
sepulang kami desa mas Krisna murung karena tak punya pekerjaan sudah satu Minggu ia hanya melamun.karena tak tahan dengan sikap nya yang terus saja murung ku beranikan diri untuk berdiskusi dengan kak Wanto.barangkali saja dia bisa membantu kesulitan kami.
"Minggu depan aku mau ke kebun.kayaknya kopi ku sudah mulai ada yang bisa di petik.kalo krisna mau bisa ikut.nanti pasti dapat bayaran lah "ucap kak Wanto memberi ku angin segar
mas Krisna yang awalnya mendengarkan dari dalam kamar, langsung berlari ke ruang tamu menghampiri kami.dengan mata berbinar.
"aku mau kak.panen kopi ya.aku bisa koq petik kopi "ucapnya antusias
"kalo sudah selesai di tempat kakakmu,kamu mau ikut bapak panen padi ?"bapak ikut bergabung dengan kami.
"mau tapi ajari dulu.aku belum begitu mahir dengan padi "katanya lagi sedikit tersipu
"ya sudah nanti kalo sudah selesai di tempat kakakmu bilang sama bapak.nanti aku ajari panen padi seperti apa "ucap bapak kemudian.lalu ia menoleh padaku
"dan kamu Saras,kalo kami sudah berangkat ke sawah,kamu jangan lupa buat masak.nanti setelah matang antatkan ke sawah. "titah bapak mertuaku.
"enggeh pak "jawabku ikut semangat.
mas Krisna terlihat berbinar dengan apa yang di dengarnya .ada harapan yang tumbuh lagi di benaknya lagi kali ini.
"siapa tau kalau ada yang liat aku mau kerja gitu lalu orang - orang akan minta bantuan padaku " ucap mas Krisna penuh harap.
"aminn "jawabku mengaminkan harapan mas krisna.di sambut senyuman kak wanti dan bapak mertuaku.
"kalau untuk petik kopi gak usah bawain bekal ras.kan nanti mbak mu Ningrum yang bawain bekal "kak Wanto menjelaskan padaku
"oke kalo gitu kak besok aku akan liat mbak ningrum.barangkali ada yang bisa aku bantu " jawabku kemudian
"terserah padamu saja "ucap kak Wanto
"lah terus yang bantuin ibuk bikin peyek siapa dong.sudah mbak mu Ningrum bisa masaka sendiri koq.kamu bantuin ibu aja bikin peyek" tiba - tiba ibu datang dengan manyun.
__ADS_1
"enggeh Bu kalo gitu saya bantuin ibu aja" ucapku sambil senyum-senyum melihat ibu yang seolah seperti anak kecil.
setelah itu kehidupan kami lebih baik.Mas Krisna dapat pekerjaan ke kebun dan sawah.sejak saat itu banyak yang minta mas Krisna baik sekedar memupuk padi atau sebagainya.pekerjaan ala desa.
walaupun hasilnya tak seberapa tapi jika di kumpulkan hasilnya lumayan.seperti sore ini.saat tengak asik bersantai di teras rumah sambil menghilang penat tiba - tiba ada nenek - nenek datang menghampiri.
"dari mana nek Rukmi sore - sore gini masih di luar aja " sapa bapak mertuaku pada nenek - nenek yang bongkok itu.
" dari rumah Jan,mau minta tolong sama Krisna" jawab nenek yang di panggil nek Rukmi itu.
"minta tolong apa Nek?" tanya mas Krisna bersemangat.
"kemaren aku nyuruh Wagiyo buat ngambil kelapa di kebun.ada kali empat ikat.tolong besok kamu bantu bawa ke pasar ya " tutur nek Rukmi
"asalkan becak bapak besok gak di pakek bisa aja nek aku antar " jawab mas Krisna
"bawa aja dulu kris.besok bapak narik becak setelah kamu antar nek Rukmi aja gak papa " bapak menyahuti.
"oke kalo gitu besok tak antar nek.jam berapa mau berangkat ?" tanya mas Krisna memastikan.
" oke kalo gitu.besok saya jemput jam lima" ucap mas Krisna bersemangat.
"kalo gitu nenek pulang dulu ya " ucap nek Rukmi berpamitan.
setelah hari itu pun rejeki masih saja mengalir pada kami.ada yang meminta mas Krisna mengambil makanan kambing,ada yang minta di antar ke kabupaten buat urus surat,dan banyak lagi.alhamdulillah rejeki buat rumah tangga kami.
semenjak kami pulang ke Jawa tengah pun sita sudah tak pernah menghubungi mas Krisna lagi.ku lihat bahkan ia jarang memperdulikan telfon genggamnya itu.hanya jika ada telfon dari orang yang kira - kira akan memberikan pekerjaan padanya barulah ia angkat telfon nya.
sampai suatu hari,aku berniat membeli sesuatu dengan hasil jerih payah mas Krisna tersebut.
"mas,aku mau tanya sesuatu boleh ?"tanyaku pada suatu sore sepulang ia kerja menjemput langganan nya dari pasar di kampung sebelah
__ADS_1
"mau tanya apa dek,tanya aja "jawab mas Krisna sambil menyalakan rokok di tangannya
"masuk kamar dulu yuk.aku mau tunjukkan sesuatu "ucapku kemudian.aku segera menggandengnya menuju kamar kami.
setelah kami sampai kamar,ku ambil dompet dan ku tunjukkan uang hasil kerja mas Krisna selama hampir satu bulan ini
"ini yang dari mana dek,banyak banget.2,5 juta ?" tanya mas Krisna heran
"itu yang nafkah yang aku kumpulkan dari hasil jerih payah kamu mas.dan sekarang kalau kamu merestui aku ingin beli kalung dengan uang itu.agar hasil jerih payah kamu selama ini terlihat hasilnya "ucapku mengutarakan niatku
"dek,gini ya sayang.uang ini adalah nafkah lahir aku ke kamu.terserah mau kamu apakan uang ini.kamu boleh membeli apapun yang kamu inginkan dengan uang ini.ini sudah menjadi hak kamu sepenuhnya "jawabas Krisna berbinar
"jadi aku boleh beli kalung pakek uang ini mas?" tanyaku lagi
"boleh dong sayang.besok saya antar ya "ucap mas Krisna sbil merengkuh tubuhku dalam dekapannya.rasanya hangat dan nyaman sekali.
"terima kasih ya sayang kamu sudah sangat mengerti dengan kondisiku yang bukan orang kaya.sampai kamu mau mengumpulkan uang itu sedikit demi sedikit hingga sebanyak itu " sambung mas krisna.netranya berkaca - kaca terharu melihat jerih payahnya selama ini ternyata sudah terkumpul.
"aku hanya ingin kamu bangga dengan hasil kamu sendiri mas.karna aku juga bangga punya suami seperti kamu "ucapku tulus
"aku yang beruntung menemukan istri seperti kamu dek.seandainyabaku lebih memilih sita pun belum tentu dia bisa mengelola uang seperti kamu saat ini "
"memangnya sita kenapa mas "tanyaku penasaran.baru kali ini mas Krisna berkata buruk tentang sita.nukannya aku bahagia mendengar mas Krisna menjelekkan orang lain.tapi sepertinya ini angin segar bagi hubungan kami ke depan.
"sita,terbiasa hidup dengan banyak uang.perawatannya pun mahal.harus pakek skincare dan apalah lagi itu aku tak tau namanya.belum lagi makanannya harus enak" mas Krisna terlihat menarik nafas berat menjelaskan hal seperti itu
"apa kamu gak pernah coba nasehati "tanyaku menyelidiki.
"sudah sering dek,tapi dia selalu bilang bahwa itu adalah hidupnya.tak kan bisa ia tinggalkan.seperti aku yang tak akan pernah bisa ia lupakan " ucapaas Krisna mengiris hati ku kali ini.aku memegang dada menahan perih mendengar pengakuan itu.
"tapi barusan,setelah melihat kamu yang rela irit demi mengumpulkan uang keberikan untukmu.membuatku sadar.bahwa hidupku ada padamu dek.cuma kamu yang mampu mengerti keadaanku.kondisi keluarga ini.kamu tak pernah mengeluh dan selalu memberiku semangat " kedua tangan mas Krisna menangkap kedua pipiku.matanya menatap tajam ke arahku.
__ADS_1
"terimakasih ya sayang atas semua kesabaranmu menghadapi semua kelakuan ku selama ini.aku tau aku suami yang buruk.tapi kamu selalu memaafkan.terimakasih sudah mau jadi istri yang sabar untukku "ucapnya lagi seraya mengecup keningku.
ucapan mas Krisna sukses membuatku terharu.air mataku jatuh lagi.tapi kali ini bukan air mata luka.ini adalah air mata bahagia.air mata cinta yang terbalas.setelah sempat beberapa saat teruji oleh wanita lain.aku tau aku bisa menghadapi ini.dan tuhan pasti memihak padaku.karna cintaku padanya tulus.