Luka Tak Bertepi

Luka Tak Bertepi
hari kehilangan


__ADS_3

hasrat ingin memasak sederhana tapi enak namun apa daya tak tau bumbu.jadi aku masuk kamar segera ambil telfon di meja kamar.ku hubungi seseorang yang selalu enak masakannya di lidahku.


"assalamu'alaikum Bu."ucapku ketika telfon sudah tersambung pada ibuku.


"waalaikumsalam saras,apa kabar nak,kamu baik - baik aja kan?"terdengar suaranya sedikit serak.aku tau ibu sedang menahan tangisnya.akupun sama.ingin rasanya ku adukan semua keluh kesah ku selama ini termasuk permintaan mas Krisna menikah lagi.tapi berita itu hanya akan mbuat penyakit ibuku semakin parah saja.


"Alhamdulillah baik Bu.ibu sehat kan?"jawabku


"sehat alhamdulillah.di sini semua juga sehat koq ras."


"ras,tumben telfon pasti ada maunya tuh."terdengar teriakan Mbak Yuli menyahut pembicaraan kami.


"yee,orang aku mau tanya bumbu sama ibu."jawabku sekenanya.


"ya sudah Videocall aja kalo gitu."Mbak Yuli memberi saran.


"oke."secepatnya aku iyakan.kami pun sudah terhubung lewat video call kali ini.


"mau masaka apa sih ras emangnya."tanya ibu.


di sana ibu terlihat bahagia bisa berbicara lagi dengan ku.


"mendol.."jawabku sambil meringis menahan malu karena hanya untuk mendol saja aku tak tau.


entah mengapa telfon dengan ibuku seakan membuat aku lupa dengan kesedihan ku.maka akupun semangat memasak dengan di ajari ibuku lewat vidcall.ibu benar benar memastikan perkerjaanku benar kali ini.sehingga dalam waktu sekejap saja masakanku sudah matang.lagipun ini masakan sederhana kan.

__ADS_1


"ok bu.sudah matang.makasih banyak ya bu.eh,tapi jangan bilang -bilang ya kalo aku harus telfon ibu dulu buat masak ini."


"hahaha.iya deh ras.nanti kalo kamu butuh mau masak lagi telfon ibu.biar ibu ajari."jawab ibu yang ku sambut dengan ceria


ku tutup telfon dengan perasaan lega karena karena bisa melihat lagi keluargaku dan juga bisa menyelesaikan perkerjaanku.namun kebahagiaanku berubah seketika ketika perutku tiba tiba terasa mulas hebat dan sepertinya ada sesuatu yang hangat mengalir di kakiku.


saat ku tundukkan kepala untuk melihat apa itu,seketika aku takut sekaligus panik.darah mengalir di sela - sela ke dua kakiku.


"mas,tolong aku."aku sudah tak sanggup lagi melangkahkan kaki sepertinya.badanku lemas,perutku mulas.mataku pun berkurang kunag.perlahan penglihatan mulai kabur hingga aku tak dapat melihat apapun.hanya terdengar mas Krisna teriak menyebut namaku.


entah berapa lama aku tak sadarkan diri.ketika aku tersadar aku sudah berada di ruangan serba putih.ada infus tergantung di atasku.rupanya aku sedang di infus.


"dek,saras.kamu sudah sadar?"ku dengar mas Krisna memanggilku.ternyata dia sudah berdiri di sampingku.netranya berkaca - kaca melihat simpati padaku.


"mas,aku di mana?" tanyaku sedikit bingung.karena setelah kejadian di dapur tadi,aku benar benar tak ingat apapun.dan saat ini pun hanya pusing yang aku rasakan.


" iya sara.kamu yang sabar ya.kamu harus ikhlas.ini semua adalah takdir allah.anggap ini ujian buat kalian." ibu mertuaku turut memberi nasihat.


aku mengerutkan dahi masih belum mengerti dengan apa yang sudah terjadi.aku benar - benar tak paham dengan maksud ucapan mereka.


"aku masih gak ngerti mas.ada apa sih.aku kan cuman pingsan.kenapa harus lebay sih.setelah ini juga aku akan baik - baik aja mas." ucapku berusaha menenangkan semua orang.karena yang kulihat semua yang hadir menunjukkan ekspresi wajah yang teramat sedih.ibu,bapak dan juga mas Krisna.


"ras,kamu baru saja keguguran.baru selesai di kuret.kamu yang sabar ya.jangan banyak pikiran dulu.kondisimu masih belum stabil." tiba - tiba ucapan bapak mertuaku membuat degub jantungku berpacu dengan cepat.apa tadi kuret,keguguran.aku tak salah dengar kan.batin ku.


seperti di sambar petir ucapan bapak mertuaku tadi menghennyak kan jantung ku.lidah pun ikut keluh tak mampu berucap apapun.hanya air mata yang keluar satu - satu menunjukkan betapa hancurnya hati ku.

__ADS_1


"ras,kamu gak papa kan.kamu yang sabar ya.ada aku di sini.aku akan selalu temani kamu ras."suara mas Krisna membuyarkan lamunanku.


"aku capek mas.lemes.ingin istirahat." jawabku singkat.


" ya sudah.kita waktu Saras untuk menenangkan diri."ibu memberi kode pada semua untuk keluar dari ruangan tempat aku di rawat.


sepeninggal semua orang lamunanku mengembara.kenapa semua ini harus terjadi.anak yang seharusnya ku jadikan alasan untuk aku bertahan dalam pernikahan ini malah pergi meninggalkan aku.sekarang sudah tak ada alasan lagi buat mas Krisna mempertahankan aku.lalu bagaimana kalau setelah ini mas Krisna ingin menceraikan aku dan memutuskan untuk menikahi sita.lalu nasib aku seperti apa nanti?


"selamat malam ibu.bagaimana perasaannya? sudah lebih baik?" tiba-tiba seorang suster membuyarkan lamunanku.kapan dia masuk?tiba - tiba sudah masuk aja.


"saya kapan bisa pulang sus?" tanya ku tanpa memperdulikan pertanyaan suster tadi.karena saat ini bukan fisik ku yang sakit tapi pikiran dan hati ku yang sakit.


"tunggu dokter dulu ya bu.kalo kondisi ibu stabil insyaallah besok bisa pulang koq.tapi tetap tunggu dokter dulu ya." jawab suster ramah.


" sus, saya boleh minta tolong? saya ingin bicara dengan suami saya.bisa tolong panggikan sus?"


suara ku mungkin masih terdengar lirih karena memang tubuh ku masih sangat lemas.tapi aku sudah bertekad harus mengatakan ini sekarang.aku harus bicara empat mata sekarang.


"dek,koq gak istirahat.katanya mau istirahat." tanya mas Krisna lembut.


heran kenapa sekarang jadi lembut seperti ini.apa jiwanya terguncang karena kehilangan anak ini.harusnya aku senang melihat perubahan mas Krisna.tapi aku tak terburu nafsu dulu.bisa jadi setelah sita menghubungi mas Krisna lagi maka sikapnya kembali seperti kemarin kemarin..


"kamu kenapa mas.kepentok tembok?koq jadi aneh gini sikapnya." tanyaku masih heran dengan sikap mas Krisna yang tiba - tiba berubah.


"koq kepentok sih dek.aku ini khawatir lho sama kamu.tadi pagi saat kamu pingsan ya Allah darah keluar di kakimu dek.banyak banget.aku panik." tuturnya.ada raut aneh yang tak biasa di wajahnya.antar sedih dan juga takut.

__ADS_1


" dek,maafkan aku ya.aku janji akan berusaha mencintaimu dengan tulus.aku takut kehilangan kamu dek.maaf kan aku.aku mohon"pipinya basah.kali ini ada tetes air mata yang ku tunggu di sana.air mata cinta.dan aku tau itu.


__ADS_2