MANTAN POSESIF

MANTAN POSESIF
eps 27.(dua puluh tujuh)


__ADS_3

Disepanjang perjalanan Clara lagi lagi dibuat heran semenjak kapan om nya itu sedingin dan sependiam itu apakah efek koma membuatnya berubah drastis.saat ini Clara agak sungkan bertanya pasalnya hawa om nya yang sekarang sangat berbeda terkesan menakutkan berbeda dengan yang dulu humble dan lebih friendly


Meski Clara sungkan ia tetap memberanikan dirinya untuk bertanya


"Om baik baik aja kan .. ?"tanya clara lagi cemas


Hans hanya berdehem menanggapi ucapan Clara


Clara berdecak ia tak puas Akan jawaban omnya


"Om marah ya sama gue.."


"Maafin gue ya om gara gara gue Lo koma .."ujar Clara dengan kepala menunduk ia sangat menyesal semua itu karna dirinya


Clara mendongak karna om nya itu tak menjawab ucapannya


Ia menolehkan kepalanya kesamping dan langsung meneguk ludahnya kasar mendapati Hans yang terlihat menatapnya dalam sangat dalam


"Om .." lirih Clara seraya menatap takut takut kearah Hans


Hans langsung memalingkan kepalanya menjauhi tatapan takut itu wajahnya tetap datar tak ada eksperesi apapun disana


"Keluar .. "ujar Hans


Clara pun tersadar ia menengok kesekelilingnya dan mendongak menatap bangunan menjulang tinggi disana


Apartement batin Clara


"Turun .. "titah Hans lagi


Clara menurut ia keluar dan diikuti Hans


"Om ini apartement .." ujar clara pasalnya gedung apartement ini tak asing dan ia ingat betul gedung ini sama dengan apartemen tempat yang ditinggali Angga


"Ikut gue .. "ujar Hans seraya mendahului clara


Clara terdiam ditempat apa omnya itu akan membawanya ketempat Angga jika benar maka Clara tidak mau


Hans menghentikan langkahnya saat merasa tak ada yang mengikutinya dari belakang ia menoleh dan memutar bola matanya malas


"Ayo .." ujar Hans menatap tajam Clara


Clara menggelengkan kepalanya


"Gue gak mau .."


"Kalo tujuan om kesini buat ngajak gue ketemu Angga sekali lagi gue gak mau dan gak sudi .." ujar Clara tak kalah tajamnya


Kening Hans mengerut mendengar nya. Angga?pikirnya rasanya ia tak asing dengan nama itu ah benar ia baru ingat Angga laki laki yang dicintai queen kah? Dan Hans juga baru menyadari jika keponakannya itu punya hubungan dengan laki laki itu tanpa Clara sadari bibir Hans kembali membentuk seringaian


Hans berjalan menghampiri Clara menarik tangannya pelan


"Siapa bilang..? Gue yang punya gedung apartemen ini selagi gue mau gue bisa keluarin orang yang namanya Angga disini .. "ucap Hans


Mata Clara terbelalak benarkah om nya itu punya gedung apartement ini ia tak menyangka kenapa ia tidak tau sama sekali


"Om bercanda kan? "Picing Clara tak percaya


Hans menghendikan kedua bahunya


"Gak percaya yaudah" ujarnya menanggapi clara


Hans mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang disana


"Cepat kesini .." ujar Hans setelah itu hans langsung menutup ponselnya


Tak lama seorang pria dengan jas formalnya datang dengan beberapa pekerja diapartement itu


"Selamat malam tuan .." ujar nya seraya membungkukan tubuhnya kearah Hans diikuti anak buahnya


Hans menganggukan kepalanya


"Bawa dia ke ruangan gue,Berikan fasilitas yang lengkap .."ujar hans


"Baik tuan segera dilaksanakan.. "ujar pria dengan name tag ayuda prajasma pria berusia kepala 3 itu menatap kearah Clara dengan senyum khasnya


"Mari nona ..." Ujar Yuda


Clara menatap Hans dengan pandangan sulit diartikan apa ini beneran pikirnya


Hans kemudian menatap Clara yang terlihat termenung itu


"Sebelum rumah kembali bersih Lo tinggal disini beberapa hari .. "ujar Hans


Clara menatap Hans


"Terus om bakal tinggal dimana om gak nemenin gue ..?" tanya Clara


"Gue bakal kesini liat Lo nanti .. "ujar Hans kemudian setelah mengucapkan itu hans berlalu memasuki mobil dan pergi melenggang entah kemana


Clara semakin heran dengan pamannya itu


Sampai suara pria mengalihkan atensi pikirannya


"Mari nona saya antar .." ujarnya


Clara pun mengangguk dan mengikuti para pekerja itu


"Om saya beneran pemilik gedung ini pak .." tanya Clara disela jalan mereka


Pria yang dipanggil Yuda itu menolehkan kepalanya dan mengangguk seraya tersenyum tipis


"Iya dia CEO pemilik gedung ini sekarang.."


Clara mengerutkan keningnya


Sekarang? Maksudnya apa?


Belum sempat Clara menyuarakan ucapannya pandangan nya beralih kepada seseorang didepan yang tak jauh dari dirinya


Dia Angga ..


Clara panik ia takut angga melihatnya dengan cepat ia menyembunyikan dirinya dibeberapa tubuh pekerja disamping dan depannya


"Cepet bawa gue keruangan om gue dan tolong biarin gue sembunyi diantara tubuh kalian .." ujar Clara sembari sesekali mengintip akan keberadaan Angga yang tak jauh darinya berada.


Sial kenapa harus ketemu sekarang batin Clara merengut.


___________


Angga merasa dirinya tadi seperti melihat Clara tapi ia tidak yakin apa perasaanya saja


Ah mengingat Clara angga rindu kenapa hubungan nya selalu diuji terus apakah untuk bahagia dengan Clara saja dirinya sulit


Selalu saja ada rintangan di hubungan mereka apakah semesta sepelit itu untuk membuatnya bersama orang yang dicintainya angga semakin frustasi saat ini .

__ADS_1


Ia mengacak rambutnya setelah kejadian dirumah tentang ucapan ayahnya Angga memilih untuk pulang keapartement dan menyendiri memikirkan bagaimana caranya mencari bukti agar Clara tak marah lagi padanya.


ia yang saat ini tengah memasuki lift pun sempat dibuat heran,pasalnya didepannya terdapat beberapa pekerja yang tengah berdempetan ia mengerutkan keningnya menatap aneh para pekerja apartement itu.


Sebelum pintu lift yang dimasukinya menutup pandangan Angga beralih kearah kebawah tepatnya kearah kaki-kaki pekerja disana, diantara semuanya yang memakai sepatu hanya ada disana yang mengenakan sendal pink yang Angga yakini yang memakainya adalah seorang perempuan Angga rasa ia seperti tidak asing dengan sendal yang dipakai perempuan yang terlihat ditutupi oleh pekerja itu tapi Angga langsung menggelengkan kepalanya


Mungkin ia salah pikirnya.


Tapi ...


Kenapa harus orang itu ditutupi? Angga membelalakan matanya sesaat sekilas sebelum pintu lift tinggal seinci itu tertutup menatap rambut seseorang yang tak asing dibenaknya


"Clara .." lirih Angga seakan ingin keluar dari lift iya yakin yang dilihatnya adalah claranya namun sayang


"Sial "umpat Angga pintu lift nya sudah tertutup rapat Angga memukul kesal pintu lift nya


Angga kembali menekan tombol lift ia harus memastikan apa itu claranya atau tidak


setelah Pintu lift kembali terbuka Angga langsung keluar dari sana ia menengokan kepalanya kesekeliling gedung itu tapi dirinya tak menemukan seseorang lagi disana ia tak menemukan lagi orang yang persis seperti Clara Angga mengacak rambutnya frustasi ia menonjok dinding dengan amarah yang memuncak


"bodoh bodoh bodoh.." umpat Angga


Tepat didepan pintu lift seorang laki laki terkekeh sinis mendapati angga yang terlihat berantakan dihadapannya


"Orang bucin emang selalu gila .."gumamnya dan segera memasuki lift tapi sebelum itu ia sempatkan melayangkan gumpalan kertas dihadapan angga ia tak perduli apakah Angga menyadari atau tidak


"Selamat berjuang.." lirihnya bersama an dengan pintu lift tertutup rapat


_________


Angga memasuki apartemennya dengan wajah lesu matanya memerah seperti menahan tangis dasar cengeng !tak lupa digenggaman tangannya terdapat sebuah gumpalan kertas entah apa ia membawa itu ke apartement ya.


mata angga melirik jam dinding diapartementnya disana menunjukan pukul 21.08 malam belum terlalu larut pikirnya dengan langkah lemas ia memasuki kamarnya.


Setelah sempurna memasuki kamar Angga melepas jaket nya sembarang menyisakan kaos hitamnya tangan kiri yang mengenggam gumpalan kertas itu ia angkat Angga membuka kertas yang digumpal itu dan keningnya mengerut bingung


Gedung atas nomor 01.


"Gak jelas .."gumam Angga


dengan jengkel Angga membuang kertas itu sembarang.


Angga mengacak rambutnya ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah beberapa menit Angga pun keluar dengan handuk yang melilit pinggangnya,tanpa memakai pakaiannya,Angga langsung menghempaskan tubuhnya dikasur tak perduli jika spray nya basah karna rambut bekas keramasnya mata nya terpejam sesaat


"Gue harus gimana anjing .." umpat Angga ia mengacak rambutnya frustasi.


Drrtttt ...


Drrrttt ..


Angga menolehkan kepalanya kesamping ia mengambil ponsel nya yang tergeletak dinakas kamar


Mata Angga memicing mendapati nomor tak dikenal disana dengan perasaan dongkol angga langsung mereject dan mematikan ponsel nya tak tau kah Angga sedang diambang beban,pikirannya berkelabut kesana kemari masalahnya tak habis habis,Angga frustasi dan ia butuh pelampiasan.


Angga bangkit ia menuju lemari pakaiannya setelah memakai kaos dan celana pendek selutut nya Angga berjalan keluar kamar menuju dapur.


setiba nya disana Angga membuka kulkas dan mengambil minuman kaleng ia membukanya dan meneguknya hingga tandas,merasa kurang Angga kembali mengambil nya dan membawa minuman itu kemeja makan yang menyatu dengan dapurnya,Angga menyesap minumannya dan ia masih belum merasa tenang ia berjalan menuju lemari didapur dan mengambil sebuah rokok serta pemantik yang sudah tersimpan disana.


Angga menyesap rokoknya dengan hikmat sambil memikirkan cara apa yang akan ia lakukan nanti untuk memecahkan masalahnya belum masalah orang tua Clara yang hilang dan lagi Clara cintanya pergi karna salah paham


"Shitt .." umpat Angga ia membuang Putung rokoknya kebak sampah sampingnya dan kembali berjalan menuju kamarnya


Ia mengambil ponselnya dan menghidupkannya,rupanya beberapa panggilan tak terjawab mulai dari nomor yang tidak dikenal lalu ada sahabatnya Ares dan ia melihat romchat dirinya dengan Clara ada banyak pesan disana yang Angga kirim namun tak ada satupun disana yang terbaca semuanya ceklis satu.


Angga tersenyum masam apa Clara nya sebenci itu padanya hingga tega memblok nomornya apa kesalahannya begitu fatal ya ini memang salah dirinya karna lupa untuk bercerita dan Angga sedikit takut jika membahasnya takut clara menjuhinya takut jika menyakiti clara namun sialnya Clara malah tahu dari orang lain dan ekspektasi Angga jika Clara menjauhinya malah terjadi.


jika Clara tak percaya Angga tak akan menyerah ia akan tetap membujuk Clara dengan sejuta cinta dan kasih yang ia beri ia akan kembali meluluhkan hati gadisnya ia Angga berjanji kali ini cukup Angga tak akan membiarkan orang orang untuk memisahkan dirinya dengan sang kekasih tidak akan,Angga tidak akan membiarkan itu terjadi seperti kata ayahnya ia sudah dewasa dan harus bertanggung jawab dengan masalahnya sendiri.


Angga menghubungi Ares tak lama panggilan itu terhubung


Woy Lo kemane aja ...sahut orang diseberang sana


"Gue baru buka hape kenapa?"


Terdengar helaan nafas diseberang sana


Besok Lo kemarkas ini perintah ..


"Gue sekolah .."


CK .. maksud gue setelah pulang ..


"Hmm .."


Gue ada kejutan buat Lo ..


"Apa an .."


Besok aja gue tutup bay ..


Tut ..


Angga terdiam memikirkan kejutan apa yang akan sahabatnya itu tunjukan besok padanya


"Apa ya.." gumam Angga heran


"Au ah bodo amat gue capek .."ujar Angga ia merebahkan tubuhnya ke kasur menarik selimut tapi sebelum itu ia mengambil sebuah foto dilaci nakas senyum Angga terbit menatap foto itu.Ya itu adalah foto Clara dan Angga 2 tahun lalu saat awal mereka bersama .


"Sayang aku kangen.."


"rasanya pengen banget meluk kamu saat ini.." gumam Angga dengan mata yang berkaca kaca setelah sekian detik air mata itu pun jatuh tanpa permisi dipipinya nya Angga yang sadar berlalu menghapusnya


"Gue apa an sih cengeng Mulu .. "decak Angga tapi bukannya berhenti air mata itu malah semakin deras


"Air mata Sialan.." kesal Angga kembali menghapus air matanya tapi tak lama akhirnya Angga menyerah dan membiarkan air mata itu berjatuhan hingga menimbulkan isakan yang tertahan


"Sayang aku bakal jelasin semuanya .."lirih Angga


"Aku janji .." lirih Angga lagi


"Kamu tunggu ya jangan salah paham lagi .."


"Aku sayang kamu Clara anindya.."sesudah mengatakan itu Angga pun terlelap dengan foto itu dipelukannya.


____________


Disisi lain tepatnya disebuah kamar mewah yang ditempati Clara, terlihat clara yang kini tengah menyandarkan punggungnya ditepian ranjang pandangan nya kosong kedepan namun tak seberapa lama isakan dari bibir mungil itu pun terdengar clara terisak ia mengigit bibir bawahnya keras agar isakannya tak terdengar namun usahanya sia sia Clara meremas dada sebelah kirinya


"Hiks kenapa sakit banget ..." Lirih Clara


Clara berlalu memeluk dirinya sendiri


"Angga kenapa .. hiks .."


"Kenapa..Kamu tega ..hikh"

__ADS_1


"Aku be..nci Kamu ..."


"Aku ..hikh benci .. hikh ..."


Setelah lama menangis karna lelah Clara pun terlelap dengan posisi duduk memeluk dirinya sendiri .


________


Hans yang baru masuk keapartement pun dibuat heran mendengar suara isakan tangis ia melangkah kan kaki jenjangnya menuju kamar Clara tanpa izin ia membuka kamar itu pelan.


Dan matanya kini tertuju kearah Clara yang terlihat terisak.


lama Hans menatap Clara didepan pintu kamar dan merasa tak ada suara tangisan lagi disana Hans pun mendekat dan membungkukkan sedikit tubuhnya menatap Clara yang menenggelamkan kepalanya dilipatan tangan dan kakinya.


Hans mendengar helaan nafas teratur disana dan Hans mendapati rupanya Clara telah terlelap dengan pelan Hans membetulkan posisi tidur Clara mulai dari meluruskan kedua kakinya serta merabahkan tubuh Clara beruntung Clara tak terusik sama sekali.


Setelahnya Hans pun terdiam menatap dingin wajah sembab Clara tak ada ekspresi apapun yang Hans tujukan saat melihat wajah itu namun


Entah kenapa Tapi tangannya terulur sendiri membetulkan helayan rambut yang menutupi wajah Cantik Clara


"kenapa liat wajah Lo yang berantakan gini buat gue mood buat nambah nyiksa Lo .."


Gumam Hans seraya mengelus rambut Clara pelan,Hans mendekatkan wajahnya dan membisikan sesuatu ditelinga Clara


"Selamat berjuang cantik .."


"Lihat kejutan kejutan apa yang akan gue kasih ke Lo nanti .."


Ujar Hans seraya mengelus pelan wajah sembab Clara lembut Hans menyeringai kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar dengan siulan yang mengiringi langkahnya.


___________


Pagi pun tiba tak ada sinar cerah disana melainkan awan mendung keabuan pertanda hujan akan turun Clara yang kini sudah mempersiapkan dirinya untuk kembali sekolah terdiam dibalkon kamar menatap


Langit yang terlihat menyedihkan sama seperti dirinya saat ini


"Langit nasib kita sama ya menyedihkan.."lirih clara sembari tersenyum pahit.


Tok tok


Sebuah ketukan pintu kamar menyadarkan Clara dari lamunannya


Tok tok ..


"Siapa" ucap Clara tanpa merubah posisinya yang berada dibalkon


"Gue .. "sahut orang disana


Clara terdiam


Om batin Clara Clara langsung memutar tubuhnya dan berlari kecil untuk membuka pintu kamar dan terpampang lah wajah tampan Hans disana,Clara tak bisa menahan haru nya ia merasa dirinya saat ini hanya memiliki Hans dengan gerakan cepat Clara langsung menubruk tubuh Hans


"Om jangan tinggalin gue .. "lirih Clara bahunya bergetar tanda ia tengah menangis


Hans terdiam tak ada pergerakan untuk membalas dekapan itu


"Gue gak bakal tinggalin Lo .. "ujar Hans dengan senyum miringnya tanpa diketahui Clara


Hans melepas paksa pelukan Clara darinya mata Hans tertuju pada wajah Clara yang terlihat berantakan tangannya terulur menghapus jejak air mata dipipi Clara


"Udah .. ?"tanya Hans datar


Clara merasa om nya sangat berbeda dari yang dahulu ia lihat,


"Om .." lirih Clara


Hans mengangkat sebelah alisnya seolah mengatakan kenapa?


Clara ingin membuka suaranya namun urung karna sebuah deringan ponsel dari hans,Hans yang menyadari ponselnya berdering pun langsung melihat siapa yang menghubunginya saat ini alis nya kembali terangkat sebelah lalu matanya menatap kearah Clara


"Lo pergi sekolah diantar supir.."perintah hans


"Pulang nanti gue jemput.." lanjut Hans


"Gue pergi .." lanjut Hans lagi tanpa menunggu jawaban dari Clara ia segera berlalu dari sana terlihat berlari kecil keluar apartement seraya menaroh ponsel ditelinganya.


Clara menghela nafasnya lelah matanya memandang sendu kepergian omnya


"Yaudah lah .."pasrah Clara ia pun mengambil tas dan jaket rajut nya dan segera melangkahkan kakinya menuju luar apartement tanpa berniat untuk sarapan karna dirinya sudah telat saat ini.


_______


Angga keluar dari apartement nya dengan tergesa gesa ia sedikit berlari kecil dan menekan tombol lift didepannya dengan cepat saat pintu lift terbuka pandangannya seketika tertuju kearah orang yang tiba tiba ada disampingnya yang anehnya lagi seragam yang orang itu pakai sama seperti dirinya


"Lo sekolah di SMA NUSA BANGSA .."


Orang yang ditanya Angga pun hanya diam tak berniat menjawab ia Langsung memasuki lift itu dan segera menekan angka disana Angga yang sadar dan takut ketinggalan pun langsung ikut masuk


Angga menatap kesal kearah laki laki disampingnya namun seketika ia teringat sesuatu


"Lo cowok yang lempar gumpalan kertas kearah gue kemarin kan .."tudung Angga dengan wajah sangarnya


Laki laki itu menolehkan wajahnya kearah Angga sembari menaikan sebelah alisnya


Dan tersenyum miring


"Menurut Lo .. "ujarnya


Angga terkekeh sinis mendengarnya jadi ia benar


"Gedung atas no 1 .." gumam Angga sembari menatap laki laki disampingnya


"Segitu gabutnya ya .. ?"tanya Angga dengan kekehan sinisnya dan Angga juga baru menyadari jika laki laki ini laki laki yang sama saat sebulan yang lalu terpergok Angga tengah memeluk kekasihnya dilift apartemen mengingat itu entah kenapa tangan Angga mengepal


Laki laki itu menatap Angga dengan tatapan penuh remehnya bertepatan juga dengan pintu lift yang terbuka ia menyeringai melirik gadis didepannya yang terlihat terkejut melihatnya dan Angga disana,mata gadis dan laki laki itu bertemu laki-laki itu seketika tertunduk menyembunyikan senyum nya


ia kembali mendongak dan menoleh kearah Angga yang sedari tadi tak lepas menatapnya dengan tatapan tajam


"Gue kira Lo pinter ternyata Lo bodoh juga ya .." jawab laki laki itu seraya terkekeh geli melihat gadis yang baru didepan nya tadi tengah berlari terbirit birit menghilang dari tempatnya dan lagi sialnya Angga tak menyadari itu.


Laki laki itu keluar dari dalam lift dan tertawa kecil kearah Angga yang malah membuat Angga semakin marah


"Lo udah gue beri kesempatan dan sayangnya Lo gak pinter .."ujar laki laki itu dan segera menjauh dari hadapan Angga


Angga menggeratakan giginya rahangnya mengeras tak terima akan apa yang diucapkan laki laki itu


Angga berdecih sejak kapan dirinya tidak pintar apa laki laki itu meremehkan isi otaknya baiklah jika begitu Angga akan membuktikannya nanti disekolah toh dirinya dan laki laki bersekolah ditempat yang sama


"Gue mau tau sepintar apa Lo sampai bisa ngeremehin seorang Angga Raditya .."gumam Angga dengan kekehan sinisnya.


_______


Hiya Hiya i am combek you know


ada yang kangen kah ?

__ADS_1


jangan lupain aku ya bantu dan dukung dengan cara vote,komen Dan follow akun aku yayatae@ oke


salam author


__ADS_2