
Setelah pulang sekolah lebih awal kini clara tepatnya dirumah lamanya yang terlihat bersih dari pertama kali ia menginjakan kakinya 2 hari yang lalu tadi sebelumnya saat Clara keluar dari ruang BK tadi tepatnya Hans sempat mengirimi pesan memberi tahunya jika rumah telah bersih dan layak untuk ditinggali tak berselang lama setelah mengetahui itu Clara langsung saja membawa dirinya kesana ia sangat merindukan rumah itu rumah yang banyak kenangan baginya.jika kalian berpikir Clara hanya sendiri datang kerumah kalian salah.
Setelah sempat kena tegur oleh pak Yanto selaku guru BK angga dan Deon sih lebih tepatnya mereka berdua langsung pamitan sedangkan Clara dipersilahkan untuk pulang karna kondisinya yang sedikit memprihatinkan apalagi luka disudut bibir dan wajahnya.
Tepat setelah keluar dari ruang BK tak pernah terlintas dari pikiran Clara tiba tiba saja Deon langsung menarik tangannya dan tindakan Deon pun menyebabkan kembali terjadinya perseteruan oleh Angga dan mereka hampir kembali terjadi adu bacok jika pak Yanto tak menegur dan perseteruan itu berakhir dengan pak Yanto yang menyuruh Deon untuk mengantarkan Clara kerumahnya
Dan disinilah sekarang Deon yang tengah bersandar disofa ruang tamu rumah Clara dengan lengan yang menutupi matanya.
Clara berjalan kearah ruang tamunya sembari membawa baskom berisi es batu dan sebuah handuk kecil disana Clara melangkahkan kakinya sedikit tertatih karna setelah queen mem-bully-nya tadi kakinya sempat ter kilir
Dengan pelan Clara meletakan baskom itu pelan dimeja tengah sofa yang bersebelahan dengan kotak p3k yang sudah ia siapkan sebelumnya
Clara mendudukan dirinya tepat disamping Deon
"Deon .. "panggil Clara
Deon mendengar suara pun menurunkan lengannya matanya kini tertuju kearah Clara penuh ia menegakan tubuhnya
"Kenapa?" tanyanya
Clara menunjuk wajahnya dengan arah pandang ke Deon mengisyaratkan
"Itu wajah Lo memar .."
Deon menaikan alis sebelahnya
"Terus"
Clara menghembuskan nafas pelan menahan kesabaran agar tak tersulut emosi jika berhadapan dengan manusia kutub didepannya
"Sini'in wajah Lo biar gue obati .. terang Clara
Deon mendengar ucapan itu segera mengalihkan pandangannya kearah depan
"Gak usah "ujarnya datar
Clara mengerutkan keningnya heran kenapa apakah niat baiknya ini salah? Padahal kan ia hanya ingin membantu secara penyebab ini terjadi karna dirinya.
"Lo luka karna gue .." Clara mencoba memberi pengertian ke arah Deon
Deon mendengus ia membuka kotak p3k lalu mengambil kapas serta obat merah Disana
Tubuhnya ia arahkan kesamping tepatnya menghadap kearah Clara lagi
Deon mendekatkan tubuhnya kearah Clara,Clara melihat itu be ringsut mundur karna tak paham namun tarikan dari Deon membuatnya terdiam
"Diam "Deon berujar tajam
"Lo juga luka kalo lupa .."
Dengan pelan Deon mengusapkan pelan kapas yang sudah ia beri alkohol untuk membersihkan luka diwajah Clara
"Tahan .. "ujar Deon lembut
Clara pun pasrah saja membiarkan Deon mengobati lukanya dengan sesekali ringisan yang keluar di mulut mungil itu .
Disela Deon mengobati wajah Clara entah kenapa ada kehangatan dihati Clara mendapati perlakuan Deon kepadanya entah kenapa ia merasa sangat dekat dengan Deon .
"Deon kita pernah ketemu gak .."tanya Clara
Gerakan Deon terhenti ia menatap Clara sebentar kemudian berdehem tanpa mau menjawab ucapan Clara ia kembali melanjutkan kegiatannya kali ini memberi salep diwajah Clara
Clara berdecak ia menggapai tangan Deon lalu menatap menuntut kearah Deon
"Kita pernah ketemu kan?" tanya Clara lagi
Deon melepaskan tangan mungil itu dengan pelan dari lengannya
"Kenapa ? "Bukannya menjawab Deon malah bertanya balik
Clara menggeleng pelan
"Gue kayak pernah liat Lo .."
"Salah orang.." jawab Deon kemudian ia membereskan kotak obat setelahnya ia mengambil tas nya dan menyampirkan nya ke bahu nya dengan lekas ia bangkit dan berjalan menuju pintu rumah
Hal itu membuat Clara yang masih duduk tersadar ia membalikan tubuhnya dan ingin mengejar Deon
"Awww .. "desis Clara
Deon mendengar ringisan dibelakangnya langsung membalikkan tubuhnya menatap khawatir Clara dengan langkah lebar ia mendekat dan tanpa izin menggendong Clara dan meletakannya disofa kembali
"Kaki Lo kenapa ?" Tanya nya sembari bersimpuh dilantai sembari menatap kaki kiri Clara yang terlihat membiru
Clara meringis sembari memijit pelan pergelangan kakinya
"Keseleo kali" ucap Clara ragu
Deon menghela nafas lelah ia mengambil ponselnya dan mengetikan sesuatu disana
"Lo ngapain .. ?"tanya Clara penasaran karna sedari tadi Deon tak berhentinya sibuk dengan ponselnya
"Manggil jasa pijit .."ujarnya tanpa menatap Clara
Clara mendengarnya melototkan matanya
"Apa .."teriak clara
"Enggak enggak gue gak mau .." clara menggeleng cepat ia dari kecil sangat takut dengan tukang urut apalagi yang memakai kacamata hitam dimatanya.sungguh Clara pernah trauma dulu.
Tak selang beberapa lama tiba tiba suara bel rumah berbunyi membuat Clara semakin ketakutan ditempat nya ia me ringsut menegakan kakinya seraya menatap takut kearah pintu rumah
Deon tak menanggapi ketakutan Clara ia Langsung saja menuju pintu rumah untuk membukakan pintu dan setelah membukanya terpampang lah seorang wanita sekitar berusia 40 dengan pakaian sederhana sembari membawa tas kecil di tangannya
"Mana orangnya?" tanya nya
__ADS_1
Deon mengisyaratkan dengan matanya menuju kearah Clara yang terlihat telungkup ketakutan diatas sofa
Wanita itu terkekeh melihat itu
"Tolong jangan pijit gue.. gue takut takut .. beneran dah suweer nambahin nih jadi kewer kewer .."cerocos clara sembari menunjukan 2 peachnya tanpa menatap lawan bicara karna sedari tadi ia memejamkan matanya.
Kedua orang yang ada didepannya terkekeh khususnya wanita itu jika Deon hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis
"Clara buka mata .." titah Deon
Clara menggelengkan kepalanya cepat matanya masih ia pejamkan karna tak berani
Deon memutar bola matanya malas ia mengangkat tubuh Clara lalu dengan seenak nya ia mendudukan tubuh Clara dipangkuannya Clara terperanjat kaget membuka mata melotot kearah Deon yang terlihat menaikkan alis sebelah kearahnya pandangan deon beralih kearah wanita yang terlihat tersenyum menunggu titahan dari deon
"Dok langsung pijitin aja .. "
Clara mengerutkan kening mendengar ucapan Deon
Ia ingin menolehkan kepalanya namun Deon menahan kepalanya agar terus menghadapnya
Tubuh Clara menegang merasakan elusan di kaki kirinya dan berakhir
Krekk
"AAAAAAAAAA "teriak Clara menggelegar se penjuru rumah
_______
"Makasih banyak dok .. "ujar deon seraya menjabat tangan dokter wanita 40 itu
"Dijagain gadisnya kak .. "ujar wanita itu seraya menatap Clara yang terlihat terlelap disofa
Deon melirik arah pandang dokter wanita itu
Kemudian ia tersenyum tipis dan mengangguk
"Ya udah mbak pamit ya .. "
Deon mengangguk lagi
"Hati hati dok .. "ujar deon seraya melambai pelan kearah wanita yang sudah memasuki mobilnya
Setelah mengantar dokter wanita itu Deon melihat jam dipergelangan tangannya jam menunjukan pukul 4 sore ia menatap Clara yang terlelap disofa panjang dengan kaki yang diperban sebelah mengingat kejadian setengah jam tadi membuat Deon tertawa geli,menurutnya beberapa saat yang lalu Clara sangat menggemaskan baginya dan Deon tak akan melupakan moment Clara yang merengek serta meminta mengabulkan apapun keinginan Deon agar Deon membebaskannya dari pijitan itu.
Sekali lagi Deon memikirkan itu terkekeh ia mendekat kearah Clara lalu berjongkok tepat didepan Clara
"Apapun akan aku lakuin untuk keselamatan kamu princess.." lirih Deon dengan senyum manis sangat manis dan sayangnya Clara tak melihat itu.
____________
"Lo yakin kita cosplay beginian .. ?"tanya Juan kearah Angga yang ada disampingnya tengah mendorong gerobak cilok
"Gue juga gak mau kalo gak Ares yang nyuruh .."dengus Angga kesal bagaimana bisa seorang Angga yang selalu berpenampilan bak idol kini malah me lampau jauh menjadi mamang mamang penjual cilok keliling belum lagi pakaiannya kaus oblong hitam,celana lusuh selutut serta sendal jepit dengan topi cepak dikepalanya
Kondisi Juan pun tak jauh berbeda dengan angga hanya saja topi yang dipakai Juan terlihat sedikit lebih baik daripadanya
Angga memperhatikan Juan dari atas sampai bawah
"Ju .." panggil Angga
Juan yang semula menyuarakan cilok mengalihkan pandangannya kesamping menatap Angga
"Kenapa?" tanya nya
"Tukeran topi dong gue agak gatel gatel make ni topi tukeran yah .. "ujar Angga memelas sebenarnya topi yang ia pakai tidak gatal sama sekali hanya saja ia tidak mau kalah dari Juan lebih tepatnya ia tidak mau Juan lebih tampan darinya dari Versi manapun prinsip Angga ia harus paling tampan dari semua teman temannya
Juan merengut kesal dengan kasar ia melepas topinya menyerahkan nya kepada Angga
"nih .." unjuk Juan kearah angga
Angga dengan senang hati mengambil nya ia langsung memakai topi itu lalu dengan bangganya ia berjalan mendahului juan
Jadi kayak gini kan lebih baik .. batin Angga bersenandung ria
Angga tidak tau saja dibelakang Juan tengah menahan tawanya asal kalian tau saja topi yang dipakai Angga adalah topi asli sang pedagang dan katanya udah gak dicuci selama berbulan bulan dan Kalian pikir saja dipakai tiap hari tanpa dicuci apakah bakteri yang bersarang disana tak menampakan wujudnya dan Juan yakini setelah Angga melepas topinya nanti rambut Angga akan gatal gatal bahkan mungkin kutu pun sudah bersarang disana.
"Hihihi ... Ngerjain teman sendiri gak dosa kali yah .." celetuk Juan disela tawanya namun segera ia langkahkan kakinya tak lupa menggema kan suara
Cilokkk
Cerilokkk ..
Di cilokann yuu .. ibu..bapakkk
Cilok akang mah 5000 an
Senandung Juan
Sesampai ditempat gedung yang terlihat kosong itu Angga dan Juan berhenti sebentar
"Yang lain udah ... ?"Tanya Angga
Juan menunjukan jari jempolnya
Ia menekan sedikit handsate disebelah telinganya kemudian berujar
"Kalian siap ..?" tanya Juan
Angga menunggu apa yang Juan bicarakan dan melihat anggukan dari juan lantas Angga pun ikut mengangguk
*Let's go .. "seru Juan seraya berjalan membawa gerobak mendekati pagar rumah itu
Sesampai disana Angga dan Juan bisa melihat beberapa orang yang berjaga an bertubuh kekar dan besar
Angga dan Juan menatap tajam orang Disana namun sedetik kemudian pandangan mereka berulah jenaka dengan senyum merekah keduanya mendekati para penjaga itu
__ADS_1
"Atuh si mas mas kekar teh mau dicilok nyaa .." ujar Juan dengan senyum cerahnya menatap para penjaga yang terlihat kebingungan akibat kedatangan mereka
"Sok atuh dicoba ..." Ujar Angga dengan logat Sunda nya yang tak terlalu kentara
"Dijamin mas ciloknya teh hmm mending enak pisannnn eyyy .. "ujar juan menimpali
Para penjaga itu terlihat berpandangan satu sama lain
"Kalian ngapain disini.." ujar salah satu penjaga disana
juan berjalan maju dan menepuk tak santai lengan kekar penjaga dengan gerakan manja
"Aduh si akang teh ini gak liat saya bawa gerobak cilok .. "
"Kalo kesini mah niat mau jualan atuh si mamang ah Aya Aya wae.." lanjut juan dengan gerakan genit ia menarik lengan kekar itu menuju gerobaknya
"Sok atuh dicoba beli 2 gratis 1 mang "ujar angga menimpali
Para penjaga itu terlihat berpandangan satu sama lain
"Sini mas mas nya pasti belum makan kan nih malam ini kami ada promo an buat ciloknya .."
"Dijamin endooss ..." Lanjut Angga sambil menunjukan kedua jempolnya
Para penjaga itu mulai mendekat agak tergiur menatap cilok cilok itu
Salah satu penjaga terlihat mengambil satu cilok dan memakannya ia menganggukan kepalanya seraya kembali mencomot cilok yang kedua
"Nah tuh kan teman mas yang satu aja nagih .."
"Kalian gak mau ikutan beli ...?" Tanya Juan pada para penjaga yang masih berdiam dibelakang teman mereka yang sedang asik memakan cilok
para penjaga kembali saling pandang dan menganggukan kepalanya bersamaan
Mungkin tak masalah itu lah mungkin yang dipikirkan mereka
Angga tersenyum puas melihat beberapa penjaga yang mulai mendekat kearah gerobaknya sampai beberapa menit setelah mereka memakan cilok itu
mas jangan lupa bayarnya ya ujar Angga mengingatkan namun dalam hati ia tersenyum senang karna rencana mereka akan berhasil
tak seberapa lama para penjaga itu terlihat menyentuh perut mereka masing masing
Aduh perut gue kenapa nih .. ujar salah satu penjaga
"Duh aduh sialan ..."ujar penjaga yang satunya dengan nada yang membuat Juan tertawa geli
"Eh kaya lagu si dol gak sih ..." ujar Juan disela tawanya mendengar aduhan salah satu penjaga nadanya mengingatkannya dengan lagu si dol yang sering timbul di tv-nya .
Angga Dan juan tersenyum puas melihat tubuh ambruk para penjaga yang terkena racun dari cilok mereka bawa .
"Manjur juga ramuannya si Nino .."kekeh Angga seraya menepuk pundak Juan
Juan menoleh kemudian menoyor kepala angga
"Manjur pale Lo itu obat dibeli bukan ngeramu Pe'a "kesal Juan
Angga hanya beroh ria mendengarnya
"Lo panggil semuanya siap siap nerobos ni gedung kita harus selamatin ibu mertua gue .." ujar Angga
"Lo yakin ibu mertua Lo masih idup .. ?"tanya Juan
Angga menginjak kaki Juan kencang
"anjing kaki gue sepet jadinya .."ringis Juan seraya melompat kan sebelah kakinya meng aduh kesakitan
"Lambe Lo mau gue gorok hah sekate kate Lu
Gue yakin ibu mertua gue masih idup .." yakin Angga
Juan pun hanya mengangguk saja mengiyakan walaupun keraguan masih mendomin didirinya
"Ayo .. Lo udah kasih isyarat kemereka kan .." tanya Angga lagi
"Iya ini udah nih gue udh chat.mereka bentar lagi kesini kita masuk duluan aja .." ujar Juan seraya memasukan ponsel kedalam saku celananya
kini dengan gerakan hati hati Juan dan Angga pun berjalan melewati para penjaga yang terbaring lemas ditanah tak lupa mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang dipakai penjaga itu.
agar aksi terobos mereka tak kentara terlihat.
________
lanjut gak lanjut gak ...
tambahin suportnya Dong biar aku semangat upnya
Hay Hay karna author lagi baik author mau kasih bunos visual buat para pembaca nya ini dia
prasmana Deon Anderson
juandara Raga Aditama.
terakhir
Angga Raditya Mahendra (nama lengkapnya ya aku kasih)
oh iya jangan lupa like komen follow aku nya
wassalam author
__ADS_1