
Siang itu Yuri terlihat memasuki sebuah restoran dengan di ikuti Martin serta Arum di belakangnya. Terlihat seorang pelayan restoran mengarahkannya ke privat room yang sudah di booking oleh klien Lucky. Begitu sampai di depan privat room terlihat seorang wanita cantik yang menyambutnya. Bisa di pastikan jika wanita itu sekretaris kliennya.
"Selamat datang tuan, saya Monica sekretaris tuan Sean. Silahkan masuk, anda sudah di tunggu."
Yuri hanya menganggukkan kepala tanpa menyahut ucapan Monica. Begitu mereka masuk dia melihat pria yang seumuran dengannya langsung berdiri dan mengulurkan tangan kepada Yuri."
"Selamat datang tuan Yuri, perkenalkan saya Sean dari Global group." ucap Sean memperkenalkan diri pada Yuri.
Yuri menerima uluran tangan Sean dengan pandangan datar dan dingin. Setelah berbasa basi sebentar mereka mulai membicarakan kerja sama dua perusahaan. Monica yang duduk di sebelah Sean sering mencuri pandang ke arah Yuri. Tentu saja dia tahu siapa Yuri dari pemberitaan di media masa yang seringkali memberitakan Lucky. Namun baru kali ini dia bertemu langsung dengan Yuri. Yuri yang mengetahui jika Monica sering mencuri pandang ke arahnya merasa tidak nyaman.
Setelah mencapai kesepakatan kerja sama antara dua perusahaan, Monica meminta pelayan untuk menyiapkan makan siang. Mereka menikmati makan siang dengan di selingi obrolan ringan.
Dari obrolan itu Yuri mengetahui jika Sean berniat membuka cabang perusahaan di Indonesia karena isterinya asli orang Indonesia. Terlihat sekali jika Sean sangat mencintai isterinya, hal itu terlihat dari sorot mata yang berbinar jika menceritakan tentang isterinya.
Hati Yuri tersentil ketika Sean menceritakan jika isterinya itu seorang yatim piatu yang di angkat anak oleh kepala pelayan di rumahnya yang juga asli orang Indonesia. Elia juga anak angkat asisten papanya. Sungguh cerita yang mirip dengan dirinya, hanya saja yang membedakan Sean sangat mencintai isterinya. Sementara dirinya dari awal menentang bahkan tidak pernah berusaha mencintai isterinya.
"Bagaimana dengan anda tuan Yuri, pasti isteri anda juga seorang wanita yang sangat luar biasa." Suara Sean membuyarkan pikiran Yuri tentang Elia.
"Tentu saja." jawab Yuri singkat.
"Ah...mungkin di lain waktu kita bisa makan malam bersama, tentu saja dengan membawa pasangan masing - masing."
Yuri hanya mengangguk dan segera pamit dengan alasan masih banyak pekerjaan. Dia merasa tidak nyaman dengan pembahasan soal isteri dengan Sean.
"Tuan, bukankah dia... "
"Ya... aku tahu siapa dia Monica, kamu tidak usah khawatir." ucap Sean memotong perkataan Monica sesaat setelah Yuri meninggalkan privat room.
"Tetapi bagaimana jika nyonya Kara tahu?"
"Biar nanti aku yang akan menjelaskan pada isteriku."
Monica hanya bisa mengangguk dan percaya jika nanti semua akan baik - baik saja. Mereka kekuar dari privat room tanpa berbicara lagi.
__ADS_1
Setelah sampai di luar restoran dan baru saja Sean akan naik ke mobil tiba - tiba ponsel di sakunya berdering.
"Ya honey..." ucapnya lembut begitu dia tahu yang menghubungi isteri tercinta.
"Sayang bolehkan hari ini aku keluar sebentar?" terdengar suara manja seorang wanita dari seberang.
"Kamu mau kemana honey?"
"Aku ingin mengunjungi si pudel sayang."
Sean tersenyum mendengar perkataan Kara yang memanggil sahabatnya si pudel.
"Tentu saja boleh honey asal di antar sopir."
"Terimakasih sayang, I love you... muach."
"I love you to honey... muach." Sean membalas ungkapan cinta dan cium jauh dari Kara.
Tanpa Sean sadari jika pembicaraannya dengan Kara di lihat dan di dengar oleh Yuri yang kebetulan mobilnya parkir di sebelah mobil Sean.
Ada sedikit rasa iri yang tiba - tiba muncul di hati Yuri melihat Sean yang terlihat bahagia ketika isterinya menelpon.
Setelah mobil Sean berlalu meninggalkan parkiran restoran, Yuri juga mengemudikan mobilnya menuju arah berlawanan dengan jalan ke perusahaan. Martin dan Arum sudah Yuri perintahkan untuk kembali ke perusahaan dengan menggunakan taksi.
Yuri menjalankan mobilnya tanpa tujuan jelas, dia hanya ingin sendiri. Tadi ada niat untuk mengunjungi kakek dan neneknya, tetapi nyali Yuri menciut jika membayangkan kemarahan Adrian. Akhirnya Yuri memutuskan untuk pergi ke pantai untuk menepi dari pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya. Apalagi hatinya sedang galau.
Cukup lama Yuri duduk di pinggir pantai hingga tidak terasa hari hampir malam, Yuri memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan Yuri mampir ke sebuah cafe yang kebetulan ramai pengunjung.
Setelah memesan kopi dan camilan Yuri merokok sambil menikmati suasana sekitar. Terlihat sebagian pengunjung adalah anak - anak muda dengan pasangan masing - masing. Yuri tersenyum samar ketika mengingat dirinya waktu masih kuliah. Memang beberapa kali dia juga menikmati suasana cafe, namun bila di tanya apakah dengan pasangan? Tentu saja jawabannya tidak. Dia tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan.
"Silahkan tuan." suara pelayan yang mengantarkan kopinya mengalihkan pandangan Yuri.
"Hem... terimakasih." jawab Yuri sambil memandang kearah pelayan di depannya. Namun Yuri sangat terkejut ketika melihat orang yang baru saja masuk ke dalam cafe.
__ADS_1
Terlihat Sky, Sean dan Monica memasuki cafe dengan berbincang akrab. Bahkan Sky tampak merangkul pundak Monica dengan mesra.
Ketika mereka bertiga sampai di dekat Yuri tanpa sengaja mereka saling bertatapan.
"Wow... kejutan, tidak menyangka kita bertemu disini tuan Yuri." sapa Sean terlebih dahulu.
"Ya ini sebuah kebetulan tuan Sean. " balas Yuri sambil menatap kearah Sky yang diam saja tanpa melepaskan rangkulan di pundak Monica.
"Boleh kami bergabung? Saya lihat meja sudah penuh semua." pinta Sean ketika melihat ke sekitar dan tidak ada meja yang kosong.
"Silahkan! " ucap Yuri tanpa nada keberatan sama sekali.
Setelah mereka duduk dan pelayan mendekat untuk mencatat pesanan Yuri segera memusatkan pandangan pada Sean dan Sky.
"Jadi kalian saling mengenal? "
"Kami teman waktu masih kuliah." Jawab Sky sambil menyalakan rokok. Setelah itu dia menatap Yuri dengan sinis.
"Iya benar kami bertiga teman kuliah dan Monica ini kekasih Sky dari dulu." ucap Sean menjelaskan posisi Monica.
Monica sendiri memilih tetap diam dan sedikit tersipu ketika Sean menjelaskan tentang siapa dirinya.
"Oh... begitu rupanya."
"Sebenarnya saya terkejut anda dan Sky saling mengenal. Setahu saya anda hidup lama di Rusia dan Sky di Singapura."
Sebelum menjawab Yuri melirik sekilas kearah Sky yang terlihat acuh tak acuh dengan pembicaraan mereka berdua.
"Sky kakak ipar saya."
"Ralat...calon mantan kakak ipar tepatnya." Sky seperti menegaskan hubungan Yuri dan Elia yang akan segera berakhir.
"Dalam mimpimu.... "
__ADS_1