
Berhasil memasuki gedung seperti rumah kosong namun tidak jika kalian memberanikan diri untuk masuk maka kalian akan mendapati berpuluh puluh penjaga disana begitu pun 2 pemuda yang kini tengah berjalan santai dengan tangan yang dikantung kedalam celana hitam kain yang mereka dapat dari salah satu penjaga yang mereka bius tadi.
Angga mengambil sebuah airphone kecil dan meletakan nya ketelinga
"Kami udah masuk kedalam .. "ujar Angga seraya menatap beberapa penjaga yang masih berjagaan disana
Lo masuk kedalam cari pintu warna hijau tempat nya di lantai paling atas ingat kalian harus hati hati ..
Ujar orang diseberang sana
Angga menganggukan kepalanya mengerti ia menatap Juan yang terlihat mengawasi para penjaga beruntung mereka tak menyadari keberadaan mereka apalagi wajah mereka yang asing itu.
Angga menepuk pundak Juan membuat Juan menoleh menunggu apa yang akan diucapkan sahabatnya itu
"Gedung atas lantai 3 pintu hijau .."
"Kita harus kesana" lanjut Angga
Juan lantas mengangguk
Mereka berjalan beriringan kepala mereka sedikit di tundukan agar beberapa penjaga tak melihat wajah mereka
Pintu belakang ucap Angga tanpa suara jika mereka lewat depan akan jadi masalah nanti bisa saja penjaga itu menyadari wajah mereka dan itu akan sangat berbahaya nantinya
Juan dan Angga berjalan mengendap menuju pintu belakang gedung disela jalannya mereka tak hentinya menyembunyikan diri dan mencoba ber gelagat seakan menjadi penjaga jika ada salah satu penjaga disana menatap mereka aneh.
Tepat hanya beberapa meter lagi mereka sampai di pintu belakang gedung itu
"Hey ...."
Tubuh keduanya menegang mendengar suara seseorang itu Angga dan Juan menatap satu sama lain kemudian berbalik pelan
Bersiap untuk menyerang
"Hey kalian sahabat tuan Ares kan" bisik penjaga itu ia sedikit mendekat kearah keduanya.
Angga menatap penjaga itu seraya menyipitkan matanya
"Lo siapa .."Angga bertanya dengan wajah curiga
"Saya anak Buah tuan Ares" jelasnya seraya menunjukan sebuah kamera disaku celananya
Angga dan juan ber oh ria mereka sedikit lega mendapati itu
"Berapa orang yang dikirim Ares kesini?" tanya Juan setelah berdiam diri sedari tadi
Anak buah Ares itu terdiam
Kemudian berbisik ditelinga Juan
"10 dan sekarang hanya 5 berjaga disini "
"5 lainnya dimana "ungkap Juan lagi ia merasa bingung
Mengikuti tuan Arya atas perintah tuan Ares terangnya
Angga dan Juan mendengarnya mengangguk saja sebelumnya mereka memang sudah diberi Tahu oleh Ares akan anak buahnya yang sengaja mengikuti Arya papa nya Clara.
"Kalian ingin mencari ruangan ditempati nyonya Mia kan ..?"
"Mari ikut saya .." lanjutnya
Angga dan Juan mengiyakan dan ucapan penjaga Itu lantas mengikuti dengan hati hati agar para penjaga yang melintas disitu tak menaruh curiga akan keberadaan mereka
Tepat dianak tangga lantai kedua
Doorrrrrrr
Angga dan Juan serta penjaga Itu terhenti akibat mendengar sebuah tembakan diluar gedung
"Semuanya cepat cari ada penyusup dirumah ini .. "ucap para penjaga
Para penjaga yang berada dihalaman lantas berpencar.mereka langsung memasuki rumah mencari penyusup yang tak lain adalah Angga dan Juan itu
"Sial .. "umpat Angga merasa dirinya dan Juan akan tertangkap
Juan menekan airphone disebelah telinganya dan berujar
"Woy Kalian cepetan kesini gue sama angga hampir ketangkep .."
Oke oke kalian tenang .. ujar orang diseberang sana
"Tenang tenang pala lu peang gue takut ini .. "
Juan meringis saat Angga mencubit lengannya dengan mata yang melotot
"Diem lu" dengus Angga
Dengan langkah lebar Angga menarik tangan Juan untuk berjalan menuju lantai 3 namun sialnya langkah mereka terhenti akibat 2 penjaga yang berada dihadapan mereka dengan tatapan yang tertuju kearah mereka
Angga dan Juan mencoba berusaha agar tak terlihat mencurigakan namun sialnya penjaga itu terlihat mengenali wajah salah satu dari mereka
"kau ..." Ujar penjaga itu ia menunjuk wajah Juan
Juan tersenyum jenaka ia mendorong pelan dada berotot itu dari hadapannya
__ADS_1
"Om jangan kasar kasar sama anak kecil kaya kita nanti kita nangis gimana ..." Ujar Juan dengan wajah yang di imut imutkan yang sangat menjijikan bagi Angga yang melihat nya
begitu pun juga Penjaga itu seandainya yang mengucapkan ini anak kecil ditambah wajah yang imut mungkin iya akan cepat luluh namun manusia yang ada didepannya ini bagaimana ya menjelaskannya pokoknya penjaga itu merasa ingin memuntahkan isi perutnya imut kagak jijik iya.
Bughhhh ...
Bughhh ...
Melihat penjaga itu yang terlihat lengah Angga segera memberikan Bogeman mentah diwajah kedua penjaga itu ada gunanya juga muka jijik nya Juan jika disaat saat tertentu seperti ini sebagai pengalihan misalnya.
Perkelahian mereka lantas didengar oleh para penjaga lainnya mereka lantas berdatangan dan menatap tajam kearah lantai paling atas tempat Angga dan Juan berada
"Ju ... Cabut Ju cepetan ..." Angga berlari sembari menaiki anak tangga menuju pintu berwarna hijau disana yang sudah terbuka mungkin anak buah Ares yang sudah lebih dulu disana Angga yang sudah sampai didepan pintu itu tersentak mendapati calon ibu mertuanya yang tak lain ada lah mama nya Clara yang terduduk disudut ruangan terlihat tak berdaya dengan darah yang mengalir dipelipisnya
Angga berjalan mendekat
"Tante .. tante ini Angga Tante .."ucap Angga seraya menepuk pipi mama Mia pelan
Mata itu mengerjab pelan ada keterkejutan diirisnya namun langsung digantikan ringisan ia memegang pelipisnya
"Angga .. to..tolong tante ..." Lirih mama Mia tak berdaya matanya sesekali terbuka dan tertutup membuat Angga segera mengangguk kan kepalanya cepat
"Iya angga pasti tolong tante tante tolong bertahan sebentar ya .." Angga berujar dengan nada khawatir yang sangat kentara
Mama Mia mengangguk kan kepalanya lirih namun kesadaran nya tiba tiba hilang membuat Angga panik
"Tante Tante bangun Tante .. "ujar Angga kembali menepuk pipi Itu tapi tak ada jawaban lagi disana dengan pelan Angga langsung menggendong tubuh mama Mia
Juan terdiam dengan pandangan yang mengarah kepintu Angga yang baru berdiri menyerngit heran akan Juan yang terdiam didepannya lantas ia mengikuti arah pandang juan dan ia sangat terkejut mendapati seorang perempuan didepan mereka
"Queen ... "Lirih Angga pelan
Queen mendengar panggilan Angga lantas menunjukan senyum nya semanis mungkin
Namun bagi Juan yang melihat itu setelah ini akan ada sesuatu yang tak akan sama seperti dulu lagi.
Ia menatap sahabatnya yang masih menatap queen dengan pandangan sendunya.
__________
Ares dan para anak geng motornya mulai berdatangan dengan suara motor yang menggema menunjukan kedatangan mereka
sekitar 100 orang itu lantas dengan motor mereka memasuki gedung itu.
Para penjaga yang mendengar suara keributan apalagi bisingnya suara motor lantas berkerubun mendatangi siapa pelaku dari kebisingan ini
Lantas mata mereka menatap tak percaya mendapati banyaknya manusia berada disana apalagi dengan bersamaan mereka turun dari motor itu membuat para penjaga yang hanya berisi 40 orang itu agak waspada
Salah satu penjaga disana terlihat menghubungi no seseorang hal itu membuat Ares yang tak jauh dari penjaga itu langsung merebut ponselnya dan menghempaskannya
Ares memukul telak tubuh penjaga yang terlihat lemas dibawah kakinya
"Mati Lo .. "setelah mengatakan itu Ares menatap para anak buahnya
"Kalian urus mereka gue mau keatas ..."ujar Ares setelah mendapat anggukan dari anak buahnya Ares pun segera memasuki rumah kosong itu
Mata Ares mengerjab saat masuk kedalam rumah itu mendapati keadaan rumah yang bisa dibilang layak untuk ditinggali buktinya saja rumah itu memang jika dari depan terlihat tak terawat sama sekali tapi lain jika setelah masuk kedalamnya terlihat bersih dan mewah rumah ini sama seperti rumah mewah yang lain hanya saja lampu yang sengaja ditemaramkan agar tak Terlihat tak berpenghuni jika dari luar,kurang lebih mirip seperti rumah rumah vampir yang pernah Ares tonton dulu.
Ares berjalan menyusuri tangga dengan santai ia bingung kemana kedua sahabatnya itu kini berada dan tujuan Ares kali ini adalah kamar paling atas pintu hijau sesampai disana pintu itu tertutup Ares mulai membukanya dan yang ia dapati hanya kosong tak ada penghuninya sama sekali Ares berjalan lagi kali ini ia akan kerooftop rumah itu
Setelah membukanya lagi lagi Ares tak mendapati siapun disana ia mengecek ponselnya melacak keberadaan kedua sahabatnya keningnya mengerut melihat tanda merah Disana
"Mereka ngapain disitu .. "gumam Ares heran namun setelahnya ia berniat akan menyusul untuk menghampiri Angga dan juan tapi sebelum itu seseorang tiba tiba menghantamkan sebuah kayu besar dibelakangnya yang berhasil membuat dirinya tak sadarkan diri.
_________
Angga dan Juan beserta mama Mia kini tengah berada dimobil yang disupiri oleh queen,mereka memutuskan untuk langsung membawa mama Mia kerumah sakit terdekat sesampainya disana
Angga segera berlari memasuki rumah sakit itu dengan mama Mia yang digendongannya
"Dok dok cepetan dok .." teriak Angga hal itu segera membuat para perawat disana bersiaga dengan membawa kan sebuah brangkar
"Mas tenang ya kami akan segera menanganinya .." ujar perawat itu Angga hanya mengangguk kepalanya pelan ia mengusap wajahnya kasar kemudian terduduk disalah satu kursi tunggu
Disisi lain Juan dan queen yang masih berada diluar rumah sakit itu diliputi keheningan namun keheningan itu pecah saat Juan menarik kasar tangan queen matanya menyirat nyalang kearah queen
"Maksud Lo apa hah .."desak juan
"Apalagi yang Lo rencanain .." lanjut juan sengit
Queen melepas kasar tangannya dari genggaman Juan ia mengusap tangannya pelan matanya membalas tatapan Juan tak kalah tajam seringai seketika terbit dibibir tipis itu
"Apa yang gue rencanain .. "kekeh an sinis pun terdengar
"Itu bukan urusan Lo .." lanjut queen dengan nada dinginnya ia berjalan mendahului juan untuk menghampiri angga masuk rumah sakit
"Sial cewek iblis .." desis Juan seraya menatap tajam punggung queen.
_________
"Lo pikir gue gak tau rencana Lo .." ujar seseorang laki laki yang tak lain adalah Hans
Ia mendudukan dirinya disofa single menatap kearah Ares yang terduduk dilantai dengan kondisi diikat dikedua kaki dan tangannya dan jangan lupakan sebuah lakban yang menutupi mulutnya
"Lo yang udah nyekap anak buah gue dan apa tadi melakukan pemberontakan ditempat gue .. ck ck ck ..."
__ADS_1
Hans menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan pikiran remaja yang ada didepannya ini .
"Sia sia ..." Lanjut Hans seraya membuat putung rokoknya sembarang
Ia berjalan mendekat seraya menjongkokkan dirinya dihadapan Ares
"Sejujurnya gue salut dengan keberanian Lo.."
"Ares Maheswaratama anak angkat seorang alm Albert fiondara CEO terkenal di Itali namun sayang tak diberi kesempatan untuk membalas Budi karna orang tua angkat telah dibunuh .._" Hans menggantungkan ucapannya
Dan tersenyum miring mendapati pelototan dari sang empu
"Kenapa gantung ya gak percaya sebenarnya orang tua Lo itu dibunuh bukan karna kecelakaan iya kan .." lanjut Hans
Ares terlihat menggelengkan kepalanya
Tanda ia tak percaya
"Dan Lo tau siapa penyebab mati nya orang tua Lo ..?"tanya Hans
Hans berlalu mendekat dan membisikan sesuatu tepat ditelinga Ares
"Bramasta Frengky Mahendra."
Deggg
Nama itu tentu saja Ares sangat mengenalnya ares menggelengkan kepalanya menolak percaya akan ucapan Hans itu sangat tidak masuk akal bagaimana orang yang sejak dahulu bersahabat malah membunuh sahabatnya.
"Arghhhhh ..."
Ares merasakan ngilu dipipinya akibat tarikan kasar saat Hans melepas lakban dimulutnya demi apapun itu sangat sakit Ares bersumpah.
Ares mendongak kemudian menatap Hans tajam
"Simpan mulut busuk Lo gue gak percaya apa yang Lo ucapin .."
Hans menganggukan kepalanya
"Kalau dengan ini masih gak mau percaya .."
Hans menampilkan sebuah foto melalui ponselnya disana terlihat seorang pria yang terlihat berdiri dengan pistol disebelah tangannya dan didepannya ada pria yang terlihat terbujur kaku ditanah tepat disamping mobilnya foto itu diambil dari belakang tubuh korban
Ares menatap layar itu dengan seksama iya tau betul yang terbujur kaku itu tubuh ayahnya dari segi pakaian dan rambut yang terlihat pirang kecoklatan Ares kenal betul dengan tubuh itu melihat laki laki yang ada didepannya membuat Ares tak menampik bahwa itu kenyataan Ares terdiam menahan sesak didadanya mengingat tragisnya kematian yang saat itu dikatakan kecelakaan dan kali entah fakta apa lagi kenyataan yang ia temui berhasil memukul telak dirinya bahwa ayah angkatnya itu dibunuh bahkan lebih lagi yang membunuh adalah sahabat karib ayahnya sendiri.
setelah termenung beberapa lama Ares menatap Hans didepannya
"Sebenar nya Lo siapa hah .." ungkap Ares ia sedikit mengenal om nya Clara fans tapi setaunya fans tidak seperti ini orangnya namun Ares mana tau mungkin saja fans selama ini hanya bermuka dua Dan sekarang ini adalah wajah asli nya.
Hans tersenyum kecil mendapati pertanyaan itu apakah mungkin Ares menyadari jika dirinya bukan fans ah mungkin sedikit berkata jujur tidak masalah bagi Hans
"Gue .._"Hans menggantungkan ucapannya melihat raut wajah Ares yang terlihat serius menunggu ucapannya
"Kenalin gue axelion reyhans vazero .."
Yah semenjak hans menjauh dari keluarganya ia sudah mengganti namanya dari reyhans agnibarta menjadi axelion reyhans varezo gelar yang ia dapatkan dari salah satu teman kerja yang menganggapnya sudah seperti anak nya sendiri.Dan dari sana lah ia banyak belajar perkara bisnis,penembakan,serta hal hal yang berbau dengan dunia kejahatan.
Ares termenung mendengarnya jika kalian mengira Ares tidak tahu kalian salah semenjak mengenal sekaligus menjadi pewaris sang ayah Ares sudah banyak tahu nama nama pebisnis terkenal dari kalangan mafia maupun tidak dan varezo tentu saja setelah mendengar itu Ares sangat tau betapa kejamnya orangnya dari namanya saja sudah membuat orang yang mengenalnya merinding.
Ares kembali mendongak
"jadi Lo bukan om nya Clara tapi.."ucapan Ares terpotong
gue kembarannya fans jawab hans walaupun sepenuhnya tak suka jika dimiripakan dengan fans ia jelas sangat berbeda dengan kembarannya itu walaupun tak menampik jika wajah mereka mirip namun tetap saja Hans sangat menolak mentah mentah jika ada orang menganggapnya mirip.
Ares terperangah fakta apa lagi yang baru ia dapatkan hari ini ya tuhan Ares sangat terguncang dari batin maupun fisik
"Lo gak ada niatan untuk balas dendam .. "ujar Hans meracuni
mendengar itu entah kenapa membuat hati Ares kian menyesak dikata marah sangat namun mengingat bertapa banyaknya kebaikan yang dilakukan ayah sahabatnya itu membuat Ares kian bimbang Ares bukan tipe yang pendendam tapi jika menyangkut keluarga dan orang yang disayangi mungkin
Ares menatap dingin kearah Hans
"mau bergabung sama gue .. "tawar Ares
Hans mengulum bibirnya menahan senyum ia tak menyangka ia kira Ares adalah orang yang mungkin lebih baik mengikhlaskan dengan jalan berdamai tapi lihatlah
Hans terkekeh kecil
"dengan senang hati .. "ujar Hans dilanjut dengan seringainya
__________
huwaaaaaa apa lagi apa lagi ini yaampun
jangan emosi jangan emosi
dibawa ketawa aja
penasaran gak lanjutannya kalo enggak.
aku gak bakal up lagi hmmmm
hhaha jangan lupa like komenannya aku tunggu semangat semangat dari kalian
ayo komen di part ini kalo berani ...
__ADS_1