
...pergi menghilang tanpa menatap bayangan...
...Berlalu menjauh tanpa menanti Rindu...
...Karena kekosongan kembali terisi...
...oleh hal baru yang akan...
...menenggelamkan luka...
...Dimasa lampau...
*****
Loh beneran Dira kan? ya ampun gue nggak nyangka kita bisa ketemu disini" kata Arisa tersenyum bahagia
menatap Dira
Iya Gue Dira dan" kata Dira tanpa melanjutkan kata-katanya dan berjalan menghampiri Arham lalu menggandeng tangannya lalu menatap Arisa dengan tersenyum dan melanjutkan perkataannya.
Dan Gue adalah calon tunangan Arham Wijaya Putra!"
A apa?" kata Arisa terkejut mendengar perkataan Dira
Arisa benar-benar tidak menyangka akan mendengar kabar seperti ini, mungkin Arisa tidak akan terlalu sakit hati andai saja Arham akan bertunangan dengan wanita lain bukan dengan sahabatnya sendiri yang sudah sejak lama. Kenyataan ini sangat menyakitkan bagi Arisa sampai-sampai dia hanya diam mematung dan bingung harus mengatakan apa lagi, ingin rasanya dia menghilang dari hadapan mereka berdua tanpa harus menemui mereka lagi.
Gue dan Arham udah pacaran selama 2 tahun, tapi kita berdua udah lama menjalin hubungan. Sampai akhirnya gue dan Arham mutusin buat pacaran" kata Dira tersenyum kepada Arisa lalu menatap Arham disampingnya yang hanya diam
Arham bingung harus mengatakan apa, ingin rasanya dia mengatakan tidak tapi apa yang Dira katakan memang benar. Dira adalah satu-satunya orang yang selalu ada buat dia setelah Arisa memilih untuk mengakhiri hubungan mereka berdua dan meninggalkannya tanpa memberikan Arham alasan.
Dira yang selalu ada buat Arham bahkan menemaninya dirumah sakit disaat Arham mengalami gangguan mental, Dira dengan sabar selalu menunggu Arham dan menemaninya sampai Arham sembuh dan bangkit dari keterpurukannya. Dira bahkan selalu mengikuti kemana pun Arham pergi, bahkan dia memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya demi merawat Arham beberapa tahun lalu. Dan ketika Dira mengatakan perasaannya pada Arham, Arham tidak tega untuk menolak Dira karena mengingat pengorbanan Dira padanya dan akhirnya Arham menerima pengakuan cinta dari Dira sampai akhirnya mereka menjalin hubungan selama 2 tahun ini.
Meskipun mereka telah bersama selama 2 tahun, Arham tidak pernah mencintai Dira dia bertahan selama ini hanya untuk membalas budinya kepada Dira.
Gue harap loh datang yah ke pesta pertunangan gue sama Arham bulan depan" kata Dira kembali
Ka kalian akan bertunangan?" tanya Arisa dengan suara bergetar
Iya, lo tahu sendiri kan orang-orang sekarang banyak yang tidak tahu malu" kata Dira dengan tersenyum sinis
__ADS_1
maksudnya?" kata Arisa bingung dengan cara menatap Dira kepadanya
Yah, orang-orang sekarang sangat-sangat tidak tahu malu dengan secara terang-terangan menggoda pasangan orang lain meskipun orang itu tahu bahwa dia sudah memiliki pasangan. loh tahu kan maksud gue" kata Dira dengan wajah datar
Oke kalau gitu kita berdua pamit yah" kata Dira kembali sambari tetap mengandeng tangan Arham keluar ruangan.
Disaat Arham melewatinya Arisa hanya bisa menundukkan kepalanya, air mata Arisa keluar tidak henti-hentinya dia hanya bisa menunduk sambil menggigit bibirnya dengan kuat agar suara tangisnya tidak didengar oleh Arham dan Dira.
Kenapa? hiks hiks" kata Arisa sambil menyekat wajahnya dengan tangannya
*****
Apa maksudmu dengan mengatakan hal itu pada Risa" tanya Arham pada Dira setelah mereka berdua sudah berada didalam rumah Arham
aku nggak ada maksud apa-apa" Jawa Dira santai yang tengah duduk diruang tamu sambil menonton sebuah film
Kamu benar-benar tidak berubah yah" kata Arham menatap Dira
mendengar hal itu Dira kemudian berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Arham
Aku yang nggak berubah? apa aku nggak salah dengar?" kata Dira tertawa
iya? kamu masih berharap kan?" kata Dira sambil berteriak
Kalau iya memang kenapa? Aku memang masih mencintai Risa" kata Arham jujur
oh begitu, yah aku memang udah tahu" kata Dira sambil bertepuk tangan
Tanpa kamu harus ngasih tahu aku, aku udah tahu semuanya"
Bahkan Wanita itupun kerja dikantor kamu sebagai sekretaris kamu pun aku udah tahu, aku udah tahu Arham tanpa kamu ngasih tahu aku"
aku juga tahu kamu menyembunyikan hal itu dari aku, dan alasan kamu melarang aku ke kantor kamu karna wanita itu juga pun aku sudah tahu!"kata Dira melanjutkan lagi
Dia adalah Arisa, bukan wanita itu!" kata Arham geram sambil memegang lengan Dira untuk berhadapan dengannya kemudian menatapnya dengan tajam
Yah, Dia adalah Seorang Arisa Zayda! orang yang selama ini kamu banggakan tapi malah membuat kamu hampir gila, ingat itu!" kata Dira membalas tatapan tajam Arham dan melepaskan tangan Arham dari lengannya.
Tapi, apa kamu pikir ini seperti difilm-film? yang setelah tokoh keduanya tahu bahwa orang yang dia cintai mencintai wanita lain, maka tokoh keduanya akan merelakan kalian untuk hidup berdua dan bahagia? begitu? hahaha kau salah?" kata Dira kemudian berjalan mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan Arham
__ADS_1
aaaa... Sial" kata Arham mengacak-acak rambutnya
*****
Sedangkan Risa berjalan santai dijalan, dia seperti orang yang belum makan sebulan. tenaganya seperti terkuras habis setelah mendengar apa yang Dira katakan tadi, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Dira akan menikah dengan laki-laki yang dia cintai.
Arisa tersadar dari lamunannya setelah mobil dibelakangnya terus membunyikannya klakson mobilnya, dia kemudian membalikkan badannya dan melihat seorang laki-laki turun dari mobil sport berwarna merah itu langsung menghampiri Arisa dan memeluknya.
Setelah laki-laki itu melepaskan pelukannya dia kemudian tersenyum kepada Arisa
Hai" kata laki-laki itu
Arisa tidak menjawab dia hanya tertawa
Kau lupa siapa namaku? oh atau haruska aku mengatakan bahwa" kata laki-laki itu namun kata-katanya terpotong setelah Arisa meneruskan perkataannya
Bahwa aku adalah laki-laki paling tampan diparis ini yang telah banyak menaklukkan gadis cantik disini" kata Arisa melanjutkan kata-katanya lalu kemudian tertawa
Haha emm how are you" kata laki-laki itu
i'm fine Resa" kata Arisa menatap laki-laki didepannya itu sambil tersenyum
i Miss you so much babyku" kata Resa lalu memeluk Arisa dengan erat
aduh, aku nggak bisa nafas sa, lepasin dong ihh" kata Arisa mencubit perut Resa
haha" kata Resa
Resa adalah sepupu Arisa dari keluarga Arya, mereka berdua baru bertemu setelah Arisa menetap di Paris. Setelah mereka berdua bertemu mereka langsung akrab mungkin karena menemukan kecocokan satu sama lain sehingga Arisa menganggap Resa adalah kakaknya.
Bagaimana kalau kamu menemani ku bersenang-senang hari ini? kata Resa
Ayam goreng?" tanya Arisa
beres, udah ayo" kata Resa merangkul Arisa lalu membukakan nya pintu mobil
silahkan masuk tuang putri" kata resa sambil membungkuk
Haha thanks" kata Arisa tertawa
__ADS_1