
~kota Singapura
Tepatnya pukul 21.34 malam.terlihat seorang pemuda berdiri tegap dihadapan kaca jendela lebar apartemen.ia mengarahkan pandangannya kearah kerlapan nya lampu-lampu perkotaan yang terlihat begitu indah dimalam hari,ditemani secangkir kopi ditangannya,dengan penuh hikmat ia menyesap kopi dengan pandangan yang tak lepas dari euforia kota.ia tersenyum setelah menyesap kopi beraroma menenangkan itu,namun pandangannya pecah sebab Sebuah tangan tiba tiba menyentuh bahunya,ia membalikan tubuhnya dan tersenyum.
"Ibu .." panggil pemuda itu
"Yakin besok pulang ..?" tanya wanita paruh baya dengan rambut yang sedikit memutih.
Pemuda itu mengangguk seraya tersenyum tipis.
"Aku kangen keponakan ku bu..."
"Dasar anak itu kabur gak bilang bilang .." lanjutnya mencibir kemudian tak lama ia terkekeh sendiri.
"Mana ada kabur bilang semprul kamu ini.." cebik wanita itu seraya menoyor kepala sang anak pelan.
"Gak boleh gitu bu nanti aku gak pinter lagi gimana ..."rajuk nya seraya mempoutkan bibirnya kedepan.
wanita paruh baya itu terkekeh ia mengelus lembut rambut sang anak.
"Ibu melihat mu kembali teringat dia.. ibu merasa bersalah sudah menelantarkannya ibu merasa gak layak jadi seorang ibu .. "terang wanita itu ia menahan sesak didadanya mengingat kejadian belasan tahun yang lalu.
pemuda itu menatap ibu nya prihatin.ia juga merasakan hal yang sama apalagi rasa bersalah yang begitu menyesakkan dadanya sampai sekarang.
"Dia sekarang gimana?makan gak
?apa hidupnya terjamin .. "lirih wanita baya itu seraya menahan tangis.
pemuda itu melihat ibunya menahan tangis tak tega,ia segera meletakan kopi nya dimeja yang berada disamping tempatnya berada,lalu Langsung memeluk ibu nya.
"aku janji bakal cari dia kita bakal mulai dari awal dan jadi keluarga bahagia .."ujar pemuda itu menenangkan.
"Ibu harap ibu harap " lirih wanita itu didalam pelukan sang anak.
__________
pagi telah tiba,matahari bersinar menjemput seorang gadis yang masih bergerumul di selimut hangatnya,suara alarm yang membisingkan telinga,membuat sang empu yang masih belum merenggang nyawa itu mengeram tertahan.dengan mata yang masih terpejam,ia meraba tangannya disamping kasur keningnya mengerut ada yang salah.
gadis itu,Clara ia membuka mata,secepat kilat.lalu menolehkan kepalanya kesamping kasur kosong?
"Angga kemana?" gumamnya lirih seraya mendudukan diri pandangannya kedepan pikirannya bercabang.
clara segera bangkit tak ingin banyak berfikir ia harus ingat waktu karna hari ini ia sekolah belum sempat masuk kekamar mandi sebuah kertas dimeja nakas mengalihkan perhatiannya,Clara ambil kertas itu dan membacanya.
maaf...
aku gak bangunin kamu soalnya kamu pules banget tidurnya ..
Tapi tenang aja aku udah ambil sun aku dong.. hehe jangan marah ya yang ..
satu lagi..!
ingat kamu harus cerita soal luka luka kamu.. apalagi kaki kamu yang di perban..
sumpah aku kesel banget yang siapa sih yang bikin kamu kayak gini ..
yaudah itu aja kamu siap siap gih nanti aku jemput ..
see you from Angga
to Clara yang tercinta
muach..
Clara menggelengkan kepalanya setelah selesai membaca ada ada aja Angga pikirnya namun tak bisa ia pungkiri jika dirinya pun sangat bahagia sekarang.
"yah kangen deh gue gimana dong .."gumam Clara seraya mengigit bibir bawahnya ia memeluk note itu seraya mengembangkan senyumnya.
sebuah ketukan dari pintu kamarnya membuyarkan kesemsem an Clara.dengan buru buru ia menaruh kertas itu kedalam laci, kemudian sedikit memperbaiki tatanan rambutnya dan berjalan kearah pintu kamar.
setelah membuka pintu,bisa Clara lihat omnya terlihat menyilang kan kedua lengannya didada, dengan menatap datar kearahnya.
"apa om .. "sahut Clara ia memiringkan kepalanya menunggu jawaban omnya
"mandi,siap-siap,makan.. "singkat padat dan jelas setelah mengatakan itu Hans berbalik meninggalkan Keterdiaman Clara yang melongo ditempatnya.
"ish.." kesal Clara ia segera menutup pintu kamarnya agak keras kemudian dilanjut bersiap untuk kesekolah.
setelah hampir setengah jam berlalu,clara pun sudah siap.ia mengambil kardigan navy dan memakainya.kemudian ia bercermin seraya melihat penampilannya sekarang.
"oke gak papa make up tebal hari ini demi nutupin lebam iya,gak papa Lo tetep cantik kok cla.. buktinya Angga gak bisa berpaling dari Lo yakan..iya dong Clara gitu loh .." dengan pede ia mengibaskan rambutnya kearah cermin kemudian mengambil tasnya namun sebuah notifikasi dari ponsel mengalihkan perhatiannya ia mengambil ponsel yang terletak dimeja Rias,lalu melihat siapa yang tengah memberi pesan kepadanya.
Clara mengerutkan keningnya melihat pesan dari nomor yang tak dikenal.
Ting
+628*********
hey aku udah didepan ..
"siapa sih ni orang gaje banget .. "
mengabaikan begitu saja,hampir Clara memblok nomor asing itu namun suara notifikasi kembali terdengar,dan Clara tentu saja langsung membacanya.
+628*********
yang aku didepan nungguin nih ..
"yang .."beo Clara karna agak penasaran Clara pun berjalan membuka balkonnya dan mencoba mengetahui siapa yang menunggu didepan rumahnya.seketika mata Clara menyipit melihat seorang remaja laki laki bersandar dimobil hitamnya seraya memegang ponsel.
"Angga kan itu" gumam Clara agak ragu namun keraguannya langsung ditepis akibat Angga melambaikan tangannya kearahnya clara tersenyum ia jadi tau yang siapa yang mengiriminya pesan tadi adalah Angga,ia segera masuk dan mengirim balasan pesan kearah Angga.
^^^Me:^^^
^^^Aku otw bentar ya ..^^^
Ting
+628*********
Jangan lama lama aku kangen ..
Clara terkekeh membaca isi pesan itu, ia buru buru mengambil tasnya dan berjalan keluar dengan tertatih,karna kakinya masih sedikit sakit namun sekarang lebih lumayan perbannya pun sengaja Clara lepas agar ia bisa mengenakan sepatunya.
Clara menuruni tangga dan menuju meja makan terlihat om nya itu makan dengan ponsel yang berada ditangannya,Clara melihat itu menggelengkan kepalanya tumben om nya seperti itu baru kali ini iya melihat sikap om nya saat makan.bukannya om itu dulu sering memperingatinya untuk makan tidak bermain ponsel,dan sekarang ia sendiri malah melakukannya.clara melirik arah meja makan terdapat roti bakar serta susu mungkin itu untuknya.
"Om .. "panggil Clara seraya mengambil rotinya tapi,sebelum itu ia meminum susunya lebih dulu hingga tandas setengah.
Hans mendongakan kepalanya merasa dipanggil.
"Kalo makan jangan main ponsel .." tegur Clara ia memakan rotinya pelan kemudian bangkit
"Bukan urusan lo .. "jawab Hans kemudian kembali menyibukan dirinya
"Uhuk .." tiba tiba Hans tersedak dari makannya
"Kan gue bilang juga apa .."
"Padahal om sendiri loh nasehatin gue begitu .. tapi om nya sendiri begitu .."cibir Clara
"Gue pamit .. "lanjut Clara dan berjalan melangkah menuju pintu rumah
Hans berdiri dari dan berjalan mengikuti Clara ia segera menahan tangan Clara.
"Gue anterin tunggu bentar .. "ujar Hans seraya berjalan menuju kamar untuk mengambil kunci mobil.
Clara terdiam kemudian menahan tangan Hans.
"Gak usah gue udah dijemput Angga didepan .."terang Clara.
Hans menatap Clara dingin dan itu bisa dirasakan oleh Clara.
"Gak .."
"Apa an sih udah deh gak usah.. Lo juga udah restu in gue kali om sama Angga,gak usah ngekang dia bisa jagaian gue.."ucap Clara dan ia kembali berjalan menuju pintu rumah namun lagi lagi Hans menahannya.
"Gue anter..siapa bilang gue restu in Lo .."ucapnya seraya menaikan dagu nya angkuh ia berjalan mendahului clara namun sedetik kemudian ia berbalik .
"Gak .. dan gak akan pernah .."lanjutnya tajam
Clara menghela nafasnya pelan mendengarnya,ia bingung bagaimana membujuk om nya itu kalau sudah begini.Tiba tiba suara bel rumah terdengar,Hans langsung berjalan menuju pintu dan membukakan pintu dan matanya langsung bersitubruk dengan Angga.
"Pagi om "sapa Angga pura-pura ramah.namun mata nya tak bisa berbohong jika ia menatap permusuhan begitupun Hans ia bahkan menyeringai disana.
"Ngapain ..?" tanya Hans dingin.
"Angga .." panggil Clara ia tersenyum lebar kearah Angga yang datang.
Angga segera mengalihkan pandangannya dan ikut tersenyum lebar mendapati Clara yang berjalan menghampirinya.
"Minggir om .."dengan tidak berperasaan clara mendorong Hans kesamping dan langsung memeluk Angga.
"Kangen hmm .. ?"tanya Angga disela pelukannya
Clara mengangguk di pelukannya,ia mendongak dan tersenyum manis kearah Angga Angga memperhatikan wajah Clara intens.
"Kamu make up an ?"tanya Angga datar
Clara terkesiap kemudian Menyengir lebar
"Maaf tapi kali ini aja buat nutupin lebam aku .." izin Clara dengan wajah memelas
Angga menghela nafasnya pelan kemudian mengangguk ia melepas pelukannya dan kembali bersitatap dengan Hans yang menatap tajam kearahnya.
Angga menyeringai
"Gue pamit om bawa keponakan Lo ..."tutur Angga seraya menggenggam lembut tangan gadisnya.
Hans melihat itu mengepalkan kedua tangannya seraya mendengus kemudian melenggang pergi dari hadapan keduanya.
"Maafin om ya dia sekarang emang rada rada jadi maklumin aja .." ujar Clara seraya mengelus pelan lengan Angga
Angga menunduk dan mengangguk menatap sang kekasih dengan lembut.
__ADS_1
"Yaudah ayo .. "ajak Angga dan diangguki Clara.
Namun,baru beberapa langkah Angga menghentikan jalannya ia menatap Clara.
"Kaki kamu gimana masih sakit jalannya?" tanya Angga khawatir
Clara menunduk menatap kakinya kemudian tersenyum menatap Angga
"Gak lagi kok cuman kalo lari aku gak bisa .." jawab Clara
"Itu namanya masih sakit sayang .." ujar Angga seraya menyentil kecil kening Clara
"Ih kok disentil .." rengut Clara seraya mengelus keningnya
"Masih sakit kan .. ?"tanya Angga
"Sedikit sih .." cengir Clara
Angga menghela nafasnya pelan ia menghadap kedepan dan mencondongkan punggungnya, dihadapan Clara ia menepuk punggungnya.
"Ayo naik" ujar Angga
Clara mengulum bibirnya.
"Kalo jalan sampe depan aku masih bisa Angga .. " ucap Clara mencoba menolak walaupun sebenarnya ingin sih.
Angga menoleh
"Naik atau aku yang naikin" ujar Angga bersabar
Clara terdiam mencerna ucapan Angga
kok ambigu?
"Yang cepetan naik atuh .. "keluh angga seraya menepuk punggung nya
Dengan berat hati Clara pun mengalungkan lengannya dileher Angga,Angga mendapati itu tersenyum ia mengangkat kaki Clara kemudian berjalan menuju depan rumah kearah mobilnya berada.
"Gitu kek dari tadi.. "celoteh Angga disela jalannya
Clara menepuk bahu Angga
"Cepetan nanti telat" ujar Clara
"Siap tuan putri .."
________
Sesampai disekolah sudah ramai orang berdatangan,sebuah mobil Lamborghini berwarna hitam menarik perhatian para murid SMA Nusa bangsa.banyak yang penasaran siapa yang pemilik mobil itu .
Dan rasa penasaran itu terjawab setelah seorang pemuda tampan,dengan hoddie hitam keluar,sembari menyampirkan tas kecil disamping pundaknya.itu adalah tas perempuan perlu diingat.
terlihat pemuda yang tak lain adalah Angga berjalan memutari mobilnya seraya membukakan pintu mobil untuk seseorang,kini nampaklah siapa yang tiba tiba digendongnya yang tak lain dan tak bukan adalah clara.hal itu membuat para murid SMA NUSA BANGSA yang melihat histeris gempar dengan dua pasangan sejoli itu.
ih bukannya kemarin berantem ya ..
Mereka kenapa berdua lagi..
Pacaran atau balikan sih ..
Aa gue baper gila ..
Clara Abang putek hati ..
Angga manis banget ..
banyak yang menyorot takjub,sinis,heran dan yang lainnya menatap mereka namun Angga tak peduli ia tetap melanjutkan jalannya.
"Angga ih kenapa digendong kayak gini.."rengek Clara ia menyembunyikan wajahnya dileher Angga ia malu banget.
Angga terkekeh mendengar itu bukannya menjawab ia bahkan terang terangan mengecup kepala Clara.
hal itu lagi lagi membuat para siswi histeris dibuatnya.
Clara mendongak ia menatap tajam Angga bukannya takut Angga malah terkekeh lagi.
"Jangan gitu aku cium dibibir mau .."goda Angga seraya menaik turun kan alisnya.
Clara merengut ia memalingkan kepalanya tak mau menatap angga tangannya dileher Angga mengerat namun dibalik itu kuku panjang Clara sudah bertengger manis disana tak selang berapa lama.
"Arghh .. "desis Angga menahan sakit
"Yang jangan cakar aku.."
Clara menatap Angga kemudian tersenyum manis
"Kamu mau tambah lagi hmm .."
"Shhh .. "ringis Angga menggeleng cepat ia yakin setelah ini leher nya pasti penuh cakaran
"Yaudah gak usah macem macem cepetan bawa aku kekelas .. "titah Clara
Angga hanya mengangguk pasrah,sepanjang perjalanan dikoridor sekolah semua tak lepas memperhatikan Angga yang menggendong Clara.
Sesampai dikelas sandra histeris melihat Clara yang digendong Angga.
Clara menatap Angga
"Pergi sana usir" Clara ia masih kesal dengan Angga
Angga mendudukan dirinya diatas meja Clara
"Jangan marah marah Mulu yang .." ucapnya seraya membelai rambut Clara,Clara berdecih namun malah meringsut mendekat ia mengalungkan lengannya dipinggang Angga
Angga tertawa kecil melihat itu semua yang dikelas melihat adegan uwu itu melongo tak terkecuali Sandra yang terperangah menutup mulutnya tak percaya ia menggelengkan kepalanya tak habis fikir.
"Udah aku pamit ya .. "ucap Angga ia menurunkan tubuhnya
Clara menatap heran Angga
"Kamu mau kemana .."
"Aku di skors jadi aku kesini cuman anterin kamu aja .." ujar Angga menjelaskan
"Pasti Karna kemarin ya .. ?"
Angga tak menjawab ia hanya menganggukan kepalanya
Clara memanyunkan bibirnya ia kecewa
"Jangan gitu nanti aku gak bisa pergi .."ujar Angga seraya Menangkup wajah Clara
"Yaudah gak usah pergi gampang kan .."jawab Clara seraya menatap angga
"Ya kalo gitu yang ada aku malah tambah kena skors kamu mau aku makin lama kena skors nya..?"ujarnya dengan menaikan alis sebelah
Clara menggeleng cepat
"Yaudah kalo gitu aku pergi nanti aku jemput .." ucap Angga seraya mengelus pelan rambut clata
"Iya deh "pasrah Clara
Angga mendekatkan dirinya kemudian memeluk Clara lagi
"Aku pamit .."
"Iya .."jawab Clara seadanya
"Sandra jagain bini gue .. "ujar Angga menatap Sandra seraya melirik clara.
Mendengar ucapan Angga mulai lah terdengar bisikan bisikan dari murid dikelas.Angga tak peduli,ia langsung berjalan keluar dari kelas Clara
"Cla hutang penjelasan Lo sama gue .. "ucap sandra tajam
"Hutang apa an kagak ada .." jawab Clara acuh
"Maksud Angga Lo bininya apa?Lo nikah apa gimana sih?terus kenapa Lo bisa uwu uwu an gini?hubungan Lo sama Angga apa sih?kemarin marahan sekarang kok udah baikan?"
Clara menganga mendengar celotehan sandra
"Satu satu tanya nya gue kagak paham lo ngomong apa sand .."Lelah Clara menatap melas kearah Sandra
Sandra mengulum bibirnya kemudian Menyengir.
"Iya deh iya gue tanya Lo punya hubungan apa sama Angga ?"
Clara mengulum bibirnya menahan senyum
"Gue sama dia ..."Clara menggantungkan ucapannya menatap Sandra
"Apa sih cepetan ogeb .."kesal sandra
Clara terkekeh
"Dia pacar gue .." jawab Clara
"YANG BENER LO .. "teriak Sandra tiba tiba
"Ih diem Lo .. "kesal Clara seraya menabok pelan bibir sandra
"Awh .." ringis Sandra memegangi bibirnya.
"Gue gak percaya kok bisa.." terang Sandra tak habis fikir
"Ya bisalah orang saling cinta .." ucap Clara sembari menghendikan kedua bahunya
Mendengar penuturan Clara Sandra meringsut lemas.ia terduduk dikursi sembari melamun hal itu membuat Clara heran.
"Lo kenapa sand gak suka gue punya hubungan sama Angga?" tanya Clara
Sandra menolehkan kepalanya kearah Clara,kali ini Clara duduk bersama Sandra dulu memang bersama mel,tapi karna mel menjaga jarak dengannya akhirnya Sandra pun duduk bersama Clara.
"Gue kasian sama Mel .. "ucap Sandra dengan pandangan kedepan
Mendengar itu Clara terdiam.
__ADS_1
_______
Juan,daniel,Gilang dan yang lainnya kini berada dikantin semuanya seperti biasa berceloteh tak jelas.namun tiba tiba sebuah kursi didorong seseorang mengalihkan atensi mereka.
Angga berdiri menatap tajam para sahabatnya
"Kalian semua kemana .. ?"tanya Angga
"Dan terutama Lo.." tunjuk Angga seraya menunjuk juan yang bergeming ditempatnya.
"Ares diculik" ucap Genta memulai
Angga membelalakan matanya mendengar itu
"Jelasin kejadian kemarin .."ucap Angga
Semuanya pun menghela nafasnya
Kemudian genta mulai menjelaskannya,Mulai dari kabar Ares tiba tiba diculik serta mereka yang hampir membawa Arya papanya Clara namun gagal.
"Sialan jadi bukan queen sama om nya Clara aja pelakunya .."tutur Angga
Mereka pun mengangguk
"Gue gak tau lagi om Arya dibawa kemana yang pasti orang itu kayak punya dendam banget sama om arya .."ucap Edo Tiba tiba
Angga mengusap wajah nya frustasi, bagaimana lagi ia kehilangan jejak untuk menemukan papanya Clara.
Juan yang sedari tadi berdiam tiba tiba mengeluarkan ponsel dan meletakkan tepat dihadapan angga.
"Ponsel Lo ... "Ujar juan
"Dari kemarin notifannya dari bang fans Mulu .." ucap Juan lagi
Angga menyerngit heran,kemudian mengambil ponselnya dan benar ada banyak notif tentang bang fans buat apa om nya Clara menghubunginya.
Ada sebuah pesan disana tentunya dari orang yang sama 2 jam yang lalu lebih tepatnya Angga segera membuka pesan itu.
Bang fans:
Woy bocah siang nanti jemput saya dibandara jangan lupa Bawa clara ..
Angga menatap bingung pesan itu
Bukankah fans ada dirumah lalu ini kok malah berada dibandara.
"Lo kenapa ngga?" tanya Daniel
Angga mendongak
"Ini pesan maksudnya apa ya gue bingung?
tadi gue jemput Clara om nya ada dirumah kok.."
Daniel langsung merebut ponsel Angga kemudian membaca pesan itu diikuti yang lainnya.
"Wah jangan jangan om nya Clara ada dua lagi" ujar nino pura pura syok.
Edo langsung menoyor kepala nino
"Yang bener lu .. "
"Kurang ajar Lo main toyor aja "kesal Nino iya pun membalas toyoran Edo dan mereka pun berakhir saling toyor menoyor.
"Lo yakin om nya Clara dirumah ngga?" tanya genta
Angga mengangguk yakin
"Kalo kalian gak percaya bentar gue chat Clara" ujar nya seraya mengetikan sesuatu diponselnya
^^^me:^^^
^^^Yang tanyain om kamu dong hari ini dia kemana aja^^^
Ting
mine๐:
Kenapa emangnya?
^^^me:^^^
^^^Tanya aja yang?^^^
Ting
mine๐:
bentar aku tanyain
Selang beberapa lama menunggu Clara pun membalas chat nya.
mine ๐:
Om gak kemana mana katanya dirumah aja malah tadi nawarin aku buat dia aja yang jemput ..
Angga dan yang lainnya saling tatap.
"Kayanya Lo bener no "ucap Angga sembari menatap Nino
"Gue harus pasti'in entar "ucap Angga lagi
Ia kembali mengetikan sesuatu diponselnya
^^^me:^^^
^^^Kamu tetep aku yang jemput ada yang mau aku tunjukin nanti pulang sekolah^^^
Ting
mine๐:
Apa gak usah buat penasaran
^^^me :^^^
^^^Ada deh biar kamu penasaran wlee^^^
^^^Gak usah bales belajar sana bentar lagi bel.^^^
^^^read^^^
setelah melihat tak ada balasan lagi dari Clara Angga pun beralih ke pesan fans.
me:
Oke bang tenang aja .
sesudah membalas pesan fans Angga pun menutup ponselnya.
"Gue cabut .."ujar Angga seraya bangkit
"Gak sekolah Lo .. "celetuk Edo
"Di skors .. "ucap Angga setelah itu ia berlalu berjalan keluar dari kantin.
Genta menyenggol lengan Juan yang sedari tadi hanya diam.
"Ngapa Lo .. ?"tanya genta
Juan menoleh
"Gak papa gue lemes aja nindi masih marah sama gue .. "lirihnya seraya merebahkan diri dimeja
Daniel mendengar lirihan Juan melempar kerupuk yang ia makan kearah Juan.
"Sok galau lu .. "cibirnya
"Daniel lu diem ntar Abang Juan ngamok .." celoteh naga yang baru datang dengan gara
"belain aja terus belain "sungut Daniel kesal
"Nah nah ni adiknya datang nih .." ucap Nino melihat kedatangan gara
"Gara Kaka Lo mana?"tanya Nino
"Apa si lampir maksudnya .." jawab gara lempeng tak mengindah Pelototan dari Juan.
"Sakit dirumah .. "lanjutnya kemudian duduk disamping Nino
Juan mendengar itu langsung bangkit dari duduknya.
"Ju kemana Lo bentar lagi bel bunyi.. "ucap Gilang
"Kerumah calon istri .." ucapnya kemudian berjalan tapi baru beberapa langkah ia berbalik seraya menepuk bahu genta
"Ijinin gue ..makasih .." ucap Juan lalu pergi menjauh
Daniel melihat itu geleng geleng kepala
"Budak cinta emang gila .. "ucapnya tak habis fikir
"Halah Lo nanti juga ngerasain .." cebik Edo
"Gak bakal gue begitu malu malu in diri .." ucap Daniel percaya diri
"Hati hati kemakan omongan sendiri" sahut Genta seraya menyeruput teh angetnya
Daniel hanya menghendikan bahunya ia yakin tak akan pernah bucin.
"Sampe Lo bucin gue ketawain sampe mampus lu" ucap Edo dan diangguki yang lain
"Cabut bel udah bunyi "ucap Genta dan diangguki yang lain.
________
__ADS_1
*๐**next part*