Marry With My Sensei

Marry With My Sensei
23. Perihal Perjodohan.


__ADS_3

...🌸🌸🌸🌸...


Di Mansion Hatake.


Setelah makan malam berakhir Karui sudah berdehem sebagai kode,agar sang suami bicara Sakumo yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya lalu mulai berbicara.


"Kakashi,ada hal penting yang ingin kami katakan padamu". Kata Sakumo.


"Soal apa Tou-san".? Tanya Kakashi.


"Sebaiknya kalian bicara di ruang tengah jangan di meja makan". Interupsi Karui yang lagi membereskan meja makan mereka.


Jika kalian bertanya mengapa tidak ada maid di mansion Hatake, jawabannya para maid hanya datang berkerja dari jam 06.00 pagi -18.00 sore setelah itu mereka sudah pulang ke rumah masing-masing begitu pun supir kecuali penjaga mansion yang bertugas membuka gerbang,dan menutup gerbang ia akan tinggal di rumah belakang mansion yang sudah disediakan Sakumo.


Back To Story.


Saat ini Kakashi serta Sakumo sudah berada di ruang tengah tidak lama kemudian Karui datang sambil membawakan camilan serta teh,dan kopi untuk menemani obrolan mereka. Kakashi pun menghela nafasnya dengan pelan lalu bertanya.


"Tou-san,ada hal penting apa yang ingin kau bicarkan padaku".? Tanya Kakashi.


"Ini di luar urusan perusahaan,lebih tepatnya demi masa depanmu jadi ka. Perkataan Sakumo terpotong oleh Karui.


"Danna,kau terlalu berbelit-belit menjelaskan semuanya". Potong Karui.


"Tsuma,tidak sopan kau memotong pembicaraan orang aku tidak mengajarimu seperti itu". Seru Sakumo dengan datar karena Sakumo itu keras orangnya jika ia belum selesai bicara jangan dipotong.


Karui yang mendengar itu pun menundukkan kepalanya, ia salah karena sudah berani memotong perkataan sang suami. Kakashi pun berdehem karena memang Sakumo begitu keras dalam tata krama serta hal lainnya.


"Jadi,ada apa Tou-san".? Tanya Kakashi.


"Tou-san,dan Kaa-chan sudah putuskan mengatur perjodohanmu dengan Haruno Sakura,dan persiapkan dirimu saat weekend kita akan bertemu dengan mereka di restauran xxxx,dan aku harap kau tidak membuat kami kecewa". Jawab Sakumo.


Sakumo pun berdiri lalu berjalan pergi dari sana menuju ruang kerjanya,tanpa mendengar sang putra ingin mengatakan apa padanya. Karui sendiri menghembuskan nafasnya dengan pelan semua karena salahnya,harusnya ia tidak melakukan kesalahan itu hingga harusnya pembicaraan yang penuh kehangatan kini berubah jadi seperti ini. Kakashi tentu sangat kaget mendengar hal itu,bahkan ia menatap sang Kaa-chan untuk meminta penjelasaan lebih rinci lagi. Karui pun menjelaskan semuanya pada Kakashi,dan Kakashi tentu tidak menyangka jika sang Kaa-chan sampai memata-matai dirinya,dan Kakashi bisa melihat bagaimana sang Kaa-chan tersenyum senang menceritakan pertemuannya dengan Sakura,bahkan saat sama sang mantan dulu Karui tidak akan semangat seperti ini. Kakashi pun menghela nafasnya dengan pelan.


"Jika Kaa-chan suka maka aku akan siap menjadikan Sakura sebagai menantu kesayanganmu". Kata Kakashi.


"Kau serius sayang,tidak berbohong sama Kaa-chankan".? Tanya Karui ia takut Kakashi tidak serius sama ucapannya.


"Serius Kaa-chan,karena istriku pun nantinya harus bisa dekat denganmu serta membuat Kaa-channku ini senang". Jawab Kakashi.


"Baiklah Kaa-chan sudah siapkan jas terbaik buatmu pokoknya besok siang kau harus ke salon tata rambutmu agar kau semakin tampan". Seru Karui.


"Hmm Kaa-chan,aku mau tidur dulu serta sana hibur Tou-san ia pasti lagi marah sekarang karena ratu nya melakukan kesalahan". Ucap Kakashi sambil menggoda sang Kaa-chan.


Karui yang mendengar itu pun tersenyum geli,dan Kakashi pun beranjak pergi menuju kamarnya untuk beristirahat. Kini Karui sudah berada di ruang kerja sang suami,dan ia langsung berjalan lalu memeluk leher Sakumo dari belakang tentu saja Sakumo diam saja,ia tetap membaca dokumen kerja sama yang di tawarkan Fugaku padanya.


"Danna, aku minta maaf harusnya aku bisa sabar menunggumu selesai bicara". Ucap Karui.


"Hmm Tsuma,pergilah tidur ini sudah larut". Seru Sakumo.


"Tidak mau Danna,aku tidak mau tidur sebelum kau memaafkan diriku,dan juga ini pertama kalinya aku melakukan hal ini habisnya aku ingin Kakashi segera tahu jika kita sudah menjodohkan dirinya dengan Sakura". Jelas Karui.


Sakumo yang mendengar itu semakin diam hingga Karui yang tidak kehabisan akal pun mulai menggoda sang suami,dan Sakumo dengan sigap berdiri jadi mau tidak mau pelukkan Karui terlepas. Sakumo tentu saja mengunci pintu ruang kerjanya,begitu juga mematikan lampu tentu saja Karui pun pasrah saja dengan apa yang Sakumo lakukan padanya,padahal baru kemarin malam mereka melewati malam panas hingga menjelang pagi.


(Mari kita tinggalkan pasangan yang sudah kembali mengarungi lembah surgawi).


...🌸🌸🌸🌸...


Di Mansion Haruno.


Begitu makan malam selesai mereka semua berkumpul di ruang tengah,untuk menikmati quality time mereka bersama. Mebuki pun menyenggol lengan sang suami sebagai kode untuk mulai berbicara.


"Sabar Koi,filmnya lagi seru kan sudah juga semalam kita mainnya". Kata Kiazhi.

__ADS_1


Sasori serta Sakura tersedak mendengar ucapan frontal sang Tou-san,sedangkan Mebuki mendelik kesal mendengar suaminya berbicara seperti itu didepan kedua anak mereka. Mebuki dengan sigap mematikan Tv,tentu saja Kiazhi langsung melihat kerarah sang istri,dan seketika ia menegukkan ludahnya melihat mata Mebuki begitu tajam saat ini.


"Koi,ada apa".? Tanya Kiazhi dengan takut-takut.


"Ck,kau sudah tua makanya sudah mulai pikun makanya sudah lupa apa yang harus kita bicarakan pada anak kita". Jawab Mebuki.


Kiazhi yang mendengar seketika pundung ia tidak menyangka Mebuki bisa berkata hal itu padanya.


"Koi aku belum pikun buktinya selama mau 27 tahun kita menikah gaya favorit kita berdua nggak pernah aku lupakan". Kata Kiazhi.


"Anata". Pekik Mebuki dengan pipinya merona.


Mebuki merasa malu membicarakan hal privasi di depan anak-anak mereka,dan Sasori pun berkata.


"Ingat umur Tou-san,nanti pinggangmu encok lagi". Kata Sasori.


"Ck,putra durhaka Tou-sanmu ini masih kuat membuat Kaa-chanmu tidak bisa bangun". Balas Kiazhi.


Sakura sendiri merona mendengar itu bahkan Sakura diam-diam berdoa didalam hatinya,agar kelak siapapun yang menjadi suaminya adalah orang yang pertama serta terakhir dalam hidupnya,bahkan mereka bisa bahagia hingga sama-sama menua nantinya. Mebuki sudah mencubit lengan Kiazhi dengan kuat hingga Kiazhi meringgis sakit karena itu. Sasori serta Sakura tertawa karena itu,dan Kiazhi pun berbicara sambil mengelus tangannya yang sakit karena cubitan maut Mebuki.


"Koi ini namanya kekerasan dalam rumah tangga". Kata Kiazhi


"Mau ku cubit lagi Anata,karena kau tidak kunjung bicara hal penting pada Sakura". Balas Mebuki.


Kiazhi tentu saja pun mengingat hal tersebut seketika berdehem dengan pelan,lalu ia menatap Sakura sang putri yang kini menatapnya dengan pandangan bulat miliknya.


"Ehem,Sakura kami ingin bicara hal penting padamu". Ucap Kiazhi.


"Masalah apa Tou-chan".? Tanya Sakura.


"Ini soal masa depanmu sayang". Jawab Kiazhi.


Sakura yang mendengar hal itu pun seketika teringat akan ucapan sang Kaa-chan semalam ketika ia datang ke kamarnya,Sakura pun menghela nafasnya dengan pelan lalu berbicara.


"Jika memang menurut kalian itu yang terbaik buatku,maka lakukanlah karena aku percaya jika kalian melakukan semuanya demi kebahagiaanku semata". Ujar Sakura.


"Maaf sayang jika keputusan kami ini membuatmu terbebani sayang,jika memang kau tidak setuju kau bisa menolak ini sayang". Ucap Mebuki dengan sendu.


"Kaa-chan,sebelum memberitahukan hal ini padaku kalian pasti sudah berdiskusi satu sama lain serta aku yakin,dan percaya kalian melakukan semua ini kebahagiaanku semata". Seru Sakura.


"Imouto,aniki yakin serta percaya jika dia akan menjagamu dengan baik sekalipun kalian bersama karena perjodohan". Tambah Sasori.


"Aniki setuju".? Tanya Sakura.


"Hmm sayang,dia berbeda dengan Sasuke karena aniki mengenalnya sangat baik". Jawab Sasori.


"Jadi,dia salah satu relasi bisnis kita".Ucap Sakura.


"Benar sayang,kita sudah mengenalnya dengan baik". Seru Kiazhi.


"Syukurlah,jika memang kalian sudah mengenalnya dengan baik maka tidak ada keraguan lagi dalam hatiku saat ini". Ucap Sakura.


"Kalau begitu sebaiknya kau tidur sekarang sayang,karena besok pagi-pagi sekali kita harus ke salon,kau harus tampil sempurna didepan calon mertuamu". Seru Mebuki.


Sakura membulatkan matanya mendengar itu,dan menatap sang Kaa-chan dengan pandangan bingung miliknya.


"Apa maksud Kaa-chan".? Tanya Sakura.


"Kami sudah sepakat sayang,untuk mempertemukan kalian disaat weekend karena lebih cepat kalian mengenal satu sama lain lebih bagus". Jawab Mebuki.


Sakura tentu tidak menyangka jika secepat ini ia akan bertemu dengan calon suaminya,dan kini Sakura sudah berada di kamarnya ia pun duduk di balkon sambil menghela nafasnya dengan pelan belum juga satu minggu ia resmi berpisah dari Sasuke,namun keluarganya sudah sepakat menjodohkan dirinya dengan relasi bisnis mereka,bagaimana jika umurnya sudah tua bahkan perutnya buncit seperti om-om,dan juga hal lainnya membuat Sakura tiba-tiba menjadi pusing saat ini,hingga Sakura pun memilih menelpon sahabatnya a.k.a Naruto.


"Moshi-Moshi Saki,selamat malam disana".

__ADS_1


"Selamat siang disana Naru,aku mau curhat lagi padamu".


"Ada apa Saki".


"Naru belum seminggu aku putus dengan kekasihku,orang tuaku sudah menjodohkan diriku".


"APA,KAU SERIUS SAKI".


Seketika telinga Sakura berdengung saat ini karena Naruto begitu keras teriaknya.


"Baka,kau mau membuatku tuli suaramu keras sekali Naru".


"Hehehe maaf habisnya aku kaget karena mendengar kau tiba-tiba di jodohkan".


"Aku saja kaget,dan ingin menolak namun setelah mendengar semua ungkapan Kaa-chan aku berubah pikiran dengan menerima perihal perjodohan ini".


"Kau serius saki,ini persoalan bukan kau putus nyambung seperti pacaran pada umumnya,namun sebuah komitmen sekali seumur hidup,kau sudah yakin ingin menghabiskan sepanjang hidup dengan orang yang tidak kau cintai".


"Naru lebih baik aku menjalani serta mengetahui tidak ada cinta di antara kami,daripada aku jalan sama orang dimana aku sudah memberikan seluruh hatiku padanya,namun nyatanya ia tidak pernah mencintaiku,serta memberikan luka begitu dalam jadi aku sudah siap dengan segala konsekuensinya,yang akan terjadi di masa depan".


"Kalau begitu semangatlah karena siapa tahu jika sosok yang akan menjadi jodohmu,adalah orang yang bisa membuatmu merasakan bagaimana rasanya di cintai sepenuh hati olehnya".


"Aku memang harus semangat tapi bagaimana jika saat kami ketemu besok ia sudah tua,pegang tongkat,bahkan aku jadi istri entah yang nomor berapa.


"Kan sudah cocok kau akan menjadi dokternya,dan juga tidak mungkinlah Uncle serta Aunty mencarikan jodoh putrinya seusia mereka sendiri".


"Aku tahu tapi tetap saja kepikiran,andaikan Kurama-nii yang meminangku sudah jelas aku tidak akan uring-uringan seperti ini".


"Hehehehe,maaf yah habisnya Kurama-nii juga kecewa karena gadis pinkynya ternyata sudah jadian sama orang lain,bahkan Kurama-nii kesal kau selalu menggodanya tapi jadian sama orang lain".


Sakura membulatkan matanya mendengar itu ia tidak menyangka jika Kurama sampai baper karena ia sering menggodanya,karena Sakura tidak ada perasaan lebih pada Kurama ia hanya menganggap Kurama sebagai kakaknya saja.


"Naru,serius aku hanya menganggap Kurama-nii sebagai sosok kakak seperti Sasori-nii".


"Iya tahu makanya Kurama-nii move on pada Temari-nee,bahkan Temari-nee sendiri yang meminta Uncle Rasa melamarkan Kurama-nii untuknya".


"Baiklah Naru,aku harus tidur sekarang karena besok pagi-pagi aku harus ke salon".


"Tumben kau mau ketempat seperti itu".


"Besok malam adalah pertemuan kami sekeluarga jadi kata Kaa-chan aku harus tampil sempurna didepan calon mertua".


"Cie cie cie yang mau ketemu calon suami".


"Apasih Naru,sudah dulu aku mau tidur".


"Baiklah,Oyasummi Saki serta semangat untuk besok,Jaa Ne".


"Terima kasih kawan bicara denganmu selalu membuat perasaanku jauh lebih baik,dan semangat juga kuliahnya Jaa Nee".


"Iya,ingat setelah ketemuan jangan lupa telepon serta ceritakan sosok calon suamimu".


"Tentu Naru,Bye".


""Bye Saki".


Sambungan telepon pun terputus Sakura pun membaringkan tubuhnya,lalu memejamkan matanya karena jam menunjukkan pukul 23.00 pm sudah cukup larut,karena besok Sakura harus bangun pagi sekali untuk kesalon melakukan perawatan sebelum ketemu calon yang akan menjadi suaminya di masa depan.


Jika Sakura sudah tidur maka berbeda dengan Kakashi yang masih berada di balkon kamarnya,Kakashi menikmati winenya ia tidak bisa tidur karena memikirkan besok ia harus ketemu dengan Sakura dalam situasi yang berbeda,dan Kakashi takut jika Sakura tidak nyaman bahkan akan menolak hal ini semua,apalagi sang Kaa-chan begitu menyukai sosok Sakura yang akan menjadi menantu idaman di keluarga Hatake. Kakashi menghela nafasnya dengan pelan,ia pun menyudahi minumnya karena ia harus tidur sekarang.


Kakashi pun berjalan masuk lalu meletakkan gelasnya di atas nakas,setelah itu Kakashi berbaring di kasur tidak lama kemudian Kakashi terlelap dalam tidurnya,tanpa disadari olehnya sebuah benang merah kini terikat dijarinya lalu perlahan-lahan benang merah itu keluar dari jendela kamar mencari siapa yang menjadi takdir dari Kakashi,hingga benang tersebut pun terpasang di jari manis seorang gadis bersurai pink yang tidak lain adalah Haruno Sakura.


TBC.

__ADS_1


See You Next Chap.


Sebentar lagi Kakashi dan Sakura akan ketemu dalam situasi berbeda,dimana bukan lagi sebagai mantan sensei dan mantan murid,namun sebagai pasangan hidup.


__ADS_2