MANTAN POSESIF

MANTAN POSESIF
eps 24 tanda tanya besar


__ADS_3

Angga yang kini sudah siap untuk pergi pun mulai menjalankan kakinya keluar seraya membuka pintu kamarnya baru ia membuka pandangan nya langsung bertemu dengan clara


"Eh udah bangun ternyata .."ujar clara tak lupa dengan senyum manisnya yang ia lontarkan kearah angga


Angga yang cukup terkejut akan kehadiran clara pun tiba tiba membasahi bibir bawahnya kemudian membalas senyuman clara berjalan mendekat dan mengelus lembut Surai sang kekasih .


"Aku baru tadi mau bangunin kamu.." lanjut clara sembari merengut kecil


Angga yang melihat nya pun terkekeh tak bisa menahan gemasnya ia mengacak rambut clara gemas


"Ih Angga jangn diacak .. "sungut clara seraya menjauhkan tangan Angga dikepalanya


"Iya iya abis nya aku gemes Gimana dong?" Goda Angga seraya menaik turunkan alisnya


Clara tersenyum malu tak lama pandangan clara pun beralih kearah pakaian Angga


"Kamu mau kemana .?"tanya clara


Angga terdiam sesaat kembali membasahi bibir bawahnya tanda ia gugup saat ini.


Angga mengusap lehernya pelan


"Aku mau kebeskem .."cicit Angga jujur


Clara mendengarnya pun tiba tiba antusias


"Oh ya boleh aku ikut ..?" tanya clara dengan wajah antusiasnya


Angga terdiam


"Emmm lain Kali aja ya ... "ujar angga lembut sembari memberi pengertian ke arah clara


Clara mendengarnya pun seketika menampilkan raut sedihnya dan tentu saja Angga tak tega melihatnya


Angga lekas mengenggam kedua tangan kekasihnya lembut


"Tapi aku janji setelah aku pulang nanti kita jalan mau ..?" tanya Angga sedikit was was


Clara yang melihat wajah Angga yang terlihat merasa bersalah pun merasa tak tega,Clara lantas mengangguk kan kepalanya


"Oke tapi janji ya gak boleh ingkar .. "ujar Clara seraya menunjukan jari kelingkingnya kearah Angga


Angga pun terkekeh melihatnya


"Pasti "ujar Angga seraya membalas tautan jari itu


"Yaudah aku tinggal ya baik baik dirumah .."


" kalo ada apa apa langsung kabarin aku ..." Ujar Angga seraya mengecup lembut kening clara sontak clara pun memejamkan matanya


"Aku pergi "ujar Angga setelah menyudahi kecupannya ia lantas menjauh dari hadapan Clara sembari berlari kecil


Clara tak bisa menahan senyumnya ia memegangi pipinya yang ia yakini sudah memerah seperti tomat itu, ia bahkan mengulangi ucapan Angga padanya


"Baik baik ya dirumah .." cicit clara pelan mengingat kata kata angga seraya melompat lompat tak jelas


"Gila berasa jadi istri beneran gue ..."Gumam clara seraya memegangi kedua pipinya


"AAAAAAA GUE BAPER ..." Teriak clara seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya


Sementara tak jauh dari tempat Clara berada ada gio yang baru datang setelah bermain dengan temannya berjalan menuju kamarnya tapi terhenti dianak tangga menatap ngeri Calon Kaka iparnya itu


"Kak clara kesurupan ... "Lirih gio


_________


Angga yang kini sudah sampai dimarkas nya pun langsung disambut semuanya dengan tos ala anak geng mereka


"Dimana mereka?" tanya Angga pada anak buahnya


"Mereka didalam bang" ujar Ali anak buah Angga


Angga mengangguk dan langsung masuk kedalam gedung tempat perkumpulan mereka.


Sesampainya didalam markas angga pun menatap para teman temannya yang kini terlihat sibuk bercanda dan segala keasikan mereka dan belum menyadari akan kehadirannya namun saat mendengar isyarat dari Nino mereka pun langsung mengalihkan pandangan nya kearah Angga mereka pun kembali ber tos ria,ada yang hanya sekedar menyapa Angga dan hanya dibalas anggukan olehnya,angga termasuk geng inti jadi bukan hal langka jika banyak yang segan dengannya.


Nino yang notabennya berada tak jauh dari Angga pun seraya mendekat


"Mana mereka .. ?"tanya Angga dengan wajah khawatir yang kentara


Nino pun menghela nafasnya


"Ikut gue ..?" ujar Nino seraya berjalan mendahului Angga pun mengikuti dari belakang


Tatapan Angga pun kini beralih kearah para sahabatnya yang terlihat cukup mengenaskan berada disofa yang memang sudah disediakan dimarkas.Angga meringis pelan menatap luka luka di tubuh dan wajah temannya.


Genta yang semula tertidur disofa pun mendadak membuka matanya terbangun karna senggolan dari Ares dan menyadari jika Angga telah sampai dengan perlahan ia mencoba mendudukan tubuhnya


"Lo udah Dateng.." ujar Genta dengan suara seraknya


Angga menganggukan kepalanya seraya menatap perban yang terpasang dikepala sahabatnya


"Duduk.." ujar Genta Angga pun menurut


Angga pun duduk tepat diseberang Genta hanya terhalang sebuah meja dan diikuti yang lainnya ada yang hanya berdiri sambil menghadap kemereka ada juga yang ikut duduk disofa seperti yang dilakukan ares yang notabennya ketua geng mereka yang duduk tepat disebelah Angga dan disebelahnya lagi ada Edo,Gara,dan disebelah Angga ada Nino tepat dipinggir sofa dan disofa single ada Juan yang masih mengipasi luka ditangannya dan sesekali meringis akan lebam diwajah dan kepalanya.


Angga pun berdehem sebentar kemudian menatap genta


"Coba jelasin semuanya apa yang terjadi ..."


"Dan.. "


"kenapa bisa ini ada sangkut pautnya sama Clara ..?" tanya Angga penasaran


Genta menghela nafas nya berat mata nya melirik kearah para sahabatnya yang juga penasaran akan apa yang terjadi kepadanya dan Juan .


Genta sekali lagi menatap kearah juan meminta persetujuan sahabatnya itu setelah Juan menganggukan yakin kearahnya Genta pun menegakkan tubuhnya seraya mulai bercerita .


"Lo tau .. "ujar Genta memulai

__ADS_1


"Orang tua clara gak mati karna gugur dari pesawat... "Lanjutnya


Mendengar pernyataan sahabat nya itu tentu saja membuat semua yang ada disana termasuk Angga membelalakkan matanya tak percaya


"Maksud Lo apa bangsat .." sahut Angga tak sabar


"Ini semua pembunuhan berencana .. "lanjut juan tiba tiba


"Lo tau dari mana anjir ..?" jawab Ares greget


"Makanya diem gue mau jelasin ..."ujar Juan malas ia mengatur posisi duduknya kemudian mulai menceritakan apa yang terjadi padanya kemarin


Flackback on


Setelah keluar dari rumah Angga Juan pun berpisah diantara para sahabatnya bukannya pulang kerumah ia malah mengendarai motornya kearah jalan lain tepatnya ingin singgah ke bar sesampai tepat diparkiran bar mata Juan menyipit merasa kenal seseorang disana setelah memastikan orang itu mata Juan seketika melotot kaget


"Lah itu bukannya om Clara bu.. bukannya masih sakit ya .. "gumam nya sendiri heran Seraya menatap seorang yang ia kenal sedang bersandar dimobil nya tapi baru Juan ingin menghampiri matanya kembali dibuat melotot mendapati seseorang perempuan yang tentu saja sangat dikenalnya tengah berjalan keluar dari bar yang ingin Juan tujui terlihat ia sedikit berlari menghampiri laki laki yang mirip fans terlihat mereka tengah membicarakan sesuatu kemudian laki laki itu terlihat membuka kan pintu mobilnya untuk perempuan itu ia adalah ...


"Lah queen .. "ujar Juan tak percaya ia menutup mulutnya


"Ah gak kerasa mulut gue.." ujar Juan


"Eh iya juga ya kan gue belum lepas helm anjir.." kekeh nya sendiri sejenak mata juan kembali terarah kearah laki laki yang mirip fans dan queen


"Kek nya ada sesuatu .."ujar Juan dengan bertekad kepo setengah mampus Juan pun kembali menaiki motornya dan mulai mengikuti kearah mana tujuan mereka


Dalam perjalanan Juan bernafas lega karna sang empu untit tak menyadari jika mereka tengah diikuti sekali lagi Juan sangat berterimakasih pada jam larut begini kondisi jalanan masih lumayan banyak pengendara jadi tak kentara jika dirinya tengah menguntit orang.


Kini perjalanan yang dituju dua orang itu semakin membuat jiwa penasaran Juan meronta ia menatap jalan yang mulai sepi sebisa mungkin juan mencoba menutupi dirinya hingga tak ketahuan dan dari jauh Juan mengerutkan keningnya


"Rumah kosong .." gumam Juan heran


Kenapa fans dan queen kesini batin Juan heran


Juan melepas helmnya setelah melihat kedua insan itu keluar dari mobil mereka.


Juan pun berjalan mengendap mengikuti keduanya.


Dan tepat dipembatas rumah itu ada pagar menjulang tinggi yang untungnya tak transparan karna semuanya dari bata yang tentu saja itu sebuah keberuntungan bagi Juan karna semakin mudah melancarkan aksinya


Juan mencoba menegakan kepalanya dan mata nya melotot


"Gila gue kira emang rumah nya aja kosong taunya banyak penjaganya anjir .. "ujar Juan


Karna ia tak mau sendirian Juan pun membuka ponselnya baru menekan nomor seseorang tapi telinganya mendengar pembicaraan seseorang lebih tepatnya dibalik pagar tempatnya berada


Bos datang ..


Iya gue juga tau itu ..


Gue jadi kasian sama si tu korban ..


Ngapain Lo kasian tuh korban yang tetap jadi korban kalo mati ya mati aja ..


Tapi kan apa alasannya si bos malah ngebunuh mereka ..


Mana gue tau ..


Hah siapa sih ..


Itu yang punya GALEDI CORP..


HAH SERIUS LO ..


suttt diem Lo kalo ngomong jangan teriak teriak kedengaran bos mati Lo ..


Ck iya iya .


Yaudah ayo jaga lagi kalo sampai ketahuan bos kita nganggur gini bisa bisa besok kita tinggal nama doang ..


Iye iye ..


Juan yang mendengar itu semua pun mengerutkan keningnya


Geladi corp .. batinnya


"Bukannya itu perusahaan nya yang dipimpin bapaknya clara .. "ucap Juan tak percaya matanya melotot sembari membekap mulutnya ia sangat terkejut akan ini


"Woy siapa disana.." ujar seorang berbadan besar dengan kedua temannya menatap tajam kearah juan yang tak jauh dari mereka berada


"Sial gue ketahuan .." gumam juan dengan jurus seribu bayangannya ia langsung ngacir kemotornya sebelum dirinya tamat


Brummmmmmm


Bunyi motor juan pun melengus pergi dari tempat itu


Flaceback off


"Gitu ceritanya .." ujar juan mengakhiri ucapannya


Semuanya pun mengangguk mengerti tidak dengan Angga yang masih terdiam merenungi ucapan sahabatnya itu,Berbagai kemungkinan pun bertebaran dibenaknya


"Terus hubungan nya Lo sama Genta jadi kayak begini gimane ceritenya ... "Celetuk Edo mulai kesal karna isi cerita Juan tak seperti yang ia lihat


Juan menyengir lebar


"Beneran ini nyangkut kok ceritanya .." elak Juan tak terima


"Kita digebukin sama penjaga rumah kosong itu saat mau kesini .." ujar Genta menimbrungi dengan malas


"Hah.." ujar semuanya


"Iya kemarin pas gue balik gue kira gue bisa lolos dari mereka eh tau nya kagak .." ucap Juan melengus wajahnya kebawah


"Jadi maksudnya mereka ngintai Lo dari semalem gitu .. "ujar gara ikut ikutan


Juan mengerucutkan bibirnya kemudian mengangguk


Sial .. batin Ares melihat itu ia yakini kali ini mereka tidak bisa tenang

__ADS_1


"Tapi .. _"ujar juan menatap Angga


"Lo harus hati hati sama om nya clara ngga .. "


"Walaupun gue masih gak yakin tapi saat gue ngeliat tu fans dan queen disitu gue udah naruh curiga apalagi denger perkataan si penjaga .. "


"Lo harus hati hati dan jaga Clara ..."lanjut juan


Angga berdiri dari duduknya


"Gue tau "ujar angga


"Dan gue bakal nyelidikin ini semua .." lanjutnya


"Gue bakal bantu.." ujar Ares tiba tiba


Angga memandang Ares haru


"Makasih bro .." ujar Angga seraya menepuk pelan bahu sahabatnya


"Kita semua bakal bantu lo .. "ujar Genta disambut anggukan oleh para sahabatnya Angga semakin haru menatap para teman temannya


"Gak nyesel gue temenan Ama kalian.." ujar Angga tulus


"Iyalah harus .. "ujar Ares


"Lo tenang aja serahin Sama anak buah gue .." ujar Ares seraya merangkul pelan bahu Angga


"Ye mentang mentang ketua nya Lo .."celetuk Nino sambil memakan kacang gorengnya entah kenapa semua yang ada di markas itu tak jauh dari makanan yang berbau kacang


"Lo nantangin gue.." ujar Ares tajam


Nino Langsung menggeleng kuat


"Ampun ndoro" ujar Nino


"Heleh mental tempe" cibir edo


"Apa Lo .. "ujar Nino sengit dan hanya dibalas hendikan bahu oleh Edo


Juan menatap haru para sahabatnya


"Ah gue juga jadi terharu gak ada acara teletubisan gitu.." ujar juan dramatis


Semuanya pun serentak menatap sinis Juan


"Najis "ujar mereka berbarengan


"Sial gue Mulu dinistain.." ujar Juan pasrah


Tawa mereka pun pecah menatap wajah nelangsa Juan


"Emang muka Lo nistable Ju .." ujar edo disela tawanya


"Diam atau gue gorok leher Lo .." ujar Juan tajam


Bukannya diam Edo semakin mengencangkan ketawanya


"Diem .. "ujar Genta seraya menyumpali mulut Edo dengan kulit snake yang sudah kosong


"Mulut Lo bau naga.." sambung nya kemudian genta kembali memejamkan matanya dirinya masih lelah karna habis digebukin tadi.


"Anjing "umpat Edo seraya mengambil kulit itu dimulutnya


Kali ini Tawa juan pun menggelegar tapi tak lama


Buk ..


"Bangsat diem .. "ujar Genta geram


"Sial .."ujar Juan seraya mengelus kepalanya bekas timpukan sepatu Genta


"Mam tu de pus "ejek Edo tanpa suara


"Udah udah "ujar Ares


"Biarin Genta istirahat Lo juga ju mending istirahat gue tau lo capek .. "ujar Ares


Juan mengulum senyumnya seraya menatap Ares haru


"Berhenti mandangin gue begitu atau gue patahin leher Lo.." ujar Ares tajam


mainnya patah patah ya bund ekekek


Juan pun langsung mengatur ekspersinya


"Ampun mang jago .."ujar Juan


Hufffffttt ...


Ares capek batinnya nelangsa menatap tingkah para sahabatnya yang otak nya kurang dari 0,5 ons itu.


__________


halo everyone ...


senang gak bacanya ...


sumpah aku nungguin banget sama komen dan like nya kalian


jangan pelit dong sama author


gimana mau semangat up nya kalo gak di kasih dukungan ya gak .


gak ada bunos juga karna kalian pelit author juga bisa pelit yah .. hehe gak dgg


makasih yang mau ngeramain mau baca novel aku yang amatir ini ..


jangan jera jangan jera .. eyak ..

__ADS_1


salam author muachhh ...


__ADS_2