
setelah aku,mas Krisna,dan Mardi masuk kerumah mas Mardi kami mulai merundingkan apa yang harus kami katakan pada bapak.
"Kris,aku sudah tau bahwa Saras hamil anak kamu.aku juga sudah menghubungi bapak untuk datang kesini untuk menyelesaikan masalah ini."mas Mardi memulai pembicaraan.nadanya penuh dengan ketegasan.bakhan suasana ruangan ini sudah seperti kantor polisi dan kami siap di interogasi aja.
ku pandangi wajah mas Krisna ikut meminta jawaban.ada pula rasa takut dengan ucapan mas mardi.takut mas Krisna tak terima dan bikin ulah.duh,aku ini kebanyakan nonton sinetron apa ya.
"aku terserah mas Mardi aja.apa kata bapak nanti aja.tapi aku akan tanggung jawab koq mas."ungkap mas Krisna.
"oh y harus.karena enggak mau tanggung jawab atau ketahuan adik aku kamu buat mainan.maka sudah bisa di pastikan kamu akan saya cari walaupun ke lubang semut sekalipun."mas Mardi mulai sinis.heran dengan jawaban laki laki di hadapannya kali ini.kalo gak mau tanggung jawab emang mau apa lagi pikirnya.
"sudah lah mas.jangan di marahi.kan bener dia mau tanggung jawab."bela ku.kasian juga liat mas Krisna di marahi.lagi pun biar dia gak merasa sendiri di sini.
"Halah kamu itu.jadi anak jangan bucin.sudah tau salah mau membela diri kamu. hah."
suara mas Mardi mulai meninggi karena emosi.membuat aku urung untuk menjawab lagi.takut malah semakin emosi nanti malah aku kena gampar sama dia.
"assalamu'alaikum..."suara itu aku kenal betul.dan itu yang membuat aku semakin takut dan merinding sekarang.bapak sudah datang dan langsung masuk sebelum ada yang sempat menjawab salamnya.bak harimau yang siap menerkam mangsanya bapak langsung maju dan berdiri di sampingku.wajahnya langsungenghadap ke arahku.
"ada apa ini.kenapa bapak di panggil ke sini.kamu hamil ya ras."masih memegang helm bapak langsung memberondongku dengan pertanyaan tanpa ampun.membuatku makin menciut saja.
"jawab Saras."belum lagi sempat ku jawab bapak sudah membentak ku.hatiku makin hancur.apa aku mau di pukul pakek helm itu sama bapak?
"i-iya pak.maaf kan aku pak.ampuni aku."sambil terisak aku memohon ampun atas khilaf ku.juga takut agar tidak kena pukul helm itu.y ampuuun apa sih yang ada di otak ku ini.
__ADS_1
seketika bapak luruh terduduk di kursi tepat di sampingku.merasa geram sekaligus kecewa dengan perilaku ku.heran bagaimana bisa dia bisa kecolongan seperti ini.
"mohon maaf dengan kesalahan kami pak.saya akan sepenuhnya tanggung jawab."mas Krisna berusaha memberi keyakinan pada bapak ku bahwa dia akan tanggung jawab.
"ya harus kris.ini kan ulah kalian berdua.kalian sudah besar sekarang harus tanggung resiko dengan tindakan kalian sendiri.apalagi sekarang kalo sampai orang tau nama bapak dan ibu juga akan tercoreng."nada bapak kini mulai melunak.bahkan lirih seperti menahan tangis.aku jadi kasihan dengan orang yang sudah menghidupi ku selama ini.meng antar jemput aku ketika bekerja.dan dengan sengaja kadang menipunya bilang kerja padahal indehoy dengan Krisna.
tersadar sekarang betapa dosa ku tak kan terampuni telah membohongi .dan mengecewakan orang tua ku sendiri.
"maaf kan aku pak."ucap ku lirih.hanya itu yang bisa aku ucapkan.
"kamu juga ras,kamu kan bisa ngaji rajin solat.kenapa malah berbuat yang di larang agama.sampai hamil pula.kamu gak memikirkan ibu mu.selama ini ibumu sakit kan tidurnya sama kamu.kamu tau gimana sakitnya ibu.gimana penderitaan ibu.kenapa malah berbuat yang akan menjatuhkan mental ibu kamu sih.apa kamu sudah gak sayang sama ibu.?"
pertanyaan bapak yang terakhir membuat tetes air mataku tak terbendung.menyesali setiap perbuatanku.gimama aku bisa aku melakukan ini dan gak pernah kebayang dengan ucapan bapak tadi.y Allah jangan pernah ampuni aku karena membuat luka hati ibuku.
"gini aja sekarang.krisna,kamu harus tetap tanggung jawab.ajak orang tua kamu ke malang.tapi tunggu dulu.jangan besok.bapak harus beritahu ibu mu pelan pelan.supaya beliau sudah siap ketika orang tua kamu datang nanti."
"baik pak.saya terserah bapak gimana baiknya.nanti kalo emang sudah boleh saya dan orang tua saya kesana.saya akan pulangenjemput orang tua saya."jawab mas Krisna mantab
"baik kalo gitu.saras,sementara malam ini kamu tidur di sini dulu.biar bapak ngomong sama ibu mu.takutnya kalo bicara ada kamu ibumu jadi emosi.biar bapak bicara pelan pelan sama ibu."
pandangan bapak beralih padaku tegas walaupun ada guest sedih dan kecewa.
aku hanya bisa mengangguk tanda setuju.ku tatap dengan sendu wajah layu bapak ku dengan perasaan bersalah yang besar dan rasa penyesalan yang paling dalam.
__ADS_1
tanpa terasa tangan bapak merengkuh tubuhku.memeluk erat walaupun dengan kecewa.karena memang aku anak gadis terakhir dalam keluarga ku.seharusnya akun menjadi harapan keluargaku.aku juga anak kesayangan bapak ku.sebesar apapun kesalahanku aku tetaplah anaknya.dan bapak tetap menyayangi ku.
pelukan bapak ku membuat tangsiku kian kencang.tak tau harus berkata apa dan bagaimana minta maaf.hanya tangisan yang keluar dari mulutku.
"sudah nangisnya.biar bapak minum kopi dulu.biar anget.juga lebih tenang pikirannya."emak masuk setelah di rasa rapat keluarga ini berakhir.lalu meletakkan dua cangkir kopi di atas meja.satu untuk bapak satu untuk mas Krisna.
"ah,maaf kan saya bu.sampai harus menyelesaikan masalah ini di sini.jadi merepotkan Bu rah."sapa bapak kepada besanyya tersebut.
"ah ya gak papa pak.orang Saras juga anak saya.sudah seperti anak saya sendiri.lagian gak repot koq."jawab emak sopan lalu duduk di sebelah mbak Endang.
"di minum Kris,jangan karena habis di sidang jadi kopinya emak gak di minum.nanti kering tenggorokan."goda emak padaas krisna.berusaha mencairkan suasana sepertinya.
mbak Endang dan mas Mardi cekikikan mendengar ucapan emak tersebut.yah,walaupun galak.masardi emang gak tahan kalo gak becanda.apa lagibkalo sudah ketemu aku,emak,dan mbak Endang.
aku yang terkejut mendengar celetuk emak tadi hanya berani tersenyum pada mas Krisna sedangkan yang ku beri senyuman tampak takut haruserespon bagaiman.
bapak yang melihat kelakuan kami hanya bisa geleng geleng kepala.entah gak mau kehilangan wibawa di hadapan mas Krisna barangkali.
setelah menghabiskan kopinya bapak pamit kami semua.
"bapak pulang dulu.mau bicara pada ibu.mardi,besok sore antar Saras pulang.dan kamu krisna.pulang jangan malam malam.ini rumah orang."ucap bapak sembari bangkit dari tempat duduknya.
aku dan yang lain hanya bisa mengangguk menyetujui ucapan orang paling kami hormati tersebut.
__ADS_1