
Jam menunjukan pukul 21.00 malam
tepatnya di apartement Angga terlihat ia dan para sahabatnya tengah duduk dengan pandangan semuanya tertuju pada sebuah ponsel yang ada didepan mereka.
setelah sekian lama berdiam memandangi ponsel itu Genta pun menanyakan sesuatu yang ia tahan dari tadi.
"Lo yakin ini bisa jadi bukti ..?" tanya nya
mata semuanya pun langsung tertuju pada cowok yang tengah terduduk di sofa sambil mengupas kacang kulitnya.
"liat aja sendiri .. "ucapnya yang bernama Ares sambil memakan kacangnya
Ares adalah sahabat sekaligus anggota dari geng Angga walaupun ia lebih tua dari pada mereka tapi tak menutup kemungkinan bahwa ia juga bagian dari sahabat Angga,Ares adalah teman yang baik walaupun kadang suka nyablak tapi dia juga yang selalu diandalkan apabila sesuatu terjadi diantara para anggota maupun sahabat yang terkena masalah ia pun akan siap membantu jika ia mampu.
sama seperti ini ia pun dengan senang hati membantu Angga mencarikan siapa pelaku dari kehamilan alin,dengan kecerdikan dalam meretas komputer dan teknologi lainnya ia pun dengan mudah menemukan sang pelaku.
back to topic
setelah mendengar ucapan Ares mereka pun mengangguk dan mulai membuka ponsel itu
terlihat ada sebuah video disana
"ini enggak yang begituan kan ..?" tanya daniel cemasnya
"Lo mau liat apa kagak kalo kagak pergi aja Sono ... "cerocos juan pada Daniel yang terlihat gelisah itu
daniel pun ragu ingin melihat atau tidak,jujur ia sangat jijik dengan hal hal yang berbau vulgar
dan entah kenapa juga ia malah bersahabat dengan Angga dan kawan kawannya yang jelas jelas sangat menyukai hal hal yang seperti itu.
kadang ingin sekali Daniel mengetok kepala para sahabatnya itu satu persatu jika membicarakan hal hal seperti itu sungguh hanya daniel lah diantara mereka otak nya yang sedikit waras.
selain jijik dengan begituan dan kalian tidak akan menyangka bahwa seorang daniel sangat menyukai kartun dua bocah botak kembar,yang tak lain adalah si kembar Upin dan ipin,
para sahabatnya itu pun juga tak menyangka seorang daniel mengidolakan kartun itu.
seperti saat mereka tengah berkunjung kerumah Daniel saat itu si genta pun ingin kebelet dan berniat untuk menuju kamar daniel untuk menunaikan hajatnya awalnya daniel ragu membiarkan Genta kekamarnya tapi akhirnya iya pun mengiyakan saja.
saat Genta masuk kekamar daniel baru ingin masuk saja ia pun sudah dibuat kepalang ngakak sampai ia lupa bahwa ia pun kesini untuk menunaikan hajatnya bagaimana genta tak ngakak mulai dari spray,poster, meja belajar dan atap kamar saja semuanya tak lepas dari dua bocah botak itu,setelah kejadian itu Daniel pun tak akan membiarkan siapapun memasuki kamarnya.
back to topic
akhirnya daniel pun tetap diam dan mengikut para sahabatnya untuk menonton video itu
setelah membuka video itu mata mereka pun tak lepas dari seorang cowok yang mereka kenal disana karena dari yang mereka lihat dari video yang menyebar itu wajah dan tubuh cowoknya disamarkan dan membuat mereka tak bisa mengenali siapa pelaku itu.
dan kini mereka pun akhirnya jelas mengetahui siapa cowok disamarkan itu dengan bantuan Ares,mata Angga pun tak lepas dari apa yang dilakukan cowok itu pada alin,kini emosi Angga pun sudah tak terkendali dilihat dari kedua tangannya yang telah mengepal erat disana siap untuk meninju orang tersebut.
dengan cepat Angga pun bangkit dari duduknya mengambil jaket Dan kunci motornya kali ini ia akan berkendara.
"woy ngga Lo mau kemana..?" tanya genta
tapi ucapan Genta tak dihiraukan oleh Angga,para sahabatnya itu pun ikut bangkit dan ingin menyusul Angga tapi Ares dengan cepat menahannya.
"biarin aja gue udah kasih pelacak di jaketnya Angga kalau dia kenapa Napa nanti gue bakal samperin sama anak buah gue.. "ucap Ares yang masih asik memakan kacangnya
mendengar ucapan Ares mereka pun akhirnya mengangguk.
.....
disisi lain
terlihat Clara yang tengah sibuk dijalanan memandangi kesekelilingnya berkali kali ia menghela nafas nya lelah setiba keluar dari berbelanja kebutuhannya di market tadi karena bi iyam dan suami dan anaknya itu tengah cuti dan balik ke kampung,mau tak mau clara pun harus berbelanja sendiri akan kebutuhannya walaupun itu hanya sekedar mi instan saja karena Clara sangat payah dalam memasak makanan.
karena masih belum terlihat taksi Clara pun berinisiatif untuk berjalan saja sambil masih memandangi kesekeliling jalan kali aja ada mang ojek atau taksi lewat.
semakin Clara berjalan semakin sepi lah jalan yang ia lewati butuh beberapa pal lagi untuk sampai menuju rumahnya,ia merutuki dirinya sendiri kenapa ia tak bawa mobil saja sendiri dari tadi,ditambah pakaiannya yang hanya mengenakan piama tipis membuat Clara sangat was was takut takut ada preman preman yang menghadangnya.
disela jalannya Clara pun terhenti ia mendengar suara yang samar samar ditelinganya,sontak saja Clara pun semakin mempercepat jalannya tapi suara itu pun tiba tiba semakin jelas di telinganya,karena jiwa penasaran Clara bangkit ia pun malah mencari asal suara itu,
__ADS_1
tepat disebuah lorong mata Clara pun terbelalak mendapati orang yang tak jauh dari tempat nya berdiri terlihat disana seorang pria tengah memukuli pria yang ada didepannya itu sampai bebak belur seperti itu,
Clara pun memberanikan dirinya untuk menolong pria tersebut ia pun memandangi sekelilingnya dan mendapati sebuah kayu yang tak terlalu besar dan kecil,dengan cepat Clara pun mengambil nya dan berjalan dengan pelan mendekati pria yang masih sibuk memukuli pria yang didepannya.
kini Clara pun sudah tepat berada dibelakang pria pemukul itu ia pun telah mengangkat kayu itu siap untuk memukulnya tapi ucapan pria itu pun berhasil membuat Clara terhenti
"Lo harus bertanggung jawab atas apa yang Lo perbuat sama alin .. "ucap pria itu
setelah puas memukuli pria yang ada didepannya,lantas ia pun langsung berbalik matanya pun terbelalak mendapati Clara yang kini tepat dihadapannya
"Clara .." ucap pria itu yang tak lain adalah Angga
Mata Clara pun berlalu dan ikut menatap angga yang ada didepannya ini dengan mata yang berkaca-kaca
"jadi bukan Lo pelakunya..?"tanya Clara pada Angga
Angga pun tak tau harus berucap apa ia pun hanya memandangi Clara dengan tatapan teduhnya
melihat Angga yang terdiam itu pun membuat Clara frustasi ia sangat ingin tau kebenarannya
"ngga gue tanya jadi bukan Lo pelakunya .." ucap Clara yang kini mulai terisak
Angga pun mengangguk pelan,
greppppp
Angga cukup terkejut atas perlakuan tiba tiba Clara padanya tapi disisi lain ada rasa lega dihatinya melihat perlakuan itu,Angga memang kecewa pada Clara tapi tidak menutup kemungkinan rasa cintanya pun masih ada pada Clara Angga pun berlalu membalas pelukan itu
"syukur lah .. "ucap Clara disela pelukannya
"sebenarnya gue takut hikh .. gue takut kalo itu bener Lo ngga .. hikh .." Isak Clara didada Angga
mendengar itu Angga pun menguraikan pelukannya dan ia pun tersenyum mendapati wajah gadis didepannya ini yang menurutnya sangat menggemaskan itu,bagaimana tidak
hidung yang memerah dengan bibir yang melengkung kebawah menambah kesan imut didiri clara hampir saja angga tak bisa menahannya.
"Angga .. "panggil Clara sambil mengguncangakan tubuh Angga agar ia sadar tapi sia sia
melihat Angga yang tak sadarkan diri dengan cepat Rafa pun melarikan dirinya dengan kaki yang tertatih tatih sebab pukulan dari Angga tadi ia pun segera menjauhkan dirinya dari sana tapi seseorang pun tiba tiba menghadang jalannya matanya pun membola melihat tidak hanya seorang saja tapi dibelakangnya pun masih banyak lagi.
"kenapa mau kabur Lo .." ucap Ares dengan senyum miringnya
Rafa pun masih melongo dibuatnya bagaimana ia bisa kabur jika dia terkurung begini,pikirnya
"woy Lo pada bawa nih bocah .."titah Ares pada anak buahnya.
mendengar bos nya berucap sontak saja semua anak buah Ares pun mengangguk dan mulai menarik Rafa untuk membawanya ke markas.
disela membawa Rafa tak hentinya Rafa memberontak
"woy lepasin gue .. woy .. lepasin ... "
karena Rafa yang tak diam hal itu membuat mereka berdecak salah satu dari mereka pun mengisyaratkan sesuatu dan mengangguk tak begitu lama tiba tiba salah satu dari anak buah Ares pun menampar pipi rafa cukup keras karena tubuh Rafa memang sudah sakit sebab pukulan Angga tadi tentu saja dengan tamparan sekali yang cukup kuat rafa pun langsung pingsan hal itu membuat mereka tersenyum karena semakin mudah membawa Rafa.
....
kini Ares pun berjalan mendekati Clara dan Angga terlihat Clara yang kini terisak sambil menggoyangkan tubuh Angga
"Angga bangun .. hikh .. "ucapnya
Ares pun menatap malas gadis yang ada didepannya ini
"sampe lo nangis darah juga tu angga gak bakal bangun.. "ucap Ares
Clara pun menatap kesal orang yang ada didepannya ini
"kakak ngomongnya kasar banget.."
Ares pun berdehem mendengar ucapan Clara
__ADS_1
"udah dari Sononya gue .." ucap Ares
"kalo lu gak bisa bantu mending diam aja deh..." ucap Ares lagi
"bisa kok gue bantu bisa .."ucap Clara
yaudah angkat Angga deh sampe mobil gue Sono noh tunjuk ares
Clara pun mengikuti tunjukan itu iya pun meneguk liurnya susah
"jauh banget.." cicit Clara yang masih didengar oleh Ares
bisa kagak lo .. tanya Ares lagi
akhirnya Clara pun menggelengkan kepalanya
gak kuat gue kak .. ujar Clara
"makanya kalo gak bisa bantu itu ya diem mewek mewek aja Lo emang dengan Lo mewek Angga bangun apa .." kesal Ares sambil mencoba mengangkat Angga
Clara pun menatap kesal Ares yang berucap seperti itu
Gue bisa bantu kok kalo gue mampu .. ucap Clara tak mau kalah
"udahlah mending Lo pulang sono .."ujar Ares setelah menggendong Angga dari belakangnya
dan ia pun kini melangkahkan kakinya menuju parkiran mobilnya
gue bisa bantu kok .. gue ikut gak mau tau .. ucap Clara dan malah berjalan mendahului ares
Ares yang melihat itu pun melongo dibuatnya
"apa apa'an tuh cewek .. "decak Ares
setiba nya dimobil dengan Ares yang menyetir Clara dan Angga pun duduk dibelakang dengan Angga yang terbaring dengan berbantalkan paha Clara
"kemana ..?"tanya Clara
"ya rumah sakitlah kemana lagi .. " ucap Ares disela menyetirnya
Clara pun memutar bola matanya malas mendengar itu
setibanya dirumah sakit Angga pun langsung ditangani para dokter disana,terlihat kini Clara yang tengah mondar mandir gak jelas melihat itu Ares pun jadi kesal
"Lo bisa diem gak sih pusing gue liatnya .."ucap Ares
Clara pun menghentikan langkahnya mendengar ucapan dari Ares
"yaudah gak usah liat .. "
gimana gak mau liat orang gue punya mata ..
yaudah kalo gitu tutup aja matanya selesaikan..
kalo gue gak mau .. ucap ares
Clara pun memutar bola matanya malas ia pun berjalan pelan mendekati Ares dengan tatapan tajamnya
mau gue colok matanya biar gak liat lagi Lo ..ha kesal Clara sambil menunjukan jari telunjuk dan tengahnya tepat didepan mata Ares.
tiba tiba mata keduanya pun bertemu hanya selang beberapa detik saja Clara pun langsung mengalihkan pandangannya saat menyadari dokter keluar dari ruangan Angga .
disisi lain Ares pun masih terdiam mematung ia pun tiba tiba memegangi dadanya
jantung gue kenapa ya .. waduh gawat nih kayaknya gue harus periksa jantung gue tapi kalo beneran gue punya penyakit jantung terus mati gimana gak ..gak ..gak gue gak mau .. gue belum punya bini yallah jangan matikan Ares dulu ya allah Ares belum ngerasain gimana nikmatnya malam pertama yallah ..batin Ares berucap.
....
.
__ADS_1