Luka Diantara Jarak!

Luka Diantara Jarak!
Part 12


__ADS_3

Arya memiliki pesawat jet pribadi, jadi Arya tidak pernah mempermasalahkan soal tiket pesawat untuk keberangkatannya karena dia bisa pergi tanpa harus memperdulikan harus pergi jam berapa.


wah, Paris benar-benar cantik yah pa kalau malam begini" kata Arisa


putri papa lebih cantik" kata Arya tersenyum


iya dong, kan putri Arya kusuma Ariwibowo" kata Arisa tertawa


hari ini kita hanya akan hidup berdua sayang, tanpa harus melibatkan orang dimasa lalumu. Karena masa lalu tidak harus menjadi bagian dimasa depanmu" kata Arya dalam hati sambil menatap Arisa.


***


Setibanya Bulan didepan sebuah rumah mewah, dia kemudian menekan bel tetapi sebelum Bulan menekan bel tersebut matanya teralihkan oleh sebuah tulisan pemberitahuan" Rumah ini Dijual". melihat tulisan itu, tubuh bulan bergetar membuat air matanya mengalir deras.


kenapa kamu memperlakukan saya seperti ini Arya" kata Bulan menangis histeris


kemana kamu membawa anak kita, kemana a" teriak Bulan


dia pun menekan bel berulang-ulang, lalu keluar lah seorang pengawal rumah Arya. Kemudian dia memperhatikan Bulan lalu pengawal itu berkata


"Are you lady Bulan?" kata pengawal itu


ah yah, i'm Bulan" Kata bulan menghapus air matanya


was ordered by old Arya to tell you that they no longer live here"Kata pengawal itu


what, Then where did He take our child?" kata bulan

__ADS_1


i'm sorry, but i don't know Lady" Kata pengawal membungkuk memberi hormat lalu menutup kembali pagarnya


heiiii, tidak mungkin kamu tidak tahu. Dimana Arya membawa anak saya" kata bulan menggedor pagar itu sambil berteriak


Bulan kemudian memilih untuk tetap tinggal didepan pagar itu, dia tidak mau kembali ke hotelnya karena dia yakin Arya akan kembali. bulan berfikir ini hanya akal-akalan Arya agar dia pulang dan tidak bertemu dengan Arisa putrinya.


Kau cukup tangguh yah" kata Arya memperhatikan gerak-gerik Bulan dari Layar handphonenya


Arya memantau Bulan dari cctv yang dia sambungkan ke ponselnya, Arya benar-benar ingin membuang bulan dari kehidupan Arisa .


*****


Esoknya Bulan pun kembali lagi ke Rumah mewah itu lagi, dia benar-benar ingin memastikan apa yang pengawal itu katakan tidak benar. Mana mungkin Arya menjual rumah itu, itu tidak mungkin lalu Bulan pun menekan bel rumah itu lagi tapi apa yang Bulan dapatkan hanya jawaban seperti kemarin. Hal itu benar-benar membuat bulan sakit hati, dia tidak menyangka Arya akan berbuat seperti ini.


Bulan kemudian menghubungi Arya, belum lagi Bulan bersuara Arya sudah lebih dulu berkata


Arya aku mohon jangan seperti ini, aku sangat ingin bertemu dengan Risa" kata Bulan memohon


Pulanglah ketempat asalmu, karna apa yang kau lakukan kali ini hanya percuma. Aku tidak akan membiarkan Putri ku berbaur dengan orang seperti kamu, kamu hanyalah sampah tidak lebih daripada itu" kata Arya penuh penekanan lalu mematikan hpnya.


Halo, Arya tolong jangan pisahkan aku dengan Risa, halo Arya aku mohon" kata Bulan menangis


Kemudian seorang pengawal pun keluar untuk memperingati Bulan agar meninggalkan tempat ini, jika tidak maka iya akan mengusir paksa Bulan


mau tidak mau bulan pun harus pergi, dia benar-benar sakit hati atas perlakuan Arya.


******

__ADS_1


...Ada kalanya kita harus Mengalah atas apa yang ada dimuka bumi ini, memilih mundur untuk setiap sisi kebaikan yang ada walau harus memikul luka....


Balon bertebaran disetiap sudut ruangan dihiasai oleh gemerlap Lampu dan bunga, orang-orang berdatangan menggunakan pakaian kebanggaan mereka yakni menggunakan jas dan para perempuan menggunakan dress mewah. Diruangan ini hanya tampak sebuah kemewahan, kemegahan dan ketenaran bahkan sekecil apapun kesedihan tidak akan dapat masuk kedalam ruangan seperti ini karena kegemerlapan akan suasananya yang mewah. Mereka semua memegang gelas berisikan wine lalu tertawa satu sama lain, kemudian pandangan mereka teralihkan oleh sebuah gadis cantik yang menuruni tangga dengan memakai dress panjang berwarna rose gold menjuntai ke lantai, dengan belahannya sampai diatas lututnya. Dengan rambut yang disanggul dan diatas kepalanya berhiaskan mahkota kecil membuatnya terlihat seperti malaikat yang nyata yang hadir ditengah mereka.


"Happy birthday Arisa 23 Year" yah tulisan itu menempel dididing dibelakang gadis cantik itu. Arisa benar-benar telah berubah menjadi gadis yang seperti Arya inginkan, dia kini telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, Memiliki gaya bicara seperti wanita modern dengan gaya berpakaian bak seorang wanita elegan.


Happy Birthday honey" kata Seorang pria yang beberapa helai rambut putih dikepalanya terlihat namun tetap terlihat gagah dan berwibawa itu, kemudian memeluknya dan mencium keningnya


Thanks pah" Kata Arisa tersenyum


Thank you everyone for coming, please enjoy the party" Kata Arisa kepada semua orang yang hadir dipestanya


7 tahun telah Arisa jalani berdua dengan Arya, tanpa hadirnya sosok seorang Ibu di kehidupannya. Ditahun-tahun lalu Arisa selalu mencoba menghubungi Bulan tapi nomor bulan selalu tidak aktif, bahkan Arisa berencana untuk mengunjungi Bulan ke Indonesia tapi rencananya itu selalu gagal karna pekerjaannya yang selalu datang menumpuk.


Arisa kini telah menjadi seorang model yang terkenal, foto dirinya selalu bertebaran dimana-mana. Bahkan di layar ponsel semua orang pun selalu muncul pemberitaan mengenai dirinya yang telah menjadi seorang model internasional yang sukses diusia mudanya.


Arisa sangat sibuk, bahkan untuk berkencan pun tidak dapat dia lakukan. Hanya berita palsu yang bertebaran dimedia sosial bahwa dia sedang berkencan, hal itu dia jalani untuk menunjang popularitas dirinya didalam dunia model.


****


Nak, kamu sekarang sudah sebesar ini mama kangen Risa" kata Wanita separuh baya itu yang tengah duduk di kursi roda sambil memeluk foto seorang gadis di sebuah majalah.


Bulan benar-benar menderita atas perpisahannya dengan Risa 7 tahun lalu, sehingga mempengaruhi kesehatannya.


Bulan kini mengidap penyakit stroke ringan, sehingga membuat kedua kakinya tidak dapat berjalan seperti dahulu. Dia hanya menikmati masa tuanya berada diatas kursi roda tanpa harus berbuat apa-apa, perpisahannya dengan Risa membuatnya tidak punya semangat lagi untuk menjalani kehidupannya. Karena semangatnya untuk bertahan selama ini hanya untuk putrinya, namun ketika melihat Arisa yang telah menjadi seorang wanita yang sukses membuatnya bahagia karena setidaknya dia bisa melihat Risa dimajalah meskipun tidak dapat melihatnya secara langsung.


Kebahagiaannya hanya cukup melihat Arisa baik-baik saja dan bahagia, itu sudah cukup untuk membuat Bulan bahagia dan semangat dihari tuanya. Mungkin keputusan mantan suaminya untuk membawa putri mereka pergi dari hidupnya adalah pilihan terbaik untuk masa depan Arisa putrinya, karena dengan begini Arisa bisa memiliki masa depan yang cerah tanpa harus merasakan kehidupan yang susah.

__ADS_1


__ADS_2