
esoknya aku sudah bisa pulang dari rumah sakit.aku merasa lega sekali.selain bisa pulang ke rumah aku juga sudah bisa memenangkan hati suami ku kini.tuhan sudah mendengar doa doa ku selama ini juga menyaksikan seluruh luka ku.
" ya Allah Saras, semoga kamu bahagia kali ini.dan semoga kamu cepat di beri momongan lagi agar hatimu tak larut dalam kesedihan." bude Pani Kakak dari bapak mertuaku itu langsung tergopoh-gopoh datang ke rumah ketika tau aku sudah pulang.
" makasih ya bude." jawab ku tulus.
"makasih buat doa yang mana ini.buat bahagia Nya atau momongannya?" ledek mas Krisna sambil mengedipkan sebelah matanya.
"kamu ini istri baru sembuh udah mesum aja.biarlah dia sehat dulu.baru nanti minta jatah lagi.gak kasian apa kamu?" ibu mertuaku langsung mengomel mendengar gurauan mas Krisna.
"Halah cuman becanda koq bu.tenang aja." kelakar suamiku lagi.heran gak ada kapoknya kena omel terus.aku hanya bisa terkekeh melihat tingkah Dua orang tersebut.
"assalamu'alaikum." tiba-tiba ada seorang nenek bertamu ke rumah.
"waalaikumsalam mbah.tumben turun.ada perlu apa?" tanya mas Krisna penuh hormat pada nenek tersebut.
"gini kris.besok nenek ingin berkunjung ke rumah anak di kampung sebelah.kalo kamu ada waktu apa nenek bisa ngojek sama kamu aja.soalnya kalo sama yang lain nenek suka takut.kalo bawa motor itu lho suka ngebut.gak sadar diri kalo yang di bonceng sudah tua."nenek itu minta tolong tapi jatuh nya malah curhat.
"ya enak to Mbah ngebut biar cepet sampai." celetuk bapak mertua yang keluar dari kamar dan kini ikut bergabung dengan kami.
"enak aja kamu ngomong.iya kalo kamu yang jatuh paling luka luka aja.lha kalo nenek yang jatuh ya langsung berangkat aku." gerutu nenek saat tau di ledekin oleh bapak mertuaku.
"berangkat kemana Mbah biar tak antar sekalian." mas Krisna malah ikut menambah gurauan untuk nenek sambil tertawa.
"ke akhirat mau ikut kamu.dasar bocah." nenek langsung sewot sambil ngomel - ngomel.
sontak suasana ruang tamu penuh dengan tawa kali ini.aku yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia tak bisa menahan tawa melihat kekonyolan tiga orang tersebut.
"iya - iya.besok saya antar dari pada nanti saya jadi cucu durhaka." ucap mas Krisna setelah bertanya dulu pada ku.
"karepmu (terserah kamu ) " ucap nenek masih sewot walaupun tak sepenuh hati.karena ia juga tau semua ini hanya gurauan.
__ADS_1
"Kris,Kris..." kak Wanto teriak dari halaman rumah sambil masuk ke dalam.begitu melihat kami semua berkumpul di ruang tamu,ia tersipu malu karena yang di panggil ternyata ada di dekatnya.
"kukira di kamar " kak Wanto berusaha ngeles.aku mencibir ucapan kak Wanto sambil tersenyum.
"mau kerjaan?" tanya kak Wanto pada suami ku.
"mau kerja apa ? "
" kuli kang Rokhim sakit kayaknya gak bakalan bakalan balik.harus berobat keluar kota.kamu mau gantiin ? "
"gimana dek, tapi cuman kuli bangunan " mas Krisna meminta pendapat ku.aku tersanjung dengan ketulusan nya kali ini.ia menghargai aku dan meminta pendapat ku untuk urusan apapun.
" kerja apapun asalkan halal dan kamu masih mampu melakukan maka lakukan mas.aku suport kamu aja " jawabku tulus.
" makasih ya.ok kak.kapan aku bisa mulai kerja ? " tanya mas Krisna sungguh - sungguh.
" besok aja.biar kang Rokhim jemput kamu kemari.lumayan koq kris.paling enggak masih satu bulan lagi baru kelar kerjaannya.orang baru pasang pondasi "
" lah aku piye Kris ( lah saya gimana Kris ) "
" gampang mbah.besok Mbah tak Anter dulu baru aku berangkat kerja.pulangnya jam berapa biar tak jemput sekalian " mas Krisna memberi solusi pada nenek itu.
" selepas kamu kerja aja.biar aku puas main sama cucu ku " ucap nenek.
" ya kalo selepas aku kerja berarti habis magrib ya Mbah " mas Krisna mulai menggoda lagi.
" bocah Ed*n ( anak Gil* ) mana ada kerja sampai magrib "
"ya kan ngopi dulu di warung " ucap mas Krisna sambil menaikkan alisnya.
" alah nih aku Arep balik wae ( alah gak tau aku mau pulang aja ) dari pada di sini di godain anak - anak " ucap sang nenek sambil berlalu.
__ADS_1
" sukurin kami mas.nenek itu ngambek beneran lho " kini giliran aku yang menggoda mas Krisna.
"nek Mirah,gak mungkin.dia memang seperti itu.tapi tak akan pernah sakit hati beneran.dia orang yang benar benar baik dan tulus "
tiba-tiba nada mas Krisna serius.menatap nek Mirah penuh iba.
" namanya nek mirah.rumahnya di mana mas? koq tadi kamu bilang turun "
" di lereng gunung ini.nek Mirah hidup seorang diri.anaknya tak mau mengurus nek Mirah karena rumahnya jelek dan lantainya belum di keramik.dia malu sama suaminya kalo pulang ke sana.secara suami seorang polisi terpandang di kampung sebelah " tutur mas krisna.netranya mengawang menatap sedih di langit.entah apa yang di pikirkan kali ini.
" kasian ya mas " akupun merasa iba pada nek mirah.di balik semua senyum dan tawanya ternyata ada luka yang mendalam yang di torehkan sang anak.tanpa ku sadari aku berdoa semoga kelak saat aku sudah tua aku tak bernasib sama dengan nek Mirah.
ku toleh suamiku yang masih melamun.ada rasa bangga padanya kali ini.di balik kekurangannya mencintai dua wanita ia punya empati yang besar terhadap orang yang sudah tua.perasaanya begitu peka terhadap sekitar.apalagi terhadap orang orang yang memang sangat membutuhka.tanpa kusadari aku tersenyum sendiri.
" kenapa koq kamu senyum - senyum liatin aku.masih siang nanti siang " bisikan mas Krisna di telinga ku membuyarkan lamunanku tentangnya.
"ih apa sih.orang aku cuma.... "
" cuma apa hayo..." godanya lagi sambil mengerlingkan sebelah mata
" sudah ah jangan ngacok.aku mau bantuin ibu dulu bikin makan siang buat semua "
"tunggu ras.aku mau ngomong "aku kembali duduk ketika sudah mau beranjak ke dapur
"ada apa mas? ada yang penting "
"aku janji mulai hari ini aku akan giat kerja demi menafkahi kamu.apapun pekerjaannya akan aku lakukan untuk menebus kesalahan ku.maafkan aku ya ras "
aku tersenyum mendengar penuturannya.aku bahagia mas Krisna sudah menyadari kekeliruannya.
"yang terpenting kamu sudah berubah lebih sayang sama aku.masalah pekerjaan apapun itu yang penting halal "
__ADS_1
" iya sayang " jawabnya lagi
pipi ini merona kembali dibuatnya.sudah lama mas Krisna tak lagi memanggilku sayang.ada debat lagi di hatiku.seakan sesuatu yang dulu layu kini perlahan telah bersemi kembali.tinggal di rawat maka akan berkembang dengan indahnya.