Maria Jiwa Yang Terkurung

Maria Jiwa Yang Terkurung
Terjebak


__ADS_3

...Maria ...


...(Jiwa yang terkurung)...


...#part8...


...*****...


Hatiku sakit melihat Kakakku menangis, Aku memandang langit siang ini ... apakah di alam baka nanti seterang ini? Aku pun tersenyum kecut menertawakan keadaanku sendiri.


"Ada apa dengan Maria?" Della bertanya kepadaku, rupanya ia mengikutiku keluar tadi.


"Mungkin semua salahku, tadi Aku emosi dan memaki nya ... karna Aku putus asa tidak ada dia disaat Aku membutuhkannya." Aku menjawab tanpa menoleh.


"Kenapa? Apa Kau memaki seperti biasanya?" Della bertanya lagi.


Ya, kebiasaan buruk ku adalah memaki siapapun orangnya jika hatiku merasa tertekan dan emosi. Tanpa memikirkan perasaan orang tersebut, maka semua karyawanku tidak ada yang berani membantahku.


"Cepatlah Kau minta maaf kepada Maria, dia tidak tahu apa-apa tapi Kau malah memaki nya!"


"Meminta maaf? Kepadanya?" Aku membelalakkan kedua bola mataku.


Seumur hidupku, Aku tak pernah meminta maaf kepada siapapun.


"Iya, rubah lah sifat keras kepala mu itu!"


"Aku tadi hanya emosi, kenapa Aku harus meminta maaf padanya?"


"Lalu kenapa Kau memarahinya? Dia kan tidak salah apa-apa padamu? Apa semua arwah harus menurut padamu juga? Ingat, Maria bukanlah karyawanmu, dia tidak Kau gaji jadi kenapa dia harus menurut apa katamu?" Celetuknya panjang lebar, membuatku sakit kepala mendengarnya.


"Baiklah baiklah, Aku akan meminta maaf padanya nanti." Ucapku pada Della.


"Sekarang kalau bisa, bersikaplah dewasa sedikit." Cerocosnya lagi.


Hey, Della itu kan karyawanku?? Kenapa dia sekarang jadi berani memerintahku??


"Sejak kapan Kau jadi berani memerintahku seperti itu? Apalagi sampai menasehati seperti tadi?"


Della tersenyum kepadaku dan pergi ke ruangan ku lagi.


Baiklah, Aku akan mencari Maria dan meminta maaf padanya.

__ADS_1


Aku berjalan menuju danau tempat biasa kami menghabiskan waktu, dan Aku sangat yakin Maria ada disana.


"Kemana dia?" Aku bergumam sendiri.


Aku berjalan lagi mencarinya kemana-kemana, hmm untuk apa juga Aku bela-belain mencarinya hanya untuk meminta maaf?


"Hey, apakah Kau melihat Maria?" tanyaku pada hantu perempuan yang ada disudut gudang rumah sakit ini.


"Apakah Kau bisa melihatku? Kau manusia atau bukan? Bau mu tidak sama dengan kami?" Hantu perempuan itu bertanya tanpa henti padaku.


"Sudahlah cepat Kau katakan padaku, dimana Maria!" Aku tak sanggup bila berlama-lama dengannya.


Hantu perempuan dengan wajah rusak parah dan bau amis, hampir membuatku memuntahkan lagi isi perutku.


"Tidak tahu, lebih baik Kau denganku saja daripada mencari Maria?" jawabnya dengan manja.


Apakah dia sedang menggodaku? Cuihh yang benar saja.


"Hey, Kau mau kemana?" teriak hantu perempuan itu ketika Aku berjalan meninggalkannya.


"Hey, siapa Kau? Kenapa Kau berbeda dengan kami? Kau tak memiliki bau seperti kami?" tanya sesosok pocong yang tiba-tiba saja menghadang ku.


Ini semua gara-gara Della yang memintaku untuk mencari Maria lantaran mendapatkan maaf darinya.


"Mma-maaf, ji-jika A-aku mengganggu kalia ... Ak-Aku han-- Aku hanya mencari Maria." Jawabku terbata-bata, rasanya berat untuk mengucapkan kalimat dari bibirku.


"Kau sudah datang ke ruangan ini, tidak semudah itu keluar begitu saja dari sini." Jawab satu pocong itu dengan mata merah menyalang.


Sungguh, aura negatifnya begitu kuat sekali. Sangat berbeda dengan Maria, Maria hampir tak mempunyai aura negatif ditubuhnya.


"Jangan harap Kau bisa keluar dari sini." Ucap hantu perempuan tadi.


Wajah mereka mengerikan, apalagi hantu perempuan itu. Hanya ada satu bola mata dan selalu mengeluarkan darah segar.


"To-tolong, sa-saya hanya mencari Maria..." jawabku penuh iba, berharap mereka dapat membiarkanku pergi dari ruangan ini.


"Kau belum mati rupanya ya? Baiklah, kami akan menunggu kau mati dan kau akan menjadi pesuruh ku nanti!" ucap pocong yang mempunyai mata merah itu, wajahnya penuh lubang dan berwarna hitam pekat.


Badanku terasa tak bertulang lagi, lemas rasanya dan kurasakan seraya limbung.


Maria ... di manakah Kau saat ini? Untuk kedua kalinya dihari yang sama, disaat Aku sangat membutuhkan mu kau tidak datang membantu!

__ADS_1


Tuhan, tolonglah hambamu ini...


Mereka semua tertawa melihat keadaanku yang tak berdaya, Aku memang pengecut dan benar-benar takut dengan hantu. Akupun pasrah dengan mereka.


"Lihatlah manusia ini, sebentar lagi dia akan mati dan bergabung dengan kita. Lihat wajahnya hahaha." Salah satu pocong itu terus saja mengejekku.


Dasar hantu berwajah jelek saja sombong sekali kalian.


Maria ... cepatlah datang. Maafkan Aku sudah memaki mu tadi pagi.


Badanku gemetar dengan sendirinya, ketika mereka mendekat dan berusaha menyentuhku. Padahal ini masih siang, mengapa mereka sudah menampakkan diri?


"Cukup! Jangan pernah kalian mengganggu nya!" teriakan itu ... Aku segera menoleh ke arah sumber suara itu.


"Maria!" Aku senang bukan main, akhirnya dia datang juga.


"Kenapa? Manusia ini sendiri yang datang kepada kami!" pocong itu pun membalas teriakan Maria.


"Tino! Cepat Kau kesini, ngapain Kau hanya diam seperti itu?" Akupun segera berdiri dan mencoba berlari dan kudengar mereka semua menertawakan Aku yang sedang ketakutan.


"Kau ini dari mana saja sih?" Aku bertanya padanya dengan rasa kesal, baru saja Aku ingin memaki nya kembali tapi Aku segera menahan emosiku.


"Kau ini jangan takut dengan mereka! Dasar payah! Jika Kau takut dengan mereka, mereka akan sengaja terus menerus mengerjaimu!" cerocos Maria tak henti.


"Aku mencarimu tadi ... Aku ..."


"Aku kenapa? Kenapa berhenti bicara?" tanyanya.


"Aku ingin meminta maaf denganmu, itu sebabnya Aku tersesat dan bertemu dengan mereka." Jawabku dengan cepat.


"Apa Kau bilang? Coba ucapkan sekali lagi! Aku tak mendengarnya tadi." Sambil tersenyum dia menyuruhku untuk mengulang kembali permintaan maaf ku tadi.


Aku tahu, ia mendengarnya tadi.


"Aku minta maaf." Aku pun berlalu dari pandangannya.


Senyum Maria pun terukir jelas diwajahnya, ada rasa bahagia ketika tadi melihatnya datang menolongku.


...*****...


Jangan lupa like nya ya Kak 🤗 terimakasih sudah membaca tulisan recehku.

__ADS_1


__ADS_2