Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
hari pertama suami kerja


__ADS_3

esoknya aku buat sarapan lebih awal karena ingat ini hari pertama kerja suamiku.tak akan kubiarkan ia berangkat dengan perut kosong.ini sebagian perhatianku sebagai seorang istri.kopi pun sudah siap aku seduh ketika dia masuk kamar mandi.


"wah kopinya sudah siap.istriku pun sudah cantik hari ini.ada hari spesial apa ini "ucap mas Krisna memperhatikan tak berkedip.memang pagi pagi aku sudah mandi dan sedikit pakai lipstik tipis tipis agar tak terlihat pucat.


"gak ada apa apa.ini cuman servis seorang istri buat suaminya "jawabku


"laulu lipstik itu.tumben kamu dandan "tanya mas Krisna yang sukses membuat aku malu setengah mati karena ketahuan dandan.


"e...enggak sih...ini cuman supaya sebelum suamiku pergi kerja dia lihat istrinya sudah dalam keadaan rapi aja "jawabku dengan malu malu.


apa sih mas Krisna ini.kenapa gitu aja pakek di tanyakan.apa dia emang gak peka sama sekali Sampek gitu aja harus di tanyakan secara terang terangan.gerutu ku dalam hati


mas Krisna membulatkan bibirnya dan tersenyum simpul.sungguh manis sekali


" jadi pengen cepet sore "ucapnya


" lah kenapa " tanya ku mengerutkan dahi.memang apa hubungannya?


"biar cepet pulang terus bisa liat istriku lama -lama " jawabnya dengan nada yang di buat buat


aku tak bisa menjawab apapun karena malu.hanya pipiku yang bersemu merah saatini yang memberi jawaban pada mas Krisna.


" sudah jangan ngegombalbterus.sana sarapan biar nanti kalo nenek datang kamu sudah selesai.kan katanya mau antar nek Mirah dulu" ocehku panjang lebar mengingatkan apa yang harus di kerjakan hari ini


"siap sayangku " jawabnya antusias


aku malah tersipu malu lagi mendengar panggilan itu.dulu saat masih pacaran aja jarang dia panggil sayang.malu di dengar orang katanya.


"ayo temani aku makan.koq malah diam disitu " ucap mas Krisna di ambang pintu dapur


" eh iy ayo " jawabku tersadar dari lamunan


" sarapan pakek apa yang ? "


"nasi goreng telor ceplok " jawabku malu malu.karena memang aku tak begitu pandai memasak.jadi kuputuskan membuat masakan yang gampang saja.

__ADS_1


lagian kalo sekedar nasi goreng aku sudah sering buat.ku hidangkan nasi goreng di piring beserta telur ceplok nya.lalu mas Krisna memakan dengan lahap.berarti cocok di lidah nya.selamat batinku


" enak kok "ucap mas Krisna sambil mengunyah makanan.


" nanti mau di masakan apa buat sore biar aku masak "tanyaku


" terserah kamu aja.apapun itu pasti aku makan" jawab nya


"oke " biarlah nanti kutanya ibu apa masakan kesukaan mas Krisna.dan sekalian minta ajarin cara memasak batinku


sepeninggal mas Krisna kerja ku beranikan diri untuk bertanya pada ibu mertua apa masakan kesukaan mas Krisna.sekalian aku minta ajarin bagaimana cara memasak dengan resep yang ibu punya.


akhirnya kami memutuskan untuk memasak sayur daun singkong.dengan telaten ibu mertuaku mengajari aku satu persatu bumbu dan bagaimana cara memasak agar enak.sesuai dengan selera mas Krisna.


"Krisna itu tidak kuat pedes ras.jadi kalo bikin sambel cabenya jangan banyak - banyak ya " ujar ibu


" baik Bu " akupun dengan gesit memasak dan melakukan apa yang ibu ajarkan padaku hari ini.


tak lama setelah masakannya matang ternyata mas Krisna sudah pulang dari kerja.


" enggak dek.aku cuman ganti baju aja.mau jemput nek Mirah kasian sudah waktunya pulang kayaknya " jawab mas Krisna.aku hanya mengangguk.


setelah menjemput nek Mirah mas Krisna segera masuk kamar untuk ambil handuk hendak mandi.aku segera ke kamar untuk siapkan baju gantinya.kupilihkan kaos oblong saja dan celana pendek selutut.karena sore lagian tak ada rencana mau kemana mana lagi kan.


setelah mandi mas Krisna masuk kamar.dia terlihat kaget dengan apa yang kulakukan.


" gak perlu repot dek.biar aku ambil sendiri bajunya "katanya tapi tetap di pakai juga baju yang aku siapkan tadi.


"gak papa mas.kan aku istri kamu " jawabku


"o...bagian dari servis " katanya sambil tersenyum menggoda.


" apa sih mas " kataku malu - malu


" kamu sekarang keliatan lebih cantik.bikin aku betah di rumah aja " tatapannya terus menggoda.membuatku bersemu merah merona menahan malu.

__ADS_1


" tapi sayangnya aku masih lapar pengen makan nasi " ucapnya sambil berlalu meninggalkan ku sendiri di kamar


"iiiih sebel " teriakku karena merasa di permainkan.


ku dengar tawa mas Krisna makin lebar mendengar teriakanku.aku geleng - geleng kepala melihatnya.


setelah sampai di ruang makan ku siapkan makanan untuk suamiku.ia kembali senyum - senyum melihat ke arah ku.


" sudah makan.jangan senyum - senyum sendiri.kamu gak akan kenyang dengan senyuman " kata ku sambil menyodorkan makanan.


" salah sendiri cantik.aku betah ngeliatin kamu terus " rayunya lagi


kayak anak pacaran aja pikir ku.kutinhgalkan dia dengan makanannya untuk membantu ibu mertua membuat dagangan seperti biasa.


tapi kali ini ada yang berbeda.semua pekerjaanku terasa amat ringan dan menyenakan.karena aku telah menemukan suami yang sempat hilang.aku menemukan mas Krisna ku yang dulu ku kenal.yang dulu sayang padaku.


" siapa yang masaka bu.tidak seperti masakan ibu " tanya mas Krisna pada ibu mertuaku yang tiba tiba ada di belakangku.


" kenapa gak enak ya " tanyaku cemas.jangan jangan masakan ku gak enak


" enggak.enak koq masakannya lebih sedap malah.makanya aku tanya siapa yang masak " lanjutnya


aku membulatkan bibir.selamat batinku.ku kira makannya tidak enak atau keasinan barangkali.tapi diam tak berani menjawab kalo aku yang memasak.malu kalo sampai bilang aku yang masak.


" istri mu yang masak kris.makanya enak.kalo anak muda yang masak biasanya lebih berasa bumbunya "jawab ibu mertuaku


" lagian kan sekarang ibu sudah semakin tua jadi sudah gampang capek.biarlah Saras saja yang masak.biar aku juga waktu buat rehat "


sambungnya


" iy bu.asal Saras suka aku sih oke oke aja.orang masakannya juga enak koq " jawab mas Krisna sambil melirik kearah ku.


" iya gak papa mas.lagian kalo gak bantuin ibu mau ngapain di rumah.sekalian cari kesibukan aja.sambil belajar masak.walaupun belum mahir mahir amat " ucapku mengakui.adavrasa malu pada suamiku.harusnya saat menikah sebagai wanita aku sudah bisa masak.karena itu tugas utama seorang perempuan.


untung saja mertuaku sabar dan mau mengajari ku memasak.sehingga memudahkan aku untuk belajar.untung juga suamiku gak cerewet dalam hal makanan.

__ADS_1


saat ini aku merasa hidupku lebih bermakna.punya suami yang mendukungku juga keluarga suami yang mau menerima kekurangan ku.aku bersyukur dengan itu dan berjanji akan menjadi istri yang lebih baik.aki akan berusaha


__ADS_2