Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
pergi ke bidan


__ADS_3

esoknya pagi seperti biasa aku menyiapkan bekal untuk mas Krisna pergi ke ladang.hari ini ia dapat pekerjaan mencari rumput untuk kambing milik pak bakir.tetangga kami juga.


"memangnya nanti kamu mau pulang sampai sore mas,tumben minta bekal nasi " tanyaku sambil membungkuskan nasi untuk mas Krisna.


sepertinya iya dek,pak Bakir meminta ku sekalian memberi pupuk untuk tanaman di ladangnya.tapi liat aja dulu nanti.kalo bisa cepet selesai ya gak sampai sore aku sudah pulang " jawabny


"jadi kamu pulang pergi bawa berat dong mas " terbesit rasa iba untuknya karena harus bekerja seberat itu.sedangkan aku di rumah tak menghasilkan apapun.


"ya gak papa to dek.namanya juga kerja,pasti beratlah.yang penting dapat uang " jawabnya tersenyum sambil menerima bekal dariku


"oh ya,nanti sore kamu siap - siap ya.kita mau ke bidan kan " sambung mas Krisna mengingatkanku


aku mengangguk sembari mencium punggung tangannya ketika berpamitan hendak berangkat kerja.ku tatap punggung suamiku yang melangkah pergi meninggalkanku sendiri di rumah.terbesit keinginan untuk membantunyaengais rejeki,mengumpulkan pundi - pundi uang untuk kehidupan kami,tapi aku bisa apa di desa ini.aku tak bisa ke sawah ataupun ke ladang.


ku langkahkan kaki memasuki kamar merebahkan punggung,menyandarkan kepala yang kembali terasa pusing.sembari terus berpikir.apa yang bisa menghasilkan uang dengan bekerja di rumah.argh bekerja untuk sendiri saja kadang terasa pusing dan mual.aku bergumam sendiri,merutuki kondisi tubuhku yang tak mendukungku sama sekali.


sorenya,seperti janji kami sebelumnya aku bersiap - siap untuk pergi ke bidan di temani mas krisna.setelah sampai di sana,tampak pintu terbuka,tapi di ruang tamu kosong tak ada orang.akhirnya ke ketuk daun pintu perlahan tiga kali.


"assalamu'alaikum,Bu bidan "panggilku


"waalaikumsalam,silahkan masuk "jawab Bu bidan sembari keluar dari dalam.barangkali tadi masih di dapur atau kamar mandi batinku


"eh,inibak Saras kan ya.maaf,yang keguguran waktu itu kan.gimana kabarnya.samua baik - baik saja kan " Bu bidan langsung saja nyerocos ketika mengenali wajahku.maklumlah,Bu bidan memang terkenal sebagai orang super ramah di kampung kami.beliau juga sangat telaten dan sabar menghadapi pasiennya.itu sebabnya banyak orang suka dan hormat pada Bu bidan

__ADS_1


"enggeh Bu saya saras.alhamdulilah saya baik Bu " jawabku sopan


Bu bidan pun mempersilahkan kami masuk dan langsung di giring menuju ruang periksa.


"ada keperluan apabak,mas " tanya Bu bidan setelah kami bertiga sampai di ruang periksa


"begini Bu,saya sudah satu bulan ini tidak datang bulan.kemaren sempat saya tes,ini testpack nya "kataku seraya memberikan testpack yang ku maksud.sengaja aku membawanya agar tidak ribet dengan melakukan tes lagi di sini


"ini sih kalo di lihat dari testpack nya, sudah kelihatan kalo memang benar mbak Saras positif hamil.tapi sebaiknya saya periksa aja dulu ya.silahkan berbaring di sana mbak " ucap Bu bidan seraya menunjuk ranjang tempat pasien biasa di periksa.


setelah sekitar lima menit melakukan pemeriksaan terhadap ku,Bu bidan kembali duduk ke mejanya berhadapan dengan mas Krisna.


"gini mas,mbak Saras ini kan pernah keguguran.jadi kandungannya kali ini harus di jaga ekstra ya.jangan terlalu capek,jangan banyak pikiran,dan satu lagi di kasih makanan yang bergizi ya.karena tensi darah mbak Saras cenderung rendah.jadi biar gak pusing lagi."ucap bu bidan memaparkan dengan detail.mengenai kehamilanku


"apa ini beresiko Bu " tanya mas krisna tiba - tiba khawatir.takut terulang kembali kejadian waktu itu.


"tapi kalo makan banyak sedikit mual Bu" sanggah ku.


"tri semester pertama pasti seperti itu.nanti setelah tiga bulan juga akan reda sendiri tidak perlu khawatir.tapi harus tetep makan ya mbak.jangan sampai gak makan " ucap Bu bidan lagi masih menatapku dengan senyuman


"apa ada makanan yang di larang Bu "tanya mas krisna.aku terkesiap mendengar pertanyaan mas krisna.ternyata dia seperhatian itu padaku.hingga menanyakan apa boleh ku makan dan apa yang tidak


"pada masa kehamilan tidak usah menghindari makanan apapun mas.yang penting istrinya doyan dulu.apalagi saat seperti ini.bawaam mual,sehingga tidak semua makanan bisa tertelan.jadi cari makanan yang nyaman menurut mbak Saras aja ya.biar perutnya ke isi makanan " papar Bu bidan.

__ADS_1


" ini saya kasih vitamin aja dulu ya.supaya mengurangi rasa mual dan pusingnya.bulan depan cek kandungan lagi ya.biar saya periksa perkembangan janinnya " sambung Bu bidan


kini aku bisa merasakan.benar kata orang - orang bahwa Bu bidan ini memang sangat telaten dan sabar dengan pasiennya.apalagi seperti ku yang belum tau apa - apa.


setelah memberikan vitamin pada kami,mas Krisna membayar biaya berobat ku pada Bu bidan.lantas kami berpamitan pulang


"hati - hati di rumah ya mbak.jangn kerja berat dulu.ini kan masih tri semester pertama.jadi butuh kehati - hatian dalam melakukan apapun.apalagi kandungan mbak Saras ini riskan sekali.jadi harus benar - benar di jaga ya" papar bubidan lagi seraya mengantar kami sampai di daun pintu.


"baik bu.bu bidan jangan khawatir.saya akan jaga betul istri saya" janji mas Krisna seraya bersalaman .


Bu bidan terkekeh sambil mengangguk kepada kami.kami pulang dengan perasaan bahagia yang luar biasa.kini keluarga kecil kami akan sempurna dengan hadirnya seorang anak.


sesampainya di rumah,ternyata bapak dan ibu mertua ternyata sudah menunggu di ruang tamu.rupanya bukan hanya aku dan mas Krisna yang tak sabar dengan berita bahagia ini.kedua orang tua mas Krisna pun seperti harap harap cemas menanti kedatangan kami


"assalamu'alaikum..."ucap kami bersamaan saat masuk rumah.


tangan ibu sudah secepat kilat memapahku untuk duduk di sebelahnya.terlihat dengan jelas bahwa kedua orang tua ini sudah tak sabar ingin mendengar hasil pemeriksaan kami tadi.aku jadi geli melihat bapak dan ibu mertuaku yang terlihat seperti anak sekolah menunggu hasil pengumuman ujian itu


"iiiih Saras,jangan senyum senyum doang dong.cepet bilang apa kata Bu bidan " ucap ibu sudah tak sabar yang memergokiku hanya cekikikan .


"sabar dong Bu.baru juga nyampek.biar ambil nafas dulu lah "mas Krisna seperti malah menggoda sang ibu


"emang dari tadi gak nafas mati dong "ucap ibu sewot sambil melipat tangan di dada.sobtak aku terbahak melihat ibu mertuaku yang ngambek

__ADS_1


"enggeh Bu aku hamil."kataku sambil memeluk ibu mertuaku itu


"Alhamdulillah akhirnya Saras hamil lagi "ucap ibu setengah berteriak.di sambut tawa bahagia seluruh keluarga.


__ADS_2