
Angga masih menatap tajam kedua orang yang ada didepannya ini,ingin sekali ia memukul tapi mengingat ia dan Clara tak punya hubungan apapun membuatnya tertampar oleh kenyataan bahwa mungkin saja Clara telah berpaling darinya.
"bisa minggir.." kata Angga dingin pada kedua orang yang ada didepannya
Clara yang kini mulai sadar dengan cepat ia melepas pelukannya dari laki laki asing itu
"ngga ini gak seperti yang Lo pikirin .."jelas Clara ia juga tak tau kenapa harus mengatakan itu entah ingat atau tidak ia Dan Angga sama sekali tak mempunyai hubungan
langkah Angga terhenti saat mendengar ucapan Clara
"gitu .. "angguk Angga pura pura tenang tapi percayalah sebenarnya ia tengah menahan gejolak api cemburu dihatinya
dengan cepat Clara mengangguk untuk membenarkan bahwa ini memang kesalahpahaman baru ia ingin menjelaskan lebih detail,Angga dengan cepat menyelanya
"enggak usah dijelasin .." ujarnya pura pura tidak ingin sambil menatap Clara datar
Clara jadi bingung harus apa saat ini yang ia lakukan hanya diam dengan pandangan merasa bersalahnya.
seketika itu pandangan Clara dan Angga kini tertuju pada laki laki itu karena ucapannya
"udah gak bicaranya gue lagi buru buru nih.."terdengar nada kesal di ucapannya melihat percakapan kedua orang didepannya
"Lo kalo mau masuk.. masuk cepetan .." ucapnya sambil menatap malas Angga yang juga tengah menatapnya dengan malas sepertinya mereka berdua memang kenal tapi Clara belum menyadari itu.
"dan Lo kalo mau keluar cepetan keluar.."seru laki laki itu pada Clara yang ada disampingnya ia mendapati Clara yang masih menatap Angga yang didepannya itu dengan pandangan sedihnya
"kalo gak ada yang mau masuk yaudah gue tutup aja dan Lo cepetan Keluar Sono .."ujarnya lagi dan tiba tiba mendorong tubuh clara kedepan untung saja Angga dengan cepat menggapainya jika tidak tubuh rapuh itu pasti terdorong kelantai.
mendapati perlakuan seseorang itu pada orang yang dicintainya didepan sendiri membuat api amarah ditubuh Angga kian bangkit,menatap tajam orang didepannya ini dan langsung meraih kerah bajunya
"beraninya Lo dorong pacar gue kayak gitu .." garang Angga tepat didepan wajah laki laki itu
"gue peringatin lagi sama Lo sampai gue liat Lo nyentuh sehelai pun dari tubuhnya mati Lo .. "
terlihat ancaman yang menakutkan bagi siapapun yang mendengar nya tapi itu tak berlaku pada laki laki didepannya ini ia malah tergelak mendapati wajah marahnya Angga
seakan akan itulah yang ia cari dari tadi,
dengan sekali hentakan lepas lah genggaman tangan Angga dari kerahnya,menatap Angga menantang
"Lo pikir gue takut.."
angga semakin tak terkendali saat mendengar ucapan itu memajukan langkah nya dan bersiap untuk menonjok laki laki yang ada didepannya ini
"Angga jangan .. udah udah gue gak papa udah yaa.."lerai Clara sambil meraih lengan Angga dan mengusapnya pelan untuk menenangkan emosi nya
berkat Clara emosi Angga cukup stabil tapi bukan berarti hilang ia masih menatap orang yang ada didepannya itu tajam
"Angga udah ya ayo pergi aja yaa .. "
akhirnya Angga pasrah dan mengangguk saja,menggenggam tangan Clara dan berlalu dari lift itu mereka memutuskan untuk menaiki tangga saja dari pada satu lift dengan laki laki itu.
ditengah jalannya menaiki tangga Clara menatap tangannya yang masih digenggam lembut Angga,ingin sekali ia menanyakan sesuatu tapi ia tak mempunyai keberanian takutnya emosi Angga masih tak stabil dan ia memilih untuk menundanya saja.
drrttt ...drrttt ...
getaran ponsel pun terdengar di tas bahu yang Clara bawa,Angga yang mendengarnya seketika menghentikan langkahnya lalu ia menatap Clara yang terlihat takut takut padanya
"kenapa gak dicek ponselnya..?" tanya nya
Clara pun lantas membuka tasnya dan mendapati alin yang menghubunginya,dengan cepat ia menjawabnya
"halo Lin .. "
"gue udah di gedung apartement kok .."
"iya ini masih di tangga bentar lagi kesana kok .."
"hmmm lift nya macet.." bohong Clara sambil menatap Angga yang didepannya
"iya bentar lagi sampe kok.."
"iya .."
Tut panggilan pun berakhir
"mau keapartement alin ?"tanya Angga
Clara mengangguk pelan
"yaudah gue anterin .. bentar lagi sampe kok
masih kuat gak .. "pasalnya dari tadi mereka hanya berjalan dan butuh 2 tangga lagi menuju apartement alin
Clara lagi lagi mengangguk pelan
"iya kuat kok .."
"kalo capek bilang .. "ujarnya dan kembali berjalan dengan tangan yang masih ia genggam itu
"Angga .." panggil clara
sontak angga menolehkan kepalanya pada Clara yang berada dibelakangnya
"kenapa .."
"gue mau tanya sesuatu .. "
"apa .."
terlihat keraguan di diri Clara untuk bertanya melihat keraguan itu dilihat dari raut wajah Clara yang terlihat gelisah itu
"tanya aja gue gak marah .."
Clara pun menghembuskan nafasnya mencoba memberanikan dirinya bertanya
"maksud lo apa bilang gue pacar Lo .. ?"
mendengar apa yang dikatakan Clara membuat Angga terdiam terlihat ia tengah memikirkan sesuatu disana kemudian ia berlalu menatap Clara dalam
"Lo mau jadi pacar gue engga lebih tepatnya balikan sama gue .. " Kata Angga dengan lancarnya,hal itu membuat Clara kaget akan pernyataan itu ia bingung harus bagaimana
"kalo gak mau jawab nanti aja gue bakal tunggu sampe Lo mau jawab .." jelas Angga lagi mengerti akan kebingungan Clara.
Clara hanya menatap Angga dengan senyum teduhnya setelah mendengar pernyataan angga tadi.
"makasih buat mau nunggu .. dan maafin gue ngga gue masih gak yakin sama perasaan gue sendiri.."
"iya gue tau .. "terdengar nada sedih disana Angga jadi berpikir apakah ia kini sedang ditolak atau apa
"ngga ... "panggil Clara
"iyaa .." jawab Angga
__ADS_1
"Lo mau bantu gue .."
"bantu .." ulang Angga
"iya bantuin buat gue yakini perasaan gue sama Lo .. "
bagai cahaya yang tiba tiba datang ada secercah harapan di hati angga setelah mendengar ucapan Clara tadi terlihat dari wajahnya yang berbinar Angga dengan cepat mengangguk
"iya .." jawabnya dengan senyum manis yang membuat orang yang melihatnya ikut tersenyum Sama halnya dengan Clara yang kini ikut membalas senyum itu tak kalah manisnya.
....
tepat didepan pintu apartement alin Clara yang ditemani angga pun sedang menunggu alin yang tengah membukakan pintunya
"lama banget .. "decak kesal Clara sedari tadi sudah berkali kali ia menekan bel nya tapi tak ada jawaban disana,menolehkan kepalanya kebelakang dari tadi juga Angga hanya diam sibuk dengan ponselnya
"ngga .. "panggil Clara
hanya deheman yang clara dapatkan dari Angga
"anggaa .."kesal Clara langsung mengambil ponsel itu dari tangan Angga dan berlalu menatap tajam angga
"kenapa kenapa ...?" tanya Angga ia sedikit kesal saat Clara mengambil ponselnya tiba tiba padahal kan sedikit lagi ia akan memenangkan game nya
"mereka gak mau buka gimana .. "keluhnya
melihat keluhan di diri Clara Angga jadi tidak tega
"bisa geser dikit .."
clara pun segera menggeserkan tubuhnya sedikit untuk Angga
iya membelalakan matanya melihat Angga yang tengah menekan kode disana dan pintu pun akhirnya bisa terbuka
clara pun semakin kesal dibuatnya pada Angga
"Lo tau kodenya kenapa gak dibuka dari tadi sih.. "
"Lo nya gak nanya .." jawab Angga dan segera berlalu masuk mendahului clara,Clara yang mendengar itu semakin kesal tapi ia tetap mengikuti Angga .
setiba tepat diruang tamu langkah keduanya pun terhenti terdiam menyaksikan apa yang dilakukan pasutri itu disofa sana
berkali kali Clara meneguk liurnya menatap pasangan itu Angga pun yang kini telah sadar dengan cepat menutupi mata Clara yang ada disampingnya
"woy berdua bisa gak sih gak usah disini kan dikamar bisa .. " terdengar nada kekesalan disana
sontak sang pelaku pun lantas menolehkan kepalanya pada sang suara dan langsung berdencak kaget melihat Angga Dan clara yang sudah ada didepan mereka dengan cepat keduanya langsung memperbaiki pakaian mereka
"k..kalian kenapa gak bel aja sih .."ujar alin terdengar nada gugup disana ia kini sangat malu dan tidak tau berucap apa
"byy kekamar aja dulu.." suruh Arta pada alin alin pun mengiyakan sang suami dan segera menuju kamarnya
setelah mendengar ucapan Arta lantas Clara pun langsung menyingkirkan tangan Angga pada matanya
ia pun berlalu menatap tajam Arta dan Angga
"bang bisa gak sih kalo mau ******* itu dikamar aja .." Clara masih kesal dengan apa yang dilihatnya tadi
"iya iya gue minta maaf kelepasan tadi .. "
"minta maaf sih minta maaf tapi Lo udah nge racunin otak gue bang .. "
"cla keburu di racunin gimana kalo ditambahin Aja .." ujar Angga entah kenapa juga ia malah ikut ikutan mesum
tak lama Clara mengambil tas di bahunya dan langsung memukuli Angga,yang memang ia sudah kesal dengan Angga dan kini akhirnya ia dapat mengekspresikan kekesalannya yang ia tahan dari tadi.
bughh .. bughh ..
"aduh aduh sakit sayang ... " ceplos Angga kelepasan tak sadar ia telah mengganti ucapannya
tiba tiba pipi clara memerah mendengar ucapan angga diluar dugaan Clara pun malah terus memukuli Angga setelah puas ia pun segera berlalu dari sana dan berjalan menuju kamar alin berada
dilain sisi Arta pun berkali kali tergelak melihat kenistaan yang Clara buat pada Angga
"berhenti kagak bang ketawanya bukannya bantuin juga sakit nih punggung gue .. "Dengus Angga melihat Arta yang terus tergelak dihadapannya itu.
"lagian tu otak kenapa juga mesum segala terima kan Lo akibatnya ..." gelak Arta lagi lagi
Angga melihat itu pun mendengus kesal
"ini juga semua gara gara Lo .. kagak nyadar Lo .. "decak Angga malas dan menatap datar sang pelaku
"oke oke maafin gue .. haha .."
Angga hanya memutar bola matanya malas menanggapi Arta
....
kini malam pun tiba setelah mengantar kepergian alin dan Arta dari bandara kini hanya tinggal clara,Sandra,Mel dan Angga yang sebagai satu satunya cowok diantara mereka.
"Mel Lo gak pulang ?"tanya Clara pada Mel yang terlihat sibuk dengan ponselnya setelah pertemuan mereka siang tadi Mel selalu diam dan tak banyak bicara memang sebenarnya Mel pendiam tapi kali ini berbeda clara merasa Mel tengah menjauhinya
Mel gue tanya Lo gak pulang..ulang Clara
terdengar hembusan nafas lelah disana Mel berlalu menatap Clara datar
"pulang tapi nanti .." ujarnya kembali menyibukkan dirinya dengan ponselnya
"Mel pulang nanti sama gue.." ujar Sandra menengahi ia juga bingung kenapa Mel tiba tiba berubah seperti ini pikirnya
"emmm Angga gue pulang sama Lo aja yaa .. "
"Lo sama gue kan satu arah .." ucap Mel tiba tiba dan kini malah terang terangan menempeli Angga yang dari tadi hanya diam memperhatikan
"bukannya Lo sama Sandra ya .. kok jadi sama gue .."
Mel dengan cepat menggeleng tak setuju
"sandra sama gue beda arah gue gak mau ngerepotin dia .. "jelas Mel dan menoleh kearah sandra yang hanya diam mendengar ucapan mel itu.
"ya ngga mau yaa pliss .." mohon Mel
Angga pun hanya diam matanya pun malah tertuju pada clara yang tepat didepannya melihat raut wajah Clara yang tampak murung angga pun melepaskan tangan Mel dari lengannya
"Lo sama Sandra aja gue mau anter Clara pulang .. "
Clara membelalakan matanya mendengar ucapan Angga begitu juga Sandra sampai sampai ia menutup mulut nya tak percaya tidak dengan Mel terlihat ia menahan kesalnya disana.
Angga pun mulai mendekat kearah Clara dan langsung menggenggam tangan Clara dan membawanya pergi dari hadapan Sandra dan Mel yang kini memperhatikan mereka dengan wajah melongo nya.
"itu kenapa mereka genggaman tangan sii .." tanya Sandra masih tak percaya
"Mel Lo tau mereka kenapa ..?" tanya sandra lagi masih dengan tatapan kedepan merasa tak ada jawaban dari Mel Sandra menolehkan kepalanya
__ADS_1
"lah Mel kemana ?" tanya nya pada diri sendiri.
"woy cepetan gue mau pulang nih .. "teriak Mel yang sudah berada didalam mobil itu.
Sandra mendengar suara Mel pun dengan cepat langsung menghampiri nya .
"iya iya bentar .. "jawab sandra ditengah jalannya.
.....
"nih helmnya .." ucap Angga sambil menyerahkan sebuah helm itu pada Clara,dengan kesal Clara mengambil helm itu
"kenapa lagi sih ...?"heran Angga dari tadi melihat tingkah Clara yang terlihat aneh itu menurutnya
"situ pikir aja sendiri .." jawab Clara sambil memakai helm itu tapi sangat sulit baginya untuk memasang pengikatnya
Angga melihat Clara yang kesulitan dengan cepat membantu tapi tangan Clara membuatnya semakin sulit untuk membantu
"gak usah" desis Clara sambil mencoba menjauhkan tangan Angga dari wajahnya
Angga menghela kan nafasnya melihat sifat kekanak kanakan Clara saat ini Angga pun berlalu menatap Clara tajam,namun tak lama tatapannya pun melembut
"Clara Lo bisa jelasin ke gue dimana letak kesalahan gue .. gue gak mau menduga duga dan berakhir jadi salah paham .."terang Angga berusaha sabar pada sikap Clara
Clara yang mendengar itu pun berlalu menundukan kepalanya
"gue gak suka Lo tiba tiba bawa gue gak jelas kayak tadi dan lo tau kan Mel masih suka sama Lo dan gue gak mau dia jadi salah paham dan menduga duga kita punya hubungan ngga .. "
"memangnya kenapa kalo kita punya hubungan ..?"
"ya ada hubungannya lah gue gak mau pertemanan gue rusak gara gara hubungan kita ..dan itu juga alasan gue gak bisa jawab pernyataan Lo tadi pagi .."
terdengar helaan nafas disana
"jadi Lo mau gue nge jauhin lo .. "
Clara menggeleng cepat
"bukan itu maksud gue .. gue butuh waktu dan kalo memang nanti hubungan kita udah resmi gue gak mau ada yang patah hati nantinya gara gara kita .."jelas clara memohon pengertian Angga
angga hanya diam tak menjawab ucapan Clara dia tak ingin berbicara lebih banyak lagi dan menyebabkan masalah lebih panjang lagi nanti kali ini ia akan mengalah dan melihat sampai mana batas kesabaran clara pada hubungan tanpa status ini.
angga yang masih melihat pengait helm di kepala clara itu tak dipasang dengan cepat ia pun mengaitkannya kali ini Clara membiarkan saja perlakuan Angga itu padanya.
setelah menaiki motor besarnya serta memasang helm di kepalanya Angga pun kini menatap clara yang dibelakangnya tengah kesusahan untuk naik pasalnya Clara saat ini hanya memakai rok yang terpampang sampai lutut saja jika naik tentu saja paha mulus Clara bakalan terekspos,dan Angga pun tak akan membiarkan itu terjadi,kembali menuruni motornya,dan melepas jaket nya Angga pun dengan segera mengikatkannya di pinggang Clara .
perlakuan tiba tiba Angga pun kembali membuat Clara luluh ia pun tersenyum sekilas menatap Angga yang masih sibuk mengikatkan jaketnya itu padanya.
"makasih .. "lirih clara tapi masih didengar oleh Angga,Angga pun berlalu menatap dalam Clara
"gue gak mau apa yang jadi milik gue dibagi .."
ucap Angga dan kembali menaiki motornya
lagi lagi wajah Clara pun memerah sungguh perkataan angga membuatnya salah tingkah bisa bisa nya angga dengan enteng nya mengklaim Clara sebagai miliknya dan apapun yang ada di diri Clara adalah miliknya aaaaaa entah kenapa Clara ingin berteriak saat ini
"kenapa bengong ayo naik.." ujar Angga membuyarkan lamunan Clara.
setelah sadar dari lamunannya clara pun segera menaiki motor dengan bantuan Angga tak lama motor melaju dengan cepat hal itu membuat clara langsung memeluk pinggang Angga erat.
....
setiba nya dirumah clara dibuat bingung kenapa banyak keluarga berdatangan dirumahnya,turun dari motor Angga dan berjalan cepat menghampiri apa yang terjadi disana
Clara semakin dibuat bingung melihat keluarga nya itu terlihat Tante Sarah disana yang tengah menangis tersedu sedu di pelukan suaminya dan beberapa Tante Tante nya pun juga sama dan bingung nya lagi kenapa bisa ada orang tua Angga disana
"Mbaa Clara ..." panggil Tiya sepupunya anak dari Tante Sarah ia terlihat berlari menghampiri Clara mendengar ucapan Tiya sontak saja seluruh keluarga pun menolehkan kepala mereka pada Clara yang tengah kebingungan disana
ada apa sih .. tanya Clara pada Tiya yang kini didepannya
bukannya menjawab Tiya pun malah langsung memeluk kakak sepupunya itu erat
"kakak harus kuat hikh .." isak nya di pelukan Clara
Clara semakin dibuat bingung amarah nya pun tiba tiba juga bangkit
mengurai pelukan dari Tiya Clara pun berlalu mencengkram kedua bahu Tiya dengan tatapan tajamnya ia pun berkata
"jelasin ke gue sebenarnya ada apa ..."
ia tidak mau berpikir tidak tidak ia tak ingin rasa tidak nyamannya yang dari kemarin membuahkan hasil
Dengan pelan Tiya pun menjawab pertanyaan Kaka sepupunya itu
"kak ... sebenarnya ..._" ucapan Tiya terpotong
tiba tiba seseorang menyerahkan sebuah ponsel pada Clara dan apa yang terpampang disana membuat lutut clara melemas dan jatuh kelantai memandang kosong kedepan ia masih tak percaya tak lama air mata itu pun runtuh dengan sendirinya
"enggak mungkin ...enggak mungkin.." terdengar tawa menyedihkan disana
"enggak mungkin .. ini..ini gak mungkin kan Tante..om gak mungkin kan .. "
"INI GAK MUNGKIN ... INI GAK MUNGKIN .. "
teriak Clara dengan kerasnya
next capter
.
.
.
.
.
part ini sedih ya .. π₯Ίπ₯Ί
bisa nebak gak apa yang terjadi pada Clara ngegantung ngga tapi kayaknya kalian tau aja deh kan apa yang terjadi sama Clara nya ..
oke makasih udah baca
seperti biasa aku bakal kasih visual bonus nya
jangan lupa like comentnya dan follow aku ya ..
see you papay πππ
__ADS_1