
pagi hari buta aku bangun dengan kepala yang berdenyut.efek dari menangis semalam membuatku pusing saat bangun.gegas aku pergi ke belakang membantu ibu mertua menyiapkan dagangan yang akan di bawa.
"sudah semua kan Bu?gak ada yang ketinggalan?"tanyaku setelah semua dagangannya naik ke atas becak.
ibu masuk lagi ke rumah untuk memastikan bahwa dagangannya memang tidak ada yang ketinggalan.
"sudah sepertinya ras.nanti kalo memang ada yang ketinggalan suruh Krisna aja ke pasar y.ibu di dalam.bilang aja gitu.oh y,hari ini ibu pulang agak siang karena hari ini pasar Sampek siang biasanya.kamu masak y.terserah mau masak apa.ambil aja di kulkas.ada bahan koq."mertuaku menjelaskan panjang lebar.
"enggeh bu.nanti biar saya masak ."
selepas ibu pergi aku segera sholat subuh lalu bersih bersih rumah.mengerjakan pekerjaan wanita pada umumnya di pagi hari.aku senang melakukan ini.berasa jadi istri seutuhnya.karena bisa menyiapkan semua untuk suami ku.biarlah dia tidak mencintaiku saat ini.aku akan tetap mengabdi pada pernikahan kami.siapa tau suatu saat dia akan berubah lebih mencintaiku.
"Saras,suami kamu sudah bangun?"tiba tiba kak Wanto,suami mbak Ningrum mengagetkan ku dari belakang.
"belum kak.ada perlu kah?biar aku bangunin."tanya ku pada saudara iparku itu.
"iya sih sebenarnya.tapi nanti apa kamu tidak di marahi nanti kalo harus membangunkan itu anak?"kak Wanto yang tau dengan karakter suamiku rupanya mengkhawatirkanku juga.takut nanti kalo aku kena semprot.
"enggak lah.sante aja.duduk aja dulu biar aku bangunin bentar."jawabku sambil berlalu
ketika sampai di kamar ku lihat mas Krisna sudah bangun.dengan memegang ponsel seperti biasanya.aku masih sedikit gak enak melihat pemandangan seperti itu sebenarnya.tapi aku berusaha bersikap biasa aja supaya tidak menyulut perdebatan lagi aja.jujur aku mulai lelah bila setiap ketemu harus berdebat dan tetapengenai wanita itu.
"ada apa dek.bengong aja di pintu."pertanyaan mas Krisna membuyarkan lamunanku.
"eh enggak.aku lupa mau bilang.itu di cari kak Wanto di ruang tamu.mau bicara katanya."
"ooo.y sudah aku keluar.makasih y."jawabnya singkat lalu beranjak dari tempat tidur dan berlalu melewatiku begitu saja.
"ya sudahlah."gumamku lirih sekali takut kedengaran juga aku.
__ADS_1
"ada apa kak.tumben pagi pagi sudah mencari ku."tanya mas Krisna pada kak wanto.kakanya itu memang jarang menemui adiknya apalagi sekedar ngobrol di pagi hari.
sementara dua laki laki itu ngobrol di ruang tamu aku ke belakang untuk membuatkan minuman.dua gelas kopi hitam segera ku hidangkan setelah selesai.
"ada yang penting mas?"tanya ku apda suami ku setelah duduk di sebelahnya.
"oh enggak.ini kak Wanto besok ngajakin aku kerja nebang kayu.di hutan atas sana."jawab mas Krisna menjelaskan.
"iya ras.kemaren aku dapat dagangan kayu.dan rencana besok mau di tebang.masalah bayaran nanti ku samakan dengan yang lain koq.tenang aja."sambung kak Wanto sambil tersenyum.
"makasih ya kak.udah ngasih kerjaan buat suamiku.kamu hati hati kalo kerja mas."
jawabku tulus
"oke kalo gitu aku berangkat kerja dulu besok pagi pagi jangan lupa kerja."
sambung kak Wanto memberi semangat.
"emang sekarang kak Wanto bisnis kayu juga?"tanyaku penasaran setelah Kak Wanto meninggalkan rumah kami.
"mungkin mumpung ada yang jual kali dek.dan dia juga lagi pegang uang kali.aku juga gak begitu paham dengan dia."jawab mas krisna.suami ku itu memang cuek kalo terhadap kakaknya.dia lebih perhatian dengan adiknya awan.hanya saja dia tinggal di rumah paman.karena memang sekolahnya dekat dengan rumah paman.
"iya tenang aja."jawab mas Krisna singkat.
"y sudah aku mau masak dulu.ibu hari ini pulang agak siang katanya."aku berpamitan pada suamiku.
"dek,sebenarnya ada yang ingin bicarakan padamu."mas Krisna berubah tak tenang duduknya.seakan sulit ingin menyampaikan maksud hatinya.
"mau ngomong sih mas.koq grogi banget.ngomong aja."ucapku meyakinkan.penasaran juga apa yang mau dikatakan.seolah sesuatu yang penting.
__ADS_1
"itu.tadi sita...."mas Krisna memutus perkataannya.seperti tak enak mau menyampaikan.
"oh.kenapa dia?"jawabku datar.sebenarnya aku malas mendengar namanya pagi pagi .kenapa harus sita sita lagi.apa gak ada bahan lain untuk di bicarakan.sehingga hanya sita yang ada di otaknya.
"eehm...gini.tadi,dia nangis nangis.gak bisa kalo harus jauh dari aku...."
"terus,,"aku memotong pembicaraan mas Krisna hampir tersulut emosi mendengarnya.
"dia mau koq di jadikan istri kedua katanya."
pleeees.hatiku seakan ambruk lagi.entah berapa kali hati ini perih seperti tersayat pisau dan kini di taburi garam di atasnya.benar benar membuat dadaku sesak.
aku bergeming sejenak.perasaan ku sangat kacau saat ini entah apa yang harus aku lakukan sanggupkah aku menerima semuanya?
aku juga berpikir perkataan apa yang bisa membuatnya mundur rencana itu?bagaimana pun aku tak Sudi di madu.
"aku sih setuju aja mas.asalkaaaan."sengaja ku gantung perkataan ku.biar dia penasaran.
"apa dek?katakan aja."mas Krisna bertanya antusias.hati ini sakit ekspresinya seperti itu
"kedua orang tuamu merestui pernikahan ke suami.secara sekarang setelah menikah dengan ku aja sampai sekarang kamu belum dapat kerja.gimana mau beristri dua.apa mereka akan setuju?apa orang tua mu mau punya menantu lagi?otomatis biaya hidup akan bertambah satu orang lagi kalau kamu menikah lagi."akhirnya ku temukan kata kata yang membuat ciut nyalinya untuk menikah lagi.lagi pun aku ingin membuka mata hatinya dengan keadaan kami saat ini.kandungan ku saja sedang bermasalah dia malah minta kawin lagi.
"lagian y mas.anak yang aku kandung aja sekarang ini sedang bermasalah koq kamu bukannya mikir malah minta kawin lagi.usia pernikahan kita aja baru berapa hari mas."lanjutku .
aku sudah tak bisa menutupi kedongkolan ku saat ini.perilakunya benar benar tak bisa ku nalar saat ini.
"y kan aku minta ijin sama kamu dek.gitubaja jangan sewot dong.kalo gak boleh ya sudah.lagipun kami akan tetap komunikasi koq.walaupun gak nikah."ucapnya kekeh.
"y sudah aku masaka aja dulu."ku tinggalkan dia seorang diri.aku segera beranjak dari ruang tamu dan mulai aksiku untuk memasak.ku buka kulkas dan melihat isi nya .kira kira ada bahan apa aja y di sana.
__ADS_1
aku bingung di sini ada kacang panjang ada kecambah.ah aku bikin sayur asem deh.ku lihat ada tempe kemaren agak keras.ini cocok untuk mendol batinku.tapi akuvtak tau bumbunya.
maklum lah.dulu ketika masih gadis aku tak pernah mau membantu ibuku memasak.aku lebih hobi bantuin bapak memperbaiki barang barang yang rusak yang mungkin perlu di perbaiki.