Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
pertemuan dua keluarga


__ADS_3

esoknya sore Saras di antar Mardi mengendarai motor.endang sengaja tak ikut karena tak mau di anggap membela saras.karena dalam hati wanita ada terbesit kasian untuk adik iparnya itu.kasian karena ada kemungkinan Saras hanya akan di permainkan oleh krisna.walaupun tak ada bukti Endang punya firasat yang aneh terhadap krisna.walaupun begitu ia tak berani ungkapkan pada siapapun.


setelah berkendara dalam hening kedua kakak beradik itupun sampai di rumah orang tuanya.


"assalamu'alaikum"seru mereka bersamaan.


namun ekspresi mereka berdua berubah kala di lihatnya di ruang tamu telah berkumpul seluruh anggota keluarga.ada bapak,ibu,nenek,juga Yuli.


"lah yul.mana sini gak kelihatan?"tanya Mardi mencairkan suasana yang mendadak tegang.


"oh,kerja mas.sudah berangkat tadi magrib."jawab Yuli agak kikuk juga ia dengan suasana rumah ini.lantaran tatapan sang ibu tak bisa lepas dari saras.


"ras,benar yang ibu dari bapak mu?bahwa kamu hamil dengan Krisna?"ucap Bu muji tanpaengindahkan basa basi yang di coba ke dua anak nya.


"i-iya bu.saras benar benar minta maaf.saras khilaf."jawab Saras terbata.suaranya mulai tercekat di tenggorokan menahan tangis.


"sayangnya permintaan maafmu tak akan merubah dosa dan keadaanmu Saras."ucap Bu muji lirih penuh kekecewaan.


"Bu,aku benar benar minta maaf ampuni aku bu.pukul aku.tapi jangan diamkan aku seperti ini.ku mohon Bu."Saras mulai terisak.perih hatinya melihat sikap ibunya dingin penuh kekecewaan.


dia sadar perbuatannya lah yang membuat Bu muji sedingin ini.ingin sekali Saras bermanja dan pura merajuk pada sang ibu.agar membuatnya tersenyum kembali.seperti biasa saat ia selalu bertingkah layaknya anak kecil maka Bu muji hanya tersenyum dan geleng kepala penuh kasih.entah kenapa saat ini Saras sangat melihat hal itu.tapi itu mungkin ia lakukan.sadar kesalahannya telah membuat luka yang dalam di hati sang ibu.bukan saatnya untuk bercanda dan merayu saat ini.


"sudah lah ji.mau bagaimanapun.semua juga sudah kejadian.yang terpenting Krisna mau bertanggung jawab.jadi kita masih bisa menutupi hal ini dari saudara yang lain."ujar nek dewi.ibu dari Bu muji.


"maksud ibu gimana y?isman masih belum mengerti bu.mohon maaf."pak isman mengernyitkan dahi tanda bahwa ia benar benar tak mengerti maksud dari mertuanya tersebut.


"begini.ini kalo memang kalian setuju dengan usulan nenek.masalah pernikahan Saras serahkan sepenuhnya pada pihak laki laki.acara di adakan di sana saja.kan Bu Jum juga belum setahun meninggal.jadikan itu alasan untuk saudara saudara kita kelak."nek Dewi mencoba memberi solusi.walaupun sangat berat dengan resiko setelah itu.


"jadi hari raya ini Saras tidak akan bisa pulang?"tanya Bu muji semakin sendu.

__ADS_1


"ini yang terbaik Ki.percayalah.kita masih bisa menengok di lain hari.jangan di jadikan pikiran ya."nek Dewi begitu iba dengan Bu muji saat ini begitupun sungguh kasian dengan cucu kesayangan nya Saras


"maksudnya nek,kenapa aku hari raya gak boleh pulang?kan aku bisa di antar mas krisna.gak harus bawa motor sendiri.lagi pun ini hari raya pertama ku bersama suami lho nek.kenapa malah gak boleh pulang"mendadak Saras merasa dia di singkirkan dari keluarga ini.ia begitu takut dan cemas dengan penuturan neneknya itu.


"ras,sadarilah bahwa hari raya nanti perutmu sudah besar.gak mungkin kamu pulang dalam keadaan hamil besar.selain pamali juga nanti apa kata orang"pak isman menerangkan maksud dari neneknya.


hati Saras langsung mencelos.perih sekali hatinya mendengar seluruh keluarga seakan ingin membuangnya sekarang.memang kesalahannya fatal.tapi apakah harus sampai seperti itu?


"nenek jahat."pekik saras.dia lari menuju kamarnya tanpa menoleh pada siapapun.hatinya benar benar kecewa pada semua orang sekarang


Bu muji segera menghampiri saras.dan mencoba berbicara baik baik padanya.


"Saras,ibu mau bicara sebentar.hadaplah ke sini."perintah Bu muji


Saras menelentangkan tubuhnya.di tatapnya sang ibu perih.seakan meminta keyakinan bahwa itu tak benar.


"Saras,anggaplah ini sebagai hukuman buatmu.nanti setelah kamu melahirkan doakan ibu masih sehat.nanti ibu kesana.jangan pernah menganggap keluarga ini tak menyayangimu.hanya ini keputusan terbaik yang harus kami ambil untukmu."Bu muji menjelaskan dengan air mata yang sejak tadi sudah turu membasahi pipinya.


"nanti hari raya berikutnya baru kamu boleh pulang.sabar dulu y."Bu muji lantas mengecup puncak kepala anak gadisnya itu.


***


hari berganti minggu.pak isman sudah membuat janji dengan Krisna agar hari Minggu ini Krisna membawa keluarganya datang ke rumah untuk membicarakan pernikahan keduanya.


dan keluarga Saras pun sudah bersiap siap dengan acara pertemuan kedua keluarga hari ini.mulai dari makanan sampai kue yang akan di sajikan meja ruang tamu nantinya.


yang dibawah sedang sibuk dengan persiapanenybut keluarga sang pria.saras malah terkapar di atas kasurnya di lantai atas.


"masih panas kah badanmu Saras?"tanya Mbak Yuli sambil membawa teh hangat untuk Saras.

__ADS_1


"mendingan mbak.hanya masih mual."jawab Saras pendek.mukanya terlihat sangat lesu tak bertenaga


"namanya juga hamil muda.sabar aja.kamu panas karena gak makan.tenang aja nanti kalo sudah tiga bulan juga hilang."jawab Mbak Yuli penuh perhatian.bagaimana pun Saras adalah adiknya.melihat keadaanya saat ini ia juga merasa kasihan.


Saras hanya bisaengangguk karenaemang sedang tidak mood sama sekali.hari ini ingin rasanya ia tidur sepanjang waktu.badannya benar benar lemas.di tambah lagi rasa mual yang tiba tiba muncul ketika ia bangun.


"sudah bereskan dulu badanmu lalu siap siap.sebentar lagi keluarga calon suamimu akan segera datang."ucap Mbak Yuli sembari bangkir dari tempat tidur di ikuti Saras yang ikut bangkit dengan malasan.


selang satu jam akhirnya Krisna datang bersama bapak,ibu,kakak laki laki dan juga pamannya.setelah berbasa basi ibunya Krisna Bu Tini memulai pembicaraan.


"begini pak,Bu,kami sekeluarga datang ke sini ini yang pertama ingin bersilaturahmi dengan keluarga sini.yang kedua saya ingin membahas Maslah kedua anak kita pak,Bu."


"iya bu.saya beberapa hari yang lalu memang meminta Krisna untuk membawa bapak ibu ke rumah kami.juga ingin membahas masalah antara Saras dan Krisna Bu."timpal pak isman sopan.


"iy pak.sebagai sesama perempuan saya sudah paham dengan apa yang terjadi dengan saras.ya karena memang Krisna yang berbuat kami siap untuk bertanggung jawab pak.sekarang bagaiman baiknya saja."kini giliran pak Jani ayah Krisna yang berkata


"Alhamdulillah kalo Krisna dan keluarga mau bertanggung jawab.karena anak yang ada dalam kandungan Saras memang anak Saras dan Krisna."


"tapi begini pak,bu.ada hal lain yang ingin kami sampaikan.mengenai acara pernikahan anak anak."jawab pak isman setengah ragu dan tidak enak hati mengutarakan nya


"iy pak Monggo di bicarakan saja tidak mengapa.selama kami masih sanggup pasti kami penuhi."Bu Tini mencoba meyakinkan.dalam hati Bu Tini bertanya.apa mengenai harta?


"begini Bu,pak.karena orang tua saya baru beberapa bulan yang lalu meninggal.dan ini kan belum pergantian tahun.jadi sepertinya kalo boleh seluruh acara pernikahan di lakukan di rumah bapak saja.karena dalam adat Jawa pamali katanya kalo belum pergantian tahun sudah mengadakan acara pernikaha.semiga bapak ibu tidak tersinggung ya."pak isman menjelaskan panjang lebar.


Bu tini yang mengerti manggut manggut tanda bahwa dia paham betul dengan perkara itu.


"owalah.kalo masalah itu y tidak mengapa to pa.sudah biar Saras ikut kita saja.kita adakan pernikahan di sana.tapi mohon jangan berkecil hati y pak.kalo saya buat acaranya sederhana saja.tidak bisa mewah mewah."ujar pak Jani sumringah.


"Alhamdulillah kalo bapak tidak keberata.kalo begitu sepenuhnya saya serahkan pada saja ya.dan mohon titip anak saya."timpal pak isman.netranya mengembun menahan tangis.

__ADS_1


"lah Saras kan sudah jadi anak saya juga pak."kata Bu Tini tersenyum.di ikuti tawa renyah dari hadir di ruangan itu semua.hanya satu yang terlihat berbeda.krisna seperti sedang sibuk memikirkan hal lain.saras beberapa kali tanpa sengaja melirik calon suaminya itu dan mendapati laki laki menatap kosong ke arah luar jendela.


ada firasat aneh di hati kecil saras.ada dengan pria yang di cintai nya itu y?apa mungkin dia tidak bahagia dengan pernikahan ini?


__ADS_2