
Gedung bercat putih bersih tak lain rumah sakit itu lagi dan lagi menjadi tempat yang disinggahi oleh angga setelah mengantar Clara Angga langsung menuju Rumah sakit Primata namanya salah satu rumah sakit yang kebetulan milik keluarga angga.
Angga berjalan masuk dengan wajah santai nya dengan tangan yang ia masukkan disaku celananya,sesekali para dokter dan perawat menyapanya ada yang menundukan kepalanya karna merasa segan dan tau siapa angga.angga hanya membalas sapaan mereka dengan anggukan semata.
Ia berjalan menuju ruangan yang sudah ia tau tepatnya di ruangan VVIP nomor 45.
Tempat dimana mamanya Clara dirawat.sesampai disana,Angga membuka kenop pintu pelan,namun Lirihan suara seseorang ditangkap Indra pendengarannya. sangat jelas,dan Angga tau bundanya dan mamanya Clara tengah berbincang didalam sana.angga tau ia tidak sopan,ia menguping.tapi rasa penasaran yang tinggi membuatnya melakukan itu.
_____
Hana terdiam menatap Mia yang tak mau bicara padanya.sudah berapa kali ia mengajak nya bicara namun Mia selalu diam tak menganggap nya ada.
"Mia makan ya kasian bayi kamu .."kata Hana
Khawatir
Mia menoleh kearah Hana
Mia tiba tiba memegangi perutnya dan tersadar
"bayi.." beonya
"Bayi aku hikh bayi aku dan mas Arya .. hikh .."Isak Mia tiba tiba
Hana panik,mendapati Mia menangis ia meletakan makanan dinakas kemudian memeluk Mia.
"Mia mas Arya pasti baik baik aja .."ucap Hana menenangkan ia mengelus punggung Mia pelan.
"Mas Arya mba dibawa orang ituh hikh ..dia misahin aku sama dia mba hikh .."Isak Mia dipelukan Hana
Hana tidak tau harus menjawab apa karna ia tidak tau apapun tentang masalah ini.
"Mas Bram bakal bantu nyari mas Arya kamu tenang ya Mia .."bujuk Hana meyakinkan
Mia melonggarkan pelukannya dan menatap Hana
"Makasih mba .. "lirihnya ia melepas pelukan itu dan menghapus pelan jejak air matanya.
"Kamu tenang ya aku dan mas Bram bakal bantu nyari mas Arya,sekarang kamu harus makan kasian bayi kamu butuh nutrisi.."
Akhirnya Mia pun menganggukan kepalanya.
"makasih mba "ujar Mia kali ini ia beranikan mengenggam lembut tangan hana sembari menatap harap.
Hana menganggukan kepalanya seraya tersenyum lembut.
"Aku suapin ya .. "ujarnya seraya menyendok'an nasi dan mengulurkannya kearah mia.
Lagi lagi Mia mengangguk Hana tersenyum melihatnya dengan telaten ia menyupai Mia
Disela menyuapi Mia Hana pun berucap
"Kamu gak kangen Clara Mia ..?" tanya Hana
"Dia sedih banget saat tau kamu kecelakaan.."lanjut Hana
air muka Mia seketika berubah mendengar ucapan Hana.
"Air mba "ujar Mia Hana dengan sigap menyodorkan minuman kearah Mia.
Setelah meneguk minumnya Mia kembali menatap Hana kali ini jauh akan Sirat kesedihan diwajahnya.mia menundukan kepalanya seraya menatap tangan sebelah nya terpasang infus ia mengelusnya pelan. kemudian,berujar tanpa melirik kearah Hana.
"Aku sama mas Arya gak kecelakaan mba bahkan sebelum masuk kebandara kami dapat telepon mengatakan bahwa perusahaan kami terancam karna mas Arya khawatir terjadi apa apa disana kami langsung balik arah dan ditengah jalan mobil kami tiba tiba dicegat orang .."ujar Mia seraya melirik kearah Hana melihat respon wanita itu.
Hana terperangah mendengar cerita Mia,Mia tersenyum miris kemudian melanjutkan ceritanya.
"Aku sama mas Arya ditarik paksa dan dibius setelah itu aku gak inget apa apa selain sudah terkapar diruang sempit pencahayaan sama mas Arya ".tutur Mia air matanya kembali menetes mengingat penderitaan ia dan suaminya saat diculik dengan cepat ia menghapusnya.
Hana kembali memeluk Mia.
"Gak usah dilanjutin kalo kamu gak kuat Mia .."
Ucap Hana
Mia menggeleng dengan air mata yang tak habis bercucuran ia kembali melanjutkan ceritanya
"Disana aku sama mas Arya disekap,dan yang paling buat aku sakit mas Arya selalu disiksa dipukul dihadapan aku sendiri mba ..hikh"
"Hati aku sakit liat mas Arya diperlakukan begitu aku mau nolong tapi tangan sama kaki aku di iket aku cuman bisa nangis sama kaya sekarang hikh .. maafin aku mas ..hikh."
Hana hanya bisa mengelus punggung Mia yang bergetar akibat tangisannya.ia bingung lebih tepatnya tak tau harus mengatakan apa selain mendengarkan.
"Sampai saat mereka misahin aku sama mas Arya itu yang paling bikin aku sakit mba..aku gak tau mereka bawa mas Arya kemana..mas Arya diseret dengan gak manusiawi mba.. yatuhan hikh mas Arya kamu dimana mas hikh.."
"Mas Ary..a pelukan Mia memberat bisa dirasakan oleh Hana tangan Mia pun mengendur isakan nya pun terhenti hal itu membuat Hana panik ia mendorong pelan tubuh yang dipeluknya itu seketika matanya terbelalak.
Mia .. panggil Hana seraya menepuk pipi Mia pelan,tak ada respon disana.
tiba tiba,bunyi kenop pintu ruang rawat dibuka menampilkan Angga disana.Hana yang melihat itu,dengan cepat menyuruh Angga untuk memanggil dokter dan dibalas anggukan cepat oleh Angga.
____
"bagaimana keadaanya yan .. " tanya Hana
dokter yang bernama tage Adrian hangko Mahendra yang tak lain adalah adik dari ayah Bram pun berujar
"Mba Mia baik baik aja cuman butuh istirahat aja kak .."
"tapi ..." Adrian Menjeda kalimatnya seraya menatap Hana dan Angga bergantian.
"tapi apa om .." ujar Angga penasaran
Adrian menghela nafasnya gusar
"aku rasa psikis nya agak terguncang dan aku khawatir dengan kandungannya.."tutur Adrian
seketika mendengar itu Hana memejamkan matanya ini salahnya harusnya ia tidak memancing mia untuk bercerita tadi.
"kalo bisa saat pasien sadar nanti jangan buat dia berpikiran berat dulu.kalo masih saja aku gak tau apa jadinya nanti khususnya saat hamil muda begini sangat rawan untuk keguguran ditambah kandungannya sangat lemah.." lanjut Adrian
rasa bersalah lagi lagi menyergap benak Hana. ia memijit pangkal hidungnya seketika pusing pun melandanya.hampir saja tubuhnya limbung jika Angga tak menahannya.
Adrian yang melihat kakak iparnya hampir pingsan pun sontak dibuat cemas
"kak Hana baik baik aja .. lebih baik kak Hana istirahat aku bakal siapin brangkar tunggu sebentar ya .. "cemas Adrian
Hana segera menahan lengan adik iparnya dan menggeleng.
"aku gak papa udah gak usah.. "ujar Hana
"kakak yakin biar aku siapin ruangan ya .." bujuk Adrian lagi.
"udah gak papa aku baik baik cuman agak syok aja tadi .. "ucap Hana
tiba tiba perawat datang menghampiri mereka
"dokter Adrian pasien ruang nomor 34 membutuhkan pertolongan" ujar perawat agak cemas
Adrian mendengar itu lantas mengangguk ia menatap Hana dan Angga
"kak aku pamit ya .." ucap nya seraya menatap Hana kakak iparnya itu.
Pandangannya pun beralih kearah Angga.ia menepuk bahu sang ponakan pelan
"jagaian bunda kamu .." ujar nya seraya melirik Hana
"iya om "angguk Angga.
sepeninggal Adrian omnya dan perawat itu Angga pun membantu mendudukan bundanya ke salah satu bangku tunggu rumah sakit,ia menjongkokkan diri dihadapan Hana seraya mengenggam tangan sang bunda,matanya menatap penuh kearah bundanya yang terlihat akan serat wajah merasa bersalah .
"bunda gak usah cemas,Tante Mia bakal baik baik aja.." ujar Angga
Hana menatap wajah sang anak ia tersenyum miris
"bunda merasa bersalah ngga .." ujar Hana sudut matanya mengalirkan air mata Angga yang melihat itu lantas menghapusnya.
"bunda dengerin Angga,bunda gak salah oke.."
"harus nya bunda gak mancing Mia.." ucap Hana Seraya menutupi wajah nya dengan kedua tangannya bahu nya seketika gemetar
angga tak bisa membiarkan bunda nya seperti itu.ia lantas mendudukan dirinya disamping bundanya dan membawa kepala bundanya menuju dadanya.angga mengusap punggung bundanya sayang seraya mengatakan sesuatu yang menenangkan.
__ADS_1
"bunda Angga mohon jangan kayak gini harusnya kita Doa'in Tante Mia dan bantu dia buat bangkit dari keterpurukannya.."
mendengar ucapan anak nya hati Hana terenyuh tapi meski begitu rasa bersalah nya masih ada .
"Tante Mia bakal baik baik aja bund .." lanjut Angga menenangkan.
Hana melepaskan pelukan mereka ia tersenyum melihat anak sulungnya itu dengan gerakan pelan tangannya mengusap kepala sang anak sayang
"makasih ya udah nenangin bunda .. "ujarnya
Angga mengangguk,seraya membalas senyuman sang bunda lalu ia bawa tangan hana yang mengusap kepalanya untuk ia genggam.
"bunda gak perlu khawatir Angga disini anak bunda bakal bantu sebisa mungkin buat nemuin om Arya,buat tante Mia.."ucap Angga seraya mengecup lembut tangan bundanya.
Hati Hana Melembut,melihat perlakuan sang anak,ia menjadi merasa bersalah mengingat kejadian bagaimana ia menampar sang anak kemarin.
namun tak selang berapa lama ia tersadar bukannya ini jam sekolah lalu kenapa anaknya itu malah disini.
"kamu gak sekolah .. ?"tanya bunda hana heran
angga mendengar penuturan bundanya reflek gelagapan dibuatnya
bunda Hana memicingkan kepalanya curiga
"kamu bolos apa gimana sih .. ? "kali ini nada suara bundanya agak meninggi dan terkesan sedikit ketus Angga melihatnya hanya menampilkan cengiran nya tanpa dosa.gak mungkin kan ia bilang jika ia diskors,bisa bisa kepala nya dipenggal habis oleh bundanya.
"anu bund .. "ucap Angga gelagapan bingung harus menjawab apa
"anu..apa sih? anu kamu kenapa..?"kening bunda Hana mengerut
Angga reflek mengerucutkan bibirnya
"bukan anu itu bund ish .."Cebik angga kesal ia memutar bola matanya malas mengerti isi pikiran bundanya yang terkadang ngeres itu.
Hana mengangguk mengerti
"lalu anu apa? kamu bolos hah.. "ucap bunda Hana meninggi
Angga semakin gelagapan
"Se..sebenarnya .. bund it.. itu angga emmm..._"ucapan gagap angga dipotong oleh suara getaran ponsel tepatnya ditas bunda hana angga melihat itu tersenyum lega dibuatnya
Alhamdulillah yallah batin Angga bersorak
drrrtttttt drrrttttt ..
bunda Hana memicing sinis kearah Angga yang tercengar cengir tak jelas disampingnya ia segera mengambil ponsel di tasnya dan melihat siapa yang tengah menghubunginya.
terpapar disana
ayah calling ...
dengan cepat Hana menerima panggilan itu.
angga yang melihat itu seketika bangkit dengan gerakan pelan.melihat bundanya yang masih asik bertelponan dengan ayahnya membuat Angga secara garis besar mudah untuk kabur.tapi sebelum itu ia dengan gerakan kilat menghadiahkan satu kecupan dipipi wanita yang melahirkannya.
"Dadah bunda Angga pergi dulu papay.."lambai Angga yang sudah cukup jauh dari keberadaan bunda hana.bunda Hana yang melihat lantas menatap Nyalang sang anak.
"Angga .. "teriak bunda Hana
"kenapa bund "ucap ayah brams diseberang sana
bunda Hana menggeleng matanya masih tertuju kearah kepergian Angga
"gak apa apa yah lanjut .. "ujar bunda Hana ia kembali menggelengkan kepalanya mengingat tingkah sang anak barusan.
______
Angga Memacukan mobilnya menuju markas gengnya.ia ingin bertemu Ares saat ini,dan kata sahabatnya Ares berada disana ada banyak yang ingin ia ketahui khususnya tentang sahabatnya yang sempat diculik kemarin.begitu banyak pertanyaan hinggap dikepalanya.
sesampai disana ada banyak bodyguard yang terlihat berjaga.kening Angga mengerut tidak seperti biasa nya markas nya dipenuhi banyak penjaga.
tumben batin Angga heran tapi ia segera keluar dari mobilnya.
Angga melangkahkan kakinya angkuh menuju dalam markas namun baru ingin masuk tiba tiba seorang bodyguard berbadan besar menghadang jalannya
"tuan Ares tidak bisa ditemui .."ujar nya
Angga menaikan sebelah alisnya.ia menyilang kan kedua lengannya ke dada lalu menatap angkuh bodyguard itu.
bodyguard itu hanya diam tanpa ekspresi menatap Angga
"ini perintah tuan muda .. "ucapnya datar
Angga menganga lalu berdecak
"wah Songong banget lu.. gue sahabatnya gak mungkin lah dia gak biarin gue masuk.."
Angga mencoba menerobos untuk masuk kedalam namun tangannya lagi lagi ditahan.
Angga Menggeram tertahan seraya merotasi bola matanya.
"yaudah sono lu kasih tau sahabat gue buat jemput gue .." kata Angga menahan kesal
lagi lagi jawaban yang sama Angga dapatkan.
"tuan Ares saat ini tidak bisa ditemui .." lagi dengan kata yang sama.
Angga berdecak ia mengeluarkan ponselnya kemudian mendial nomor Ares dan langsung menghubungi nya.
namun kekesalannya bertambah akibat..
nomor yang anda tuju tidak bisa dihubungi cobalah beberapa saat lagi ..
"sialan "umpatnya lagi lagi ia menghubungi nomor yang sama tapi tetap saja nomor ares tak terjangkau.dengan kesal Angga melirik bodyguard yang kini tengah tersenyum mengejek kearahnya.
"sialan gue diledekin .."Angga tak terima melihat itu.
"ARESSS WOY RESS ..." teriak Angga tak santai dengan bar bar nya ia berteriak hingga apa saja ia tendang agar menghasilkan bunyi.
"KELUAR LU ..."
"RESS GUE LAGI BUTUH LO NIH .."
"KELUAR GAK LU .."
para bodyguard yang tak tahan dengan teriakan angga pun tak disangka memberi Bogeman mentah kewajah Angga sampai tubuh angga terjatuh ditanah.
angga meringis ia mengelap sudut bibirnya yang berdarah kemudian menatap Nyalang bodyguard didepannya,dengan gerakan pelan ia bangkit dan membalas Bogeman itu.
"sialan lu .." geram angga
Angga kembali memberi Bogeman mentah pada bodyguard itu dari wajah,perut hingga ************.
Angga tersenyum miring mendapati bodyguard yang kini tak bisa berkutik akibat tendangan terakhirnya.
Angga memutuskan untuk menyerah ia menatap markasnya sebentar,dan langsung berbalik arah,mungkin memang Ares tidak bisa ditemui sekarang dan Angga mencoba memahami.angga akan menahan rasa keinginan tahuannya.entah alasan apa Ares begini,Angga tak ingin menduga-duga Angga akan biarkan Ares sendiri sampai ia nanti siap bertemu dan mengobrol kepadanya.
________
Bertempatkan dirumah Clara khususnya sofa ruang tamu,memperlihatkan Hans yang terlihat sibuk dengan laptop yang berada dipangkuannya jari jemarinya terlihat lihai mengetik disana.
fokusnya teralihkan saat mendapati sebuah panggilan dari ponselnya.tak lama ia langsung menerima panggilan itu,ia meletakan ponsel itu ditelinganya matanya masih memfokuskan diri dilayar laptop dengan tangan sebelah kembali bergerak lihai di keyboard.
"ya kenapa "ucap Hans memulai
Tuan hari ini kembaran anda kembali .. ujar orang diseberang sana
Hans membelalakan matanya mendengar itu gerakan jemarinya terhenti seketika.
matanya bergilir gelisah ke kanan dan kiri entah kenapa ia saat ini dilanda cemas tak berbobot.
entah lah ada ketakutan yang menghinggapinya mendengar berita itu.
Hans menyadarkan dirinya matanya berubah dingin.
"siapkan beberapa orang menuju bandara .."
"selesaikan .. " lanjut Hans
baik tuan ..ujar orang diseberang sana
__ADS_1
setelah panggilan ditutup Hans masih bergeming ditempatnya.namun siapa yang melihat pun tau jika Hans terlihat menahan amarahnya saat ini bisa dilihat dari cara ia mencengkram erat ponsel ditangannya.
"sialan .." umpat Hans ber decih sinis.
________
jam pulang sekolah sudah berakhir 10 menit yang lalu Clara kini tengah berada didepan gerbang menunggu jemputan,sesekali ia mengecek ponselnya berharap ada balasan dari Angga.
namun nihil kekasihnya tak merespon sama sekali pesan nya pun hanya centang satu,clara menghembuskan nafasnya kesal ia menggembungkan pipinya melirik kesekeliling orang orang yang berlalu lalang.
disela menunggunya,tiba tiba sebuah motor besar berwarna hitam berhenti tepat didepannya,orang itu membuka helmnya dan terpampang lah wajah tampannya disana ia menyugar rambut nya kebelakang kemudian menatap Clara yang kini juga ikut menatapnya ada raut heran diwajah Clara dan orang itu tau.
"gue anter .." ujarnya seraya menatap dalam mata Clara
"gak .."jawab Clara ketus ia mengalihkan pandangannya kearah lain asal tidak menatap wajah tengil didepannya.
"Clara gue anter kenapa sih lagian angga gak bakal jemput lu mending bareng gue.." ujarnya lagi membujuk
"oh ya "sungut Clara terkekeh sinis
"tau dari mana lu .."lanjut Clara
"lagian ya Angga gak bakal ngingkar janji kok ke gue .."
setelah mengatakan itu tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat didepan Clara dan orang itu.
Clara tersenyum lebar melihat kedatangan Angga ia segera berlari kecil kesana
"gak usah lari lari yang kaki kamu masih sakit.."tutur Angga khawatir
hehehe udah enggak kok .. jawab Clara
Angga menggelengkan kepalanya seraya mengelus pelan rambut Clara pandangannya beralih kearah orang yang kini menatap nya
Angga menyunggingkan senyum miringnya seraya memeluk pinggang clara
"baru liat gue kemana aja lu .."ucap Angga
orang itu mendengus ia segera memakai helmnya dan melajukan motornya tanpa membalas ucapan Angga.
"sombong amat .." gumam Angga seraya menatap punggung orang itu.
"kamu masih marah sama raka .. ?"tanya Clara
ya orang yang tadi menemani Clara yang mengajaknya untuk pulang bareng tak lain dan tak bukan adalah Clara
"masihlah kalo aku inget dia pernah cium kamu pengen banget aku mutilasi,enak aja punya aku di sosor seenaknya.. "celoteh Angga kesal.
Clara memutar bola matanya malas
dasar gak tau diri.. cibir Clara dalam hati
Clara melepas tangan Angga di pinggangnya.angga hanya menurut tak banyak bertanya.
"bukain pintunya" titah Clara datar
Angga menurut lagi ia pun segera membukakan pintu untuk kekasihnya setelah memastikan Clara masuk,Angga pun berjalan memutar mobil kemudian masuk kedalam mobil dan segera melajukan mobilnya.
ditengah jalan hanya keheningan yang menaungi mereka Clara menatap Angga disampingnya keningnya mengerut Angga terlihat beda dari biasanya seperti banyak beban.
Clara menyentuh tangan Angga dan menatap penuh tanya.
"Angga .."panggil clara
Angga segera menoleh kearah Clara dan tersenyum
"kenapa yang ?" tanya Angga lembut
"kamu punya masalah..?"tanya clara balik
Angga terdiam sebentar kemudian tersenyum seraya membawa tangan Clara ke pipinya tak lama ia kecup pelan.
"enggak ada .." jawab Angga
"kamu bohong "sungut Clara tak percaya
Angga tersenyum ia menghentikan jalan mobilnya kemudian mengarahkan tubuhnya kesamping berhadapan dengan Clara.
mata Clara memicing namun seketika matanya membola ia menyentuh lebam disudut bibir Angga.
"ini kenapa bisa gini Hah .." tanya Clara khawatir keningnya sampai mengerut.
Angga menggeleng pelan ia menarik tangan Clara yang ada di pipinya .
"di tonjok orang.." jawab Angga seadanya
Clara menghembuskan nafasnya gusar ia menatap datar Angga.
"oh rasain .." lanjutnya sinis ia melepas tangannya dari genggaman Angga kemudian menyilang kan kedua lengannya didada menatap jendela samping mobil.
"yah kok di sinis in sih harusnya kan di khawatirin aku luka loh yang bukannya diobatin juga .."rengut Angga seraya memonyongkan bibirnya kedepan mencoba membujuk gadisnya agak tak marah.
Angga melepas stelabelt nya kemudian mendekat kearah Clara kemudian tanpa aba aba ia memeluk Clara dari samping.
"aku butuh obat yang.."rengek Angga
"ckk lepas .."ujar clara seraya mendorong tubuh Angga tapi gagal
"aku butuh obat yang.." rengek Angga lagi seraya menatap Clara disampingnya memelas
demi apa Clara tak bisa menahan senyumnya dari tadi kenapa Angga sangat menggemaskan pikirnya
"yaudah yaudah" ucap Clara pasrah
Angga tersenyum mendengarnya
"lepas dulu," ucap Clara menatap Angga
Angga menurut namun tubuhnya masih didekat Clara.
"dimobil ada obat p3k ?"tanya Clara
Angga menggeleng
"yaudah kita ke apotik dulu beli obat .."ucap Clara lagi
Angga menggeleng
"gak usah .."
"terus gimana mau obati kamu Angga" ucap Clara sedikit frustasi
Angga tersenyum miring wajahnya ia dekatkan kearah Clara hal itu membuat Clara tiba tiba menahan nafasnya.
"ada obat yang lebih manjur dari obat biasa.." ucap angga
"a..apa ...?" tanya Clara gugup
Angga menyeringai ia mengelus pelan pipi Clara tangannya menjalar ke area tengkuk clara dan menariknya agar semakin dekat dengannya,pandangan Angga tertuju kearah bibir pink ber liptint Clara.
"boleh?" tanya Angga seraya menatap Clara
Clara yang mengerti menghendikan bahunya
"kenapa harus nanya ?" ujar clara
angga mendengar itu terkekeh ia semakin mendekatkan diri.mata Clara pun sudah terpejam tinggal beberapa senti lagi bibir mereka bertemu namun sebuah deringan ponsel menghentikan mereka.
Angga berdecak kesal kemudian menatap siapa yang tengah mengganggunya saat ini
bang fans calling ....
seketika raut Angga menegang ia menatap Clara yang terlihat sibuk menatap jendela disampingnya.
dengan gerakan pelan Angga mengangkat panggilan itu
"h..halo "jawab Angga sesekali melirik Clara
saya udah nyampe cepetan saya tunggu awas kamu lama ..ucap fans diseberang sana
benar ini memang fans dari gaya bicaranya saja Angga sudah tau lalu siapa yang selama ini bersama clara?
__ADS_1
______
❤️😙