
POV alin
tepat dipagi hari alin tengah duduk termenung disamping kasur kamarnya pandangannya pun terlihat kosong seolah menyatakan betapa terpuruk nya iya saat ini
pintu kamar pun diketok
"Abang masuk .. "ucap arta
alin tidak menjawab ucapan itu ia masih terdiam dengan pandangan kosongnya
Arta pun meletakan makanan yang ia bawa itu tepat dimeja samping kasur alin.
ia menatap alin cemas Arta pun kini berjongkok tepat dihadapan alin yang terlihat terpuruk itu Arta tau iya memang salah tapi bagaimana tidak kejadian itu diluar kendali nya karena rasa kecewanya yang sangat besar pada wanitanya,iya Arta Abang alin tapi ia mencintai adiknya sendiri,ia juga tidak tau bagaimana bisa ia mencintai adiknya sendiri,sebut saja dia gila,dan ia mengakui bahwa itu memang benar.
"Linn .. Abang minta maaf.." ucap Arta penuh penyesalan
tak ada jawaban disana
Arta tidak mau menyerah ia pun menggenggam jemari mungil itu kemudian mengusapnya lembut sesekali ia cium.
Arta pun menatap alin dengan sendunya
"maafin Abang Lin .. Abang juga gak tau kenapa bisa bisa nya Abang punya rasa kayak gini ke adik Abang sendiri .. "
"tapi Abang gak berdaya semakin Abang tekan rasa ini bukannya berhenti tapi semakin besar maafin Abang .."lirih Arta iya pun menenggelamkan kepalanya di jari alin yang ia genggam
merasakan sesuatu yang basah ditangannya alin pun mulai menarik tangannya ada rasa kasihan dihatinya melihat abangnya itu tapi mengingat perlakuan abangnya itu kemarin sungguh sangat membuat alin sakit hati lebih lagi pernyataan bahwa selama ini abangnya sendiri telah mencintainya itu sangat mengejutkan baginya.
flaceback on
Setibanya sampai dirumah mereka,dengan kasar nya Arta langsung menarik tangan alin untuk masuk kerumah
"bang lepasin tangan alin bang sakit .." ringis alin sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Arta tapi sia-sia
"Abang alin mohon lepasin hikhh sakit bang .. hikhh ..." Isak alin tak tertahan
Arta tak peduli ia tetap menarik alin masuk dan langsung membawa alin kekamarnya
setelah sampai dikamar,Arta pun langsung menghempaskan tubuh alin dikasur,sungguh emosi Arta kini sangat tak terkendali,perasaan marah,kecewa dan sakit hati pun merengguti lorong hatinya Dan ia tidak bisa menahannya.
Arta pun langsung menindih tubuh alin dan menatap nya tajam
"a..bang .." lirih Alin jujur ia sangat takut,ini kali pertama ia melihat api amarah Dimata abangnya itu,ia juga mengerti ia memang salah dan iya sangat menyesal akan itu.
"bang maafin alin hikhh .. "
"minta maaf gak akan cukup .." ucap Arta dinginnya
"berapa kali kamu ngelakuin ini heh .." ucap Arta yang tiba-tiba mengendus leher jenjang alin hal itu sedikit menimbulkan rasa geli dibenak alin
"apa dibayar hah .." ucapnya lagi kini ia kembali menatap tajam alin
mata alin terbelalak mendengar ucapan Abang nya iya tak menyangka Abang nya itu berpikiran sepicik itu padanya
"bang alin gak pernah ngelaku_ .."ucapan alin terpotong
"BOHONG ..." teriak Arta didepan wajah alin hal itu membuat alin memejamkan matanya ia sangat terkejut akan perlakuan Abangnya itu padanya
"bang .. alin beneran gak bohong .. "
"KALAU GITU KENAPA BISA HAMIL HAH .."bentak Arta setelah bangkit dari tubuh alin
"JAWAB ABANG LIN .."
"bang .. hikh .. ini sebuah kesalahan ..hikh .."Isak alin yang kini tengah bersimpuh dihadapan abangnya itu
"kesalahan?.. "Arta terkekeh sinis mendengar ucapan alin
"kalo gitu ..."ucap Arta sambil menatap alin sinis didepannya itu
Arta pun mencengkram kedua bahu alin membuatnya untuk berdiri kini ia dan Alin pun berhadapan lalu ia menatap alin dengan pandangan menyiratkan betapa marah dan kecewanya ia pada adiknya itu.
dan alin pun menyadari akan tatapan itu
ia pun juga sangat membenci dirinya sendiri
"bang maafin alin .." lirih Alin
Arta tak mendengarkan ucapan alin entah setan apa yang merasukinya Arta langsung saja mencium kasar bibir alin
"mmmmhh bang ...lepmm sin ..."ucap alin disela ciumannya
kini tangan alin pun juga berkali kali menepuk dada Arta agar melepaskan tautannya sungguh ia sudah kehabisan nafas saat ini,tapi itu tak didengarkan oleh Arta,dan arta pun semakin memperdalam ciumannya saat tangannya mulai berkeliaran ia pun menghentikan ciumannya .
"apa ini juga kesalahan .. "ucap Arta
masih dengan tatapan tajamnya pada alin
jujur mendengar itu alin sangat terkejut ia tak menyangka Abang nya itu bisa bisa nya menciumnya seperti ini.
"kamu tau gimana kecewanya Abang sama kamu hah .."ucap Arta sambil memajukan tubuhnya pada alin otomatis alin pun memundurkan langkahnya jujur tindakan abangnya ini sangat membuatnya takut,
"alin tau bang,alin juga tau ini kesalahan alin dan akan alin pastikan laki laki itu bertanggung jawab sama alin .."jelas alin disela mundurnya
mendengar ucapan alin barusan semakin membuat Arta marah ia tidak akan membiarkan alin nya dimiliki orang lain sudah cukup kejadian ini membuatnya berkali kali tertampar
akan kenyataan bahwa kesucian adiknya itu direnggut darinya dan kenyataan bahwa adiknya itu telah mengandung anak yang bukan darinya.
"nggak .. Abang gak akan biarin orang itu bertanggung jawab .. "ucap arta dingin
alin pun semakin dibuat bingung jalan pikir abangnya ini
"bang kalau gitu siapa yang akan menikahi alin kalo kaya gini ..."
Arta pun terdiam sebentar lalu ia pun menatap alin
"abang yang akan nikahin kamu .." ucap Arta dingin
alin sungguh tak percaya apa yang dikatakan abangnya itu padanya,abangnya sendiri yatuhan.
"bang itu mustahil .."ucap alin
Arta pun kembali menatap tajam alin
"mustahil apa pun itu Abang gak peduli karena kamu milik Abang,hanya milik Abang karena kamu cintanya Abang .." ucap Arta dan ia pun langsung mengangkat tubuh alin dan membawanya kekasurnya kembali
"Abang butuh pelampiasan dan kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakuin dan sudah buat Abang kecewa.. "ucap Arta telak mendengar itu alin pun tak bisa berkutik
"bang ini salah .." ucap alin
tapi Arta tak mendengarkan ia pun tetap sibuk dengan apa yang ia lakukan saat ini.
demi tuhan alin tidak bisa berbuat apa apa lagi kali ini,ini sangat salah melihat apa yang dilakukan Abangnya itu padanya membuat hati alin sakit berkeping keping ia tak menyangka abangnya itu akan sebejat ini padanya belum lagi alin sedang hamil saat ini,alin pun berdoa semoga malam ini berlalu dengan cepat.
flaceback off
terdengar suara deringan ponsel sontak saja mata alin pun menoleh kearah ponselnya yang tergeletak dinakas samping kasurnya dan deringan itu benar dari ponselnya.
ia pun bangkit dan tak memperdulikan abangnya itu yang tengah menatap nya penuh sesal.
setelah melihat siapa yang menelpon ia pun langsung mengangkatnya
"iya sand ada apa .. "ucap alinn
gue udah didepan rumah nih dari tadi gue bel bel gak ada yang ngeluarin ..ucap Sandra disana
"oke tunggu bentar disana .. "ucap alin
dan panggilan pun terputus
baru alin ingin pergi tiba tiba Arta menahannya
"siapa yang nelpon ?"tanya nya
__ADS_1
alin pun memutar bola matanya malas dengan kasar ia melepaskan genggaman itu dari tangan Arta
"Sandra .. "ucap alin dingin ia pun lansung melenggang pergi dari hadapan Arta
lagi lagi arta pun menatap kepergian alin dengan sendu
"maafin Abang Lin .. "ucap Arta
.....
alin pun membukakan pintu rumahnya nampaklah didepan pintu Sandra dengan senyum cerahnya ia pun langsung memeluk alin erat
"ah lo gak apa apa kan .. ?"tanya nya setelah mengurai pelukan
"iyee gue gak pa apa .."ucap alin sambil memaksakan senyum nya pada Sandra agar sahabatnya itu tak khawatir
"yaudah masuk dulu .." ucap alin pada Sandra
Sandra pun mengangguk
setiba diruang tamu alin pun menatap Sandra
"Lo kapan sih sekolah .. ?"tanya alin sambil melihat pakaian Sandra yang masih biasa itu.
"gue ..? emm kek nya besok deh ? kenapa Lo Mau ikut sekolah..jangan dulu deh kondisi Lo masih lemah gini gue gak bakalan ngijinin Lo .."cerocos sandra bagaimana pun ia sangat khawatir pada alin
alin pun tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya itu
"apa gue berhenti aja ya sekolah .."
ucapnya sendu
Sandra yang melihat itu pun ikut sedih ia pun mendekati alin dan duduk tepat disampingnya
"gimana kalo homeschooling aja .." saran Sandra alin pun terlihat berpikir tiba tiba pandangan sandra pun tertuju pada leher alin yang terdapat ruam keunguan disana yang tidak terlalu besar dan kecil.
"Lin leher Lo kenapa ..? "ucap sandra ia pun mencoba meraih leher alin untuk melihatnya lebih jelas tapi Alin dengan cepat menutupinya
"enggak bukan apa apa kok .."ucapnya gak mungkin alin jawab itu bekas kissmark yang dibuat abangnya karena kejadian semalam
"bohong itu keknya parah Lin .."ucap Sandra ingin melihat leher alin lagi
"engga ini kemarin lebah nyungsep terus gigit leher gue .."ucap alin asal
"bukannya kalo lebah gigit bengkak ..tapi Lo ko enggak..."jawab Sandra seraya mengingat kalau ia pernah mengalami sengatan lebah yang ia tahu itu bengkak dan butuh beberapa hari buat sembuhnya.
"itu lebah nya gigit nya gak terlalu dalem makanya kek gini .."bohong alin
sandra pun akhirnya mengangguk saja
dilain sisi terlihat Arta berdiri tepat diatas tangga mendengarkan kedua wanita itu berbincang,saat mendengar perkataan alin tentang lehernya yang jelas jelas itu bukan sengatan lebah melainkan kissmark darinya.
mendengar apa yang diucapkan alin membuat Arta jadi kesal sendiri bisa bisanya alin nya itu membandingkan kissmarknya dengan lebah.
emangnya sengatan lebah lebih nikmat apa dari pada sengatan gue batin Arta berucap
setelah itu dengan tampang kesalnya Arta pun langsung mengambil kunci mobil dikamarnya
setelah mengambil nya disaat menuruni tangga rumah tiba tiba ia dihadang seseorang sontak saja Arta pun menghentikan langkahnya
"eh ada bang Arta .." ucap Sandra tiba tiba
"iya kenapa san ?"tanya arta walaupun ia malas meladeni Sandra tapi mengingat Sandra adalah sahabat adiknya itu mau tak mau ia pun harus menjaga sikapnya.
"bang mau kemana .."tanya sandra
"mau ketemu temen .." jawab Arta dan ia pun kembali melangkahkan kakinya
dan lagi lagi Sandra pun menghalanginya
"bang cowok apa cewek ..?" tanya nya lagi
Arta pun menghembuskan nafasnya lelah
"Abang pergi dulu jaga alin .."ujarnya tanpa melihat Sandra yang memandang kepergian nya sendu.
alin yang melihat raut sedih diwajah sahabatnya itu tiba tiba meneteskan air matanya ia tau Sandra telah lama memendam perasaan pada abangnya ini,Alin pun dari dulu juga selalu menjodoh-jodohkan Sandra dengan abangnya itu tapi berakhir selalu gagal karena Abangnya itu terlalu cuek dan cenderung masa bodo dengan Sandra.
apalagi saat mengingat kejadian semalam yang masih membekas pada alin,dan melihat wajah sahabatnya itu membuat alin semakin terpuruk ia merasa telah mengkhianati sahabatnya itu.
"maafin gue sand lirih" Alin sambil menyapukan air matanya.
.....
POV Arta
disebuah cafe yang tak jauh dari rumahnya terlihat Arta yang kini tengah duduk menunggu seseorang dengan ponsel ditangannya berkali kali ia berdecak
"ckk ..lama banget sih .. "ucapnya
setelah 15 menit menunggu orang itu pun akhirnya datang
" sorry bro nunggu lama .." ucap seseorang yang tak lain adalah Ares
"Ck lama banget Lo lama lama jamuran gue nungguin lo .." dengus Arta pada ares
"Yee gue udah minta maaf juga .. maafin Napa sih sensian bener Lo jadi laki kek bini aja Lo .."
Arta memutar bola matanya malas meladeni ucapan Ares
"kenapa lagi sih Lo,masalah apa lagi kali ini ..?"
tanya Ares seraya menyeruput minuman punya Arta
"woy minuman gue tuh .. asal embat embat aje Lo .. "kesal Arta sambil mengambil minuman nya yang sudah tak bersisa lagi gara gara dihabiskan Ares
"huaahh ..seger banget .." leganya dengan senyum puasnya setelah menghabiskan minuman Arta
Bukkk
"aduh apa an sih Lo main tabok tabok aja sakit nih.."desis Ares sambil mengelus palanya yang kena tabok an keras dari Arta
"Lo habisin minuman gue .." kesal Arta
"Alah minuman doang pelit amat syii .."dengus Ares ikut ikutan kesal dengan Arta
Arta pun menghela nafasnya pelan ia pun menatap Ares serius
"res gue mau ngomong serius nih sama Lo .."
"apa an serius serius Lo gak niat buat nikahin gue kan .. "gidik Ares kali kali aja ya kan Arta udah belok gitu.
"apa an sih Lo gue masih normal kali .." dengusnya
"kalo gue belok juga gak bakal gue ngejar bentuk laki letoy kek Lo .. "
Ares pun tak percaya mendengarnya
"woahh Lo ngeremehin gua nih .."
"letoy-letoy gini gue bisa mantengin ronde sampai berkali-kali..kuat gua masih Mah .."
ucapnya dengan pedenya
"dih kayak pernah aja .."sindir Arta
Ares pun terdiam mendengarnya jujur ia memang belum pernah melakukannya karena sifat nya yang kadang nyablak itu lah yang membuatnya jarang didekati cewek,pernah ada cewek yang mendekatinya saat itu Ares juga sebenarnya suka tapi entah apa saat itu entu cewek tiba tiba langsung pergi dan meninggalkannya.
ares pernah bertanya kenapa cewek itu meninggalkannya cewek itu bukannya menjawab pertanyaan Ares tapi ia malah menamparnya dan mengumpat dengan segala macam umpatan didepan wajah Ares.
alasannya cuman satu nyablak nya Ares lah jadi alasannya mulut Ares terlalu lemes dan kadang gak bisa dikompromi dan berakhir si ceweknya malu bukan main pada Ares.
back to topic
__ADS_1
Ares tak terima apa yang dikatakan Arta padanya ia pun dengan segera mengelak
"ya ..ya nanti lah setelah gue punya bini .."
"emang ada gitu yang mau sama Lo .."sindir Arta lagi dengan senyum miringnya
"ANJIMM .. banget ni bocah lemes bener gua potong tu mulut Yee .." cukup sudah Arta sungguh sudah menguras emosi Ares kali ini
Bukannya minta maaf Arta malah cekikikan melihat wajah kesal Ares
" Lo kalo nyuruh gue jauh jauh kesini cuman buat nge pojokin gue udah deh mending gue pulang aja .."ucap Ares seraya ingin bangkit dari duduknya sungguh ia sudah mulai lelah dengan Arta tapi dengan cepat Arta menahannya.
"eh udah duduk aja dulu .."
"ngambek an bener si Lo kek cewek aja .."
Ares mendengarnya pun memutar bola matanya malas
"yaudah Lo mau ngomong apa sama gue .."
Arta pun mulai menatap Ares serius
"Alin hamil ..." ucap Arta
"dan gue butuh bantuan Lo buat nyari siapa yang ngehamilin adik gue .. "ucapnya lagi
Ares mendengarnya pun tak terlalu terkejut karena memang ia sudah tau masalah itu,ia hanya pura pura saja tidak tau ia juga sudah menduga sehabis pulang Arta kemarin cepat atau lambat Arta akan tau juga tentang Alin.
dan kini dugaannya benar Arta sudah tau dan iya juga tau sahabatnya itu akan meminta bantuannya seperti ini minta carikan siapa laki-laki yang menghamili adiknya tersebut.
Ares pun ikut menatap serius Arta
"sebelum Lo tau ini si Angga udah minta bantuan gue buat nyari tu laki .."
bagaimana perasaan Arta saat ini tentu saja kaget hanya ia yang ketinggalan berita ini
"kenapa gak ada yang bilang sama gue .." emosi Arta pun mulai bangkit lagi.
dengan santai nya Ares berucap
"gak ada waktu.. gue saranin lebih baik Lo langsung tanya Angga aja temen adik Lo dia yang lebih tau soal ini masalah tuh cowok udah ditemuin ini juga dia udah dikurung di markas .." ucap Ares
Arta pun memijit pangkal hidungnya sungguh iya tak menyangka apa yang didengarnya ini
jalan satu satunya iya harus tanya pada Angga dan juga ada sedikit kelegaan dihatinya mendengar cowok itu dikurung dan ia tak sabar untuk menyiksanya saat di markas nanti mengingat apa yang dilakukan cowok itu bisa bisa nya itu cowok merenggut sesuatu yang jelas jelas miliknya dan Arta pastikan cowok itu tak akan aman dari kemarahannya nanti.
....
setelah pertemuan mereka tadi Arta dengan cepatnya langsung menghubungi Angga dan untung saja Angga langsung mengangkat panggilannya dan setelah memberitahu dimana keberadaannya Arta pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit Angga dirawat.
setibanya dirumah sakit Arta pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamar inap Angga
"123,125.. ah ini dia 127... "
tepat didepan pintu kamar inap Angga Arta pun menghembuskan nafasnya sejenak kemudian ia pun memegang kenop pintu itu dan langsung membukanya
ceklek
suara pintu terbuka pun terdengar mata Arta pun tertuju pada Angga yang sibuk dengan ponselnya tidak hanya Angga disana tapi beberapa teman teman angga juga ada yang juga terlihat sibuk dengan ponsel mereka mendengar bagaimana mereka berbicara dan sesekali berteriak Arta yakini para bocah itu tengah bermain game.
yeah **** woy gen kesini woy jangan disana bantuin gue Napa..
Double kill ...
triple kill..
savage ..
ANJIMM banget gue tong hehe ..
woy ngga kesini woy ..
bentar elah ..
dan masih banyak lagi keributan para bocah itu yang Arta dengar.
karena cukup lama terdiam Arta pun mendehemkan suaranya cukup keras hal itu berhasil membuat para cecunguk itu mengalihkan pandangan mereka padanya
"lah bang udah Dateng lo .. "ucap Angga ia pun bangkit dari ranjangnya dan memeluk sekilas Arta
"gimana kabar Lo bang setelah pulang dari Hongkong .."tanya Angga basa basi
bukannya menjawab pertanyaan Angga
Arta pun malah menatap datar Angga
"gue kesini bukan basa basi sekarang bisa ceritain gue tentang apa yang terjadi sama alin .. "ucap Arta telak
Angga pun menghela nafasnya mendengar itu
ia pun tersenyum sekilas
"yaudah duduk dulu bang.." ucap Angga sambil menunjukan sebuah sofa didepannya Arta pun mengangguk dan ia pun mulai mendudukan dirinya disana
mata Angga pun tertuju pada sahabatnya yang dari tadi memperhatikan mereka
"Lo pada pulang aja gih .. " usir Angga
karena para sahabatnya itu mengerti mereka pun mengangguk saja mereka tau yang didepannya ini abangnya alin walaupun mereka jarang bertemu tapi tetap saja melihat wajah keseriusan di wajah Arta membuat mereka paham ini privasi.
"yaudah kita pulang dulu.." ucap Juan sambil menepuk pelan bahu Angga dan diikuti yang lainnya.
setelah kepergian mereka Angga pun mulai menceritakan apa yang terjadi 1 bulan yang lalu pada alin dan dirinya.
"Bangsat..." umpat arta
bughh ...bughh ..
next capter
.
.
.
.
hehe gimana semoga gak ngebosenin sih ..
penasaran gak apa kelanjutannya
sama aku juga hehe ..
oh iya disetiap capter aku bakal terus kasih bonus visual visual mereka ya ..
tapi kalo gak suka kalian bisa ngehaluin siapa aja yang menurut kalian cocok buat karakter karakter dalam cerita ini ..
yaudah deh ini dia
bang Arta
cocok gak sih kalo Dia yang jadi abangnya..ðŸ¤ðŸ¤
ini Ares nih .. hihi
gimana dilihat letoy gak dia 😆😆
jangan lupa like,coment ..
__ADS_1
see yo papay..