MANTAN POSESIF

MANTAN POSESIF
eps 28 gak menyerah


__ADS_3

Clara memasuki sekolahnya dengan nafas yang ngos ngosan beruntung dirinya tidak terlambat tinggal 2 menit lagi lonceng berbunyi beruntung pak supir nya bisa ngegas jalannya jika tidak saat ini Clara tidak berada dikelas melainkan dilapangan berjemur hingga Berjam jam mungkin sih pikir clara


Clara melanjutkan jalannya semuanya sama tidak ada yang spesial dibeberapa sisi pun terlihat ada yang menyapanya dan hanya dibalas anggukan oleh clara.


Sesampai didepan kelasnya mata Clara tertuju kearah kedua sahabatnya yang tengah berbincang siapa lagi kalo bukan Mel dan Sandra entah kenapa hati Clara mendadak senang menatap kedua sahabatnya


"Sandra Mel ..." Panggil Clara didepan pintu kelas


Mereka yang dipanggil pun seketika menolehkan kepala mereka mata mereka pun bertemu sandra terlihat syok menatap Clara sedangkan Mel hanya terdiam dengan pandangan yang sulit diartikan


Hingga Clara yang mulai berjalan pun terhenti akibat tubrukan ditubuhnya.Ya,sandra berlari kearahnya dan memeluknya erat


"Gue kangen claa ...." ucap Sandra dipelukan clara


"Gue cari Lo kemana mana 2 Minggu nanyain Lo sama Angga dan pembantu dirumah Lo.."


"Tapi gak ada yang tau .."


"Dan sekarang Lo kembali itu buat gue gak berhenti bersyukur .. "lanjutnya seraya melepas pelukannya terlihat dari kedua mata sandra yang sudah basah akibat tangisannya


Clara terharu melihatnya ia menghapus jejak air mata dikedua pipi Sandra


"Maafin gue gak ngasih kabar apa apa .."


"Maafin gue .." lirih Clara sembari menundukan kepalanya


Sandra menggeleng pelan dan kembali membawa Clara kepelukannya


"Lo kembali dengan baik baik aja udah buat gue lega claa .." ujar Sandra menepuk punggung Clara pelan


Makasih ucap Clara tulus


Dan dibalas anggukan oleh Sandra kepala Sandra pun tertoleh kearah Mel yang terdiam dibelakangnya


"Ck Mel Lo gak mau peluk sahabat kita yang hilang apa .. ?" tanya Sandra


"Sahabat.." ucap Mel tertawa remeh ia menatap Clara sebentar


"Gue gak punya sahabat macem dia .. "lanjutnya dan berlalu pergi seraya menubruk sedikit bahu clara


Clara menatap nanar punggung Mel sahabatnya.tidak dengan Sandra yang terlihat emosi melihat perlakuan Mel


"Cla Lo gak apa apa kan .." khawatir sandra seraya memegang kedua bahu clara


"Ck Mel dia kenapa lagi sih .. "decak Sandra menatap punggung mel yang mulai menjauh


"Udah gak papa mungkin Mel butuh waktu .." ujar Clara menenangakn


"Butuh waktu apa an cla dia kek gak ngehargain Lo tau gak .." kesal Sandra


"Udah udah gak papa.. ucap clara seraya tersenyum maklum ia mengelus pelan bahu sandra mencoba menenangkan


"alin ada nge hubungin Lo gak?gue jadi kangen dia .." ucap Clara mengalihkan pembicaraan


Sandra seketika kekesalan Sandra hilang akibat pertanyaan Clara


"Kemarin kita VC.. dia juga nanyain Lo tau .."ucap sandra seraya memanyunkan bibirnya


serius tanya Clara antusias


Sandra menganggukan kepalanya


"Terus Lo bilang apa ..?"tanya Clara seraya berjalan menuju bangkunya diikuti sandra


"gue gak bilang apa apa tapi Mel yang bilang kalo lo lagi keluar negri ..."jawab Mel seadanya


Mel tau gue diluar negri batin Clara heran


sandra tiba tiba menghentikan jalannya ia menggapai tangan Clara dan menatap Clara intens


"Lo harus ceritain semuanya dan kenapa Lo bisa ngilang .."tuntut Sandra


Clara menghela nafasnya pelan kemudian mengangguk


"iya nanti..! tapi ini gue tiba tiba kangen alin .." melas Clara pada sandra


Sandra terkekeh kemudian menyuruh Clara untuk duduk dikursi nya


"mau vc gak..?"tanya sandra


"mumpung guru belum Dateng .. " lanjut sandra seraya duduk dibangkunya


Clara mengangguk antusias


"Beneran ayo ayo .. "


"gue mau liat perut nya udah besar gak ya ..?"tanya Clara seraya berkhayal bagaimana menggemaskannya teman imutnya itu saat perutnya telah membesar


Sandra tertawa mendengar ucapan polos sahabatnya


"Lo ada ada aja sih baru 4 bulan juga .."ujarnya


"Wah udah 4 bulan aja ..takjub Clara


"eh tapi katanya kalo udah 4 bulan perut nya udah mulai keliatan .." lanjutnya


Sandra menganggukan kepalanya setuju


"Nih nih udah kesambung .." ucap Sandra mereka pun kini mulai memposisikan diri kearah kamera terpampang lah wajah Arta dan alin disana mereka pun berbincang dengan sesekali tertawa menanggapi goyonan alin dikamera.


Disisi lain terlihat Mel yang baru ingin memasuki kelas menatap tajam kearah Clara dan sandra yang terlihat asik bercengkrama menimbulkan gejolak amarah dibenak Mel


"Dulu Lo ambil Angga dari gue sekarang Lo ambil Sandra dari gue Clara gue benci Lo ..'


"Gue benci sebenci bencinya .."gumam Mel dan kembali pergi dari kelasnya mungkin ia akan membolos saat ini.


__________


disisi lain diterik panasnya matahari karna sebelumnya mendung itu membuat keempat siswa most wanted nya SMA Nusa bangsa yang kini sedang menjalani masa hukuman yaitu berjemur dibawah tiang bendera akibat kedapatan terlambat datang kesekolah,


awalnya mereka memang sudah tau akan terlambat dan berinisiatif untuk masuk lewat jalur belakang sekolah saja namun aksi mereka itu keduluan diketahui guru paling dijauhi mereka siapa lagi kalo bapak Yanto guru killer nya Nusa bangsa sekaligus menjabat sebagai guru BK dan akibat aksi mereka itulah membuat Angga,Juan,daniel dan Nino pasrah selain karna takut mereka pun juga harus bertanggung jawab akan apa yang mereka lakukan walaupun gak sepenuhnya sih.


Angga masih terdiam dibawah teriknya matahari seraya hormat menghadap bendera tidak seperti sahabatnya yang terlihat beberapa kali mengeluh dan segala macam tingkah laku yang membuat Angga geleng geleng kepala melihatnya lihat saja contohnya Juan saat ini ia berjongkok seraya mengipasi seragamnya sudah basah akibat keringat


"panas banget yallah juan gak kuat .."lirih Juan dengan wajah nelangsanya


"cih banci Lo"cibir daniel menatap sinis kearah Juan yang ada berada disampingnya


Juan menoleh menatap daniel dengan wajah sengitnya


"terus kalo gue banci? Lo apa *****? .."ujar Juan tak kalah sinis


"wah mancing nih anak .." ujar Daniel seraya menaikan kedua lengan bajunya bersiap adu bacok kearah Juan

__ADS_1


Juan yang tak mau kalah kini langsung menundukan tubuhnya seraya menaikan celana abunya hingga lutut walaupun agak kesusahan karna celana itu cukup ketat di kaki kekarnya


Daniel menatap aneh Juan yang ada disampingnya alisnya bertaut tak mengerti buat apa sahabatnya itu menaikan celana secara disekolahnya tak ada banjir


"Lo ngapain ?"tanya daniel heran


setelah selesai menaikan celananya Juan pun kini berdiri tegak ia menatap songongnya kearah Daniel


"Lo naikin lengan baju gue gak mau kaya Lo ..jadi gue naikin celana aja .." ucap Juan dengan bersiap siap memasang kuda kuda seakan ingin berkelahi sesekali ia melompat lompat bukannya maju Juan malah mundur mundur seraya pemanasan menonjok angin bahkan sesekali ia mengusap hidungnya tanda ia semangat menatap sengit kearah Daniel yang terdiam dengan raut herannya


"HIYAA HUUU HAAAA ..." teriak juan seraya berlari menghampiri Daniel namun naas


bruuukkkkkkk


"Aduh pantat gue .. "ringis Juan


"Rasain hahhaha ..." Tawa Daniel pecah menatap Juan yang terduduk ditanah sembari mengelus pantatnya


"Sialan kulit pisang .. "ucap Juan ia menatap kulit pisang didepannya dengan tajam kemudian kembali mengelus pantatnya


"haduh makin tepos ini pantat... "lanjutnya nelangsa


"emak dosa apa sih juan.juan heran kenapa anak emak yang ganteng ini selalu ter nistakan.." ujar Juan dramatis ia menatap keatas seraya mengadukan nasibnya


Daniel Angga dan Nino tertawa ngakak melihat penderitaan Juan didepannya


"Makanya gak usah gegaya an jadi orang mampus kan Lo .." ejek Nino sembari terkekeh geli


"Ck bukannya nolongin gue juga .. "ketus Juan seraya bangkit pelan dari duduknya ia memijit pinggangnya karna merasa encok


"Tangan gue terlalu mulus buat bantu Lo .."ujar Nino seraya meniup kedua telapak tangannya


"sialan "desis Juan menatap sinis kearah nino yang kini masih tertawa mengejeknya


Sedangkan Angga hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya tak habis pikir menatap kelakuan random sahabatnya


Tapi Tawa mereka seketika terhenti mendengar suara menggelegar dari pak Yanto guru berkepala botak dengan kumis melengkung keatas membawa penggaris ditangannya menatap tajam kearah mereka dilapangan baru sebentar ia tinggal anak muridnya Itu sudah berulah saja


"KALIAN MAU SAYA TAMBAH HUKUMANNYA HAH .." teriak nya tak jauh dari lapangan


Lantas keempatnya pun menggelengkan kepala mereka menatap pak Yanto yang mulai berjalan menghampiri mereka


"Berdiri hormat ke bendera sampai jam istirahat tiba .."


"Lah kok gitu pak .." ucap Nino tak terima setengah jam saja dia sudah sekarat apalagi sampai istirahat bisa dead nanti ia


"Gimana kalo saya pingsan pak .."ujar Daniel bernego


Gimana kalo kegantengan saya memodar karna matahari pak ..ujar Juan ikut ikutan


pak Yanto memejamkan matanya mengatur emosi yang kini ingin tersurut akibat para bocah tengil yang sayangnya adalah muridnya itu


Diam hormat bendera atau saya tambah hukuman kalian sampai pulang sekolah ...


"Iya pak .."ucap mereka serempak


"Bagus ..."ucap pak Yanto seraya menghela nafasnya lega namun kelegaan itu hanya sementara


"Tapi boong pak saya gak kuat biar bapak aja..."lanjut mereka lagi


"KABORRRRRR .. "


ucap mereka serempak


"ANGGA,JUAN,NINO,DANIEL .. KEMBALI KALIANNN ... "


teriak pak Yanto hal itu langsung membuat beberapa murid dikelas mereka pun mengintip dijendela penasaran


"Ck mereka lagi mereka lagi.. "desis sandra kesal


Clara hanya terdiam mendengar nama seseorang yang hanya disebut saja sudah membuat hatinya berdenyut sakit walaupun rasa rindunya pada Angga tak bisa dielakkan namun karna Angga yang kembali mengecewakannya membuat Clara mencoba membunuh mati mati an rasa rindu itu walaupun nantinya akan sia sia .


Bel istirahat pun berbunyi


Clara Dan sandra yang kini tengah membereskan alat tulis mereka sebelum kekantin pun terhenti mendengar keributan di depan kelas mereka sampai seseorang yang tiba tiba datang membuat atensi kedua gadis pun mengarah kedepan kelas mereka


"kalian semua keluar ..."titah Angga seraya menatap tajam para murid yang masih berada dikelas Karena takut dengan tatapan angga mereka pun segera menuruti perintah itu kini hanya tersisa Clara,sandra,Angga dan para sahabatnya dikelas


Angga mengalihkan pandangan pada gadisnya yang terlihat enggan menatapnya buktinya Clara hanya menundukan kepalanya di bangku yang ia duduki,Angga tersenyum sendu ia melirik sandra


sand bisa tinggalin gue sama Clara .. ucap Angga


sandra terlihat bingung ia menggaruk kan kepalanya tak gatal kemudian menatap Clara


cla Lo gue tinggal gak papa kan tanya Sandra cemas


San jangan tinggalin gue .. lirih Clara seraya menatap Sandra melas


melihat wajah Clara sandra jadi tak tega


ia menatap Angga yang juga masih menatapnya


emm gini ngga__ .. kalimat Sandra terpotong akibat tangannya tiba tiba ditarik seseorang


Lo ikut gue ujar Genta sembari menarik tangan Sandra


Lepasin gue .. berontak sandra namun tak didengar oleh Genta


Aishh ujar Sandra pasrah dan mengikuti jalan Genta sandra menolehkan kepalanya kebelakang sembari meminta maaf tanpa suara kearah Clara


Clara melihat itu menghela nafasnya tak ada cara lain selain melawan pikir Clara ia segera bangkit dari duduknya dan mulai berjalan menjauhi Angga namun tangannya ditahan


Clara memutar bola matanya malas menatap siapa yang menahannya


"lepas .. "ucap Clara tajam kearah Angga seraya menunjuk tangannya yang digenggam Angga Angga sempat menggeleng namun tatapan Clara yang menusuk membuat angga menyerah ia pun melepaskannya


"Mau apa Lo ..?" tanya Clara dingin


"Lo .." beo Angga ia tersenyum masam mendengarnya namun kecewa nya segera ia tepis ia harus menyelesaikan masalahnya Dulu


" Aku mau jelasin semuanya .. "tutur Angga dengan lembut berharap gadisnya Itu bisa luluh


Tawa Clara pecah mendengarnya


"Jelasin .. "kekeh Clara dengan sinis ya


Angga mengangguk cepat belum sempat ia membuka suaranya ia kira Clara memang menyuruhnya menjelaskan tapi dugaannya salah


"Apa yang perlu dijelasin .." ucap Clara dingin


"Semuanya udah jelas .."


"Lo khianati gue .."

__ADS_1


"Dan Lo tau .. "Clara maju kemudian menatap lekat mata Angga dengan sirat kekecewaan yang kentara hal itu membuat hati Angga terasa diremas melihatnya


"Gue paling benci dengan yang namanya pengkhianat.." ujar Clara tajam


Angga mendengar nya pun seketika memejamkan matanya hati mencelos ia sadar dirinya salah namun itu semua bukan sepenuhnya salahnya


"Sayang .. " ucap Angga lembut


Clara merotasi bola matanya malas


"Memuakkan .." setelah mengatakan itu Clara segera menjauh dari hadapan Angga namun lagi lagi langkahnya itu terhenti karna Angga menahannya Clara berdecak kesal ia menatap Angga murka


"apa lagi sih ngga.. apa lagi!!semuanya udah jelas gue gak mau liat Lo lagi .. "ujar Clara frustasi ia mencoba melepas cekalan Angga namun sia sia tenaga Angga sangat kuat


Angga menggeleng ia tak mau menyerah kesalahpahaman ini harus diselesaikan ia tak mau kehilangan Clara lagi tidak mau


"Claa tolong dengerin aku sekali ini aja .."mohon Angga ia juga ikut frustasi saat ini


"Sayang aku dijebak dan semua foto yang ..._"ucapan angga terpotong mulutnya pun masih menganga menatap Clara


"Udah ..?" tanya Clara ia memalingkan tubuhnya menghadap Angga


"Udah bilangnya Lo mau gue denger apa lagi.."ucap Clara dengan sabar


"Gue udah muak sama kata kata Lo .."lanjutnya meliat Angga yang lengah membuat Clara mudah melepaskan cekalan itu ia mulai melangkahkan kakinya lagi untuk keluar namun Angga lagi lagi tak mau menyerah ia berjalan mendahului clara dan langsung menghadang jalan Clara membuat Clara memejamkan matanya mencoba menahan emosi yang lagi lagi ingin dikeluarkan


"Clara apa selama ini perjuangan aku gak ada artinya di kamu,apa kamu gak ngerasain gimana cintanya aku sama kamu,saat kamu ngilang gimana paniknya aku sampai hampir buat aku gila,tiap hari aku nyari'in kamu aku frustasi clara,kalo kamu gak percaya tanya aja sama yang lain aku ancur Clara hanya karna gak ada kamu disisi aku.."


"gimana bisa aku ngekhianatin kamu secara yang aku cintain itu cuman kamu dari dulu sampai sekarang .. "


Ungkap Angga dengan sungguh sungguh


Ia mewanti agar claranya luluh kembali dan ia tidak akan memaafkan orang yang berniat merusak hubungan mereka


Clara terdiam membatu mendengar ungkapan Angga ada sentilan dihatinya tak bisa menampik jika dirinya pun juga sangat mencintai Angga tapi ia terlanjur kecewa dan ia butuh waktu untuk menata hatinya kembali.


Basi .. dan hanya kata itu yang Clara ucapkan walau dihatinya menjerit dan lagi lagi hati dan pikirannya tidak sejalan


Angga mengusap wajah nya kasar bagaimana lagi caranya agar membuat Clara percaya padanya


"Aku akan bawa kamu sama queen dan kita jelasin ini sama sama biar kamu percaya.."


Ujar Angga sungguh sungguh


Clara mendongak menatap mata Angga mencari kebohongan dalam dirinya namun melihat kesungguhan didiri angga membuat Clara lagi lagi goyah


Clara menundukan kepalanya


"Gue gak tau.. gue masih kecewa sama Lo ..


Tolong jangan ganggu gue saat ini .. "ucap Clara dan mulai melangkahkan kakinya keluar kelas namun pelukan dari arah belakangnya membuat tubuh Clara mematunh


"Sayang please .. kita baru ketemu ..


Dan sekarang kamu malah salah paham lagi ..."lirih Angga tak tau kah Clara dirinya saat ini menahan tangis nya kembali


Clara memejamkan matanya menahan gejolak untuk tak membalas pelukan itu


"Le..pas .. "ucap Clara dengan suara bergetar


Angga menggeleng ia semakin mengeratkan pelukannya diperut Clara dan menenggelamkan kepalanya diceruk leher Clara


"Aku gak mau aku kangen kamu .." lirih Angga


"Angga ... "Lirih Clara dengan paksa ia melepaskan tangan Angga dan berhasil


Angga menatap nanar tangannya yang dilepas Clara kepalanya menunduk


Clara memejamkan matanya menahan sesak dihatinya


"Akan gue pikirin ucapan Lo tapi sebelum itu tolong saat ini jangan ganggu gue .." ujar clara setelah itu Clara benar benar pergi dari hadapan Angga,


semua adegan Angga dan Clara tak luput dari tontonan para murid SMA bahkan sedari Angga datang pun mereka sudah dibuat penasaran setengah mati dan berakhir menonton dari jendela kelas ada yang memotret ada yang merekam dan sebagainya namun semua itu cepat ditangani sahabat Angga karna itu privasi mereka.


"Bubar kalian bubar..."ngegas nino


"mau gue gorok leher kalian hah ..." ujar Juan dengan mata melotot menghadap para siswa yang masih curi curi pandang kearah kelas


"Sini in hape Lo .."ujar Daniel seraya merebut paksa salah satu ponsel murid yang sengaja merekam adegan sahabatnya tadi


"Woy hapus gak ..." tegur Edo menatap tajam kearah siswi yang kepergok memotret angga dan Clara


Dan begitu lah ancaman ancaman para sahabat Angga melihat para murid yang ingin merekam serta memotret angga dan Clara


Sampai saat Clara menerjang pintu kelas dengan kakinya dan berakhir membuat Nino dan Edo yang saat itu bersandar diluar pintu terjungkang kedepan akibat terjangan hebat Clara


"Aduh punggung gue.." ringis Edo seraya memegang pintunya semua yang ada didepan kelas melongo mendapati Clara dengan wajah dinginnya menatap mereka


"Minggir" ucap Clara dengan dinginnya sontak mereka patuh dan memberi jalan Clara untuk pergi dari sana


"Gila .. Clara bisa ganas juga ya .."ujar Edo seraya memandang punggung Clara


"Aduh punggung gue .." lanjutnya mengelus punggungnya yang sedikit sakit


"Bukan Lo aja nih kaki gue nyampe sakit kena pintu .."ujar Nino seraya memijit pergelangan karna kepentok kayu pintu


"Udah udah ayo kedalem.." ujar Daniel mereka pun kedalam dan melihat keberadaan Angga.


__________


yuhuu aku up lagi yeyeyey


tolong beri kesan dikolom komentar tentang part ini?


dan apa pendapat kalian tentang cerita ini?


a.bagus


b.asik


c.ngebosesin


tolong kasih jawabnya aku tunggu


dan dan dan


ya jangan lupa di like atuh ceritanya biar aku semangat up nya supaya kalian gak nunggu lama lama amat gitu yakan


tolong banget follow aku aku yayatae@


aku butuh dukungan buat jadi penulis hmm aku mewek huwaaa ..


oke bay salam dari auhtor untuk pembaca yang setianya

__ADS_1


muachh sayang kalian


__ADS_2