
suara tangisan terdengar menggema malam itu setelah mengetahui kenyataan pahit tentang kedua orang tuanya,Clara masih tak percaya dengan apa yang dilihat dan di dengarnya saat ini.
menggelengkan kepalanya berulang kali dan berpikir semua itu hanya mimpi dan jika itu benar tolong cepat bangun kan Clara dari mimpi buruk ini sungguh ia tak akan sanggup menghadapi kenyataan ini.
para keluarga melihat betapa terpuruk nya anak dari saudara mereka itu pun juga kasihan dibuatnya begitu juga bunda Hana yang memang sudah berada disana ingin sekali ia merangkul tubuh Clara tapi ia juga merasa tidak sanggup karena ia juga merasa sangat kehilangan akan sahabat satu satunya itu.
di lain sisi angga yang memang dari tadi memang belum pulang dari tadi yang ia lakukan hanya memperhatikan Clara yang ada didepannya,perasaan Angga pun sama ia juga sedih tapi mungkin sedih nya itu tak seberapa dibanding Clara yang mengalaminya langsung.
memang mayat kedua orang tua Clara belum ditemukan tapi melihat dari berita tentang pesawat airxxxx menuju Paris yang dinyatakan semua penumpang tewas membuat semua keluarga Clara pun harus menerima kenyataan bahwa sebagian dari keluarga mereka yang juga kebetulan ikut perjalanan menggunakan pesawat itu telah tiada.
Tante Sarah tepatnya adik dari mama Mia pun mendekati Clara yang terlihat putus asa itu ia juga sangat terpukul akan kehilangan Kaka perempuan satu satunya,tapi ia pun harus terlihat kuat demi keponakannya itu.
"Clara ..." panggil Tante Sarah lembut
Tante Sarah memaklumi akan keterpurukan Clara saat ini karena tak menjawab panggilannya
ia pun kembali memanggil Clara dan tepat didepan Clara Tante Sarah pun ikut bersimpuh berhadapan dengan Clara,mata Clara yang sedari tadi memang selalu basah kini menatap Tante nya yang berada didepannya itu
"Tante.. ini semua bohongkan ?"tanya Clara walaupun itu semua memang benar tapi Clara masih menganggap nya itu hanya sebuah candaan yang keluarga nya buat untuknya
Tante sarah tak kuat menatap mata kesedihan itu ia sungguh tak sanggup sampai sampai ia harus memiringkan kepalanya untuk tak menatap mata itu dari keponakannya.
menetralkan hati dan otaknya Tante Sarah pun menoleh kan kepalanya menyanggupi hatinya menatap mata itu
"Clara sayang kita harus kuat sayang bukan kamu aja yang kehilangan tapi kita semua disini pun juga ikut kehilangan.."
"dan Tante..._ "ucapan Tante Sarah terhenti matanya membola menatap Clara yang didepannya kini tengah bangkit dan terlihat menatap tajam semuanya
"enggaakk itu semua bohong papa mama gue masih idup dan gue gak bakalan percaya sampai gue liat langsung mayat mereka .." terdengar nada kemarahan disana
setelah mengucapkan itu Clara pun langsung berlari melenggang pergi dari rumahnya
"angga kejar Clara nak ... "seru bunda Hana ia memang sudah tau anaknya itu disini
mendengar perkataan bundanya angga pun mengangguk cepat dan langsung mengejar Clara yang kini belum terlalu jauh dari pandangannya.
"Clara .. "panggil Angga disela kejar nya
namun rupanya memang Clara mengetahui Angga mengejarnya ia pun semakin mempercepat larinya otomatis Angga pun ikut mempercepat kejarannya pada Clara ditengah lalu lalangnya pengendara mereka pun terlihat saling kejar mengejar.
tepat dijalan Clara yang ingin menyebrang jalannya tak melihat sebuah mobil didepannya yang terlihat melaju dengan kencang,Angga yang melihatnya membola Kan matanya dengan sekuat tenaganya ia berlari dan menarik Clara dengan kencang untuk menyelamatkannya.
"aghhhhhhhhhhhh .. "teriak Clara karena tarikan Angga yang sangat kuat kini ia dan Clara pun terpental ketanah mata Clara yang sebelum nya terpejam pun akhirnya terbuka melihat siapa didepannya ini membuatnya tiba tiba merasa bersalah bagaimana tidak Angga yang telah menyelamatkannya dan kini terlihat ia tengah meringis kan sesuatu
"Angga Lo gak papa .." tanya Clara tepat didepannya wajah Angga karena posisi mereka yang cukup intim ini membuat Clara sedikit gugup dan merasa bersalah ia pun segera bangkit dari atas badan Angga
kemudian ia membantu angga untuk mendudukan dirinya.
"Ishhh .." ringis Angga mata Clara pun tertuju pada siku Angga yang terlihat mengeluarkan banyak darah disana
"Angga siku lo berdarah ..?"terdengar nada kekhawatiran disana
"Lo gak papa ...?"tanya Angga balik
Clara pun dengan cepat menggeleng tiba tiba air matanya pun kembali menetes
"maafin gue gara gara gue Lo kayak gini .." jelas Clara disela tangisnya.
Angga mendengar apa yang diucapkan Clara Langsung menggelengkan kepalanya.
"ini bukan salah Lo .."dengan tatapan lembutnya ia mencoba meyakinkan diri clara
"engga ngga gue yang salah, maafin gue hikh .."
kekeh Clara
menghelakan nafasnya
"oke Lo yang salah .. "ujar Angga
"Lo merasa bersalah kan ..?" tanya Angga
Clara mengangguk pelan
tatapan Angga terlihat lembut tapi ada ketegasan juga disana
ia berlalu meraih kedua tangan Clara dan membiarkan rasa sakit dikedua sikunya hanya untuk menggenggam tangan Clara
"Clara .. "panggil Angga lembut
"kalo Lo merasa bersalah..gue minta sama Lo jangan ngelakuin hal kayak gini lagi .. kalau ini terjadi dan sampai Lo kenapa Napa gue gak bakal bisa maafin diri gue sendiri ..
"Clara gue tau perasaan Lo saat ini .."
mendengar itu Clara langsung melepas genggaman nya dari Angga
"Lo tau apa ngga Lo tau apa .. "
"Lo gak bakalan bisa ngerasain gimana rasanya kehilangan orang tua Lo sendiri hikh.."
"lo mudah ngomong gitu karena orang tua Lo masih ada .. lah gue .. mereka udah nggak ada walaupun gue belum yakin mereka mati tapi tetep aja denger semua bilang orang tua gue gak ada Lo tau rasa nya ngga ... "
"sakit ngga sakit banget .. "lirih Clara sambil menunjuk dadanya
Angga hanya terdiam dan menatap Clara sedih
sungguh Angga memang merasakannya Angga pernah kehilangan orang yang paling berarti dalam hidupnya dan ia tau bagaimana rasanya.
"Clara .." lirih Angga
terlihat Clara yang tengah menghapus sisa air matanya kemudian ia menatap angga yang memanggilnya
matanya kembali menatap kedua siku Angga yang masih berdarah itu lalu ia bangkit
"Lo bisa berdiri .. "tanya Clara
Angga pun terdiam dan malah menatap Clara dalam merasa akan tatapan itu Clara kembali menghela nafasnya dan membantu Angga untuk bangkit dan benar rupanya Angga memang meminta Clara untuk membantunya
untung saja Clara adalah orang yang peka'an
clara pun segera mengalungkan lengan Angga dikepalanya
"aghhh .. "ringis Angga karena Clara tak sengaja menekan luka disikunya saat mengalungkan tangannya
"maaf .."ucap Clara merasa bersalah tepat didepan Clara Dan Angga berada ada sebuah taksi disana Clara pun segera melambaikan tangannya memberhentikan taksi itu
setiba nya sampai Clara dengan pelan segera memasukan Angga kedalam taksi itu dan ia pun ikut masuk juga
"kemana non ..?" tanya sang supir
"gedung apartement xxxx"
bukan Clara yang menjawab melainkan Angga
"nggak pak kita ke apotek dulu .". ucap Clara
"nggak pak langsung keapartement aja .." jawab Angga tak mau kalah
Clara melototkan matanya pada Angga
"Lo luka ngga .. "
"iya gue tau .. "
"yaudah nurut aja kita ke apotek dulu .. "
"gak usah di apartement juga ada obat obatan .."
mendengar apa yang diucapkan Angga Clara pun terdiam,dan pasrah saja
"pak ikutin apa mau cowok disebelah saya aja .." lelah Clara pandangan nya pun beralih ke jendela mobil
Angga yang melihat itu pun tersenyum sendu
__ADS_1
...
Setiba nya di apartement Angga Clara pun dengan pelan membantu Angga untuk berjalan
disela jalannya tiba tiba Ares dan para sahabat Angga pun bergerombongan menghampiri keduanya
"ngga Napa lo .. ?"tanya juan mewakili para sahabatnya
"Lo pada ngapain si disini .. pulang Sono .."ujar Angga kesal
semuanya pun mengerutkan alisnya pada Angga bukan kah Angga yang menyuruh mereka kesini
"lah Lo pikun apa gimana sih .. "ucap Ares
Lo pada pulang aja Sono .. pulang pulang .. seru Angga lagi yang ia butuhkan saat ini hanya ingin berdua'an dengan Clara
Clara yang mendengar ucapan Angga seketika itu memutar bola matanya malas mata nya pun tertuju pada Ares
"kak .. " panggil Clara
"Lo manggil gue ..?" tanya Ares sambil menunjuk dirinya sendiri
"siapa lagi .."terdengar nada kekesalan disana
Ares pun mengangguk
"ngapa ..?" tanyanya
"Ambil alih Angga gue mau ke suatu tempat .." ucap Clara
Baru Ares ingin mengambil alih Angga dengan cepat Angga menepis tangan Ares ia pun berlalu menarik tangan Clara yang hendak pergi itu
"kemana ...?" tanya Angga ada nada cemas disana.
"lepasin gue .. "ucap Clara sambil melepas tangan Angga paksa
"Ishhh .." desis Angga karena merasakan sakit dikedua sikunya karena Clara yang melepas tangannya itu agak kencang
mata Clara pun melotot saat melihat kesakitan diwajah Angga
"maaf maafin gue ... "ujar Clara ia lupa bahwa siku Angga tengah luka saat ini
entah kenapa Angga semakin mengeraskan suara kesakitan nya hal itu membuat Clara semakin panik
Angga kerumah sakit aja ya biar diobatin .. ucap Clara dengan khawatirnya
angga pun menggeleng
"di apartement aja Ishhh .. "desah Angga sambil melebih lebihkan ekspresi kesakitan nya
disisi lain para sahabatnya itu yang dari tadi memperhatikan pun memutar bola matanya malas akan tingkah lebay nya sahabat mereka yang satu itu
apa an luka gitu doang ..
ngapain sih lebay banget..
pengen banget gua tabok tu luka ...
orang bucin ya gitu ..
dasar bocah alay ..
ucap batin mereka yang melihat tingkah Angga didepan mereka
tiba tiba Genta pun menepuk bahu Clara pelan disana ia menatap Clara lembut
"claa .. " panggilnya
mata Angga melotot melihat tatapan Genta pada Clara ingin sekali ia melepaskan tangan Genta di bahunya Clara tapi jika itu terjadi bisa gagal akting yang ia buat dari tadi
"aaaghhh .. sakit banget .." desis Angga lagi kali ini ia terlihat sengaja menaikan oktaf suaranya sontak pandangan Clara yang tadi tertuju genta pun langsung kembali kearah Angga
"ngga .." cemas Clara lagi
tiba tiba Genta mendekat kearah Clara dan membisikan sesuatu padanya dengan mata yang masih tertuju pada angga.
Angga yang melihatnya pun semakin kesal
setelah selesai membisikan sesuatu genta pun berujar pada para sahabatnya itu
"ayo kita pulang aja .." seru Genta dengan pandangan yang masih tertuju pada Angga ia terlihat menahan tawanya tapi berusaha untuk tetap tenang
para sahabat yang mendengar ucapan Genta pun akhirnya mengangguk
"Cla jaga angga ya .." ujar juan
"Lo jangan biarin dia sendiri tu anak kalo sendiri mainnya aneh aneh .." ucap daniel ikut ikutan
mendengar ucapan Daniel clara pun mengerutkan alis nya tidak mengerti
"gak usah di paham kata katanya udah Lo bawa sono masuk tu bocah .. "ujar Ares tak lama mereka pun melenggang pergi dari sana.
....
kini clara pun tengah berada disofa nya Angga sambil mengobati luka luka ditubuh Angga ternyata bukan hanya disiku tapi disekitar kaki Angga pun juga terluka pantas saja Angga tadi sedikit sulit berjalan
"ishh .." desah Angga saat Clara mengobati sikunya
"sakit banget ya .. ?"tanya Clara
angga pun mengangguk lucu
"maafin gue yaa .. "
"gak usah minta maaf .." jujur Angga mulai malas mendengar kata maaf dari mulut Clara jika setelah ini Clara berucap seperti itu lagi Angga pastikan bibir manis itu akan jadi tempat kekesalannya sekaligus kenikmatannya.
"tapi ngga kalau gue gak nyeberang jalan Lo nggak akan kaya gini .. " ujar clara lagi
Angga pun berdecak malas mendengar itu
"udah lah gak usah diungkit lagi yang penting gue gak sampe masuk rumah sakit kann .. "
"iya tapi tetep aja gue salah ma.._ "
cup ..
Clara melototkan matanya akan perlakuan Angga yang tiba tiba padanya
"masih mau minta maaf lagi .. "terdengar nada berat disana
"ma.._"
cup ..
"Angga.._ "
cup ..
clara dengan cepat menjauhkan dada Angga yang ada didekatnya itu
pipinya sangat memerah kali ini ia malu tidak sangat malu yang ia lakukan hanya menundukan kepalanya tak mau menatap Angga yang memang dari tadi masih memperhatikannya.
Angga pun jadi terkekeh melihat wajah memerah Clara yang menurutnya sangat menggemaskan itu,ia pun kembali mendekatkan dirinya pada clara
clara yang merasa Angga mendekatinya pun sontak dengan cepat bangkit dari duduknya tapi Angga dengan cepat menariknya Dan mendudukan Clara tepat dipangkuannya
lagi lagi clara dibuat terkejut akan perlakuan tiba tiba Angga Clara pun mencoba bangkit dari pangkuan angga tapi Angga dengan cepat menahannya dengan tangannya yang kini melingkar sempurna di pinggang Clara
clara pun tak tau lagi harus bagaimana ingin kabur tapi tak ada celah untuk nya kabur
"Angga le...lepasinn.." terdengar nada gugup disana
Angga mendengar itu pun terkekeh sambil menggeleng lucu disana
__ADS_1
Clara melihat itu semakin resah bagaimana caranya untuk lepas dari Angga pikirnya
"mau apa .. ?"tanya Clara pada Angga yang memang tengah memandanginya dalam
Angga semakin mempereratkan pelukan tangannya di pinggang Clara sontak saja tubuh Clara kini semakin menempel di dadanya Angga
"gue mau ..."
suara berat Angga membuat bulu kuduk clara merinding pikiran Clara sudah tak terkendali lagi ia sudah berpikir yang tidak tidak saat ini
Angga yang merasakan ketegangan di diri clara pun tersenyum sekilas ia pun dengan pelan mengendurkan pelukannya tangan sebelahnya pun terangkat dan mengelus pelan pipi lembut itu
"gue mau Lo gak usah minta maaf lagi ..."
"tapi itu emang salah gue .."
Angga kembali menghela nafasnya Clara memang keras kepala pikirnya
"yaudah Lo salah tapi jangan minta maaf lagi kalo Lo bilang gitu lagi gue pasti'in lo gak akan aman malam ini .." ucap Angga
glekk
setelah mendengar ucapan Angga Clara dengan cepat mengangguk ia takut angga akan macam macam padanya pilihan yang baik adalah menuruti ucapannya ia turuti saja pikir Clara.
"masih mau disini .. "goda Angga sambil melihat Clara yang masih terduduk di pangkuannya
sadar dengan apa yang diucapkan Angga Clara segera bangkit dari pangkuan itu dengan wajah yang lagi lagi memerah
Angga terkekeh melihat salah tingkahnya gadisnya ini
"ngapain senyum senyum .. "Dengus Clara dengan wajah memerahnya
"enggak Lo tambah cantik gue jadi pangling .. "
bluushh
lagi lagi pipi Clara memerah ia pastikan wajah nya ini sama seperti kepiting rebus
"Angga gak usah gombal .."ucap Clara
"gue gak gombal emang beneran kok .."
"Lo emang tambah cantik kalo lagi malu gini .."
"andai aja gue dikasih kesempatan nyium Lo lagi .."ujarnya sambil menerawang keatas menghalu berciuman panas dengan clara.
nikmat banget .. ujarnya dengan senyum tak jelas disana
Clara yang jadi barang haluan Angga pun tak terima mengambil bantal disampingnya dan dengan kasar memukul wajah Angga
"makan tuh halu makan tuh halu .. "kesalnya
"aduh duh .. sakit duh .." ringis Angga
setelah menjauhkan bantal dari wajah nya Angga pun dibuat terkejut melihat Clara yang berjalan menjauh darinya
"Clara mau kemana .. "teriak Angga
"kamar mandi .." jawab Clara
kamar mandinya dikamar gue ..teriak Angga
"yaaa ..." jawab Clara yang Angga pikir telah sampai dikamarnya itu.
....
disisi lain
terlihat keluarga Clara yang masih berada dirumah Clara pun yang kini tengah terdiam bersamaan diruang tamu
masalah bunda Hana pun sudah pulang dari tadi dan kini hanya tertinggal keluarga dari papa Arya dan mama Mia saja
cukup lama mereka terdiam
tiba tiba salah satu diantara mereka pun bersuara
"ada yang tau dimana Clara sekarang .. "
tak ada jawaban disana
tiba tiba Tiya pun mengangkat bicaranya
"Kaka Clara dirumah kak Angga om .. "ujarnya
"maksudmu Angga anak Hana ... ?"tanya Tante Farah istri dari om Juna
Tiya pun mengangguk
"iya sekarang ia aman aja sama Angga .."ucap Tante Sarah
semuanya pun akhirnya bernafas lega mendengar itu
"terus bagaimana dengan perusahaan kakak ..
kalau tak ada yang meneruskannya itu bakal menjadi masalah nantinya .. "
"kalau sekarang kita serahkan pada Clara itu apa tak terlalu cepat Clara masih sekolah dan aku gak tega buat dia mengurus tanggung jawab ini sendirian apalagi dengan kondisinya masih seperti ini .. "ujar Tante Sarah
tiba tiba pandangan semuanya pun tertuju pada orang yang baru datang
"biar aku yang mengurus nya untuk sementara sampai Clara siap .. "ucap seseorang yang tak lain adalah fans adik bungsu dari papa Arya
"fans .. "ucap semuanya
"biar aku yang mengurusnya sementara Dan sementara itu juga aku yang akan mengurus Clara .."
"kamu yakin ..?" tanya om Juna ia sedikit ragu dengan adik bungsunya itu ditambah lagi fans dan Clara cukup tak akur.
"iya aku yakin kak .. "
"baiklah kalo kamu yakin kami harap kamu bisa ngejaga Clara dengan baik nantinya .."ucap om Juna mewakili semuanya
fans pun mengangguk setelah mendengar itu.
....
disisi lain Clara setelah keluar dari kamar mandi Angga clara terkejut melihat Angga yang tiba tiba sudah ada didepannya
"kenapa ?" tanya Clara pada Angga
"nih ada yang nelpon Lo .." ujar Angga sambil menyerahkan ponsel itu pada Clara
Clara pun segera mengambil ponselnya itu dari tangan Angga
kening nya mengerut melihat nama siapa disana dengan segera ia mengangkat panggilan itu
"halo ... "
"APAA ... "teriak Clara
next capter
.
.
.
.
apa pendapat kalian tentang part ini .. hehe
aku diam aja deh ..
__ADS_1
maksih udah baca 🤗 semuanya