Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
kehamilan kedua


__ADS_3

esoknya aku di temani mas Krisna ke pasar membeli kalung seperti yang di janjikan kemaren sepanjang jalan ia tersenyum bahagia.


"kenapa sih senyum - senyum sendiri ?" ledek ku


"ini pertama kali aku bisa membeli sesuatu untuk istri ku.ya aku senang lah.ada rasa kepuasan tersendiri di hati dek " ungkap nya berbinar - binar.


"iya aku juga bangga dapat suami seperti kamu mas.makasih ya " ucapku


ia hanya mengangguk sambil tersenyum sangat manis padaku.aku di gandeng menuju toko perhiasan yang letaknya dekat dengan jalan raya.


"mas,istri saya ingin beli kalung.tolong di layani ya "kata mas Krisna pada pelayan toko emas tersebut.


"mau kalung yang seperti apa mbak ?" tanya salah satu pelayan


"saya mau yang gramnya kecil tapi terlihat bagus kalo di pakek "jawabku


pelayan itupun menunjukkan beberapa koleksi perhiasan toko itu.mata ku tertuju pada kalung yang mungil yang terlihat indah.dan gramnya pun tak begitu berat.mungkin cukuplah uang ku punya ini.batinku


"yang itu uangnya berapa ya mas ?"tanyaku sambil menunjuk kalung yang ku maksud.


" dua juta dua ratus lima puluh mbak "ucap pelayan itu setelah menghitung terlebih dahulu menggunakan kalkulator.


" apa gak boleh kurang,masak pas segitu mas " ucapku sambil meringis menahan tawa.


"ya kalo perhiasan gak bisa di tawar.kalo mbak nya beli sayur oke lah di tawar " ucapnya yang ku sambut dengan tawa


"gimana mas ?"ucapku meminta pendapat pada mas krisna.ia mengangguk dan tersenyum sangat manis padaku


" ya sudah mas ambil yang ini.tapi bonus kalender ya "ucapku kemudian


"dasar perempuan masih aja cari gratisan " ledek mas Krisna sambil mencibir


"ya kalo di kasih kan lumayan mas dapat bonus" jawabku mantab


"iya terserah deh "mas Krisna memutar bola mata sambil terkekeh.


di perjalanan pulang mendadak perutku mual.padahal tadi sudah sarapan.masak iya aku mabuk darat.orang cuma ke pasar gini.batunku lagi.apa masuk angin ya.aku masih saja bergumam sendiri sepanjang jalan karena merasa badanku tak karuan rasanya.


sesampai di rumah ku serahkan tasku pada mas Krisna dan aku segera berlari ke kamar mandi memuntahkan semua yang ingin keluar sejak di jalan tadi.

__ADS_1


mas Krisna segera mengikutiku ke kamarandi setelah menyimpan tasku di kamar.


"ada apa dek,kamu sakit ?"tanya mas Krisna khawatir


"gak tau mas.mual dari tadi di jalan.masuk angin kali "ucapku sekenanya


aku segera membuat air gula hangat untuk mengurangi rasa mual.


"ya sudah istirahat di kamar yuk.sini aku kerokin "ucap mas Krisna memapahku ke kamar.


ibu mertua yang melihat keanehan pada kami segera mengekor di belakang.


"kamu kenapa ras,koq pucat muka nya ?"tanya ibu di ambang pintu.


"masuk angin bu.ini mau aku kerokin " jawab mas Krisna.


"o....ibu buatkan wedang jahe ya biar badannya lebih enakan "ucap ibu sambil berlalu.


setelah beberapa menit ibu kembali dengan membawa secangkir wedang jahe di tangan nya.


" oh ya Kris, besok waktunya bayar listrik lho.kamu jadi bantu ibu kan?"ibu mertua mengingatkan.


" mas - mas "ucapku panik sambil menepuk nepuk paha mas Krisna.


"ada apa dek,ada yang sakit ?"tanya mas Krisna ikut panik.


"ibu sudah nagih uang listrik mas "kataku tegang.


"lalu,kan uangnya masih ada.sisa beli kalung tadi.emangnya mau kamu pakek dulu? "tanya mas Krisna


"iiiih,bukan.itu....."jawabku jengkel.apa dia gak pernah memperhatikan,pikirku


"lalu kenapa dek "tanyanya makin penasaran


"biasanya kan kalo kita bayar listrik,sisanya aku pakek buat pembalut.karena pasti aku datang bulan.tapi kenapa sekarang belum?"aku mengaku sambil menunduk menahan malu.haruskah aku menyebut pembalut di depan suami ku?kan aku jadi malu.dasar gak peka.omel ku sendiri dalam hati


"maksudnya kamu telat gitu.kamu hamil ?"wajahnya kini berseri - seri penuh harap


"ya gak tau mas.kan belum di tes "jawabku sekenanya

__ADS_1


"ya sudah kita ke bidan aja yuk.kita tes "ajaknya semangat


"jangan.siapa tau cuma mundur.kita tunggu satu Minggu lagi aja "ucapku memutuskan


menunggu selama satu Minggu memebuatku cemas.apa benar aku hamil?batinku.rupanya yang menantikan satu Minggu itu bukan hany aku.mas Krisna juga seperti harap - harap cemas menanti saat itu tiba.


seminggu berlalu aku belum juga datang bulan.sedangkan setiap pagi rasa mual yang mendera tak kunjung mereda bahkan makin menjadi.kondisi badanku pun kian hari sering lemas dan cepat capek belum lagi pusing yang sering kali datang tiba-tiba.membuat pekerjaan rumahku sedikit berantakan.


"dek,sudah satu minggu.kamu sudah datang bulan belum "pertanyaan mas krisna menyadarkan ku dari lamunan.


"belum mas.tau ah.jangan bicara itu dulu.kepalaku pusing.pengen istirahat.tapi kalo buat berbaring jadi mual.aku jadi serba salah ini "omelku pada mas Krisna.


"lah kan aku tanya kamu koq Malah ngomel - ngomel.kalo gak mau punya anak ya sudah aku gak papa koq " mas Krisna tersulut emosi karena aku ngomel tadi


"aku bukannya gak mau punya anak mas.habis kamu sih.aku ini masih pusing.jangan di tanya - tanya dulu.kepalaku tambah pusing "nadaku mulai sewot pada mas Krisna.


memang akhir - akhir ini aku sering jengkel pada mas krisna.entah apa sebabnya.lihat dia aja aku seperti jengkel.padahal biasanya kalo lihat sehari aku rindu.entah kenapa sekarang dengan diriku


"ada apa sih ini.ibu dengerin dari tadi koq ribut.kayak anak kecil aja "ibu masuk kamar dan menengahi kami berdua yang sedang sama - sama emosi


"ini bu.saras di tanya baik - baik malah ngomel gak jelas "mas Krisna mulai mengadu pada ibunya.dasar pengadu batinku


"bukannya ngomel bu.saya cuman sedang pusing.jangan di tanya - tanya dulu.tqmbah pusing sayanya.nanti lah kalo sudah agak reda.malah mas Krisna emosi "aku tak mau kalah ikut mengadu walaupun itu ibu mertua


"ya sudah gini aja.sepertinya ibu tau masalahnya apa "ucap ibu sambil senyum-senyum.


"sekarang gini aja.krisna,kamu antar Saras ke apotik beli testpack.dan kamu Saras,tes dulu di rumah.kalo memang iya positif besok ke bidan"


sambungnya menegaskan.


"baik Bu "jawab kami bersamaan.persis seperti anak sekolah di marahi gurunya kami pun meninggalkan kamar tanpa ada pertengkaran lagi.


setelah beli di apotik, sesampainya di rumah aku langsung masuk kamar mandi untuk mengetes apakah memang benar aku hamil apa tidak.dan ternyata benar dua garis biru menandakan bahwa aku positif.alhamdulilah ucapku bersyukur.


"mas,mas Krisna "teriak ku ketika keluar dari kamar mandi


"ada apa dek.gimana hasilnya ?"tanya mas Krisna penasaran.


ku tunjukkan testpack ku padanya.ucapan syukur pun keluar dari mulutnya seraya mendekap ku dalam pelukan.tak ada rasa jengkel saat ini.yang kurasa adalah bahagia.

__ADS_1


kehamilanku kali ini tak membuatku takut tapi membawa kebahagiaan seluruh anggota keluarga.terlebih padaku.sekarang.ikatan cinta kami akan semakin kokoh dengan hadirnya buah hati yang memang kami harapkan.bukan karena kekhilafan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.


__ADS_2