
Bunda Hana tak bisa menahan kemarahannya kepada putra sulungnya itu setelah pulang beberapa menit lalu ia mencari Clara dirumah namun gadis itu tak menampakan batang hidungnya sampai ia mendapati Angga dikamar tempat Clara tidur semalam Hana melihat putranya itu tengah melamun sambil mengenggam sebuah kertas disana Hana yang penasaran langsung saja menghampiri angga tapi sebuah kotak pink didekat Angga berada menarik perhatiannya ia mengambil kotak itu dan matanya langsung melotot tak percaya ia mengambil semua foto foto itu dan melihatnya dengan hati hati.
Angga yang menyadari bunda nya datang pun langsung mendongak matanya ikut melotot menatap bundanya yang tengah melihat isi foto itu bahkan sudah berada dikedua tangannya seketika Angga menjadi panik
"Bunda .. ini enggak seperti yang Bun..._"ucapan Angga terpotong
PLAKKKKKK ...suara tamparan menggema dikamar itu
bahkan wajah Angga sampai tertoleh kesamping bisa kalian yakini seberapa kencangnya tamparan itu.angga memegang pipi bekas tamparan Hana bundanya ia tak berani menatap bundanya ia memang salah namun itu semua tidak seperti yang ia inginkan Angga hanya dijebak.
"Bunda gak pernah ngajarin kamu buat nyakitin perempuan Angga .. "ujar bunda nada nya terdengar lirih namun akan serat kekecawaan disana
Angga hanya menundukan kepalanya.dengan tubuh yang bergetar Angga mendekat mencoba meraih tangan bundanya tapi Hana segera menjauhkan tangannya.
"Maafin Angga bunda .." dan hanya itu yang keluar dari mulutnya. Angga ingin mengatakan semuanya tapi lidah Angga Kelu ia tidak punya bukti untuk membela dirinya sendiri
Bram yang baru datang menatap heran istri dan anaknya
"Bunda .. "panggil ayah bram pada sang istri
Baru Bram ingin mendekat namun Hana sang istri langsung saja menjauh dari mereka keluar dari kamar seraya menghapus air matanya
Bram berlalu menatap sang anak
"Angga bisa jelasin ini semua kenapa bunda kamu tiba tiba menangis seperti itu ..." Terdengar nada tajam disana
Angga mendongakan kepalanya matanya sudah memerah menahan tangis ia berjalan dan memeluk sang ayah
"Yah Angga gak bersalah ini semua jebakan .." cicit angga dipelukan brams brams pun menghela nafasnya ia melepas pelukan sang anak dan melangkahkan kaki kearah pintu kamar.Brams menutup pintu kamar dan kembali menghampiri Angga lalu menuntunnya untuk duduk ditepi kasur begitu pun juga dirinya
"Bisa jelaskan tentang ini ..."ujar ayah brams sembari menunjukan beberapa foto itu kearah Angga dengan pelan Angga pun mengangguk ia berdehem dan mulai menceritakan kejadian beberapa malam yang lalu kepada brams ayahnya.
"......"
Setelah menyelesaikan ceritanya Angga kembali menatap ayahnya penuh harap
"Ayah percaya kan sama Angga ..."
"Angga gak pernah ngelakuin itu .."
"Angga gak mungkin main belakang .."
"Ayah tau kan gimana cinta Angga sama Clara sampai mau mati rasanya .."
Jelas Angga sungguh sungguh berharap ayahnya itu percaya padanya.
Brams terdiam kemudian terkekeh geli menatap anaknya
"Ayah ngapain ketawa Angga serius yah .." sungut Angga mulai jengah
"Iya iya ayah percaya bucin banget sih kamu .." ujar brams melihat anaknya begini brams jadi teringat masa masa dirinya mengejar Hana dulu Angga memang duplikatnya .
Wajah ayah brams berubah serius
"Tapi walaupun kamu gak melakukan itu dengan sengaja.._"ucapan brams terpotong
"Emang gak sengaja yah lebih tepat nya dicium orang bukan Angga sendiri yang cium.. ayah tau kan anak ayah itu tampan dan penu_" ucapan Angga terpotong
"Mau ayah bantu gak .." Dengus brams mulai kesal
"Mau yah mau.." ujar Angga mengangguk semangat 45.
"Diem jangan sela ucapan ayah .." ujar brams tajam
Angga mengangguk menurut.
"Ayah bantu doa aja ..."
"Kalo gitu ayah pergi gerah.. mau mandi .."Lanjutnya seraya bangkit dari duduknya Dan keluar dari kamar itu.
Angga mendengar itu melongo apa apa an ini pikirnya
Bantu doa yang bener aja batin Angga terperangah tak percaya
Disisi lain brams yang berjalan meninggalkan anaknya itu pun seketika dibuat terkekeh
"Ayahhh ....... "Teriak Angga
Brams kembali terkekeh dan berjalan menuju pintu kamar tapi sebelum ia membuka kenop pintu kamar brams menolehkan kepalanya kebelakang tepatnya kearah angga
"Ayah rasa kamu udah dewasa dan bisa selesaikan masalah kamu sendiri .." ujar brams dengan senyum tipisnya sembari menutup pintu kamar,Meninggalkan angga yang termenung akan ucapan ayah nya
_________
Clara tidak tau ia harus kemana ia menatap keluar jendela mobil taksi yang ditumpanginya dengan pandangan kosong,hati Clara hampa mengingat Angga yang kembali menyakitinya mata nya kembali bersimbah air mata tapi dengan cepat Clara menghapusnya ia tak mau menjadi wanita lemah hanya karna disakiti seorang laki laki
"Cowok itu sama aja.." gumam Clara
"Kenapa non .. "ucap supir didepannya seraya menatap clara sekilas dari kaca spion didepannya.
Clara menatap supir taksi kemudian menggeleng pelan
"Gak papa pak jalan aja terus.." ujar Clara
"Baik non .. "ujar supir taksi itu kemudian kembali fokus kejalan nya
__ADS_1
Clara membuka ponselnya tujuan nya kali ini ingin kerumah Sandra namun teman nya itu sangat susah dihubungi clara ingin menghubungi Mel tapi tertunda karna sebuah panggilan masuk disana
Raka calling ...
Kening Clara mengerut melihat panggilan itu benar juga sudah lama Clara tak berhubungan dengan cowok itu,Clara pun segera menekan tombol hijaunya
"halo .."ucap Clara memulai
Clara Lo dimana sekarang ...
Kening Clara mengerut mendengarnya
"Buat apa Lo tau .."
Gak papa sih gue cuman kangen ..
Clara mendengar itu memutar bola matanya malas gak penting banget dumel Clara dalam hati
"Udah ..."
Belum belum ..
Sebenarnya gue hubungin Lo cuman mau tau kabar Lo aja Lo baik baik aja kan .. terdengar nada khawatir diseberang sana
Clara speechless mendengarnya apa Raka begitu mengkhawatirkannya
"Iya gue baik baik aja ..."
Terdengar hela an nafas diseberang sana
Gue khawatir Lo kenapa Napa ..
Besok Lo udah sekolah gak ?..
Clara terdiam benar juga sudah hampir sebulan dirinya tak sekolah dan sebentar lagi ia akan menghadapi ujian semester clara jadi was was bagaimana dia nanti secara dia terlalu banyak meninggalkan pelajaran kemarin.memikirkan itu Clara jadi pusing ia menggelengkan kepalanya pelan lalu menjawab ucapan raka
"Mungkin "ucap Clara walaupun agak ragu.
Oh gitu yaudah kalo Lo minta jemput hubungin gue aja biar nanti gue jemput Lo ..
"Hmmm "
Yaudah gue mati in ya ..
"Hmmm."
Claa ...
"ya.."
Clara mematung mendengarnya apa Raka tau masalahnya tapi dari siapa?
Belum sempat Clara menjawab ucapan Raka.
Raka lebih dulu mematikan ponselnya
Clara termenung menatap ponselnya kenapa diwaktu sedih dan terpuruknya harus Raka yang datang kenapa tidak angga mengingat Angga membuat hati clara sakit lagi Clara menggelengkan kepalanya
"Pak jalan suaka no 2 komplek A ... "Ujar Clara iya Clara akan pulang kerumahnya tidak ada tempat yang aman dari rumahnya sendiri biarpun nantinya ia akan tinggal sendiri Clara tidak apa apa toh dirinya sudah biasa ditinggalkan.
_________
Sesampai dirumah setelah keluar dari taksi Clara pun menyiapkan dirinya untuk masuk kerumah bagaimana pun rumah ini banyak menyimpan kenangan bersama kedua orang tuanya dan Clara harus kuat mulai sekarang Clara akan belajar mengikhlaskan walaupun sulit Clara harus mencobanya tidak mungkin ia harus terus terusan terpuruk ia akan membuktikan kepada kedua orang tuanya jika dirinya adalah anak yang kuat seperti pesan mamanya dulu
Clara harus jadi anak yang kuat gak boleh lemah apapun yang terjadi nanti clara harus tetap tegar jangan biarin rasa sakit menghancurkan hidup kamu sayang ..
Dan ucapan mamanya itu selalu ia ingat dan waktunya Clara menerapkan nasehat itu.
"Clara janji mah akan jadi anak yang kuat buat mama sama papa .."gumam Clara ia pun berlalu memasuki rumah tapi sebuah suara mobil pun membuat Clara mengalihkan perhatiannya belum lagi seseorang yang keluar dari mobil dengan gaya kelewat cool ya itu.
mata Clara terbelalak melihatnya laki laki yang berdalaman kaos putih dipadukan jaket denim sebagai luarannya serta celana jins yang sedikit robek dibagian lutut membuat laki laki itu mencolok Dimata Clara apalagi saat laki laki itu membuka kacamatanya
"Om fans ... "Panggil Clara tak percaya
Pria yang dipanggil fans itu pun membuka kacamata yang bertengger di hidung mancungnya tiba tiba seringai an pun terbit dibibirnya
"Your beautiful persis seperti Mia .. "gumam Hans pelan menatap Clara yang tak jauh dari tempatnya berada
Hans berjalan menghampiri Clara namun tiba tiba Clara berlari kearahnya dan menubruk dada bidangnya
"Om udah sehat om baik baik aja kan? gue khawatir om .. "cicit Clara ia mendongak menatap wajah tampan pamannya
Hans berdehem kemudian melepaskan pelukan Clara di pinggangnya
"Gue baik baik aja .."ucap Hans dingin
Clara mengerutkan keningnya mendengar ucapan tak biasa omnya
"Gue.." beo Clara heran
Hans yang sadar pun langsung berdehem apa ia salah kata?
"Aku gak papa .."ujar Hans lagi
Clara semakin mengerutkan keningnya heran
__ADS_1
"Aku .." beo Clara lagi
Hans berdecak apakah ia salah lagi dalam mengambil kata ingin sekali ia memukul orang saat ini.ini juga memang salahnya tidak mengawasi fans jadi ia tidak tau persis bagaimana sifat dan gaya bicara kembarannya itu pada keponakannya ini.
Tiba tiba sebuah tangan lembut menyentuh keningnya
Hans menjauhkan wajahnya dari tangan yang sempat menyentuh kulitnya itu.
"Semenjak om sadar dari koma om emang aneh ya .. "ujar Clara
Aneh batin Hans heran.
"emm wajar aja sih emang bisa gitu kalo orang setelah bangun dari koma kadang gaya bicara sama tingkahnya buat orang mikir dua kali kalo orang itu waras.." ucap Clara dengan raut wajah kasihan nya
Mata Hans melotot apa katanya kalo orang itu waras jadi secara tidak langsung Clara menganggapnya gila begitu?
"Gue gak gila .. "ujar Hans dengan wajah kentara sebalnya
Clara terkekeh kemudian mencubit sebelah pipi sang paman
"Om kok bisa jadi gemes gini untung om itu om nya gue kalo enggak .. udah gue jadi in gebetan lu .."ujar Clara dengan bibir yang berkedut lucu kemudian ia berjalan menuju pintu rumah mendahului Hans ia sedikit lega karna om nya kembali jadi ia tidak lagi sendirian kan?
Hans mendadak diam ditempat mendengar ucapan Clara dan isi otaknya pun memikirkan apakah Clara menganggapnya tampan atau imut?namun Hans berpikir lagi jika Clara tadi sedang memujinya Hans melirik kaca spion mobil kemudian berkaca disana ia tersenyum tipis menatap pantulan dirinya disana
Lo tampan Hans sangat tampan batin Hans
dengan pedenya.
lalu Hans berlalu memperbaiki kerah bajunya dengan wajah angkuhnya dan kembali memasang kacamatanya agar semakin terlihat keren di puji secara tidak langsung membuat tingkat kepercayaan didiri Hans meninggi dengan senyum miringnya ia kemudian berjalan menyusul Clara.gadis itu rupanya belum tau dirinya tentu saja membuat rencana Hans semakin mudah ia akan mencuci otak gadis itu dan menggoncang mentalnya dengan perlahan,lihat saja nanti pikirnya.namun kegiatannya berpikirnya itu terhenti akibat teriakan gadis didepannya
AAAAAAAAAA ....
Hans langsung saja berlari menuju kearah sang empu suara matanya terbelalak kaget mendapati Clara yang sudah berjongkok dengan kedua sendal ditelinganya didepan pintu rumah.sebenarnya apa yang terjadi ?
Hans ikut menjongkokkan dirinya kemudian menyenggol pelan tangan clara,clara yang masih diambang ketakutan reflek menabok kasar tangan Hans dengan sendal jepit, hingga membuat Hans berlalu meng aduh kesakitan ia mengusap lengannya pelan.
hey sendal jepit Clara bukan sendal jepit rumahan yang sering dijual dipasar pasar warung warung tapi sendal jepit yang bisa menyamai harga satu motor ya.. memang sebegitu mahalnya tentu saja dengan kualitas yang terpercaya dan langka susah didapatkan itu adalah pemberian neneknya Diana saat di singapura kemarin.
"Om om gak papa ?om tolongin gue dong, masa ni rumah tiba tiba ada tikusnya,mana suara nya CIT CIT CIT gitu gue kan jijik dengernya.." cerocos clara dengan cepat sampai Hans saja melongo mendengarnya ia tidak bisa memahami setiap bait dari kata Clara.
"Berdiri .."ujar hans dingin
Clara menggeleng menolak ia masih takut karna melihat tikus tadi
Hans menghela nafasnya ia bangkit seraya menarik lengan Clara agar ikut bangkit bersamanya.
"Gue takut om .."cicit clara
Hans memasang wajah datar mendengarnya
"Dimana Lo liat tikusnya?" tanya Hans ia tak peduli lagi jika bahasa nya aneh atau asing Dimata atau pendengaran clara Hans akan tetap menjadi dirinya bukan fans lagian Clara tidak tau jika fans memiliki kembaran jadi Hans saat ini masih aman tanpa takut untuk ketahuan.
Clara menunjuk tepat didepan pintu.tadi,saat ia membuka pintu rumah ia kaget mendapati 2 tikus keluar dari sana makanya ia teriak.
Hans menggeser tubuh Clara pelan dan mencoba membuka pintu rumah
"Hati hati om.." cicit Clara tepat dibelakang tubuh hans,Hans tak mengindahkan perkataan itu ia tetap membuka pintu rumah dan mendapati kondisi rumah terlihat tak terawat berapa lama rumah ini tidak dibersihkan pikirnya ia menggeleng pelan tak habis pikir ini tidak layak untuk di tinggali terlalu berdebu pikir Hans.
Hans menolehkan kepalanya kebelakang
"Pembantu disini kemana .. ?"tanya Hans
Clara terdiam ah iya,ia baru ingat tentang bi Iyam dan mang Ujang
Clara menggelengkan kepalanya tanda ia tidak tahu setelah ia pergi dari rumah dan berada dirumah sakit ia sama sekali tak tau lagi kabar pembantu rumahnya itu sekarang.
Hans menghela nafasnya ia menarik tangan Clara
"Ikut gue .." ujarnya
"Kemana .. ?"tanya Clara disela jalannya
"Ikut aja .."ucap Hans akhirnya clara pun menurut saja.
_______
gimana ..
aku bakal triple up kek nya sih tapi gak tau sih liat aja kalo aku gak males hehe
jadi jangan lupa tinggalkan jejak di cerita aku ya ..
follow aku jangan lupa
tau kan siapa dia hihi iya
Clara Anindya.
btw pemeran Hans dan fans nya aku ganti ya visualnya soalnya agak gak srek tapi di part yang kemarin aku pajang visual fans sebelumnya udah aku hapus dan ini aku mau kasih lagi
Reyhans Agnibarta ✔️
__ADS_1
Reyhans Agnibarta kembaran fans otomatis fans kek gini juga ya visualnya soalnya mereka kan kembar seiras.