
...🌸🌸🌸🌸...
Di Rumah Sakit Haruno.
Mereka semua pun sudah sampai di rumah sakit Haruno,Kakashi serta Sakura telah turun dari mobil mereka sedangkan Naruto tidak mau turun. Kakashi pun membuka pintu mobil lalu menarik tangan Naruto dengan pelan,hingga mau tidak mau Naruto harus turun dari mobilnya begitu sudah turun Kakashi menggenggam tangan Naruto dengan erat,lalu berjalan masuk Naruto terpaksa mengikuti langkah Kakashi,dan Sakura pun menyusul mereka begitu bjuga Iruka bagaimana pun Naruto adalah tanggung jawabnya,Naruto lecet sedikit saja maka Minato tidak akan segan-segan menghukum mereka semua.
Mereka kini sudah sampai di depan pintu rawat Sasuke,Mikoto serta mereka semua tersenyum melihat Naruto namun Naruto justru menatap dingin mereka,tidak ada senyum yang terlihat di wajah Naruto saat ini.
"Dek,kau datang juga". Kata Izumi.
Naruto diam saja tidak menanggapinya tentu saja mereka maklum karena itu,dan Itachi pun berkata.
"Senpai terima kasih,sudah membawa Naru kemari". Kata Itachi.
"Cepatlah Hatake-san,aku tidak mau buang-buang waktuku dengan berada disini". Balas Naruto.
Kakashi menghela nafasnya dengan pelan tidak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangannya lalu bertanya.
"Apa pasien dengan nama Nar. Perkataan dokter terpotong dengan Naruto menerobos langsung masuk kedalam ruangan Sasuke,tentu saja dokter sampai kaget karena ada juga gadis yang bar-bar padahal penampilan Naruto jauh dari kata tomboy.
Naruto sudah berada di dalam ruangan Sasuke lalu duduk di kursi sambil memangku kakinya,lalu bersidekap menatap mata Sasuke yang kini terpejam.
"Apa kecelakaan hanya sebuah lelucon untuk kau mainkan". Ucap Naruto.
Sasuke yang mendengar itu pun membuka matanya lalu menatap Naruto sambil tersenyum.
"hn,buktinya kau berada disini". Seru Sasuke.
"Aku dipaksa karena sejujurnya kau mati pun aku tidak peduli Uchiha-san,apa otakmu sudah tidak bisa menerima perkataanku jika aku membencimu,hanya membencimu saja cinta yang kurasakan sudah hancur saat mendengar kau memiliki kekasih tanpa bilang padaku,membuatku selalu berharap jika kau hanya milikku,dan hatiku tambah hancur saat tahu kau jadian sama sahabatku,aku bisa menerima jika Sakura tidak mengenalimu namun kau tidak,kau dengan sadar menerima sahabatku sebagai kekasihmu bahkan ia selalu cerita kau selalu makan malam romantis dengannya,kau pikir hatiku tidak hancur lalu sekarang kau pikir semuanya hanya akan selesai dengan satu kata maaf tidak Uchiha-san,aku bisa saja memaafkanmu namun untuk bersamamu tidak akan pernah terjadi,jadi seperti 2 tahun lalu kau menyingkirkan aku dari hatimu begitu pun aku sekarang menyingkirkanmu dari dalam hatiku,jadi tidak usah buat drama dimana aku akan luluh kau sekarat pun aku sama sekali tidak peduli".Ungkap Naruto.
Sakit itulah yang dirasakan hati Sasuke saat ini mendengar semua ungkapan kebencian Naruto padanya membuatnya sadar,jika apa yang sudah dia lakukan pada Naruto telah melukai hati sang mentari begitu dalam,Sasuke tentu sadar jika Sakura adalah sahabat Naruto saat menerima Sakura sebagai kekasihnya. Naruto pun berdiri lalu berkata.
"Kau bisa menikahi Sakura bukankah kau sangat mencintainya sehingga kau memilih rumah sakit calon mertua mu sendiri,sekarang sudah banyak seorang gadis memiliki 2 suami sekaligus". Kata Naruto yang sudah berdiri.
"Kau cemburu Dobe". Balas Sasuke.
__ADS_1
"Dalam mimpimu aku tidak akan cemburu". Dengus Naruto.
Naruto berjalan pergi dari sana saat ia mau membuka pintu,namun itu terkunci tentu saja Naruto tidak suka ia langsung berjalan mundur lalu menendang pintu dengan sekali tendang pintu tersebut hancur. Sasuke tentu melotot horor karena itu begitu juga mereka semua yang berada di luar tidak menyangka jika Naruto bisa menghancurkan pintu tersebut. Naruto berjalan pergi dari sana tanpa pamit pada mereka,Iruka pun membungkukan badannya lalu berlari kecil menyusul Naruto. Kakashi sendiri langsung berjalan dengan langkah lebarnya menyusul Naruto, Sakura tentu menyusulnya.
Saat sampai di parkiran Naruto ingin masuk namun tertahan oleh Kakashi,dan Sasuke dari kamarnya bisa melihat itu.
"Lepas". Desis Naruto.
"Salahmu juga main pergi begitu saja tanpa bilang perasaanmu pada Sasuke,dan bukankah kau yang meminta Sasuke untuk berpenampilan culun agar tidak ada yang bisa melihat ketampanannya,dan saat kau pergi Sasuke melepas semua itu karena kecewa kau sudah tidak ada disampingnya seharusnya dari awal kau ungkapkan saja perasaanmu,dan mengapa kau tidak bisa merasakan jika Sasuke hanya mencintaimu Naruto,apa perlakuan Sasuke yang hanya hangat padamu saja tidak bisa menjelaskan bagaimana Sasuke cuma mencintaimu saja,dan kau pikir Sakura selama 2 tahun bahagia bersama Sasuke jawabannya tidak karena Sasuke hanya mencintaimu saja,hanya satu kesalahan Sasuke yaitu menerima Sakura berpikir jika Sakura bisa menggantikan dirimu namum nyatanya tidak,jadi berhenti merasa dirimu yang paling tersakiti,karena Sakura hatinya jauh lebih hancur darimu karena Sasuke hanya mencintaimu saja serta memperlakukan Sakura tidak seperti kekasih pada umumnya,dan setiap mereka kencan semuanya terasa hambar bagi Sakura namun ia tetap tersenyum serta berharap Sasuke bisa mencintainya,hingga pada akhirnya Sasuke memutuskan Sakura karena ia lebih takut kehilanganmu daripada Sakura,kau pikir hati Sakura tidak hancur bukankah kau mendengar sendiri saat ia curhat padamu,jadi berhenti bersikap egois Naru,karena bukan cuma hanya dirimu saja yang tersakiti". Ungkap Kakashi panjang lebar.
Naruto tentu merasa tertampar akan semua perkataan Kakashi padanya,ia pun mengingat bagaimana suara Sakura yang hancur saat menelponnya,bahkan saat video call ia bisa melihat jika Sakura jauh dari kata baik sebelum pertunangannya dengan Kakashi membuat Sakura jauh lebih hidup saat ia bersama dengan Kakasih dibandingkan bersama Sasuke,dan Sakura dengan sigap berlari memeluk Naruto sangat erat.
"Maafkan aku Naru jika seandainya aku tahu itu adalah Sasuke cintamu maka,aku tidak akan pernah mengejarnya maafin aku Naru,hiks hiks hiks aku benar-benar minta maaf padamu". Seru Sakura sambil terisak.
Naruto mengulurkan tangannya lalu mengelus rambut Sakura dengan lembut,lalu berkata.
"Maafin aku juga karena semua ini bukan kesalahanmu,aku terlalu marah serta kecewa karena selama 2 tahun mereka semua bungkam akan hubungan kalian jika kalian dari awal jujur padaku,maka aku tidak akan seperti ini aku akan dengan ikhlas menerima semuanya walaupun hatiku hancur,tapi aku bisa terima semua keputusannnya jika ia ingin bersamamu,jadi jangan menangis lagi sudah cukup selama 2 tahun kau menangis karena bersama ayam brengsek itu,dan sekarang waktumu bahagia bersama Kakashi-nii serta aku senang karena Kakashi-nii sangat mencintaimu,dan jika mantannya kembali datang mengusiknya kita bantai saja dia". Kata Naruto.
Sakura menguraikan pelukannya Naruto menghapus air mata sahabatnya itu.
"Kau jelek saat menangis Saki". Kata Naruto.
"Hehehe,aku belajar banyak darimu serta aku baru merasakan sakit pada kakiku". Seru Naruto.
Sakura membulatkan matanya lalu melihat kaki Naruto yang biru saat ini begitu juga Kakashi serta Iruka,dan Kakashi dengan cepat menggendong Naruto lalu berlari menuju UGD karena harus langsung di tangani,Iruka serta Sakura tentu menyusul Kakashi yang sudah membawa Naruto menuju UGD. Sasuke yang melihat semuanya dari kamar juga menyusul mereka.
...🌸🌸🌸🌸...
Saat ini kaki Naruto sudah di perban untunglah engkel Naruto tidak bermasalah hanya lebam saja,Sakura dengan cepat memeluk Naruto tentu saja Naruto membalas pelukkan Sakura.
"Baka,syukurlah kau tidak apa-apa Naru". Ucap Sakura.
"Aku baik-baik saja,dan aku bisa pulang kan sekarang aku sangat tidak nyaman berada disini". Seru Naruto.
Itachi serta Izumi tidak tersinggung sama sekali begitu juga Mikoto karena ia paham kemarahan Naruto pada mereka,dan Sasuke tentu maju lalu menjauhkan Sakura dari Naruto,tentu saja Naruto mendelik pada Sasuke,dan saat mau berbicara Sasuke mencium bibir Naruto didepan mereka semua tentu saja Naruto melotot lalu melihat Sakura yang tersenyum padanya serta menaik turunkan alisnya,dan Naruto langsung mendorong tubuh Sasuke menjauh darinya.
__ADS_1
"Brengsek". Umpat Naruto.
"Hn,itu nama tengahku". Seru Sasuke.
"Sialan". Seru Naruto yang ingin turun dari ranjang namun di tahan oleh Sasuke.
"Lepas". Desis Naruto.
Sasuke melepaskan tubuh Naruto tentu saja Naruto hampir jatuh jika tubuhnya tidak di tahan kembali oleh Sasuke.
"hiyyaah kenapa kau lepas benaran kau tidak lihat kakiku sakit". Omel Naruto dengan suara cemprengnya.
"Hn siapa yang sok kuat menendang pintu". Dengus Sasuke.
"Aku memang kuat,merusak benda pusakamu pun aku bisa". Seru Naruto.
Sasuke tentu meneguk ludahnya karena itu,dan tidak bisa membayangkan pusakanya remuk di tendang Naruto.
"Langsung saja Sasuke,pasti Uncle serta Aunty langsung menyiapkan pernikahan kalian". Kata Kakashi.
"Kashi-nii". Delik Sakura ia tidak suka saran Kakashi bukan cemburu tapi Naruto itu polos sayang sekali harus di rusak oleh mantan ayamnya.
"Kau cemburu Cherry". Dengus Kakashi.
"Aku tidak cemburu karena Naru lebih muda dariku jadi tidak boleh adik manis kita,melakukan itu sebelum waktunya". Kata Sakura.
"Melakukan apa Saki".? Tanya Naruto yang tidak paham omongan mereka.
"Hn,mencetak generasi Uchiha Dobe". Jawab Sasuke.
"Ogah,lebih baik aku cetak generasi Hyuga saja Neji-nii baik hati,selalu traktir aku bahkan saat aku sakit di Newyork ia dengan setia menjagaku,mungkin aku akan menyuruh Kaa-chan untuk melamarkan Neji-nii buat aku". Kata Naruto sambil tersenyum.
Sasuke tentu tidak suka mendengar itu seketika aura hitamnya keluar begitu saja,yang lain sudah takut karena itu namun Naruto biasa saja. Naruto berjalan dengan tertatih setelah menarik tubuhnya dari Sasuke namun sedetik kemudian Sasuke sudah menggendong tubuh Naruto,tentu nya Naruto mau protes namun saat melihat tatapan mata Sasuke yang dingin membuat Naruto bungkam,serta pasrah saja kemana Sasuke akan membawanya.
Sakura tentu khawatir namun ia percaya Sasuke tidak akan menyakiti sahabatnya itu,awas saja jika sampai Naruto lecet sedikit saja Sakura remukkan seluruh tulang Sasuke.
__ADS_1
TBC.
See You Next Chap.