Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
reaksi keluarga


__ADS_3

sepulang kerja aku langsung bergegas menuju rumah kakak laki laki ku yang rumah memang tak jauh dari tempat kerjaku.naik angkot mungkin hanya 5 menit kalo gak macet."assalamu'alaikum.yu,tidur kah? dah sore nih." ku panggil kakak ipar ku .aku memang lebih dekat Kakak ipar ku itu dari pada dengan kakak ku sendiri selain sesama perempuan kakak laki laki itu punya watak yang super keras.aku taku bukan menyelesaikan masalah malah bikin runyam nanti."apa sih bikin ganggu orang aja." jawabnya walaupun aku tau itu tak akan sungguh sungguh.


"mbak hauuuus"aku mencoba merengek seperti biasa.siapa tau nanti dia bisa kasih solusi dengan masalah ku.lagi pula aku harus menarik napas dulu untuk menceritakan hal terberat dalam hidup ini."ambil sendiri lah.ada emak di belakang."jawabnya. belum lagi aku menjawab emak sudah datang dengan secangkir kopi."nih,kebetulan emak barusan aja bikin kopi.kamu minum aja dulu.nanti emak buat lagi." jawab emak sambil tersenyum manis.entah kenapa setiap kali melihat mertua kakakku itu aku seolah berhadapan dengan ibuku sendiri.


setelah emak masuk ke dalam dengan tatapan serius dan tanpa basa basi aku langsung bertanya."mbak,kalo telat 1,5 bulan di kasih obat apa ya .mas krisna ingin seperti itu." akuvtak kuasa menahan sedih dan kalut ku lagi saat ini.


"kamu gila y ras.apa kamu yakin kamu hamil?"tanya Mbak Endang penuh selidik.


"sudah test sih dan hasilnya positif."jawab ku sambil menahan tangis.


"ya sudah suruh tanggung jawab aja kenapa harus di gugurkan.nanti nyawa kamu bisa dalam bahaya lho."tanya Mbak Endang mulai cemas dengan keputusan aku itu.


"masalahnya mas Krisna ingin putus sama aku mbak."aku sudah tak bisa menahan air mata agar tak jatuh.berusaha setegar tegarnya tapi akhirnya aku rapuh juga ketika menyadari akan akhir dari hubungan ini.


"gini aja kita test ulang dulu aja.nanti mas mu aku kasih tau."Mbak Endang mulai memberi solusi


"jangan mbak nanti kalo mas Krisna di gebuki mas Mardi gimana."tanyaku mulai panik.aku gak mau nanti di salahkan mas Krisna karena sudah mengadu pada kakakku itu.


"Halah kamu itu koq maunya di bodohi laki laki.sudah nanti biar aku yang bilang sama mas mu biar gak usah pakek kekerasan.nanti biar aku kasih tau pelan pelan."jawabnya seakan kesal padaku karena berusah membela mas krisna.tapi pikiran ku jadi tak tenang.sepanjang perjalanan ke apotik untuk beli tes pact hati ku sangat kacau.nanti apa yang harus jawab ketika mas Mardi tanya.masa iya aku bilang kalo mas Krisna minta putus karena tau aku hamil ?bisa tambah panjang urusannya.bukannya mas Krisna kemvali padaku malah akan semakin jauh dariku nanti.lalu bagaiman dengan cintaku?


"nih,jangan bengong aja kita langsung pulang nanti di tes.habis itu biar aku yang bilang sama masmu.biar masmu yang bilang sama bapak."ujar Mbak Endang tegas

__ADS_1


mendengar itu aku seketika panik bayangan ibu ku yang sedang sakit terlintas seketika di benakku.


"jangan mbak nanti kalo ibu tau gimana.ibu gak boleh banyak pikiran mbak.kalo sehetan beliau menurun gimana?"jawabku sambil menahan Isak tangis.kalo ini bukan jalan raya sudah pasti aku nangis histeris dan minta mbak emdang untuk tidak beritahu bapak.


"sudah itu urusan bapak.lagian ini harus di selesaikan orang tua.jadi Krisna itu biar gak se enak aja minta putus.nanti sidangnya di rumahku aja biar ibu gak sampai tau."ucapnya.


kali ini aku gak bisa bantah lagi karena pikiranku juga sudah buntu.aku sudah merasa sangat lelah.lelah hati lelah pikiran juga lelah fisik akibat mual mual terus.


setelah sampai dirumah kami berdua bergegas masuk kamar mandi dan melakukan tes seperti di minta Mbak Endang tadi.mas Mardi yang baru pulang dari berdagang hanya bisa menatap bingung dengan tingkah laku kita berdua.


setelah hasilnya sudah terbaca aku dan Mbak Endang keluar kamar mandi beruda dengan muka tegang juga gugup yang luar biasa.ku remas tangan mbak Endang karena takut dengan tatapan mas Mardi yang selidik dengan kami berdua.


"kenapa sih kalian ke kamar mandi aja berdua terus keluar muka di tekuk gitu.aneh deh."kakak ku itu memang gak pernah mau serius dalam berkata tapi sekali ada masalah emosi nya langsung naik drastis bak preman siap menerkam lawan.


"mas,sini deh aku mau ngomong sesuatu bentar aja."nadanya sedikit di manja manjain.tapi karena gugup malah terdengar aneh di telingaku.


"ada apa sih buk?"ucap mas Mardi yang mencium ada yang tidak beres dengan datangnya aku kerumah ini.


"ini......"mbak Endang tidak meneruskan kalimatnya hanya menyodorkan hasil tespact tadi.


"punya siapa ini,kamu buk?Fitri akan punya Adek dong?"tanyanya masih curiga.

__ADS_1


"bukan punya Saras"jawabnya lirih.


aku sedari tadi gak berani menatap mata mas Mardi dan hanya bisa menunduk karena takut padanya.


"hah..."matanya sampai mau lepas kala melihatku semakin menunduk.


"ras,kamu kan tau itu dosa.dan ini sampai hamil?gimana sih.kamu percuma dong sering ngaji dulu sering solat kalau kelakuan kamu bejat gini."napasnya sampai terengah engah menahan emosi.aku jadi semakin tidak bisa berkutik dan tak tau harus jawab gimana.


"sudah masalah bukan itu sekarang mas."lanjut mbak endang.


"apa masalahnya bapak sama ibuk?"mas Mardi mengernyitkan dahi


"bukan Krisna malah minta putus."mbak Endang benar benar mewakiliku bicara semuanya.karena dari tadi aku hanya diam dan gak berani menjawab satupun pertanyaan mas Mardi.


"apaaaa?"tangan mas Mardi mengepal


"mas,tolong jangan di pukuli y.aku minta tolong bilangin baik baik biar mau nikahin aku aja gitu.tapi jangan di pukuli.aku takut mas."akhirnya aku mulai biacra sambil terisak.antara takut kehilangan mas Krisna juga takut akan emosi mas Mardi saat ini yang kulihat matanya sampai merah menyala.


"oke.ajak dia ketemuan di mal ujung jalan.nanti aku telfon bapak biar kesini sendirian aja.gak usah sama ibuk jiar gak kepikiran."mas Mardi sudah ambil keputusan dan aku sudah tak berani melawan.


aku ambil telfon untuk menghubungi mas Krisna dan janjian di tempat yang di rencakan mas Mardi tadi.sementara itu di kamar mas Mardi juga menelfon bapak dan menceritakan masalahku sementara ibuk diminta tidak ikut.dan jangan sampai tau dulu.

__ADS_1


akhirnya bapak menyetujui dan segera bergegas ke rumah masrdi sendirian.sementara aku menjemput mmas Krisna di mall ujung jalan .


__ADS_2