Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
pekerjaan di kampung halaman


__ADS_3

sebulan sudah mas Krisna berada di rumah.tak lagi ada pekerjaan untuknya akhir akhir ini.ia sering sensitif dan uring - iringan sendiri.tak jarang ia harus berdebat dengan ibu mertuaku masalah uang.dan aku selalu berusaha berada di tengah.tak membela siapapun.


"sabar nggeh bu.mas Krisna cuman lagi sensi aja karena belum dapat kerja "ucapku menghibur ibu mertuaku.


"iy.tapi kalo dia belum kerja kan juga bukan salahku ras " jawab ibu sewot


aku diam saja.kalo ku jawab lagi pasti nanti malah akan jadi semakin panjang urusan.aku mengambil telfon yang berdering di kamar.


"assalamu'alaikum mbak Narsih .ada berita atau gimana ?"tanyaku to the point.mbak Narsih adalah orang yang aku minta tolong untuk mencarikan kerja untuk mas Krisna.


"waalaikumsalam Saras .iy memang ada kerjaan.tapi di Surabaya nginap.dan harus suami istri.coba kamu rundingkan dulu dengan keluarga nanti kalo emang mau nanti sore aku ke sana buat jelasin pekerjaannya ngapain" jawab orang di seberang telfon.


"oke.nanti ku hubungi lagi ya mbak "jawabku


ku tutup telfon dan segera mencari mas Krisna di ruang tamu.melamun lagi batinku.


"mas,lagi ngapain?" tanyaku basa - basi


" merenungi nasib dek.hari gini punya istri gak punya kerjaan "nadanya mulai tak enak di telinga.kubiarkan saja.dari pada makin runyam nanti.


"barusan Mbak Narsih telfon.ada kerjaan tapi di surabaya.perkerjaan ini buat suami istri.aku sih belum tau kerjanya apa.kalo kamu mau nanti sore Mbak Narsih ke sini "aku menjelaskan padanya.


"aku mau dek.jadi maksudnya nanti yang berangkat aku sama kamu kerja di satu tempat gitu ?"tanyanya antusias.matanya berbinar bahagia.


"kira - kira seperti itu.tapi kita bilang bapak ibu dulu ya "ucapku


bagaimanapun mereka adalah orang tua yang harus kita dengar nasihat nya.gak mungkin aku dan mas Krisna mengambil keputusan tanpa minta Restu dari orang tua lebih dulu.


"oke.kita bilang sekarang aja kalo gitu "katanya semangat.


"pak,bu.kami mau minta ijin.mau kerja di Surabaya "mas Krisna berpamitan pada orang tuanya setelah kami sampai di ruang tengah.tempat bapak dan ibu mertua melepas penat.


"kalian mau kerja apa di sana.jangan terburu - buru ke sana kalo belum dapat kerja " ucap bapak menanggapi.

__ADS_1


"sudah koq pak.tadi Mbak Narsih telfon saya.katanya ada lowongan pekerjaan di surabaya.tapi untuk suami istri.kalo memang setuju.nanti sore Mbak Narsih ke sini buat jelasi. sistem kerjanya katanya "ucapku menjelaskan pada mertua


"ras,Mbak Narsih itu penyalur art.kamu apa tidak keberatan.secara kamu kan anak kota.masak iya mau jadi art di kota sendiri " tanya ibu ragu - ragu.seakan tidak enak padaku


"ya gak papa to bu.yang penting halal.art kan juga pekerjaan.asal tidak mencuri atau menjual diri " jawabku menegaskan


"tapi mas Krisna...." ucapku kemudian ragu.aku memang mau - mau saja jadi art.tapi aku belum tau apa suamiku keberatan atau tidak.


"apa aku? aku sih yang penting dapat duit dek.dan lagi kalo iya.berarti kan dapat bonus "jawabnya


"bonus ?" tanyaku tak mengerti


"iy bonusnya bisa berdua terus sama kamu walaupun kerja "jawabnya sambil terkekeh


"dasar omes "gerutu bapak mertua yang sewot akibat ulah jahilnya.aku jadi malu sendiri melihat suamiku.ada orangtuanya masih sempat aja menggodaku


"y sudah ras,suruh Mbak Narsih nanti sore ke sini "sambung bapak.akupun langsung mengangguk mengiyakan permintaan nya.


"halo ras,maaf tadi anak majikan ku masih ke toilet pipis.jadi aku harus temenin "ucapnya setengah berbisik ketika telfon kami telah terhubung.


"oh iy mbak gak papa.oh ya mbak.kami sudah setuju dengan tawaran Mbak Narsih tadi.nanti sore mbak ke sini y "ucapku kemudian


"oke.nanti pulang kerja aku langsung ke rumahmu " jawabnya lagi.tak lama kemudian telfonnya terputus.mungkin dia ada perkerjaan dengan majikannya kali pikirku


mas Krisna dan aku seakan tak sabar menentu Mbak Narsih ke rumah.kami tak sabar ingin kerja dan membangun masa depan kami berdua.kami sadar kami tak mungkin berpangku tangan dan menyerahkan semuanya pada orang tua.kami ini sudah menikah.jadi harus bisa mandiri.pikirku


"assalamu'alaikum..."suara itu ku kenal.aku segera lari ke ruang tamu.melihat tamu yang datang


"waalaikumsalam.masuk mbak narsih.sudah di tunggu lho..."ucapku sambil cengar - cengir.


"mana suamimu.aku ingin bicara dengan kalian jadi nanti tidak bolak - balik jelasin "ucapnya


"sebentar mbak aku panggilkan "ucapku

__ADS_1


tak berjalan lama aku sudah kembali dengan mas krisna.di belakang kedua mertua ku mengikuti.ingin tau juga katanya.


"jadi gini,ini kerjaannya memang untuk suami istri.yang perempuan baisalah urusan rumah bersih - bersih, nyuci, setrika.nanti siang setelah pekerjaan selesai jaga toko.nah yang laki - laki ngrus halaman,dan taman.setelah itu belanja keperluan dagangan toko habis jaga rental PS.gimana kalian setuju?"tanya Mbak marsih serius.


" setuju "aku dan mas Krisna menjawab bersamaan


"oke kalo gitu.masalah detail pekerjaan dan gaji biar majikan kalian sendiri yang menjelaskan ya.bukan wewenang saya "katanya lagi


"iy Mbak Narsih "jawabku kemudian


"tunggu sebentar ya " ucapnya lagi sambil merogoh saku jaketnya.ternyata mengambil hp.lalu menekan beberapa nomor lalu di tempelkan di telinganya


"selamat sore bu.saya mau menginformasikan kalo saya sudah dapat ora Bu "ucapnya tak lama kemudian.hening sejenak lalu dia bicara lagi di telfon


"sudah bu.sudah saya jelaskan dan mereka setuju koq bu.tetangga saya sendiri jadi percaya sama saya."lagi dirinya berkata di telfon.


"baik Bu nanti saya sampaikan.terimakasih banyak Bu "Mbak Narsih mengakhiri telfon dengan tawa yang renyah


" besok kalian siap -siap malam kita berangkat pakek bis malam.supaya lusa pagi sudah sampai surabaya.gimana apa kalian keberatan ?" aku menoleh pada mas krisna.diaengangguk setuju.begitupun dengan kedua mertuaku.mereke merestui setiap langkah kami.


"oke kami setuju.kabari saja besok kalo mau jemput kami "ucapku kemudian.


"oke kalo gitu aku pulang dulu ya.mau mandi.badan sakit semua habis kerja tadi" sambungnya tadi


"Mbak Narsih,terima kasih banyak ya.bantuan mbak ini sangat berharga buat kami "ucap mas Krisna tulus.ada binar keceriaan di sana


"aku sudah bilang kan mas.asalkan kita sabar dan menyerahkannya pada allah.maka akan ada jalan keluar.rejeki itu tak kan pernah tertukar dan selalu datang di saat yang tepat"ucapku sejurus kemudian.setelah mbak marsih pulang tentunya


"kamu memang sorang istri yang cantik dan cerdas "pujian mas Krisna membuatku merona lagi


"eh siapa bilang aku cantik.aku hanya manis " ucapku percaya diri sambil berlalu.sedangkan mas Krisna mencbirku dengan geleng kepala.


kini ada harapn baru lagi untuk kehidupan kami.semoga kali ini tak akan lagi seperti kemaren.

__ADS_1


__ADS_2