MANTAN POSESIF

MANTAN POSESIF
eps 29 makin rumit


__ADS_3

Clara berjalan menuju taman belakang sekolah mood nya terlalu hancur akibat kejadian dikelas tadi ia rasa taman belakang tempat paling pas untuk menenangkan diri.namun,ditengah jalan tepatnya diujung koridor yang sepi namun tiba tiba jalannya dihadang kepala yang semula menunduk berlalu ia dongak an,ia berdecak menatap para human yang ada didepannya Clara menyilangkan kedua tangannya menatap malas mereka


"Apa lagi .. "ujar Clara dengan dinginnya


Queen menepukan kedua tangannya gembira


"Girls .. kayaknya ada singa yang lagi ngaum nih .." ujar queen mengintruksi para antek anteknya


"Gimana suaranya ..." Ujar quenn dengan pandangan mengejek kearah clara


"Auuummmmmmmmmmm .." ujar mereka bersamaan seraya memperagakan gaya cakar mencakar kearah clara kemudian mereka tertawa terbahak bahak setelah melakukan itu


"Udah .." ujar Clara menatap jengah mereka


"Minggir .."ucap Clara seraya mencoba menerobos jalan mereka,namun baru beberapa langkah sialnya rambut Clara langsung ditarik paksa dari belakang siapa lagi kalau bukan queen pelakunya hal itu membuat kepala Clara terdongak keatas Clara mendapati queen yang tersenyum sinis kearahnya


"kita belum main Lo udah mau pergi aja.." ujar queen dengan sinisnya


Clara mencoba melepaskan cengkraman queen dari kepalanya tapi semakin Clara memberontak queen malah semakin mengeratkan cengkaramannya


"lepasin tangan lo sialan .. "desis clara seraya mencoba melepaskan tangan queen didagu nya


"Mau Lo apa bangsat ..." Desis Clara geram iya menatap tajam queen


Queen mendengarnya tertawa sinis


"Mau gue mmm.. "queen menggantungnya ucapannya seraya berpikir sebentar kemudian mendekat kearah Clara dengan seringainya


"Lo mati .. "ucap queen tajam dengan kasar queen mendorong tubuh Clara hingga membentur dinding


"Aghhh ... "Ringis Clara lagi ia merasakan pening dikepalanya mencoba bangkit namun tertahan karna queen dengan kasarnya menampar pipinya dengan kencang


Plakkkkkk ..


Kepala Clara sontak tertoleh kesamping dan ia merasakan sudut bibirnya berdarah belum sampai disitu queen mencengkram dagunya erat,Clara memejamkan matanya menahan sakit akibat kuku tajam queen yang menekan pipinya


Dengan sekuat tenaga Clara mencoba melawan dengan mendorong tubuh queen dengan kakinya dan berhasil


"Shittt .." geram queen mencoba bangkit dari duduknya


"Mulai berani Lo hah .. "sungut queen ingin kembali menyerang Clara tapi


"Ehemmm ..." Deheman seseorang mengalihkan atensi mereka seorang laki laki menatap datar mereka dengan tangan yang ia masukan di celana abunya


Mata queen membulat diikuti para dayangnya


"Cabut" ujar queen tapi sebelum itu queen sempat menendang bahu Clara dengan kakinya hal itu membuat Clara semakin ambruk


"aghhh .."desis Clara seraya memegang tangan nya merasa kan sakit akibat tendangan queen


"untuk sekarang Lo gue biarin bebas awas aja Lo entar..." setalah itu queen berlalu berjalan pergi menjauh dari sana.


Laki laki itu memandang punggung queen dan para dayangnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


Kepala Clara mendongak keatas menatap laki laki yang terlihat melamun menatap kepergian queen


"Lo gak mau bantuin gue ..?" tanya Clara


Lantas laki laki itu pun tersadar dan menunduk memandang orang yang dibawahnya dengan alis naik sebelah


"Lo butuh bantuan?" tanya nya balik


"Hah ... "Clara terperangah menatap laki laki didepannya tak habis fikir dengan fikiran laki laki itu


"Ck .. "decakan pun terdengar dari bibir laki laki itu,ia pun mengulurkan tangannya


Clara terdiam menatap uluran tangan itu,laki laki itu memutar bola matanya malas melihat Clara yang masih bergeming ditempatnya


"ayo.." sentak nya cepat ia menggerakkan tangannya didepan Clara agar cepat menggapainya


Clara akhirnya tersadar dan menerima pelan uluran itu namun kakinya Clara terlalu lemas untuk berdiri ditambah pusing dikepalanya membuat Clara tiba tiba oleng untung saja laki laki itu dengan cepat merangkul nya


"Lo minta gendong ?"tanya laki laki itu


Clara menghela nafasnya kepalanya bertambah pusing akibat pertanyaan laki laki didepannya


Tapi belum Clara ingin menjawab laki laki itu sudah menggendongnya membuat Clara reflek mengalungkan tangannya dileher laki laki itu mata clara dan laki laki itu bertemu


Clara merasa dirinya pernah bertemu laki laki ini tapi ia tidak ingat dimana


"Kemana ... ?"Tanya laki laki itu setelah memutuskan kontak mata mereka


Clara terdiam masih memandangi wajah laki laki itu


"Oke UKS .. "lanjutnya tanpa menunggu jawaban Clara ia membawa Clara berjalan melewati koridor sekolah dan perlakuan laki laki itu sontak menjadi sorotan seluruh siswa SMA Nusa bangsa karna jam istirahat masih berlangsung tentu saja banyak para murid murid berkeliaran kesana kemari dikoridor


Woy bukannya itu anak baru ganteng ..


Buset baru aja berantem Ama Angga udah cari yang lain aja tuh ..


muka goodlooking mah bebas aja mau gimana


Ah harusnya gue yang digendong ..


Tapi tunggu itu Clara kenapa ya ..


Dan masih banyak lagi ucapan para murid SMA melihat adegan Clara yang digendong anak baru terkecuali Angga yang kini tengah menongkrong dirooftop sekolah bersama para sahabatnya


Tiba tiba ada yang membuka pintu rooftop


Terlihat gara dan naga yang tengah ngos ngosan diambang pintu


"Bang Angga huh huh .." ucap gara sembari mengatur nafasnya diikuti naga yang ada disampingnya yang terlihat menopang tubuhnya dilutut sembari menyeka keringat di pelipisnya


Angga yang tengah bersandar disofa sembari merokok pun dibuat penasaran akan keadaan adik kelasnya


"Kenapa?" tanya Angga seraya membuang putung rokoknya sembarang matanya menyorot tajam kearah adik kelas sekaligus anak buah di gengnya


"Itu .." cicit naga takut takut


"Apa an yang bener dong gue juga penasaran ini .."seru Juan gemas melihat naga


"Itu bang pacar Abang digendong anak baru .."ucap gara setelah mengatur nafasnya


Angga mendengarnya langsung bangkit dan berjalan cepat keluar rooftop


Namun beberapa langkah ia kembali berbalik


"Kemana dia bawa Clara?" tanya Angga dengan nada dinginnya


Naga dan gara meneguk ludahnya susah mendengar nada bicara Angga yang terlihat menyeramkan bagi mereka


"Itu ke UKS .." ucap gara


setelah mendengar itu Angga pun berlari cepat kearah UKS pikirannya sudah kemana mana antara menahan cemburu dan khawatir


Sial bakal gue tonjok tuh anak udah beraninya nyentuh milik gue .. geram Angga disela larinya.


___________


disebuah ruangan minim pencahayaan Hans terdiam memandang seorang laki laki dan perempuan didepannya yang terlihat menyedihkan baju dan wajah yang lepek serta bekas luka di bebarapa tubuh mereka


"Hans ... Tolong lepaskan kami .. "lirih Arya seraya memeluk sang istri yang terlihat pucat


"Kakak kamu tengah mengandung saat ini apa kamu tega ... "ujar Arya ia menatap kasian sang istri disampingnya terlihat menyedihkan


Hans mendengar itu ber decih


"Kakak bakal turutin apa mau kamu dan Kaka bakal terima siksaan apa aja yang bakal kamu kasih .."


"Tapi tolong biarkan Mia bebas.." lirih Arya pria berusia 30 keatas itu menatap harap kearah Hans yang ada didepannya


"Enggak mas aku gak mau .." ujar Mia seraya mengeratkan pelukannya


"Kalo kamu mati aku juga mati .. "lanjut Mia


Arya menggeleng ia mengusap pelan air mata dipipi istrinya


"Enggak kamu harus sehat untuk anak kita .." ucap Arya seraya mengelus pelan perut Mia yang masih rata

__ADS_1


Hans memutar bola matanya malas mendengar ocehan dan drama sepasang kekasih didepannya yang sangat membuat nya mual dan geram


"Udah dramanya .." ucap Hans malas


Arya kembali menatap Hans dengan sorot permohonan nya


"Kaka mohon Hans Kaka mohon biarkan Mia bebas dan Kaka bakal menebus kesalahan kakak sama kamu ... "Minta Arya


Hans memejamkan matanya kepalan tangannya mengerat


"Kaliann ... "Geram Hans seraya menatap tajam keduanya


"Tak ada ampun bagi kalian .." ujar Hans tajam setelahnya ia menatap anak buahnya yang berdiri tak jauh darinya


"Pisahkan laki laki itu dengan wanita ini .." titah Hans kepada anak buahnya mereka pun mengangguk


"Ayo ... "Ujar anak buah Hans sembari menarik tubuh Arya menjauh dari Mia


"Mas mas .. Hans jangan pisahkan aku dengan suamiku Hans. Hikh ... Hans .." Isak Mia seraya menatap memohon kearah Hans yang terdiam menyaksikan mereka


"Mas .. jangan pergi mas .. "lirih mia


"Mas aku gak mau sendiri tanpa kamu mas ..."


"Mas .. hikh .."


"Mas Arya .. mas ...hikh .. "


"Lepas.. aku mau bersama suamiku hikh .."berontak Mia di pegangan anak buah hans


"Mas Arya mas ini anak pertama kita mas ..."


"Mas jangan tinggalin aku hikhh ..."


Arya hanya menatap sendu sang istri yang tengah ditahan anak buah Hans untuk mengejarnya.


"Kamu bertahan sayang demi anak kita .."lirih Arya dengan air mata yang ikut tak terbendung menatap sedih sang istri didepannya.


Hans sedari tadi masih disana terdiam mendengar ucapan Mia


Anak pertama maksudnya apa ? Batin Hans bingung


____________


Angga memasuki ruang UKS dengan tergesa-gesa,matanya membulat mendapati Clara yang tengah diobati oleh murid baru yang Angga temui di lift apartement nya tadi


bangsat Angga geram Langsung membalikkan tubuh laki laki itu dan membogem wajah tampan laki laki itu hingga tersungkur kelantai


bughhh ..


"bangsat jangan sentuh pacar gue anjing .."


bughhh ..


laki laki tak terima dirinya dipukul pun ikut melawan Dan terjadilah perkelahian didalam UKS itu


Clara yang melihat itu mengepalkan tangannya marah ia bangkit dari duduknya sebelum itu ia menarik nafasnya


"BERHENTI .."teriak Clara


bukannya berhenti mereka tetap melanjutkannya


Clara tak kehabisan akal ia mengambil bangku disampingnya lalu diangkatnya dan langsung melemparkannya kearah kedua remaja laki laki itu


BRAAKKK


"GUE BILANG BERHENTI .. "hidung Clara kembang kempis menatap keduanya yang berhasil diam didepannya ia menarik nafas dan menghembuskannya lalu menatap tajam keduanya


"berdiri .."titah Clara mereka pun menurut namun kilatan permusuhan tetap mereka lontarkan satu sama lain


Angga mengambil langkah pertama menghampiri Clara ia menatap lembut kekasihnya namun sorot matanya menyendu melihat luka disudut bibir sang kekasih


"sayang kamu gak papa?" tanya Angga ia mencoba menggapai wajah Clara,belum sempat menyentuh pipi lembut itu


Clara segera menepis tangannya


"aku tanya siapa yang bikin kamu kayak gini sayang ..."ujar Angga lembut


Clara menolehkan kepalanya tak mau menatap Angga


"pergi .." usir Clara tanpa menoleh kearah Angga


Angga terdiam ia semakin mendekat


mencoba meraih tangan Clara tapi


"gue bilang pergi atau gue akan semakin benci sama Lo .. "ucap Clara kini ia menatap Angga sengit


Angga menggeleng tak mengindahkan ucapan Clara ia mencoba menggapai tangan itu


"oke jadi Lo tetap ngeyel yah .." remeh Clara terkekeh sinis ia kembali menatap tajam Angga


"Angga gue benci.Lo.sekarang."ucap Clara penuh penekanan dengan langkah lebar Clara menjauh dari hadapan Angga ia menarik tangan laki laki dibelakang Angga dan berlalu keluar dari UKS meninggalkan Angga yang termenung masih mencerna akan ucapan clara tadi padanya angga memejamkan matanya tangan nya mengepal erat Urat urat dilehernya menegang


"ARRRGGHHHHHHHHH... "


Angga berteriak histeris ia menendang kursi di sampingnya hingga patah.mengacak rambutnya frustasi dengan pakaian yang acak acakan ia keluar dari UKS itu menimbulkan tanda tanya bagi para murid yang dilalui Angga.


__________


Angga tak tau ia harus bagaimana lagi setelah berkelahi dengan anak baru dan mendapat wejangan dari guru serta wajah kebencian dari sang kekasih semakin membuat hidup Angga serasa diujung tanduk ia merasa ingin mati saja tak kuat menahan siksanya dibenci orang yang dicintai dan kini ia butuh pelampiasan.


setelah pulang dari sekolah angga langsung saja melajukan motornya menuju markas tanpa mengganti seragamnya yang sudah acak acakan jujur ia masih emosi saat ini dengan wajah babak belurnya Angga masuk kedalam markas dan tepat didepan pintu matanya bertemu dengan mata Ares yang kini terlihat menyandar dengan kaki kiri yang menopang dinding serta tangan yang bersedekap menatap heran kearah angga


"Kenapa lagi Lo ?"tanya Ares


"Berantem .. "ujar Angga seadanya


Ares menaikan sebelah alisnya


"Udah.. gak usah dibahas Lo mau tunjukkin apa ke gue .." ujar Angga mengalihkan pembicaraan


"Ikut gue .."ujar Ares Angga mengangguk dan mengikuti arah kemana Ares tuju


Ruang bawah tanah .. batin Angga


"Ngapain kita kesini .. ?"tanya Angga heran


"Noh.. "tunjuk Ares kearah penjara yang tersedia disana mata Angga pun mengikut arah pandang Ares,terlihat beberapa pria bertubuh Tegap disana memandang tajam kearah Ares dan Angga


"Itu anak buah yang gebukin Juan dan genta kemarin siapa tau Lo bisa tau sesuatu sama tu anak buah ..."ujar Ares


"Lo gak nanyain mereka .. ?"tanya Angga


"Ya Lo aja sendiri gue sibuk .."ujar Ares dan ia duduk disebuah kursi yang tersedia disana lalu menyibukan dirinya dengan ponselnya


Angga menghela nafasnya pelan kemudian mendekat kearah penjara membukanya dan masuk kedalam


Angga terkekeh mendapati orang orang itu terlihat memberontak mencoba melepaskan diri dari rantai ikatan itu


"Lo gak akan bisa keluar .. " ucap Angga sedikit tertawa kecil


Angga menjongkokkan dirinya tepat dihadapan para preman itu


"Lo anak buah siapa ?" Pertanyaan konyol memang


"Heh bocah sampai kapanpun gue gak bakal beritahu Lo .. "ujarnya sinis


Angga menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian kepalanya menoleh kearah Ares


"Res Lo punya ponsel mereka ..?"tanya angga


Ares mendongak


"cari di sana .." tunjuk Ares kearah jaket jaket yang tergeletak tak jauh dari tempat preman itu diikat


Mata para preman itu membola mereka mencoba bergerak mencoba mengambil jaket mereka dengan kaki bebas mereka, namun tak berhasil karna tangan mereka yang dirantai dan diikat ditiang penjara membuat mereka sangat sulit menggapai jaket mereka


"Berhenti jangan sentuh ... "Sungut salah satu preman yang tubuhnya penuh dengan tato ditangannya

__ADS_1


Angga menyeringai ia mengambil dan mengangkat semua jaket itu


"Larangan adalah perintah "ucap Angga dan berjalan keluar penjara menghampiri Ares


"Res bantuin gue.." sungut Angga sedikit kesusahan


"Ck .." decak Ares tapi tetap mengiyakan


"Wah wah wah ... "Takjub Angga seraya mengangkat beberapa ponsel dan menunjukannya kearah para preman itu para preman itu dibuat was was akan tindakan Angga


"Wah apa lagi nih ..


"wadidau pistol .. "lanjut Angga ia berjalan kembali masuk kedalam penjara preman itu dikurung tangan nya terangkat seraya mencoba menodongkan kearah para preman itu dan membuat para preman itu tiba tiba meneguk saliva mereka kasar takut kena tembak


"1 .."


Krek suara gretakan dari pistol itu membuat para preman menegang ditempatnya


"2 ..."


"Tiii ......"


Wajah para preman itu mempias mata mereka seketika terpejam diselangi Wajah yang mulai memucat,Angga yang menyadari ketakutan mereka tersenyum geli melihatnya


"Ga...."


"Doorrr.. "teriak Angga histeris


"Doorrr ..."


"Doorrr .... "Lanjutnya


"Ha ha ha ha .. "tawa Angga pecah


"res Lo liat wajah mereka.."ucap Angga seraya mengusap air mata yang keluar karna terlalu banyak tertawa


"memeable banget hahhaa.. "lanjut Angga lagi disela tawanya


Ares pun hanya mengangguk sembari terkekeh geli menatap para preman itu yang terkejut mendengar teriakan Angga tadi.


Namun tak berapa lama mata Angga berubah dingin dengan gerakan cepat seperti mengelabui musuh ia menyeringai menatap para preman yang kini terlihat lega dengan gerakan tak terduga Angga pun ..


"Doorrr .. "


kali ini bukan canda an


Suara tembakan asli pun menggema disepanjang ruang bawah tanah salah satu preman terbujur kaku mendapati tembakan yang tak terduga tepat dikepalanya,darah pun kini mengucur deras ditanah


"Gimana .. "suara Angga memberat namun tajam pandangannya menghunus tepat kearah para preman yang tersisa terlihat gemetar mendapati salah satu temannya yang kini tak bernyawa tepat didepan mereka


"otot aja digedein liat darah aja takut Lo .. "cibir Angga


Kemudian ia keluar lagi dan mendekat kearah Ares


"Gimana udah dapet ..?" tanya Angga seraya menaroh pistol itu disaku celananya lumayan kan buat jadi koleksi pikir Angga


Ares melihat kelakuan sahabatnya itu menggeleng pelan


"Sebelum Lo tanyain gue udah tau kali .. "ujar Ares ia pun bangkit dari duduknya dan menepuk bahu Angga


"Sialan lo "rengut Angga


"Buang buang tenaga gue aja lu .. "lanjut Angga kemudian berjalan mendahului Ares masuk kemarkas Ares hanya acuh mendengarnya.


matanya pun kini tertuju kearah anak buahnya bukan anak buah biasa di gengnya tapi lebih khusus dan umur mereka pun terlihat lebih tua darinya


"Urus tu jasad balikin kekeluarganya aja


Gue gak mau ribet .. "ujar Ares


Bukannya diurus keluarganya malah semakin ribet dasar Ares pikirannya Memang beda.


Terpaksa para anak buahnya pun mengiyakan ucapan tuannya.


________


"Adoh yang pelan atuh .. "ringis Angga saat diobati naga Adik kelasnya


"Ini juga udah pelan atuh .. "ucap naga ikut ikutan melogat Sunda


"Abangnya aja yang lemah ... "Lanjutnya seraya mengoleskan obat merah kedahi Angga dan bibirnya


Angga hanya merengut kesal menahan gejolak untuk tidak memukul adik kelasnya itu


Juan datang bersama Genta sembari membawa beberapa kotak berisi pitza dan snak serta minuman pesanan teman temannya


"Nih ... "Ujar Juan sembari meletakan kotak itu kearah meja ditengah sofa


"Widih Abang Juan baik deh ... "Ujar gara mencoba mencomot pitza namun tangannya langsung dipukul Nino


"Cuci tangan dulu .. "titah nino gara mengerucutkan bibirnya dengan kesal ia berjalan seraya menghentakkan kakinya kearah dapur untuk mencuci tangan


"Bocah .."ucap Juan menatap gara adik kekasihnya dengan geleng geleng kepala


"Kalian semua juga ..." Titah Nino dan hanya dibalas deheman oleh yang lain


Setelah makan makan Ares menyerahkan sebuah tablet dihadapan angga


Angga pun menerimanya dan mulai melihat apa yang tertera disana


"Cctv ?"tanya Angga heran


Ares mengangguk


"Anak buah gue udah menyamar disana dientu rumah dan gue tugasin buat ngawasin dikawasan sana .."


"Wah gercep juga ya Lo bro .. "ucap Nino takjub


Ares mengusungkan dadanya bangga ia menyandarkan tubuhnya disofa menyilangkan kedua tangannya menatap angkuh kearah para sahabatnya


Hal itu membuat para sahabatnya mendadak menganggukan kepalanya mereka bersaman


"iya ya mulia tuan Ares Maheswaratama"ucap mereka bersama an


Ares terkekeh senang mendengarnya


Mata mereka kembali tertuju kearah layar tablet


"Eh bentar bentar itu bukannya bokapnya Clara ..." Ucap Juan


Mata Angga menyipit melihatnya


"Iya iya bener itu bokapnya Clara .."ucap Juan lagi


"Ngga mertua Lo mau dibawa kemana anying .." histeris Juan seraya menepuk bahu Angga tak santai


Angga segera bangkit


"Res gue butuh bantuan Lo .." ucap Angga


Ares mengangguk


"Semuanya kita rapat sebentar ... "Ucap Ares


Angga memegang bahu Ares


"Gak ada waktu Ress .."ucap Angga sorot mata Angga terlihat sangat khawatir


Ares menepuk bahu Angga


"Lo tenang anak buah gue tau apa yang harus mereka lakuin gue udah rencanain ini Mateng Mateng ..."ucap Ares


Berakhir Angga pun hanya pasrah dan solusi yang terbaik saat ini adalah mematuhi apa yang diucapkan Ares Angga percaya Ares Angga yakin pada sahabatnya itu.


___________


UP LAGI YAWW HEHEHE


SELAMAT MENIKMATINYA ..JIYAHHH

__ADS_1


__ADS_2