Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
hari pernikahan membuat nelangsa


__ADS_3

satu Minggu berlalu.acara pernikahan pun sudah di siapkan seluruhnya oleh pihak pengantin pria.sesuai dengan kesepakatan sebelumnya tiga sebelum hari h Saras harus di bawa ke Jawa tengah kampung asal Krisna di lahirkan.demi mengurus semuanya di tempat mertuanya itu akhirnya Saras ya pun mau gak mau mengikuti juga arahan mertuanya tersebut.


"mas,untuk mahar nanti apa yang sudah kamu siapkan buatku mas?"tanya Saras suatu hari stelah mendapati calon suaminya duduk sendiri di teras.


"cincin dan seperangkat ala sholat.sudah cukup kan?"jawab krisna.entah kenapa nada Krisna kali ini terkesan agak sewot di telinga Saras.


namun begitu Saras mencoba diam dan tak berani bertanya yang aneh aneh.mungkin saja calon suaminya itu sedang banyak pikiran saat ini.atau mungkin nervous menjelang hari h kali.


"ras,di sini rupanya."Bu Tini membuyarkan lamunan kedua insan tersebut.


"iy bu.ada apa mencari saya?ada yang bisa saya bantu?"ucap Saras sopan.


"oh enggak ini lho.ibu cuman mau bilang untuk kebaya kamu besok kita pinjam aja y.maaf ibu gak bisa kasih kamu baju.soalnya kebaya sekarang mahal mahal."tutur Bu Tini menerangkan.


"owalah iy Bu Ndak papa.kagian kan juga di pakeknya cuman sekali aja.sayang kalo harus beli."jawab Saras mencoba memahami keadaan.semenjak Saras di antar ke rumah itu Saras gak berani minta macam macam.gak enak hati karena seharusnya acara ijab kabul harusnya di rumah perempuan dan bukannya membebankan pada pihak laki laki.


y sudah lah akhirnya Saras mengalah saja dengan keadaan ini.anggap saja ini hukuman karena kesalahannya.


"y sudah kalo kamu bisa memahami.makasih y"


ucapk Bu Tini sambil berlalu ke dalam.


"aku masuk kedalam dulu mau istirahat capek."Krisna pun berpamitan pada Saras untuk masuk terlebih dahulu.


Saras menangkap ada yang lain dari calon suaminya.seperti ada gurat yang ia tangkap saat akan masuk rumah tadi.entah apa yang di pendam laki laki itu.tak lama sayup sayup saras mendengar orang telefon.di carinya dari mana arah sumber suara itu.sepertinya dari kamar dia dan Krisna.


"sudahlah dek.jangan membuatku semakin merasa bersalah.aku janji kita akan tetap jadi saudara seperti dulu.tak akan ada yang bisa menghalangi walaupun aku sudah menikah.kita akan tetap komunikasi seperti biasa.kalo ada apa apa tetap hubungi aku ya."terdengar jelas suara Krisna yang sedang telfon di dalam kamar.


saras yang mendengarkan dari pintu ternganga tak percaya dengan apa yang di dengarnya.siapa yang di telfon barusan kenapa mas Krisna berjanji sedemikian rupa pada orang di seberang telfon itu?apa dia menyembunyikan sesuatu?


Saras masuk kamar dengan kondisi hati yang tak tenang.gelisah,cemburu dan penuh tanda tanya.ingin sekali ia bertanya siapa yang barusan telfon.tapi ah,tunggu sajalah sampai kami benar benar sah jadi suami istri.aku tak mau ada pertengkaran sebelum hari h.


"dek,kenapa masuk masuk koq bengong.kamu gak enak badan lagi?"tanya Krisna membuyarkan lamunan Saras


"ah enggak koq mas.hanya kepikiran tentang besok.sedikit gugup mungkin."jawab Saras bohong.tak mungkin ia mengatakan bahwa dia mendengar Krisna telfon barusan.dari pada nanti berantem.

__ADS_1


Saras memang tipe orang yang paling tidak suka berantem.jadi ia lebih suka mengalah dan memendam semua sendiri.apa lagi terhadap orang yang di cintai nya yang besok akan segera sah menjadi suaminya itu.


"kenapa harus gugup.kan sudah pernah.itu sampai ada isinya perut kamu.atau mau sekarang aja biar gak gugup."goda Krisna sambil menyeringai genit.di naikkan kedua alisnya membuat pipi Saras bersemu merah.


"ah kamu ini masih sore.lagian banyak orang.sudah ah aku mau bantu bantu dulu."ujar Saras sembari berlalu menutupi rasa malunya.


di dapur sara membantu sebisanya untuk acar nanti malam.akan ada pengajian.


"ini nanti acaranya apa mbak?"tanya saras pada Ningrum Kakak iparnya.istri dari kakaknya krisna.mereka sudah di karunia ibdua orang anak.rumahnya pun tak jauh ada di belakang rumah Bu Tini.


"alah pengajian kecil kecilan.cuman jamaah mushola aja.kamu gimana sudah mendingan mualnya?"tanya Ningrum perhatian.


"sudah mbak.tadi sudah di kasih obat sama mas krisna.oh y mbak yang aku liat itu bukan apotik.dapat dari mana obat itu mbak?"tanya Saras mencoba.karena heran aja setau dia obat jenis itu bukan di jual di apotik.tapi dibidan.dulu Saras sering menebus saat kakaknya Yuli hamil.karena sering muntah seperti yang di alami Saras kali ini.


"iya.tadi mas mu mbak temenin minta obat anti mual buat ibu hamil ke bidan.kebetulan bidannya masih saudara kita jadi enak kalo ada yang sakit gak perlu di bawa kesana.minta aja obatnya beres deh."jawab Ningrum panjang lebar.


Sarashanya menanggapi dengan senyuman.setelah itu semua larut dengan kesibukan acara malam itu.sampai acara selesai semua berjalan dengan lancar dan hikmad.


setelah selesai bersih bersih diri Saras kembali ke kamar melepas penat mbaringkan tubuh yang terasa ngilu di punggunya.


"capek ya."tanya Krisna kala melihat Saras terbaring di kasur empuknya.


"lumayan tapi seru.aku suka kerja bareng dengan orang banyak.bisa becanda becanda.jadi bikin semangat up lagi aja."ucap Saras penuh semangat.


senang rasanya bisa cepat akrab dengan keluarga Krisna dan tetangga di sini pula.karena bagaimanapun juga di sini ia akan menghabiskan waktu setelah ini.dengan orang orang itu lah ia akan bersosialisasi sebagai ibu rumah tangga.jadi gak berlebih kalo ia mulai mengakrabkan diri mulai sekarang


"semua yang datang tadi masih saudara semua gak ada orang lain."tutur Krisna menjelaskan.


"oh y banyak juga saudara kamu ya mas."ucap sarang seraya bangkit.tahu kalo calon suaminya itu ingin berbincang sejenak sebelum tidur.


"iy.dari kakek gimana gitu lho.aku sendiri juga kurang paham.pokoknya masih saudara aja kata bapak


Saras membulatkan mulutnya.nanti saja kalo sudah santai santai akan ia tanyakan pada mertuanya pikirnya.biar lebih akrab aja.


"ras,besok kita menikah.memulai kehidupan baru sebagai suami istri.aku tidak ingin ada kebohongan di antara kita."tiba tiba ucapan kini serius.se serius ekspresinya kini.ia tampak hati hati dalam berbicara.

__ADS_1


Saras mengerutkan dahi tak paham ke mana arah pembicaraan ini.apa ini ada hubungannya dengan telfon tadi sore?.Sarasasih diam menunggu Krisna melanjutkan kembali kalimatnya.


"ras,sejujurnya sebelum kamu hadir aku memilik wanita lain yang aku sangat cintai.namun terhalang karena masih saudara dengan ku."


jantung Saras seketika berdegup kencang.tenggoroakan seperti tercekat.dadanya sesak seperti kehabisan oksigen.netranya mulai memanas menahan tangis.


"lalu?"tanya Saras lirih.sebenarnya Saras tidak mau mendengar kelanjutan kisah itu.ia merapa tak mampu untuk mendengar semua.tapi ia harus tau apa yang sebenarnya terjadi.


"kami sudah berjanji akan menjadi saudara selamanya.maksud ku kakak adik.karena hubungan persaudaraan tak akan pernah ada kata putus.siapapun yang butuh teman curhat atau mengalami apapun.tidak boleh ragu untuk menghubungi satu sama lain.karena sudah berjanji satu sama lain untuk selalu ada dalam kondisia apapun."


penjelasan Krisna yang panjang lebar itu semakin membuat sesak dada saras.kini ia tak kuasa menahan tangisnya.air mata nya jatuh tanpa ada suara.


"lalu aku apa bagimu mas?"tanya Saras sambil teringat cemas dengan masa depan rumah tangganya setelah ini.


"kamu istriku.aku pun mencintaimu.tapi juga tak bisa meninggalkan sita."


jadi namanya sita?pikir saras.bisakaha aku menerima ini dengan ikhlas.mengingat orang tuanya tak membolehkan ia pulang tahun ini lantaran ia hamil.sepertinya Saras sudah tak bisa mundur dari pernikahan ini.lalu bagaimana dengan hati ini ke depan?


"tak bisakah memilih salah satu mas?kalau kamu memang lebih mencintai sita ceraikan aku setelah anak ini lahir mas.aku akan ikhlas."


Saras berusaha tegar tapi tak bisa menutupi suaranya yang serak karena menahan tangis.


"jangan tinggalkan aku ras.aku gak mau menceraikanmu.aku pun gak bisa jauh dari kamu.kamu satu satunya wanita mampu memahami aku.aku mencintai kamu.jangan pernah minta cerai dari ku y.aku gak pernah pikiran untuk meninggalkan kamu.aku mohon."ucap Krisna mulai cemas.ia tak bisa membayangkan jauh dari saras.


selama ini Krisna.saras memang sangat bisa memahami krisna.kapan Krisna letih,bagaiman Saras sangat bisa memahami hati krisna.hanya saja ia juga terlalu cinta dengan sita.cinta pertamanya itu tak pernah bisa ia lupakan.


"lalu bagaimana dengan hati ku mas?kamu gak kasian sama aku?kamu membagi cintamu mas.apa ini adil buat ku?"Saras meminta kepastian.


"aku hanya minta kamu sabar dan ikhlas dengan keadaan ini ras.aku minta kamu terima aku yang memilik dua cinta dan sampai kapanpun.


Saras memegang dada miris mendengar penuturan sang suami.mengingat bahwa pepatah orang Jawa jaman dulu bilang bahwa suami itu adalah garwo yaitu sigarane nyowo


( belahan jiwa ).dan juga kodrat wanita itu harus mengabdi pada suami dan rumah tangganya,Saras tak bisa berbuat apapun kecuali mencoba ikhlas dengan keadaan.


pernikaha yang selama ini di impikan bahagia sampai tua justru berduri dan sepertinya luka di hati ini tak akan bertepi dan berujung.karena Krisna telah berujar akan mencintai dua orang sampai kapanpun.

__ADS_1


"astaghfirullah."Saras menarik nafas dalam meminta kekuatan dari sang khalik.karena dari sanalah rasa perih ini di hadirkan di hati.


__ADS_2