Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
hari pertama kerja


__ADS_3

besoknya malam aku di jemput Mbak Narsih pakek mobilnya kang kirno untuk mengantar ke terminal bis.


"pak,Bu doakan kami ya.kami pamit dulu" ucapku berpamitan pada kedua mertuaku


"semoga selamat sampai tujuan nduk.semoga kamu apa yang kamu inginkan bisa terlaksana " Restu ibu mertua menyertai kami.


" Ami..n"ucapku dan mas Krisna bersamaan


setelah cium tangan kedua orang tua pun kami masuk mobil untuk segera berangkat.


" langsung aja.keburu malam bgt.nanti gak ada bis "ucap kang kirno


"iya kang " jawab Mbak Narsih


setelah sampai di terminal benar saja.hampir kami ketinggalan bis.untung kami langsung lari ke arah bis yang belum terlalu cepat lajunya.akubdan Mbak Narsih sampai harus di bantu kenek bis untuk naik karena harus setengah melompat.


esok pagi sekali sekita pukul 7 kami bertiga sudah sampai di rumah Bu lastri calon majikan ku.stetelah mengutarakan kedatangan kami pada satpam,kami bertiga di bawa masuk dan di persilahkan duduk di ruang tamu.


menunggu sekitar 15 menit sosok ibu ibu tua yang sudah beruban keluar perlahan di iringi bapak bapak yang juga sudah lanjut usia dengan tongkat di tangan kanannya.


"eh Mbak Narsih sudah sampai Alhamdulillah" sapanya ramah pada kami.


"enggeh bu.ini mas Krisna dan ini mbak Saras .yang ingin kerja di tempat ibu "jawab Mbak Narsihemperkenalkan kami.


segera kami menjabat tangan kedua orang tua itu yang di sambut dengan hangat dan ramah


"jadi gimana mbak Saras dan mas krisna.mau kerja di sini ?"tanya bapak - bapak sepuh tadi


"enggeh pak,kami mau "ucap mas Krisna sopan.

__ADS_1


"ya sudah kalo gitu ibu jelaskan sistem kerjanya ya "lanjut ibu - ibu yang di panggil dengan sebutan Bu Lastri itu.


" enggeh Bu "


"gini.untuk mbak Saras dulu ya.pagi ya seperti kerjaan rumah lah.ya nyapu,ngepel,nyuci baju,setrika ya pokonya urusan belakang gitu ya.setelah itu jaga toko.kamu catat barang apa aja yang stoknya nipis.nanti tugas mas Krisna buat kulak an.jangan bukak PS dulu.karena itu tugasnya mas Krisna buat jaga PS.gak usah masak ya.suami saya gak mau masakan orang lain.nanti anak saya yang terakhir lani namanya akan bantu saya masak.jadi mbak Saras fokusnya sama yang lain aja ya "ibu Lastri menjelaskan panjang lebar


"lha kalo mas Krisna,pagi urus halaman.saya gak mau ada satu aja daun kering yang berserakan.setelah mbak Saras selesai mencata barang yang di kulak.mas Krisna langsung kulakan ya.sementara biar di antar lani nanti.biar tau tempatnya.hanis itu buka PS."


imbuhnya lagi.namun jin tatapannya beralih pada mas Krisna.


"oh ya satu lagi.biarpun sepi ataupun rame tutup toko gak boleh di atas atau di bawah jam sembilan.jasi kalo sepi ya tunggu sampai jam sembilan,kalo rame ya mau gak mau jam sembilan harus tutup.yang paling penting,karena kerja di sini menginap,kalian gak boleh sering ijin pulang atau keluar.ijin pulang dua bulan satu kali.gak boleh lebih.kecuali keadaan darurat"papar Bu Lastri panjang lebar.wih aku bergidik mendengar aturannya.ketat juga ya.batinku


"satu hal lagi yang mungkin ibu lupa "kini bapak - bapak itu ikut berbicara


"sebagian barang toko adalah titipan dari pihak luar.biasanya kita di kasih bonus Dua biji.tapi itu sudah masuk dalam stok dagangan.jadi saya tidak mau mentang - mentang bonus terus barangnya hilang ke makan entah siapa."


kata bapak sinis.


"gimana apa kalian sanggup bekerja di sini ?" bapak itu mengajukan pertanyaan pada kami tapi tatapannya tajam padaku.mingkin dia tau aku tersinggung


"sanggup pak" kataku mantap.akan ku buktikan aku bukan seperti yang kau pikirkan.batinku menggerutu


"baiklah kalian istirahat dulu.nanti siang baru mulai kerja.sambil di lihat apa yang perlu di kerjakan.tak perlu kami beri tau lagi kan" ucap ibu itu menjelaskan


aku dan mas Krisna mengangguk memahami semua yang di ucapkan suami istri itu.


"kalau begitu saya pamit Bu "Mbak Narsih undur diri karena memang urusannya telah selesai.


"iy mbak Narsih.makasih banyak ya.doakan saja semoga mereka betah "ucap Bu Lastri lembut pada mbak Narsih.seraya memberikan sebuah amplop yang di lem.

__ADS_1


"makasih banyak Bu "ucap Mbak Narsih seraya menerima amplop itu


"Kris,ras,aku pulang dulu.baik - baik di sini ya " ucapnya setengah berbisik.aku menjawab dengan anggukan sedangkan mas Krisna hanya tersenyum.


"ayo mbak,mas ku antar ke kamar kalian.istirahatvaja dulu pasti capek kan habis perjalanan jauh" ucap Bu Lastri kini begitu lembut.


aku terkesiap.heran tadi seolah sinis dan hendak menerkam kenapa sekarang seperti ibuku sendiri aja.sedangkan bapak itu hanya terkekeh melihat keterkejutan ku.


"gak usah bingung mbak.yang namanya interview harus di beri kesan pertama dulu kan" ujarnya sambil berlalu.ku pandangi punggungnya.aku dia kini sedang terkekeh menertawakan kami.


kami mengikuti Bu Lastri ke belakang menuju kamar pembantu.kamarnya lumayan ada dipan kasur dan almari.bahkan ada kipas angin berdiri di pojok.


"masih berdebu mbak.jadi gak papa kan kalo bersih dulu - dulu sebelum istirahat "tanya Bu Lastri


" ya tidak papa to bu.kan ini juga sudah tugas kami " jawabku


"ayo ku antar ambil sapunya " katanya kemudian berlalu.aku mengekor di belakang.


"oh ya mbak.jangan kaget ya tadi.juga maaf kalo kami terkesan galak .kami trauma mbak" Bu Lastri mencoba menjelaskan setelah mengantarku ambil sapu dan kini kami sudah berada di kamarku lagi.


dia malah duduk di tempat tidurku sambil mengobrol dengan ku.


"permisi ya bu.saya sambil nyapu " kataku karena gak enak masih ada beliau duduk di tepi ranjang.beliau banyak mengangguk.malaheneruskan ceritanya


" dulu,kami dapat pembantu sepasang suami istri juga.saya sudah sangat percaya sama dia.eh,malah dia se enaknya ambil uang dagangan.di korupsi gitu lho.padahal dia sudah ku anggap seperti anaku sendiri"ceritanya.netranya menyorotkan kekecewaan yang mendalam


"saya janji akan memegang kepercayaan yang ibu berikan pada kami "ucapku tulus.aku menemukan sosok yang lain dalam wanita tua itu.ada sorot kekecewaan pada pembantunya yang dulu.mungkin juga karena dia di sini hanya tinggal berdua dengan suaminya.jadi dia merasa kesepian.


Bu Lastri mengangguk tersenyum simpul padaku.

__ADS_1


"aku berharap padamu.aku percaya kau orang yang baik"ucapnya lagi.


"semoga saya dapatenjaga amanah ini ya Bu".ujar ku menghiburnya.lalu kami larut dalam obrolan ringan.seputar kehidupanku bersama suami


__ADS_2