Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
keberangkatan yang gagal


__ADS_3

kami menginap dua hari di Surabaya setelah itu kami harus kembali lagi ke Jawa tengah karena masih harus bersiap - siap dengan keberangkatan mas krisna.sebenarnya aku pun masih sangat rindu dengan keluargaku di sini.tapi apa boleh buat.aku punya kewajiban sebagai seorang istri sekarang.


"maafkan kami yang tak bisa menginap lebih lama ya pak,bu.karena tiga hari lagi saya sudah harus berangkat ke Jakarta "pamit mas Krisna pada kedua orang tuaku


" kami bisa mengerti kris.namanya juga cari nafkah untuk istri.titip anak kesayang kami ya" ucap bapak tulus kali ini nadanya sangat lembut.


"pasti itu pak.kebahagiaan Saras adalah tujuan hidup saya sekarang "ucap mas Krisna meyakinkan


"aku pamit ya bu.hubungi aku kalo ada apa - apa " pinta ku pada ibu sebelum naik taksi.di balas anggukan oleh ibu.


" hati hati di jalan y kalian "ucap ibu sambil melambaikan tangan ke arah kami


sesampainya di Jawa tengah rumah kami penuh dengan tetangga yang ingin mengabarkan meninggalnya nenek.mereka mengucapkan turut bela sungkawa padaku.maklumlah adat di desa memang seperti itu.dengar berita sedikit saja yang lain ikut mengabarkan ke rumah.


setelah sekitar satu jam kami mengobrol panjang lebar akhirnya para tetangga satu persatu pamit pulang.aku segera masuk kamar merebahkan diri di kasur menghilangkan penat.


"mandilah dulu sayang biar badannya lebih segar "mas Krisna masuk kamar sudah dalam keadaan segar setelah mandi.rambutnya pun sudah basah.


aku menganggukkan kepala dan segera bangkit menuju kamar mandi.sore hari selesai makan malam orang yang di panggil kang Rokhim itu datang ke rumah


"Kris, keberangkatan kita di majukan satu hari.jadi lusa kita berangkat.gimana apa kamu masih capek habis dari Surabaya?" tanya kang Rokhim setelah secangkir kopi ku suguhkan di atas meja ruang tamu


"bisa aja.besok biar aku siap - siap " jawab mas Krisna


" oke kalo gitu "setelah itu mereka larut dalam perbincangan santai di ruang tamu.bapak mertua yang selesai membantu ibu kini turut bergabung berbincang di ruang tamu.sekitar jam sbilan kang Rokhim pamit pulang karena sudah malam.


mas Krisna pun segera masuk kamar untuk beristirahat.


"besok mau di siapin baju apa aja mas ?"tanyaku memulai pembicaraan


"yang penting buat kerja dek.kalo yang buat sore gampang lah.bawain tiga stel untuk sore empat stel untuk kerja "katanya

__ADS_1


" ya sudah kalo gitu besok biar tak siapin ya" sambungku lagi


"kalo tas ransel yang mau tak bawa tanyain sama ibu ya.ibu yang bisa simpen aku tak tau " imbuhnya


aku mecungkan jempol tanda mengerti.stelah itu kami berdua terlelap saking lelahnya habis perjalanan panjang.


***


esoknya setelah bersih rumah,masak dan cuci baju aku mandi.setelah itu bersiap mau menyiapkan baju yang akan di bawa oleh mas Krisna ke Jakarta esok hari.ku pilih pilih baju di lemarinya kira kira mana yang bisa buat kerja dulu.aku pilih yang agak biasa saja karena kerja di bangunan jadi tak perlu rapi rapi amat kan.sedangkan untuk sore ku pilihkan beberapa kaos oblong dan celana pendek untuk santai di sore hari.


sementara aku menyiapkan baju,mas Krisna sedang menonton TV.tiba - tiba dia teriak memanggil namaku.membuatku lari terbirit - birit menghampirinya


"ada apa mas,kamu kenapa ?"tanyaku panik


"itu lihat berita itu dek.banjir dek ya Allah " jawabnya.masih terus fokus pada tv.apa yang aneh batinku


"Jakarta memang sering banjir mas.kamu baru tau ?" tanyaku geli.lihat banjir aja kayak lihat hantu gentayangan batinku


"iya tau.masalahnya yang banjir itu kalo gak salah daerah tempat yang mau datangi dek" katanya menjelaskan


baru saja mas Krisna menekan tombol nomor kang Rokhim hendakenghubungi di pintu terdengar suara


" assalamu'alaikum "ucapnya.sepertinya aku kenal suara itu.ku hampiri tamu itu di pintu


" waalaikumsalam...kang Rokhim.masuk kang.mas Krisna baru mau telfon kang Rokhim" ucapku


"siapa dek " tanya mas Krisna yang ikut ke ruang tamu karena mendengar ada tamu


" oh kang Rokhim aku baru mau telfon kang Rokhim "lanjut mas Krisna


" iya Kris ada yang mau saya bicarakan "ucap kang Rokhim tampak lesu

__ADS_1


" ada apa kang koq kayaknya serius amat " tanya mas Krisna


"kamu sudah lihat berita Kris ?"


"sudah kang.apa itu termasuk rumah yang aka kita renov kang ?"tanya mas Krisna khawatir


" iya kris.karena kitaa besok rencana kita berangkat maka tadi yang punya rumah telfon aku.kalo berangkat nya di tunda dulu.karena rumahnya terendam banjir.dia aja ngungsi sekarang Kris " jawab kang Rokhim lesu


"gak jadi dapet duit dong kita kang " ucap mas Krisna kemudian.ada raut kecewa di wajahnya.aku jadi kasian melihatnya


"yah mau gimana lagi kris.aku sendiri juga bingung mau ngapain.di sini belum ada garapan.mau ke ladang belum ada yang bisa di panen " kang Rokhim malah curhat.tak kalah kecewa dia ternyata


"yang sabar aja ya.mungkin ini belum rejeki.insyaallah pasti di beri rejeki lewat jalan yang lain.yang penting jangan patah semangat"ucapku memberi dorongan untuk dua tersebut.aku tak tega melihat raut kekecewaan di wajah mereka berdua


memang dengan bekerja di Jakarta ada kemungkinan akan membawa uang yang lebih besar daripada kerja di sini.tapi apa daya tuhan berkehendak lain.


"mungkin ini ujian buatmu mas.supaya kamu lebih bersabar " ucapku pada suami


"iya dek.doain aku supaya cepet dapat kerjaan lagi ya dek "pinta nya


"pasti mas.sebagai seorang istri aku selalu doain kamu tanpa kamu minta "jawabku meyakinkan.kutatap lekat suami ku kali ini.agar ia yakin suatu saat nanti pasti ia dapat kerja lagi.asalkan dia tetap semangat mencari kerja


" ya sudah aku pulang aja ya.daripada di sini jadi obat nyamuk kalian berdua.lama - lama jadi Baper aku nanti "kata kang Rokhim sewot


aku terkekeh mendengar penuturan kang Rokhim barusan.sedangkan mas Krisna malah menggoda kang Rokhim dengan melingkarkan tangannya di pundak ku.


melihat hal itu kang Rokhim pun ikut terkekeh sambil geleng - geleng kepala.


"dasar gak solid kamu Kris malah di panas panas in "ujarnya sambil tertawa


" ya kalo panas tinggal peluk istrinya to kang "timpal kang Rokhim di sela tawanya.tanganya masih saja melingkar di pundak ku.aku jadi merasa tak enak dengan kang Rokhim.ku turunkan tangan mas Krisna tapi dia malah mengeratkan rangkulannya di pundak ku sambil geleng - geleng kepala.tanda ia tak mau di lepas

__ADS_1


"lah kalo istriku tak peluk siang - siang gini malah di timpuk pakek gagang sapu aku nanti"ucapnya sambil berdiri meninggalkan kami berdua.yang di sambut dengan gelak tawa dari kami berdua.


"makasih ya istriku sayang kamu selalu kasih suport aku "ucap mas Krisna setelah kang Rokhim pulang.aku pun mengangguk sambil tersenyum.ku sandarkan kepala di pundak mas krisna.betapa aku menyayanginya apalagi di saat seperti ini.saat ia butuh dukungan.aku akan tetap berada di sampingnya walau apapun yang terjadi.


__ADS_2