membuangnya disaat dia sudah membuat para wanita itu sakit hati. Kebencian pada Arisa benar-benar membuat nya memiliki dendam untuk menyakiti Arisa lebih dalam tanpa memperdulikan perasaan Arisa, karena baginya Arisa adalah orang yang akan bertanggung jawab untuk menanggung semua ini.


Kau adalah penyebab semua ini" kata Arham menatap tajam kedepan


*****


pagi ini Arisa tidak masuk kekantor, dia sudah menelfon teman kantornya untuk memberitahukan kepada asisten pribadi Arham bahwa dia tidak bisa datang ke kantor hari ini.


why can't she work?" tanya Arham kepada asistennya


She doesn't give a reason Presdir" kata Asistennya


tell the woman to still come to the office today to work" kata Arham beranjak dari tempat duduknya


setelah itu asisten pribadi Arham langsung menelfon Arisa untuk memberitahukan bahwa, Presdir menginginkan dia tetap masuk bekerja dan tidak ingin mendengar alasan apa pun. mendapatkan kabar seperti itu Arisa pun bergegas untuk bersiap ke kantor


Didepan cermin Arisa duduk memandangi dirinya, Tampak pucat wajahnya. hari ini Arisa memang tidak berencana masuk kerja karna sedang tidak enak badan, tapi dia tidak ingin mengatakannya karna takut Arham akan semakin menyiksanya. Arisa telah sadar bahwa Arham melakukan ini semua mungkin karena dia dendam atas apa yang Arisa lakukan dulu, pergi meninggalkan Arham disaat Arham berharap banyak pada Risa.


cukup pakai make up dan listip yang cerah, agar aku terlihat baik-baik saja hari ini" kata Arisa sambil menggunakan make up


jam 10 lewat Arisa baru sampai dikantor, dia terlambat hari ini karna disaat dia akan berjalan kepalanya tiba-tiba pusing sehingga dia memutuskan untuk beristirahat sebentar. Melihat Arisa datang terlambat membuat Arham berencana untuk membuatnya tinggal lebih lama dikantor, dia telah menyusun rencana untuk membuat Arisa bekerja lembur malam ini.

__ADS_1


sepertinya kau memang wanita yang kuat, dan itu membuatku semakin bersemangat untuk melihat sejauh mana kamu bisa bertahan" kata Arham memperhatikan Arisa di balik tirai jendelanya


__ADS_2