
semenjak itu mas Krisna benar - benar berubah.dia begitu perhatian dan memberikan kasih sayangnya untukku.aku jga sudah tak mendengar lagi wanita itu menelfon suamiku.baik secara sembunyi - sembunyi apalagi terang terangan.alhamdulilah mas Krisna benar - benar telah berubah batinku.
setelah satu bulan bekerja ikut kang Rokhim akhirnya mas Krisna menerima upah dari hasil kerjanya selama ini.sesampai di rumah ia menyerahkan amplop yang masih di tutup itu pada ku.
"kita buka bareng - bareng nanti kamu juga ambil sebagian untuk beli bensin dan rokok " ucapku.aku tak mau jadi istri yang egois.mengambil semua gaji suami sementara dia juga butuh bensin dan rokok.
"gak papa dek ? " tanyanya padaku
"ya harus begitu mas.masak kalo kamu mau beli bensin atau rokok harus minta dulu pada ku.iya kalo pas gak ada temanmu.lha kalo pas ada temanmu kan malu.seakan aku gak menghargai kamu sebagai suami "tutur ku menjelaskan.
"iy.makasih ya sayang " ujar mas Krisna
"dek,ada yang mau aku sampaikan lagi padamu "ucap mas Krisna lagi
"apa mas ? "
" aku mau di ajak kang Rokhim mengecat rumah juga bikin meja dapur di rumah Adek nya orang aku kerja kemaren " ucapnya
" ya Alhamdulillah mas kalo gitu.kalo kamu memang mau ambil pekerjaan itu ambil aja mas "kataku memberi semangat
" tapi rumah adiknya itu di Jakarta " ucapnya lagi sedikit ragu
"o....berapa lama mas kira - kira "tanyaku lirih.aku jadi bingung harus merasa senang atau sedih.di satu pihak mas Krisna akan mendapat pekerjaan lagi tapi di lain pihak aku harus terima kalau kita harus berjauhan sementara waktu
"paling gak masih dua mingguan dek.gimana ?"
tanya mas Krisna lagi
" aku sih terserah kamu aja.toh cuman Dua minggu.setelah itu kamu bisa pulang lagi.jadi kalo mau ambil pekerjaan itu ya ambil aja gak papa.tapi sebaiknya kamu tanya dulu sama orang tua ya.gakbenak kalo kita ambil keputusan sendiri "jawabku mencoba cari jalan terbaik.
" iya nanti aku bicarakan sama bapak sama ibuk "ucapnya lagi
"memang kapan rencana mau berangkat mas? "
"mungkin Minggu depan dek "
belum sempat aku bicara lagi kami di kejutkan dengan suara telfon yang berasal dari hp ku.tumben ada yang telfon ke hp ku.paling orang rumah.tapi ada apa tumben sore - sore gini telfon batinku
"assalamu'alaikum bu.ada apa tumben telfon jam segini " ucapku langsung nyerocos saat ku angkat telfonnya
" ras, maaf kalo ibu mengganggu sore - sore gini.ada yang ingin ibu bicarakan ras "terdengar suara ibu di seberang telfon serak seperti menahan tangis seperti cemas
" ada apa memangnya Bu ?" tanyaku jadi ikut cemas mendengar nada bicara ibu
"begini ras, nenek kamu sakit.menurut dokter ada lubang di ususnya.dan untuk menjalani operasi sudah tak memungkinkan karena usia nenek sudah terlalu lanjut.dokter bilang kemungkinan usia nenek mu hanya tinggal beberapa hari lagi ras.jadi kalo bisa kamu pulang ke Surabaya ya.tengok nenek sebelum..."ucapan ibu terhenti karena tangisnya pecah sekarang
__ADS_1
aku yang mendengarkan tak bisa berkata apa-apa.lidahku kelu.tak pernah bisa aku bayangkan nenek akan sakit sampai seperti itu.bahkan aku belum sempat membahagiakan nenek.
"aku akan pulang Bu "jawabku singkat segera ku tutup telfon dari ibu karena dada sudah teramat sesak.aku tak bisa lagi membendung tangisan ku.
mas Krisna panik ketika tau aku menangis sesenggukan.dia sampai mengguncang - guncankan tubuhku karena tak ada satupun jawaban dari mulutku
" ras,ku mohon katakan ada apa.ceritakan pada ku sayang "ucap mas Krisna masih cemas melihat keadaan ku.
"nenek sakit mas.usianya tinggal beberapa hari lagi kata dokter " ucapku setelah lebih tenang.
kutarik nafas dalam - dalam lalu menceritakan semua yang ku dengar di telfon tadi.termasuk permintaan ibu tentang kepulangan ku ke Surabaya.
mas Krisna terlihat kaget juga saat ku ceritakan kondisi nenek.ia mendengar kan ceritaku dengan tatapan penuh simpati padaku
"kita harus segera pulang ras.besok pagi kita naik kereta biar cepat sampai ya "
" tapi uangnya mas ?" tanyaku ragu
mas Krisna tersenyum menanggapi pertanyaan ku. " kamu lupa dengan amplop yang barusan kamu dapat ?"
" iya mas "jawabku lirih.
" ayo sekarang kita kebelakang kita bilang sama bapak dan ibu kalo kita mau ke Surabaya "
"loh Kris, Saras kenapa, sakit ?"tanya ibu langsung menghampiri ku saat tau aku dituntun oleh mas Krisna
" enggak Bu Saras lagi sedih aja "jawab mas Krisna sambil mendudukkan ku di kursi
"ada apa memang nya ras ?" tanya ibu lembut
" Bu,aku mau minta ijin pulang ke Surabaya boleh ?" tanyaku agak ragu
"boleh saja ras.tapi bilang dulu pada ibu ada apa sampai harus pulang mendadak seperti ini?" tanyanya masih belum mengerti
" begini bu.nenek sakit dan kami di minta pulang.karena seperti nya keadaan nenek sudah agak parah " mas Krisna menjelaskan
seketika aku sesenggukan lagi menangisi nenek ku lagi.sedangkan mas Krisna menjelaskan semua tentang kondisi nenek menurut apa yang ku dengar di telfon tadi.
termasuk niat mas Krisna yang ingin ke Surabaya naik kereta besok pagi
"kalo begitu kamu minta tolong kakakmu kris.teman Wanto kan ada yang bekerja di sana jadi biar di belikan dulu tiket nya daripada kamu ngantri" bapak mertuaku memeberi solusi
" tidak usah pak.aku pesan lewat aplikasi online aja " jawab mas Krisna
" ya sudah kalo begitu "
__ADS_1
esoknya kami bergegas menuju stasiun untuk pulang ke surabaya.kami tak menunggu berapa lama kereta sudah mau jalan.di dalam kereta pun aku masih tak bisa menyembunyikan kesedihan ku.membayangkan nenek yang selama ini ku ajak becanda dan berantem harus tergeletak tak berdaya menahan sakit
mas Krisna yang memperhatikan aku sedari tadi mengusap punggung ku dengan lembut.ia membawa kepala ku ke dalam dadanya.
"tidurlah dulu nanti sampai stasiun surabay aku bangunkan "pintanya
akupun menurutinya.mataku memang lelah sekali karena semalam aku tak bisa tidur nyenyak lantaran memikirkan nasib nenek.tanpa sadar mataku terpejam dalam pelukan mas Krisna.
entah berapa lama aku tertidur suara mas Krisna yang membangunkan aku dengan lembut membuat aku terbangun.dan benar saja kami sudah sampai ternyata.
sesampainya di luar stasiun kami memesan taksi.namun baru saja kami duduk dan mengatakan alamat tujuan kami,telfon ku berbunyi.ku lihat dari mbak Yuli.
"assalamu'alaikum mbak.aku sudah di Surabaya koq.ini naik taksi mau ke rumah "jawabku langsung nyerocos
"ras..." ucap Mbak Yuli ragu
"ada apa mbak ?"tanyaku khawatir.mendadak perasaanku tak enak
"nenek sudah meninggal ras " jawab Yuli sambil terisak.
hatiku hancur.aku tak bisa berkata apapun.hanya air mata yang menerobos keluar.lama - lama mata ku kabur.akubtak bisa melihat apapun.
ketika sadar ternyata aku sudah di dalam kamar yang sangat aku kenal.ternyata aku sudah di rumah.di dalam kamar ku sendiri.saat aku ingin bangkit dari tidurku tangan mas Krisna mencegahku
" jangan langsung bangun.kamu masih pusing pasti.tenang kan diri dulu ya.setelah itu baru kita keluar melihat jenazah nenek untuk yang terakhir kali "
seketika aku baru ingat dengan apa yang ku dengar terakhir kali.seketika pula aku berlari keluar menuju ruang tamu.di sana jenazah nenek sudah selesai di kafankan siap untuk di masukkan keranda.
kakiku langsung lemas tak bertenaga.hampir aku limbung lagi.untung saja ada bapaku yang menangkap.
"yang sabar ya ras.maafkan nenekmu bila ada salah " ucap bapak lirih
tangsiku pecah menggema di ruang tamu seakan masih tak terima kepergian nenek.aku masih kangen dengan nenek ku itu.aku belum sempat membahagiakan dia.
ibu menyentuh pundak ku dengan lembut.lalu memelukku dengan erat.sambil mengusap punggungku.dari belakang ku rasakan mbak Yuli juga ikut memelukku
"ikhlaskan nenek ya ras.biar segera di kebumikan.kasian..."ucap ibu sambil melepas pelukan yang di ikuti mbak yuli.aku hanya mengangguk pasrah
"ras,aku ikut ke makam dulu ya.kamu yang kuat di sini.jangan pingsan lagi kasian ibu " ucap mas Krisna berpamitan
"kalo masih capek gak usah ikut gak papa Kris " tutur ibu
"tidak papa bu.penghormatan terakhir "jawab mas Krisna.ibu dan aku mengangguk bersamaan.
dalam hati aku berdoa.semoga tempat terindah untukmu nek.aku tetap sayang sama nenek.
__ADS_1