MANTAN POSESIF

MANTAN POSESIF
eps 33 baikan


__ADS_3

warning⚠️


Semilir lampu temaram taman menemani seorang laki laki yang terduduk disebuah kursi panjang.terlihat laki laki itu memijit pangkal hidungnya seakan menandakan ia lelah atau banyak pikiran.ia mendongakan kepalanya, menatap langit yang tak ada satupun bintang dan bulan,semuanya gelap gulita.seakan isi menandakan hatinya suram.


Laki laki itu,adalah Angga.ada begitu banyak beban dipikirannya masalah demi masalah tak hentinya berdatangan,membuat dirinya dilanda kecemasan tiada henti.ia mengingat para teman nya tak sedikitpun mengabarinya saat ini,Juan juga. bahkan tak ikut mengantar mama Mia kedalam rumah sakit,Angga tidak tau kenapa sahabatnya itu pergi tanpa bilang kepadanya,mungkin Angga akan bertanya jika mereka bertemu nanti.angga termenung apa yang harus ia lakukan saat ini sebaiknya ia ke markas saja siapa tau para sahabatnya disana.namun,niatan itu ter urung,baru saja ia bangkit dari duduknya tiba tiba


Duarr


Angga terkejut akan gemuruh petir itu ia mengelus dadanya namun ingatannya langsung tertuju pada Clara,kenapa?ya iya mengingat kekasihnya itu pernah mempunyai trauma,mengingat itu Angga seketika dilanda cemas.


Langsung saja ia mengambil ponsel dari saku celananya,namun dahinya mengerut melihat ponsel yang bukan miliknya lalu ponsel siapa?ah ia baru ingat ia kan memakai pakaian para bodyguard itu,dan beruntungnya angga selalu ingat nomor ponsel clara.semoga saja masih aktif ia pun membuka ponsel itu dan beruntungnya ponsel itu tak terkunci sama sekali.


ia segera menekan digit nomor,dan langsung menghubungi nomor clara,Angga tersenyum mendapati nomor yang ia hubungi rupanya masih aktif,senyumnya semakin merekah karna panggilan tersambung baru Angga ingin bersuara.


tapi hujan lebat tiba-tiba turun tanpa permisi, Angga berdecak kesal melihat nya,dengan panggilan yang masih tersambung ia segera berlari menuju mini market yang beruntung tepat berada diseberang nya berada.ia berlari kecil dan langsung masuk kesana,sedikit mengusap bajunya yang sedikit basah.Angga duduk di salah satu kursi didalam mini market itu.


ditemani cuaca deras nya hujan angga berdehem kemudian meletakan ponsel yang masih tersambung itu di telinganya.


"Cla .. "panggil Angga lama Angga menunggu jawaban namun seketika nafasnya tercekat mendengar suara isakan tangis,walaupun suara hujan lebih mendominasi tapi Angga masih mendengar jelas dan yakin itu suara isakan Clara.


"Claa kamu kenapa aku kesana sekarang ya bentar aku kesana tunggu aku ya sayang .."


Angga panik mendengar gadisnya menangis, ada apa dengan Clara?Angga bingung harus apa ia menatap hujan yang masih lebat diluar sana,kemudian segera menutup panggilan nya sepihak.pandangannya seketika terarah ke pojokan mini market tepatnya,kebeberapa payung yang tersimpan disebuah rak kecil dan tepat disamping rak itu terdapat pula beberapa jas hujan yang masih terbungkus rapi diplastik nya Angga cukup beruntung menemukan mini market yang bersedia menjual kebutuhan jika ada hujan tiba.langsung saja ia bangkit dan berjalan kearah rak itu mengambil asal payung dan jas hujan disana lalu berjalan mendekat kearah wanita kasir yang terlihat dari tadi mencuri curi pandangan kearahnya.


angga menaruh barangnya tepat didepan kasir


"berapa ?"tanya Angga datar


"Totalnya 224 ribu mas .. "ucap wanita kasir itu seraya menatap Angga malu malu


Angga mengeluarkan 2 lembar warna merah dan 1 warna biru kemudian menyerahkannya kearah wanita kasir itu.


"Kembaliannya ambil aja .."ujar Angga lalu segera memasang jas hujannya disana


"Makasih mas nya dan hati hati dijalan" ujar wanita kasir itu seraya menatap kagum punggung Angga yang mulai menjauh


"Ganteng banget masnya "ucap wanita kasir itu seraya memegang kedua pipinya yang memanas.


______


Angga kini dengan payung serta jas hujannya menatap lurus kearah rumah yang ada didepannya,awalnya ia tak yakin akan kesini ia juga bingung kemana mencari Clara karna ia tidak tau keberadaannya sekarang,berbekal coba coba dan ia tak menyangka kunjungan nya tidak sia sia kesini.ia melihat sebuah mobil yang terparkir manis disana serta lampu kamar atas yang dimana itu kamar Clara membuat Angga bernafas lega ia tersenyum akhirnya ia bisa menemukan Clara.


Namun,Angga menyerngit lampu kamar Clara masih menyala jam segini padahal ini sudah lewat dari tengah malam? apa gadisnya itulah tengah bersedih?mengingat suara isakan tangis tadi membuat Angga kembali di rundung


rasa khawatir yang sangat kentara,bermodal nekat ia menaiki pagar yang terkunci itu,untung nya hujan sudah mereda jadi ia tak susah untuk menaiki itu sekalipun hujan pun,Angga tetap akan menaikinya semuanya demi gadisnya apapun akan Angga korbankan.Angga memang se bucin itu bahkan tingkatnya sudah diatas rata rata jadi tidak heran.


Angga berhasil menaiki pagar itu dan kini ia sudah berada di kawasan rumah kembali mendongakan kepalanya,tepatnya kearah kamar Clara yang sedari tadi masih ternag benderang.matanya tertuju kearah sebuah pohon yang tepat berada disamping balkon kamar Clara,melihat itu membuat Angga tersenyum ia pasalnya rencana nya akan semakin mudah.segera ia melanjutkan aksinya menerobos menaiki pohon itu dan sedikit meloncat kearah balkon kamar dan.


Hap berhasil.


Angga tersenyum kemenangan,ia sedikit memperbaiki pakaiannya,sialnya ia masih mengenakan jas hujannya yang berwarna kuning sangat mencolok dan menyilaukan mata jika itu siang hari.


Angga sedikit mengintip kearah cela cela gorden kamar yang sedikit terbuka itu kamar,matanya menyipit mendapati pintu kamar Clara tertutup namun,tak ada siapapun disana.tak selang lama atensi nya terbuyar kan melihat pintu kamar itu terbuka,dan membuatnya sedikit terkejut melihat om nya Clara yang Angga pikir fans tengah menggendong Clara kearah kasur.Angga bisa liat gadisnya itu terlihat tertidur,setelah meletakan dan menyelimuti Clara.Angga menyipitkan matanya mendapati om Clara terlihat terdiam menatap Clara.namun,seketika Angga membelalakan matanya melihat om nya Clara mengambil gunting dan seakan menyodorkan gunting itu tepat kearah Clara.


Angga kalang kabut didepan balkon.ia harus apa? kenapa?ada apa kenapa begitu?apa yang akan dilakukan om nya Clara padanya bermacam macam tanggapan didiri Angga terhadap om nya Clara.tapi,baru ia ingin menerobos paksa masuk kedalam kamar,baru Angga ingin menerobos tangannya sudah siap mendobrak kasar pintu kaca itu namun atensi nya malah teralihkan jika claranya tiba tiba terbangun hal itu membuat Angga terdiam sembari mengawasi keduanya.


"Om .. "lirih Clara namun terdengar jelas ditelinga Angga Angga menyipitkan matanya melihat interaksi keduanya


Angga merasa om nya Clara saat ini terlihat sangat dingin dari dulu dan melihat Gunting yang masih ditangannya membuat Angga mengepalkan tangannya mengingat apa yang akan dilakukan om Clara tadi maksudnya apa? ingin membunuh Clara kah?kenapa jalannya sangat tidak etis?kenapa tidak pisau saja?kenapa malah gunting?.


Lamunan Angga terbuyar mendapati tubuh Clara yang terlihat menuju arah balkon kamar. dan bertepatan dengan itu pintu balkon terbuka terlihat Clara terkejut dengan mata melotot melihat nya.


"Angga" lirih Clara pelan nyaris tak terdengar clara menutup mulutnya tak percaya,kemudian menoleh kebelakang masih terdapat Hans disana yang memperhatikannya dengan tangan menyilang didada.untungnya Clara hanya sedikit membukanya sebenarnya ia ingin mengunci pintu balkon yang lupa ia kunci sore tadi namun.


Clara kemudian menatap Angga lagi


"Tunggu sebentar "ucap Clara tanpa suara yang masih dimengerti oleh Angga


Angga hanya mengangguk,seraya tersenyum tipis terlihat pintu balkon tertutup kembali.


Clara yang sudah menutup pintu balkon pun menatap Hans yang masih bergeming disana.


"Om kenapa masih dikamar gue .. ?"tanya Clara


Hans memutar bola matanya malas


"Cepat tidur .. *ujar nya kemudian berlalu dari kamar clara.


Clara bernafas lega,setelah kepergian Hans tak lupa ia mengunci kamarnya,kemudian sedikit berlari kecil kearah balkon kemudian membukanya lagi.


"Ngapain kamu kesini "ketus Clara menatap sinis kearah Angga yang kini menatapnya


Angga mengulum senyumnya


"Gak ajak aku masuk aku kehujanan loh yang lompat manjat buat kesini .. "tutur Angga


"Gak kasian ..." Lanjutnya


"Siapa suruh kesini .."jawab Clara ketus


"aku khawatir kamu kenapa-napa makanya Ku nekat datengin kamu yang "terang Angga


Clara menatap Angga sinis


"gue gak butuh khawatiran Lo .. "


"mending Lo pergi dari sini.." usir Clara tak santai


"gak mau aku rela ujan ujanan kedinginan buat ketemu kamu yang tega banget .." melas Angga


Clara mendelik kemudian menatap Angga dari atas sampai bawah ya memang Angga terlihat memprihatinkan pakaian nya sedikit basah apalagi dibagian bawah khususnya celana


sebenarnya sedari Angga datang ada raut khawatir kentara dari diri Clara tapi ia sangat pandai menutupinya dan juga ia terlalu gengsi untuk mengutarakan apalagi hubungan mereka sekarang tidak baik baik saja.


"yang aku kedinginan .."melas Angga lagi seraya mengusap kedua lengannya kedinginan


setelah beberapa detik berdebat dengan hati dan pikirannya,akhirnya se kecewa apapun clara pada Angga,ia tak akan bisa tahan melihat Angga sakit atau pun yang lainnya.


"Tunggu sebentar "final Clara ia kembali masuk kedalam kamar mengambil sebuah handuk dan setelah mendapatkannya,ia menyuruh Angga untuk masuk kamarnya Angga menurut disetiap jalannya ia mengulas senyum tipis,ia bahagia Clara masih mempedulikannya.


Angga berdiri menatap Clara yang terlihat sibuk mengobrak abrik lemari kamarnya,terlihat Clara membawa setelan baju dan celana tentu saja Angga tau itu punya siapa.angga bahkan masih tak menyangka,jika Clara masih menyimpan bajunya disana walaupun hanya beberapa lembar.


"Nih baju sama celananya ini handuknya .. "ujar Clara dengan wajah jutek ia menyodorkan itu kearah Angga


Angga menerimanya namun,sebelum menuju kamar mandi ia mendaratkan kecupan kilat dikening Clara.


"Makasih sayang .." ucap Angga tulus kemudian berjalan menuju kamar mandi Clara.


Disisi lain Clara mematung ia mengusap kening bekas kecupan Angga jantung nya bergemuruh, pipinya memanas Clara memejamkan matanya,sembari mengatur nafasnya pelan mengurangi rasa gugup didirinya.

__ADS_1


clara sangat kesal dengan dirinya,Kenapa ia begitu lemah jika berhadapan dengan Angga. masih diingatkan.ia masih menyimpan kecewa yang amat sangat kepada Angga namun cintanya kenapa bisa selamah ini,Clara mendudukan dirinya dikasur termenung memikirkan apa yang ia lakukan sekarang sembari menunggu Angga keluar dari kamar mandi.


Setelah beberapa menit kini Angga pun keluar dengan pakaian yang diberikan Clara tadi,sebuah handuk tersampir dipundaknya ia tersenyum manis menatap Clara yang terlihat menunggunya,dengan perasaan bahagia ia berjalan kemudian mendekat dan memeluk Clara dari samping.


"Yang .." rengek Angga


Clara yang melamun pun tersadar kemudian langsung melepaskan pelukan Angga ia segera bangkit dan menghadap Angga yang kini duduk disamping kasur mendongak menatapnya.


Dengan tangan yang menyilang angkuh dihadapan angga Clara menyorot tajam kearahnya.


"Ngapain tengah malem kesini.."to the point Clara lagi lagi Clara bertanya dengan pertanyaan yang sama.


Angga menghela nafasnya


"Harus nya aku tanya kamu nangis kenapa ..?" tanya Angga balik


Clara mendengus kemudian menoleh kesamping tak mau menatap Angga


"Bukan urusan Lo .."


"Cla .. "panggil Angga ia kini bangkit dari duduknya


Ia melepas handuk di leher kemudian menghadap Clara seraya memegang kedua bahu kekasihnya.


"Cla tatap aku hey .. " seru Angga lembut


Tapi Clara tak mengindahkan ucapan Angga.angga tak mau menyerah,Ia mengambil dagu itu lembut dan membawanya untuk menghadapnya.


"Aku mau cerita boleh .. ?"tanya Angga seraya tersenyum lembut kearah Clara


Clara memutar bola matanya malas mendengar itu dengan cepat ia melepaskan tangan itu didagunya


"Gak .. mending Lo pulang .." usir Clara tanpa menatap angga


Angga mengigit bibir bawahnya sembari menatap Clara yang tak mau menatapnya


"Kenapa sih kamu gitu banget .. " rengut Angga kesal ia ikut ikutan memutar bola matanya malas


Clara mendelik sinis menatap tingkah Angga


"Pergi gak lo .." usir Clara


"Gue udah baik nampung Lo masuk bawain baju ganti dan sekarang mending lo pulang .."lanjutnya


"Kalo gua gak mau .. "tantang Angga ia sudah mengubah gaya bicaranya


Clara memejamkan matanya menahan emosi


"ini udah larut malam ngga .. "lelah Clara


Angga tetap menggeleng ia tak mau pulang ia mendekat kearah Clara seraya menggapai kedua tangan Clara namun segera ditepis sang empu,Angga mendapat penolakan itu kembali menghela nafasnya.


"Gue tau Lo masih cinta sama gue,Kalo gak gak bakalan Lo peduli in gue cla .."terang Angga


Clara terdiam dengan penuturan Angga


Angga menatap Clara dalam,ia berjalan mengikis jarak diantara keduanya dengan satu tarikan Angga berhasil membawa Clara kedalam pelukannya.


"Udah marah nya udah cemburunya .. "ujar Angga seraya mengelus pelan rambut Clara sayang clara berontak dipelukan Angga namun Angga semakin mengeratkan pelukannya.


"Diem dulu ih ..."ucap Angga


"Lepasin gue .." desis Clara seraya mencoba melepas pelukannya namun gagal Angga terlalu kuat.


"Semua yang kamu dapetin itu gak persis sama kebenarannya bukan aku yang cium dia tapi dia yang tiba tiba sosor aku aku bahkan gak bales ciumannya aku langsung dorong dia dan marahin dia,maaf juga aku kemarin mabuk,aku terlalu frustasi buat nyari kamu kemana mana bahkan sekolah aja aku sering bolos semingguan yang seminggu aku gak sekolah nyari kamu aja kemana mana gak ketemu saking khawatirnya aku kekamu aku hampir gila yang bunda ayah gak mau bantuin aku .."lanjutnya melihat Clara yang terdiam Angga melanjutkan ucapannya


"Hanya ares dan sahabat sahabat aku aja yang bantu itu pun sama gak ada yang ketemunya,aku setres yang aku cinta kamu aku gak mau kehilangan kamu,2 minggu aja gak ketemu kamu aku nyaris mati apalagi sampe gak ketemu ketemu mungkin aku udah dikubur kali ditanah hiksh .."


Setelah mengatakan itu isak demi isakan tangis Angga terdengar oleh Clara.clara merasakan punggung Angga bergetar, mendengar penuturan Angga tadi dibalik itu Clara tersenyum ia sebenarnya percaya Angga tak akan mengkhianatinya namun ia terlalu termakan cemburu karna mendapati foto itu hingga nyaris hilang akal.


Clara mencoba melepaskan paksa pelukannya dari Angga namun Angga malah memeluknya erat


"Jangan dilepas hiks aku gak mau lagi nanti kalo aku lepas kamu ngilang cemburu marah lagi..besok kita kaya orang lain lagi aku gak mau yang hikh gak mau .. "


Mendengar itu Clara tersenyum geli ia membalas pelukan Angga seraya mengelus pelan rambut sang kekasih dengan sayang


"Angga .." panggil clara


"Kenapa?mau lepas gak mau .." kekeh Angga didalam pelukan itu


"Angga lepas ih .."


"Enggak mau nanti kamu marah .."


"Enggak aku gak bakal marah .."


"Janji .."


"Hmmm"


"Udah maafin aku .."


"Hmmm.."


"Beneran"


"Iya .."


"Iya apa ..?"


"Iya sayang aku udah maafin kamu gak marah lagi .. "tutur Clara sudah tau tabiat angga


Mendengar itu Angga tersenyum,kemudian melepas pelukannya kemudian menatap Clara.


Clara terkekeh geli,ia menghapus jejak air mata di pipi Angga lembut Angga memejamkan matanya merasakan jari lembut itu mengelus pipinya.


"Angga .. "panggil Clara


Angga membuka matanya mendengar panggilan kekasihnya


"Aku masih marah loh .. "tutur Clara namun tangannya masih membelai lembut pipi Angga


"Aduh yang marah marah Mulu .. "keluh Angga ia frustasi bagaimana lagi caranya untuk membuat gadisnya itu tak marah lagi


"Kamu nya nyebelin mau mau aja di sosor.." cebik Clara kesal sembari menatap bibir Angga mengingat Angga di sosor membuat darah nya mendidih


"Ya gimana lag.._"ucapan Angga dipotong matanya terbelalak ia menatap tak percaya kearah gadisnya


Cup

__ADS_1


Clara menjauhkan wajah nya


"Kamu diem jangan balas ciuman aku


Aku mau ngilangin jejak .."ucap Clara tajam


Angga hanya terdiam,namun ia berseringai ia mengangkat tubuh Clara dan mendudukan dirinya disamping kasur,dengan Clara yang kini ia bawa kepangkuannya.


"Silahkan nona muda hilangkan jejaknya .." ucap Angga pasrah


Clara terdiam menatap Angga yang memejamkan matanya ia rasa keputusannya salah saat ini harusnya ia tak_


"Lama .."desis Angga ia membuka matanya meraih tengkuk clara dan langsung saja ia meraup bibir Clara


Clara ikut memejam kan matanya ditengah ciuman mereka Angga berhenti membalas dan ia membiarkan Clara ******* menggigit bibirnya kasar dan ia bisa rasakan perih dibibirnya dan rasa asin dari darah yang keluar Angga pasrah mungkin dengan ini bisa meluapkan kemarahan sang kekasih.


Setelah sekian lama berciuman,Clara melepaskan ciumannya ia meringis melihat bengkaknya bibir Angga dengan luka yang terlihat mencuat disana ia mengusapnya pelan kemudian menatap Angga yang juga menatapnya dengan ia merasa bersalah.


"Maaf "cicit Clara seraya mengusap pelan bibir Angga.


Angga menggeleng


"Gak papa selama kamu puas luapin aja .. "tutur Angga lembut


Clara semakin merasa bersalah ia memeluk


Leher Angga


"Aku terlalu cemburu kamu sama cewek lain ngga aku tau aku posesif aku gak mau milik aku dibagi sama yang lain aku gak mau hikh.. "


Angga mengelus rambut Clara menenangkan


"Aku egois kan ngga hikh.." cicit Clara


Angga menggeleng


"Enggak yang kamu berhak .. kamu berhak apapun yang didiri aku kamu berhak, semuanya punya kamu yang,semuanya hidup aku jiwa aku Raga aku punya kamu bukan punya orang lain jadi kamu berhak apain aku aja.."tutur Angga ia menarik pelukan Clara dan menatap Clara penuh cinta ia memajukan wajahnya dan mencium lembut kening Clara lama.


Clara ikut memejamkan matanya setelah angga melepaskan ciumannya Angga menyatukan kedua kening mereka.


"Termasuk aku .." ucap Angga


Clara terdiam menunggu kelanjutan ucapan Angga


"Aku juga berhak atas kamu yang .. "ucap Angga dengan pandangan yang berkabut


Clara meneguk Salivanya


"Aa..Angga .." lirih clara saat tiba tiba Angga memajukan tubuhnya seraya menenggelamkan kepalanya diceruk leher Clara


"Aku ngantuk yang .." cicit Angga


Clara bernafas lega mendengarnya ia kira Angga akan agh sudahlah


"Ya .. yaudah ayo tidur .." ujar Clara ia mulai bangkit dari pangkuan Clara namun Angga menahannya


"Kelonin yang .. "rengek Angga


Clara terkekeh seraya mengangguk


"Ayo .."


Angga tersenyum senang,kemudian ia membiarkan Clara turun dari pangkuannya


Selanjutnya ia langsung merabahkan tubuhnya di kasur seraya menggeser tubuhnya kesamping agar clara ikut merabahkan tubuhnya.


Clara menarik selimut untuk mereka berdua, dan Angga yang kini meringsut memeluk Clara ia membenamkan wajahnya di dada Clara.


"Elus yang .." pinta Angga seraya meraih tangan Clara dan membawanya ke kepalanya


Clara tersenyum,dan menurut ia mengelus sayang kepala Angga sesekali ia memberikan kecupan disana.


"Dari tadi kamu panggil yang Mulu kenapa sih .." tanya Clara heran


Angga yang notabennya belum tidur pun mendongak seraya memainkan tangan Clara yang bebas.


"Kamu gak suka?" tanya Angga


Clara mengerjab


"Bukannya gak suka beda aja gitu dipendengaran aku .. "jawab Clara ia sebenarnya risih dan merasa asing agak alay gak sih pikirnya


"Suka apa enggak sih?" rengut Angga


Clara terkekeh kenapa angga yang merajuk begini jadi menggemaskan baginya jujur ia lebih suka Angga yang seperti ini.


"Enggak kok .." demi tak mau ribut lebih baik ia mengalah


"Beneran"


"Iya .."


"Iya apa .." lanjut Angga


Clara memutar bola matanya malas


mulai lagi deh batin Clara


"Iya sayang enggak .."


Angga tersenyum senang ia semakin merapatkan pelukannya


"Lope mu yang .. "ucap Angga


Clara mengusap wajahnya pelan


Angga kalo mode gemoy alay nya gak ngotak


"Iya iya .." jawab Clara sekenanya


"Ih bales atuh yang .. "rengut Angga seraya mendongakan kepalanya menatap menuntut kearah Clara.


Clara semaksimal mungkin tersenyum semanis mungkin kearah Angga walau hatinya ingin sekali mencakar wajah angga.


"Lope mu to" ujar Clara kemudian langsung memejamkan matanya ia lelah sangat.


Angga tertawa dalam hati melihat kekasihnya,setelah itu ikut memejamkan matanya,sembari memeluk erat tubuh gadisnya.


aku janji gak bakal nge cewain kamu lagi cla..batin Angga

__ADS_1


______


next gak🤭


__ADS_2