
Jam sudah menunjukkan hampir tengah malam,tapi Clara yang masih terjaga dari tidurnya.gadis itu terlihat cemberut,sudah berapa jam ia mematut dirinya didepan kaca rias,hanya untuk melihat pantulan wajahnya yang terdapat lebam disana lebam diarea bibirnya terlihat membiru apalagi,pipi sebelah kirinya memerah yang menjiplak sebuah tangan disana.
"Sialan queen bakal gue bales Lo awas aja ..". emosi Clara menggebu gebu
"Huwaaa muka cantik gue .."histeris Clara, sudah berapa kali ia menangis hanya menatapi wajahnya.
dengan hati dongkol,ia bangkit setelah beberapa jam terduduk,lalu mengambil ponsel nya yang tergeletak diatas meja rias,dan langsung membawanya keluar kamar.
"Udah jam segini om gak pulang apa ya?" tanya Clara heran,seraya melihat jam diponselnya yang menunjukan pukul 23.57 malam.
Clara berjalan menuruni tangga namun,disela anak tangga ia menghentikan langkahnya dan malah berlalu mendudukan dirinya disana, sambil membuka ponselnya,ia membuka galeri dan menekan album yang tertulis mine.
Ia membukanya,terdapat banyak foto-foto dirinya dan Angga waktu awal mereka berpacaran dulu,sampai foto yang kemarin saat ultahnya Angga.
Clara menatap sendu foto-foto disana,tak ada niatan untuk menghapusnya.bahkan,Clara sengaja men zoom kan wajah Angga seraya sedikit mengusapnya dengan ibu jarinya.entah sejak kapan,setitik air pun membasahi layar ponsel itu.
Clara tersadar,ia langsung mematikan ponselnya,lalu termenung memikirkan kejadian disekolahnya tadi khususnya Angga,tak lama ia menghela nafasnya pelan.
"Udah udah gak usah mikirin dia Clara,
Ingat dia udah ngecewa in Lo ..."ucapnya sendiri sembari menyemangati diri
Tak ingin sedih terlalu lama,Clara berniat untuk bangkit dari duduknya seraya memegang penyangga tangga untuk membantunya berdiri.namun,seketika suara gemuruh petir membuat Clara terkejut reflek ia kembali terduduk.
Gemuruh itu kian lama kian nyaring dipendengarannya,dan itu berhasil membuat Clara ketakutan kepala Clara jadi pening air mata sudah membanjiri dikedua pipinya ia takut ia sendirian.
Duaarrrr ..
Melihat kilat menyambar melalui jendela rumah yang tertutup gorden,membuat Clara reflek meringsut kan tubuhnya.ia memeluk lutut dan menenggelamkan wajahnya dilipatan itu,bahu Clara bergetar kaki dan tangannya mendingin.
"gue takut ... Hiks"
"Gu..gue takut petir .. hikh .."
"Mah papah Clara takut ..."
Duaarrrrrrrrrrrr
"Siapapun tolong gue ...hikhh"
Duarrrrrrrr
Gemuruh petir diselangi hujan lebat membuat Clara semakin bergetar ketakutan,ia menutupi kedua telinganya dan menangis tanpa henti.
Tiba tiba Suara ponsel mengalihkan atensinya,disela segukannya ia mengintip ponsel yang berdering,tanpa melihat siapa sang penghubung ia langsung mengangkat panggilan itu dan meletakan ponsel disebelah telinganya.
Cla ... panggil orang diseberang sana
Clara hanya diam dengan isakannya
Claa kamu kenapa aku kesana sekarang ya bentar aku kesana tunggu aku ya sayang .. panggil orang diseberang sana lagi
Clara terdiam melihat panggilan ditutup sepihak.Clara menatap ponselnya namun sejenak ia tersadar
Aku kesana tunggu aku ..
Sayang ..
suara itu terulang bagai memori rusak di otaknya
Deg ..
Jantung Clara hampir copot menyadari itu
suara tadi ...batin Clara
"Angga .."lirih Clara sembari menatap ponselnya nanar
"Hiksh ... Hiksh ... "Clara kembali menumpahkan tangisnya
Tak berlangsung lama,setelah mendapati panggilan Angga tadi pintu rumahnya pun dibuka.mendapati Hans yang baru datang dengan baju yang sedikit basah bertepatan itu pula gemuruh petir mereda,hanya suara rintikan hujan yang mendominasi.
Clara melihat kedatangan Hans,langsung mengembangkan senyumnya,ia bangkit lalu berlari kecil kearah Hans yang berjalan masuk belum menyadari keberadaanya.namun,disela jalannya ia meringis karna kakinya yang sedikit sakit sebab keseleo tadi.
Hans yang menyadari keberadaan Clara menaikan alisnya sebelah sembari berjalan menuju gadis itu,matanya tertuju kesebelah kaki Clara yang terpasang perban, hans yang melihatnya menghela nafasnya pelan.
apa lagi yang diperbuat gadis ceroboh itu batin Hans lelah
Hans menghentikan jalannya,ia mendapati wajah mewek Clara yang berjalan tertatih kearahnya,dengan bibir kebawah dan mata berkaca kaca Hans sedikit terperangah,ia mengulum bibirnya untuk menahan tawanya.
kenapa keponakannya itu jadi menggemaskan dan Hans baru menyadarinya saat ini alisnya lagi lagi terangkat sebelah,menatap Clara yang merentangkan tangannya kearah Hans,Hans tidak mengerti namun ia tetap memajukan tubuhnya sampai wajah Clara yang menubruk dada bidangnya.
"Huwwaaa omm gue takut ..."Isak Clara lagi dengan tangisnya
Hans meringis pelan ia menepuk punggung Clara pelan
Clara mendongak an kepalanya masih segukan,ia menatap wajah Hans
"Om bawa makanan gak ..?" tanya Clara polos
Arghhh Hans frustasi ia tidak kuat menahan kegemasannya menatap wajah Clara saat ini. buktinya,tangannya mengepal menahan gejolak untuk tidak emm ..
Sial Hans menutup matanya kenapa ia jadi tegang begini dengan sedikit kasar ia mendorong tubuh Clara agar pelukan mereka terlepas.
"15 menit tunggu dimeja makan ..." Ucap hans setelah itu ia langsung berjalan melangkah lebar menuju kamarnya.
"Bisa gila gue kayak gini .. "gumam Hans seraya mengacak rambutnya frustasi disela jalannya
Disisi lain,Clara masih cemberut sembari menatap punggung tegap pamannya.
"Om tega banget .. "celoteh Clara namun setelahnya ia tetap mengayunkan kakinya menuju meja makan,sembari menunggu Hans untuk keluar dari kamar.
Setelah sampai dimeja makan,Clara segera mendudukan dirinya disana.ia meletakan wajahnya dimeja sembari menatap atas tangga berharap om nya itu akan segera keluar dari sana.ia memegangi perutnya yang kesekian kalinya bersuara.
glurrkkk
"Sampai kapan gue nunggu yatuhan lama amat dah .." racau Clara karna terlalu lelah Clara tiba tiba menguap ia membenamkan kepalanya dilipatan tangannya kemudian tertidur.
Hans yang baru datang pun terkekeh mendapati Clara yang tertidur.namun,seketika ia tersadar kenapa ia tertawa hanya karna menatap Clara ada apa dengan dirinya?
Hans menatap lurus Clara dengan perasaan yang campur aduk.
Gue kenapa ? Batin Hans
_____
Angga terduduk tepat disamping brangkar mama Mia.ia menatap sendu mama clara, wajahnya terlihat pucat pasi belum sadarkan diri.angga tersenyum tipis ia tak menyangka jika dirinya berhasil menemukan mama Mia mamanya Clara,ia tak menyangka jika calon ibu mertuanya itu masih hidup.
Semuanya seperti mimpi,ia sangat bersyukur,dan secepatnya ia akan membawa Clara nya gadisnya untuk bertemu mamanya,janjinya dalam hati.
__ADS_1
Namun,ia kembali teringat bagaimana caranya ia akan memberi tahu Clara,memikirkan itu Angga jadi teringat bahwa hubungan nya dan Clara agak tak baik,lebih tepatnya hancur dan semua itu karna salahnya.semoga saja nanti Clara bisa meluangkan waktu untuk Nya berbicara semoga saja harap Angga dalam hati.
Tak lama,pintu ruang inap pun dibuka. mendapati bunda Hana dan ayah brams disana.oh,jangan lupakan gio yang juga ikut ditengah keduanya.melihat kedatangan kedua orang tuanya angga tersentak kaget,dari mana mereka tahu?dan siapa yang memberi tahu?
"Angga ..." Panggil Hana kepada sang anak
"bunda kok .._"jawab Angga seraya berdiri ucapan Angga terpotong
"Mana mia ..?" tanya Hana lagi menuntut
"Bunda kok bisa disini?" tanya Angga heran
"Juan telpon bunda tadi"ujar ayah brams
Ah,Angga baru ingat sahabatnya itu tidak terlihat dari tadi semenjak ikut mengantar mamanya clara
"Juan nya kemana bunda..?"tanya Angga lagi
"mana bunda tau .."acuh Hana
"geser .." titah Hana
Angga menurut,kemudian menggeser tubuhnya hingga nampaklah kondisi mama Mia di sana .
Bunda Hana menutup mulutnya tak percaya mendapati sahabatnya yang jauh lebih muda darinya itu tak sadarkan diri,awalnya ia tak percaya apa yang diucapkan Juan ditelpon tadi, bahwa Mia masih hidup namun setelah melihat langsung ia pun tak bisa berkata kata selain mengucap syukur kepada tuhan sebanyak banyaknya.
"Mia ..." Lirih hana ia berjalan pelan menuju brangkar tempat sahabatnya dirawat,setiba tepat didepan Mia,Hana mendudukan dirinya disamping brangkar seraya mengenggam pelan tangan sahabatnya.
"Mia .. aku ..masih gak percaya kamu .. hikh "
"Yatuhan terima kasih banyak .. "lirih hana ia mengelus pelan pipi Mia disela isakannya
"Cepat sembuh Mia ..." Lanjut Hana
Mata Hana terbelalak mendapati pergerakan dijari Mia,tak lama mata itu pun mengerjab dengan gumaman kecil yang masih bisa Hana dengar.
"Mas ar..ya.."
"M..mas ..aryaa ..."
Hana menolehkan kepalanya menatap Angga dan suaminya yang masih berdiam dengan pandangan kearahnya.
"Buat apa lagi cepetan panggil dokter .."desak bunda Hana memutar bola matanya malas mendapati ke lemotan kedua laki laki didepannya.
Ayah brams berkedip sebentar,kemudian lantas mengangguk dan keluar ruangan memanggil dokter dan perawat disana.
"Mia .. Mia ini aku Hana .." panggil Hana seraya masih mengenggam pelan tangan Mia
Mia membuka matanya pelan
"Mia kamu sudah sadar tunggu sebentar ya. dokter pasti segera datang.." terang bunda Hana
Mia hanya melirik Hana sekilas kemudian pandangannya kembali tertuju keatas langit langit kamar.
"Mas Arya "lirih Mia setitik air mata pun turun dari sudut matanya .
______
"Gimana keadaan teman saya dokter .. ?"tanya Hana tak sabar
"Begini siapa wali nya pasien mari ikut keruangan saya ada yang ingin saya bicarakan ..."tutur dokter itu
"Gak bisa disini aja dok?" tanya Angga
"Anda siapanya pasien ..?" tanya dokter
"Saya .._"ucapan Angga terpotong
"Saya teman sekaligus sahabatnya biar saya dan suami saya dok .." potong Hana sebelumnya ia mendelik kesal kearah anaknya
Angga yang ditatap bundanya hanya menggaruk kepala nya tak gatal
"Oh gitu ayo mari ikut saya pak buk .." ucap dokter itu
Dan dibalas anggukan oleh brams dan Hana
"jaga gio.." bentar ucap ayah brams seraya menepuk bahu Angga kemudian menyusul Hana.
Angga yang tertinggal pun menghela nafasnya ia menatap gio yang juga ikut menatapnya
"Kenapa lo .."sewot Angga
"Bang gio ngantuk.."ujarnya sembari mengucek kedua matanya
Angga merasa iba menatap adiknya itu
"Kita pulang .. "ujar Angga sontak gio mengangguk cepat, baru angga ingin menggendong adiknya itu terlihat queen yang baru datang dari kantin pun menatap heran kearah Angga dan gio.
"Angga mau kemana ini aku baru dari kantin bawa makanan kamu belum makan kan .. ?"ujar queen tiba tiba.
Gio menatap queen dalam matanya mengerling,lenyap sudah ngantuk nya menatap wajah queen didepannya.
"Hai kakak cantik.." sapa gio semanis mungkin
Arah pandang queen tertuju kearah gio
Ia ikut tersenyum manis
"Hai ganteng" jawab queen ramah
"Bang turunin .. "ujar gio berontak digendongan Angga
"mau apa emang .. "ujar Angga seraya menuruti gio untuk menurunkannya.
Gio tak menjawab ucapan Angga ia malah berjalan mendekat kearah queen dengan senyum manisnya.
"Kakak cantik bawa apa gio minta dong .. "ujar gio tanpa malu
"gio ngomong apa an si lu .." decak angga melihat tingkah adiknya itu.
Queen mengerjab kemudian menatap angga yang terlihat kesal,menatap interaksi mereka samar senyum miring tercetak dibibir queen. namun,hanya sedetik langsung ia ganti dengan senyum ramahnya
"Ini kakak bawa roti cokelat sama susu kotak kamu mau .. "tawar queen
Gio langsung mengangguk semangat.queen pun mengambil susu kotak dan roti kemudian menyodorkannya kearah gio.namun,belum sempat gio mengambilnya suara Angga menginterupsi keduanya.
"Kita mau pulang "ucap Angga tiba tiba
Queen kemudian kembali menatap Angga
__ADS_1
"Sekarang ..yaudah sekalian aku anterin aja gimana .."
"Gak usah .. "ucap angga
"Ayo gio .." ujar angga seraya menarik tangan gio Kemudian berjalan menjauh dari queen baru beberapa langkah ia berjalan suara queen menghentikan langkahnya.
"Angga kalo kamu lupa hidup Tante Mia dan om Arya ada ditangan aku .."'terang queen
Angga membalikan tubuhnya seraya menatap tajam queen
"Semuanya terserah dikamu,
Kamu mau nurutin ucapan aku apa enggak .."
Jelas queen dengan senyum miringnya
Angga melepas gandengan tangannya dari gio kemudian menatap gio
"samperin bunda ayah gio .. "ucap Angga
Gio termenung ia bingung dengan Situasi ini
"Gio samperin ayah bunda .. " ucap Angga lagi
Gio menatap Angga
"Gio gak tau ruangannya bang .. " tuturnya polos
Angga mengusap wajahnya ia lupa
Ia kembali menggenggam tangan gio
Kemudian berjalan menghampiri queen
"Tunggu disini gue mau anter gio .." ucap Angga datar
Queen mengangguk seraya tersenyum manis
Setelah beberapa menit,Angga pun kembali ia langsung menarik queen,queen hanya pasrah ditarik ia malah senang bisa berdekatan dengan Angga.namun,hanya sebentar sampai didepan gedung rumah sakit Angga melepaskannya dan menatap queen tajam.
"Maksud Lo ngomong tadi apa .." sungut angga dengan rahang yang mengeras.
Queen menyilang kan kedua tangannya didada kemudian menatap remeh Angga
"Kenapa aku bener kan .. "
"Aku udah tau rencana kamu dan temen temen kamu mau Nye lamatin Tante Mia dan om Arya dan aku hanya mempermudah jalannya tapi .._
Queen mendekatkan dirinya kearah Angga kemudian menatap Angga
"Semua itu gak gratis.. "terangnya dengan senyum manis ny
Kedua tangan Angga mengepal erat mendengar itu
"Maksud Lo apa hah .." tajam Angga menatap queen didepannya ia menahan hasrat nya untuk tidak menonjok perempuan didepannya ini.
Queen tersenyum manis seraya mengelus pelan pipi Angga
"Angga sebenarnya aku penjahatnya kamu hanya bebas beberapa hari tapi gak selamanya aku bisa aja Ancurin orang orang terdekat kamu khususnya Tante Mia dan om Arya .."
"Mau lo apa hah ... "
"Kamu Angga mau aku kamu ..." Ucap queen ia menatap Angga dengan pandangan harapnya.
Angga terkekeh sinis mendengar penuturan itu
"Gak usah halu Lo .." cibir Angga
"Cewek sinting" lanjutnya seraya menatap remeh queen
Queen mendengar itu tertawa,ia mengangguk kan kepalanya menyetujui apa yang diucapkan Angga
"Ya,sayangnya cewek sinting ini akan berbuat apapun untuk mendapatkan apa yang ia mau .."lanjut queen dengan senyum miringnya
"Pilihannya ada di kamu Angga,Kamu nurut semuanya aman,Kamu berontak semuanya selesai .."
Angga terkekeh mendengar ucapan queen, gadis ini benar benar menguji kesabarannya,ia kira mendengar ancaman itu ia akan takut gadis itu belum tau saja siapa dirinya.
Angga berjalan mengikis jarak kearah queen tangannya terangkat mengelus rambut hitam lurus itu awalnya lembut namun beberapa detik berubah menjadi jambakan kuat
Aghh .. desis queen merasakan sakit dikepalanya ia mencoba melepaskan tangan Angga dari rambutnya tapi percuma Angga malah semakin mencengkram ya.
Angga menyeringai menikmati wajah kesakitan queen
"Dengerin gue .. "tajam Angga
"Lo belum tau siapa gue dan.._ancaman Lo gak guna .."
Setelah mengatakan itu Angga melepas cengkaram itu kasar hingga membuat queen terjatuh.
Angga berjongkok kemudian mengangkat dagu queen untuk menatap wajahnya.
"Silahkan berbuat apapun yang Lo suka dan .."
"Sebelum itu terjadi hidup Lo yang gue ancurin .."lanjutnya
"***** .. "umpat Angga kemudian berlalu dari queen yang menatap punggung nya tajam
"Aku ikutin permainan kamu Angga aku mau liat seberapa tangguh nya kamu buat ngalahin aku .." ucap queen dengan wajah dinginnya.
_______
ulalala Hay Hay Hay semua pembaca ku ..
aku kombek huwaa 😠seneng gak lu pada
asli kemarin kemarin tuh beneran gak ada ide buat nulis
jadi moon maap author nge gosting kalian kan
janji ini bakal crazy up kok
santai santai jangan dibawa tegang
konflik nya mungkin bakalan lebih berat misterinya banyak yang belum dipecahkan
aku malah mikirin kalo ada season 2 nya gimana posesif mantan season 2 mantep gak tuh hehe ..
kalian harus tetap stay ya di cerita aku ya jangan bosan nungguin nya
__ADS_1
makasih jangan lupa like komen nya oh ya satu lagi follow aku nya jangan lupa.
see you papay muach.