Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
pulang ke kampung lagi


__ADS_3

melihat mbak lani limbung aku berteriak memanggil mas Krisna.


"mas Krisna,mas...."pekik ku


mas Krisna terburu - buru datang ke ruang tamu.dia kaget melihat mbak lani sudah tergeletak di lantai sedang kepalanya sudah berada di pangkuanku.


"ya Allah dek,ada apa ini.kenapa dengan mbak lani?" tanya mas Krisna.


"bapak meninggal mas " jawabkusibgkat sambil terus menatap mbak lani.


"innalilahi wa innailaihi rojiun "gumam mas Krisna.


"ayo mas angkat ke kamarnya " ajakku.


kami mengangkat mbak lani bergotongan karena memang tubuh mbak lani lumayan untuk kami berdua angkat.mengingat kami berdua sama - sama kurus.


setelah di baringkan di kasur,aku segera mencari minyak kayu putih di kamarku sendiri,di belakang.setelah itu bergegas kembali ke kamar tamu untuk menyadarkan mbak lani menggunakan minyak kayu putih itu.


"ras,aku bersalah pada bapak ras " kata mbak lani ketika ia sudah sadar.tetes air mata mengalir melewati pipinya yang putih mulus.


" sabar ya mbak ini semua sudah menjadi takdir yang maha kuasa.mbak harus belajar tabah."ucapku menenangkan


setelah mbak lani tenang dan mulai stabil,aku dan mas Krisna mulai membereskan rumah untuk persiapan kedatangan jenazah bapak.tak lupa kami menyuruh satpam untuk melapor pada ketua kompleks perumahan bahwa bapak majikan kami pak Hasan telah meninggal dunia.


kira - kira selang satu jam,para tetangga kompleks mulai berdatangan untuk melayat.tak butuh waktu lama,akhirnya ambulans yang membawa jenazah pak Hasan pun tiba.prosesi pemakaman pun di selenggarakan dengan suasana duka yang sangat terasa.


sekitar pukul enam sore rangkaian acara pemakaman telah usai.pihak keluarga beristirahat tanpa sepatah kata pun.mereka lelah dengan pikiran masing-masing.

__ADS_1


keluarga Bu Lastri memang tidak mengadakan acara yasinan karena memeluk agama Islam dengan berbeda adat dan aliran.hanya anak-anaknya saja yang setia membacakan surat Yasin selepas shalat Maghrib.


satu Minggu berselang semenjak kepergian kepala keluarga di rumah ini.aku tiba - tiba di panggil ke ruang tamu bersama mas Krisna dan anak sulung Bu Lastri.tentu saja Bu Lastri turut hadir dalam pertemuan itu.


"mas Krisna dan mbak Saras, ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian berdua" mbak Susi mengawali pembicaraan dengan wibawa.


"sekarang kan bapak sudah tidak ada.tinggal ibu seorang diri.jujur sebagai anak saya tidak tega bila harus meninggalkan ibu sendirian di rumah hanya dengan pembantu.kalo mau minta lani untuk tinggal di sini saya rasa tidak mungkin.saya tidak mau terlibat dengan renternir yang sering menagih utang pada lani.saya memutuskan untuk membawa ibu pulang ke rumah saya "lanjut mbak Susi


namun ekspresi mbak Susi setelah itu berubah lain.duduknya di betulkan padahal tidak ada apa - apa.seperti menutupi gugup atau entah apa itu saya juga tak tau.


"lalu mbak ?"tanya mas Krisna


"nah,itu mas.sedangkan kami di rumah juga sudah punya pembantu.jadi saya rasa kami tidak bisa membawa kalian serta.mihon maaf sekali kami harus mengambil keputusan ini.karena kondisinya sekarang memang berbeda.saya harap mas Krisna dan mbak Saras mau mengerti."sambung mbak Susi lagi.sedikit tidak enak karena harus menyampaikan ini.


"jadi kami di pecat ?"tanyaku lirih


"iy mbak gak papa.mungkin kami akan pulang ke kampung saja dulu.sambil menunggu pekerjaan yang lain" ucap mas Krisna.walaupun aku tau ia juga kecewa dengan keputusan ini


"iya mas aku janji nanti kalo ada pekerjaan lagi buat kalian pasti aku hubungi " jawab mbak Susi merasa lega karena kami tidak tersinggung dengan keputusan ini


"sebenarnya aku sudah mulai sayang pada saras.jangan memutus silaturahmi ya "ucap Bu Lastri berkaca - kaca.aku ikut terharu.


"Saras janji akan sering menghubungi ibu untuk menanyakan keadaan anda bu.saras juga sayang sama ibu "kami pun berpelukan layaknya ibu dan anak.


esoknya kami mengemasi pakaian kami dan akan bersiap untuk pulang ke kampung.namun sebelum beranjak aku membantu Bu Lastri terlebih dahulu berkemas.rumah ini akan sepi karena di tinggal pemilik nya.batinku


"Bu,saya dan mas Krisna minta maaf kalo selama kami bekerja di sini ada salah - salah kata atau perilaku kami yang kurang berkenan.baik yang kami sengaja ataupun tidak.saya benar - benar minta maaf Bu "ucapku tulus saraya berpamitan pada Bu Lastri dan Mbak Susi.

__ADS_1


"kami yang seharusnya minta maaf mbak.gak seharusnya mbak berhenti dengan cara seperti ini.maafkan kami ya mbak "ucap Bu lastri.netranya berkaca - kaca saat melihat ku.


"kalian sudah banyak sekali membantu di sini.terimakasih banyak mbak.selama mbak di sini saya benar - benar merasa nyaman dan tenang.mbak dan mas Krisna sudah saya anggap anak sendiri "sambungnya lagi


"lain kali kalo pas main ke Surabaya jangan lupa mampir ke rumah ya mbak.saya kasih no saya "ucap Mbak Susi


"baik mbak.insyaallah kalo memang ada rezeki kita bisa bertemu lagi." jawabku tertunduk sopan.aku merasa canggung dengan mbak Susi yang sangat elegan dan berwibawa itu.


"ini mbak no saya "kemudian ia menyebutkan deretang angka nomor telfonnya.dan dengan sigap mas Krisna mencatat no mbak Susi di hp dan di save


"sudah saya save ya mbak "ucap mas Krisna


"baik nanti saya simpan nomornya.bagaimanapun kita pernah menjadi keluarga.jadi saya harap kalian tidak melupakan kami walaupun kita berjauhan " sambung mbak Susi


" tentu mbak.nanti kami akan sering - sering telfon mengabarkan keadaan ibu "ucap mas Krisna


" kalo gitu kami permisi dulu y Bu,mbak susi.sekali lagi kami minta maaf kalo ada salah"sambung mas Krisna berpamitan


"salam buat mbak lani ya Bu "bisik ku pada Bu Lastri saat bersalaman dan beliau memelukku.


dengan cepat ia mengangguk dan mengedipkan mata tanda mengerti maksudku.


setelah puas berpamitan,akhirnya berjalan kaki menuju jalan raya naik angkot naik bis pulang ke Jawa tengah.


"setelah ini kita gimana mas di kampung " tanyaku sambil jalan.


"entahlah dek aku pusing.belum bisa mikir.mana aku belum bisa berpamitan pada sita "gumamnya sambil berlalu.

__ADS_1


oh jadi dari tadi dia diam bukan memikirkan nasibnya setelah ini melainkan tentang sita yang belum sempat berpamitan.dasar cowok bukan peduli dengan istri yang sudah ada di depan mata malah memikirkan wanita lain.seketika hati ku benar - benar dongkol


__ADS_2