
hari - hari berikutnya aku lalui dengan sangat nyaman di rumah ini.ternyata Bu Lastri tak seperti yang aku bayangkan.belai adalah orang yang sangat baik dan penuh keibuan.kadang tanpa sadar aku melihat sosok ibuku dalam dirinya.apa aku kangen ya.pikirku
malam ini sebelum tidur tumben mas Krisna utak Atik hp.aku melongokkan leher kepo.
saat tau nama yang tertera di hpnya hatiku berdegup kencang.mungkinkah mereka berhubungan lagi?benarkah itu sita yang dulu mencintai mas Krisna ?
"sita to mas "tanyaku hati - hati.dia hanya mengangguk.namun perhatiannya tetap fokus pada hp.jujur aku mulai khawatir lagi.
setelah menunggu beberapa saat tak ada jawaban akhirnya ku tarik selimut dan bersiap untuk tidur.walaupun sesungguhnya sangat Sulit untuk benar-benar tidur tapi aku tetap memejamkan mata.
esoknya pagi berjalan seperti biasa.hanya mas Krisna kini lebih sering diam padaku.entah apa yang di katakan perempuan itu pada mas krisna tentangku.sampai hari ini ia bersikap acuh padaku
jam sudah menunjukkan pukul 11.30.tapibmas Krisna tak kunjung pulang ke rumah majikanku.
dari arah belakang mbak lani menepuk pundak ku lalu ambil kursi dan duduk di sampingku
"ras,ada yang mau aku tanyakan " tatapannya dingin .sama sekali tak bisa ku tebak arti tatapan itu
"apa itu mbak " tanyaku jadi tak tenang.apa ini ada hubungannya dengan suamiku batinku
" ras,Krisna ke mana?aku tadi telfon ke tempat langganan ku katanya Krisna sudah balik" tanyanya sejurus kemudian.tatapannya sunggu sulit di artikan.
"lah masaka mbak aku bener - bener gak tau mbak " jawabku lagi
"lah terus kemana ya ras ?" tanya Mbak lani kemudian.belum semoga ku jawab terdengar suara motor yang tak asing memasuki halaman rumah langsung masuk garasi.
"itu mbak orangnya "kataku pada mbak lani setengah berbisik.mbak lani hanyu mengangguk merespon kalimat ku
"maaf mbak lani.tadi bannya kempos.jadi saya tambal dulu " terdengar mas Krisna menjawab pertanyaan mbak lani
"oh ya sudah.tak pikir ada apa "ucapnya dingin
__ADS_1
setelah itu mas Krisna menghampiriku dan bertanya.
"mbak lani tadi ngomong apa sama kamu dek ?"
"enggak cuman nanya kamu kira - kira ke mana.koq Sampek jam segini belum pulang " ucapku menutupi.karena akupun menaruh curiga padanya.
" oh kirain ngomong apaan " jawabnya terlihat lega.
"emangnya kamu dari mana sih mas ?" tanyaku sedikit jengkel padanya
"habis ngantar sita ke apotik beli obat " jawabnya singkat
"koq bisa nganter sita.emang kamu ketemu di mana ?" tanyaku lagi
" tadi aku emang ke rumahnya dulu.sita wa katanya sakit.kan kasian dek.di rumahnya sendirian.dia itu sebatang kara gak punya orang tua.kalo bukan aku yang bolong mau siapa lagi " jawabnya panjang lebar
" aku nanya satu kalimat kenapa jawabnya panjang lebar ?" jawabku sewot sambil berlalu.
aku hanya geleng- geleng kepala melihatnya.heran harusnya kan aku yang marah.kenapa malah dia yang sewot.sudah keluar dengan wanita lain gak ijin kini malah aku yang kena omel.
mas Krisna masih terlihat kesal.wajahnya masih terus saja di tekuk.dia mengawasi anak - anak yang bermain PS dengan wajah yang kurang bersahabat.
sore harinya saat aku lagi fokus merekap dagangan yang laku hari ini tiba-tiba terdengar suara dari depan toko.
"assalamu'alaikum... mbak,mas Krisna ada?" tanya nya.aku refleks menoleh ke arah sumber suara.seorang gadis cantik ternyata.tapi siapa batinku.kenapa malah mencari mas Krisna
"waalaikumsalam... siapa ya?"tanyaku masih ramah padanya.
"saya sita mbak.bisa ketemu dengan mas Krisna?" jawabnya santai tanpa merasa bersalah.adakah wanita baik - baik yang mencari suami orang sore - sore begini.gerutuku dalam hati
"ada perlu apa cari suami saya " jawabku ketus.aku tak bisa menutupi kejengkelan ku.ingin rasanya ku Jambak rambutnya yang tergerai itu.
__ADS_1
" eh dek sudah sampai.sebentar aku keluar " mas Krisna lalu pergi ke teras toko dengan semangat.lalu mereka berdua mengobrol asik di teras toko hingga jam menunjukkan pukul setengah sembilan.
ingin rasanya ku siram keduanya dengan air panas atau ku timpuk dengan gagang sapu.sayang ini rumah majikan ku.aku tak bisa membuat keributan di sini.
setelah menutup toko aku segera ke belakang untuk masuk kamar.saat hendak masuk kamar mas Krisna memanggil ku.
" tolong buatkan aku kopi ya.biar anget badan ku.koq kayaknya dingin malam ini "ocehnya.
aku berlalu ke dapur tanpa sepatah kata pun. setelah kopi jadi ku hidangkan di meja kamar dalam diam.
"dek,koq hawanya dingin ya.kamu gak ngerasa dingin gitu? "tanyanya memecah kebisuan.bukan hawanya yang dingin mas tapi hatiku yang dingin terhadap cinta kita
" dek,koq diem aja sih di tanya suami "nada mas Krisna kini terdengar kesal karena tak ku hiraukan dari tadi.
"bukannya diem mas.makanya jangan kelamaan duduk di luar.kan masuk angin jadinya "jawabku.
"oh jadi kamu cemburu karena tadi aku ngobrol sama sita ya hah "mas Krisna membentak ku.aku terkesiap mendengar hal itu.sebelumnya mas Krisna tak pernah membentak ku.dan kini gara - gara perempuan itu dia membentak ku.
" bukan cemburu mas.kan bener kataku.jangan terlalu lama duduk di luar.kalo siang sih gak papa.lha kalo malam,kan angin malam itu gak baik.nyatanya Sekarang masuk angin "ku jelaskan perlahan padanya.
aku gak mau tersulut emosi.aku harus sadar diri.ini bukan rumah kami.ini rumah majikan kami.kami gak mungkin bertengkar di sini.
" Halah gak usah ngeles.aku tau kamu mulai cemburu lagi dengan sita.ingat ya dek.gak usah kamu cemburu - cemburu sama sita.aku tegaskan sekali lagi aku sama sita saudara dek.kami gak pacaran." nada mas Krisna penuh penekanan.
" iya sudah jangan di perpanjang.ini rumah orang bukan rumah kita.sini aku kerok biar agak hangat " ucapku lagi santai.
sebisa mungkin ku tekan amarahku.aku juga harus menjaga nama baik semuanya bukan.gak mungkin ku biarkan majikanku tau dengan kelakuan suamiku.
setelah itu mas Krisna membelakangi ku memberikan punggugnya untuk ku kerok.setelah itu tak ada yang bicara di antara kami.kami saling diam dengan pikiran masing - masing.setelah ku kerok pun ia langsung menarik selimut bersiap untuk tidur.
" masih dingin ? perlu pakek kaos kaki ?" tanyaku lagi.sejengkel jengkelnya aku kasian juga melihatnya dalam keadaan seperti itu.
__ADS_1
"enggak dek gini aja cukup.makasih y "nadanya mulai melembut.setelah itu terlelap dalam mimpinya.selamat malam mas.semiga esok kamu lebih baik lagi.gumamku sendiri.dan ikut terlelap di sampingnya