
...🌸🌸🌸🌸...
Di Restauran.
Seperti biasanya keluarga Haruno 30 menit lebih awal sudah sampai di restauran,yang menjadi tempat pertemuan mereka satu sama lain. Sakura pun turun dari mobil disusul yang lainnya,dan Sakura tentu saja terkejut karena restauran ini adalah tempat dimana Kakashi selalu mengajak dirinya untuk makan siang,atau pun makan malam tentu saja sejak kejadian selama 2 hari Kakashi selalu ada untuk menghibur,serta mendengar keluh-kesahnya mereka jadi semakin dekat. Mereka berempat pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam restauran,dan manajer yang sudah menunggu kedatangan mereka pun menyambutnya.
"Selamat datang Haruno-San". Sambut sang manajer.
"Terima kasih,apa mereka sudah datang".? Tanya Kiazhi sang kepala keluarga.
"Belum tuan,mereka masih di jalan". Jawab sang manajer.
"Mari tuan kita langsung ke ruangan saja". Tambah sang manajer.
"Baiklah". Seru Kiazhi.
Kiazhi pun merangkul pinggang Mebuki sang istri lalu berjalan lebih dulu,sudah jelas Mebuki merona dengan perlakuan suaminya ini. Sasori memberikan tangannya pada Sakura tentu saja Sakura mendengus,namun ia tetap merangkul tangan kakaknya. Mereka pun berjalan mengikuti kedua orang tuanya.
"Imouto,tidak terasa kau sudah dewasa karena sebentar lagi kau akan menikah". Ucap Sasori.
"Belum aniki,karena harus dirimu dulu yang menikah baru aku". Seru Sakura.
"Itu sudah pasti Imouto,dan apa kau bahagia jika memang kau tidak ingin ini terjadi maka aku akan bicara pada mereka semua". Ucap Sasori.
"Aniki,jangan khawatir aku akan menjadi istri yang baik buat suamiku nantinya,dan sudah jelas Tou-chan serta Kaa-chan tidak mungkin mencarikan sosok yang buruk buat diriku". Seru Sakura.
"Jika memang itu semua sudah jadi keputusanmu,maka aniki hanya bisa mendukungmu tapi ingat ini Imouto,jika nanti kau ada masalah datanglah pada aniki karena aniki akan selalu melindungi adik manisku ini". Ucap Sasori.
Sakura tersenyum mendengar itu mereka pun sudah sampai di ruangan privasi,yang sudah di dekor dengan sangat indah bahkan ruangan ini sangat luas hanya untuk makan malam dengan 2 keluarga. Sakura tentu tahu untuk menyewa ini saja sudah jelas uang yang dikeluarkan tidak sedikit,dia pun jadi penasaran siapa yang akan jadi sosok sang suami,dan Sakura memang belum menanyakan namanya karena mereka juga akan berkenalan malam ini,makanya Sakura tidak terlalu ingin segera mengetahui nama calon suaminya,dan walaupun Sakura bilang akan menerima dengan ikhkas calon suaminya namun dia masih takut juga jika dia om-om gendut.
Mereka pun sudah duduk di kursi Sasori bisa melihat jika Sakura gugup,begitu pun Kiazhi serta Mebuki menyadari kegugupan sang putri.
"Ada apa nak".? Tanya Kiazhi.
"Tidak ada Tou-chan". Jawab Sakura.
"Sudah jelas kau gugup Imouto". Ledek Sasori.
"Aniki,aku tidak gugup". Elak Sakura.
"Benarkah sayang". Goda Mebuki.
Sakura yang mendengar itu pun mendengus lalu berbicara.
"Baiklah,aku gugup kalian puas". Dengus Sakura.
"Hahahahah,siapa tadi bilang aku ikhlas serta lainnya tahunya gugup juga karena tidak tahu nama dari calon suaminya". Tawa Sasori.
Sakura yang mendengar sang kakak tertawa hanya bisa merona untuk menutupi rasa malunya.Mebuki serta Kiazhi pun menggelengkan kepala mereka,dan Mebuki berbicara.
"Tenang saja sayang karena kau pun sudah kenal dirinya". Ucap Mebuki.
Sakura berpikir tentang semua itu,hingga tiba-tiba terlintas satu nama dalam benaknya. Sasori tentu tahu apa yang sang adik pikirkan saat ini hingga ia pun bersuara.
"Jangan pernah berpikir jika laki-laki itu Sasuke karena si brengsek itu tidak mencintaimu jadi tidak mungkin jika ia akan melamarmu setelah ia mengakhiri,hubungan kalian jadi lupakan si brengsek itu,dan jika suatu hari kau tahu siapa gadis yang di cintai oleh si brengsek itu,maka kau akan menyesal karena sudah merebut Sasuke dari nya". Ujar Sasori.
Sakura terdiam mendengar semua itu begitu juga Kiazhi serta Mebuki mereka jadi penasaran siapa sosok gadis yang begitu di puja oleh Sasuke,hingga selama 2 tahun sang putri tidak bisa menggeser gadis tersebut dari hati Sasuke. Mereka pun kini terdiam satu sama lain,hingga langkah kaki pun kini terdengar mendekat ke arah meja mereka.
__ADS_1
"Apa kami terlambat". Serunya.
Tentu saja Sakura yang mendengar suara itu merasa tidak asing,dan Mebuki serta Kiazhi begitu pun Sasori berdiri untuk menyambut mereka. Sakura juga sudah berdiri dengan kepala tertunduk.
"Selamat datang Karui-chan,dan kalian tidak terlambat ". Sambut Mebuki.
"Deg".
Jantung Sakura berdetak cepat saat mendengar nama tersebut,dan ia pun mengangkat wajahnya seketika manik emerladnya membulat sempurna saat melihat kini keluarga Hatake ada di ruangan yang sama dengannya,apalagi Sakura bisa melihat sosok Kakashi yang sangat berbeda bahkan potongan rambutnya membuat Kakashi tampak hot,dan begitu rupawan seketika Sakura berteriak histeris dalam hatinya karena baru saja ia memuji sang mantan wali kelas.
Kakashi tentu terpana dengan penampilan Sakura yang sangat berbeda malam ini,ia sangat cantik walaupun gaun tersebut tidak terbuka namun tetap Sakura terlihat sangat cantik. Karui pun tersenyum puas melihat calon menantunya begitu cocok menggunakan gaun yang sudah dia pilihkan.
"Halo Sakura-chan kita berjumpa lagi". Sapa Karui yang kini sudah berdiri didepan Sakura.
"Iya aunty". Sahut Sakura tidak lupa membungkukan badannya.
Kini mereka semua sudah duduk satu meja dengan melingkar,dan posisinya Sakura tepat disamping Kakashi duduknya.
"Bagaimana jika sebelum bicara kita makan malam dulu". Ucap Sakumo.
"Tentu,Sakura sudah sangat lapar karena seharian ini tidak makan siang agar bisa tampil menawan didepan kalian semua". Seru Kiazhi sambil tertawa pelan.
"Tou-chan". Pekik Sakura dengan merona.
"Itu benar senpai,dia ingin tampil dengan baik di hadapan kalian semua". Timpal Sasori.
"Ish kan kalian yang ingin aku ke salon agar calon mertuaku tidak kecewa sama penampilanku". Protes Sakura.
"Benarkah itu nak".? Tanya Karui sambil menaik turunkan alisnya.
Sakumo sudah tertawa pelan sepertinya Kiazhi serta Mebuki tidak memberitahukan jika yang menjadi calon suaminya adalah putranya sendiri.
"Itu benar sayang,apa kalian tidak bilang jika calon suaminya itu adalah putraku". Seru Karui.
"Tidak Karui-chan,kami ingin Sakura penasaran sama calon pendamping hidupnya". Ucap Mebuki.
Sakura tentu tidak akan pernah menduga jika yang menjadi calon suaminya adalah mantan wali kelasnya sendiri,artinya ia tidak salah menebak tadi karena nama mantan senseinya terlintas begitu saja dalam benaknya.
"Sebaiknya kita makan malam sekarang sebelum kita mulai bicara". Kata Sakumo.
"Itu benar,kita makan malam dulu". Balas Kiazhi.
Sakumo pun mengkode sang manajer untuk membawakan mereka makan malam,tidak lama kemudian para pelayan pun muncul membawakan mereka menu makan malam yang Karui atur,dan saat di tata Sakura sudah ngiler melihat semua itu bahkan tiba-tiba ia merasakan perutnya meronta ingin diisi,karena makan siang tadi Sakura hanya makan 2 bungkus roti serta minum 2 jus strawberry saja. Setelah semua makan malam sudah tertata mereka pun mulai makan.
"Ittadakimas". Ucap mereka dengan kompak.
Sakura pun mulai makan dengan perlahan-lahan karena ia tidak mau sampai Karui,serta Sakumo ilfeel melihat cara makannya yang agak berantakan itu. Kakashi yang melihat itu pun bersuara.
"Makanlah Sakura dengan caramu,karena aku lebih suka melihatmu makan tanpa harus terbebani pandangan orang". Ucap Kakashi.
"Tapi Kakashi-nii,aku tidak mau aunty serta uncle sampai jijik melihatku makan dengan bar-bar". Seru Sakura.
"Tidak apa-apa Sakura,saat bersama kami keluargamu jadilah dirimu sendiri serta jangan pernah pedulikan pandangan orang padamu". Ucap Karui.
"Itu benar jadilah dirimu sendiri". Timpal Sakumo.
Sakura yang mendengar itu pun tersenyum tipis,dan ia pun mulai makan dengan bar-bar tentu saja Karui serta Sakumo tidak berkedip melihat cara makan Sakura yang seperti itu. Kiazhi serta Mebuki,dan Sasori hanya bisa pasrah saja mereka takut setelah melihat ini mereka berubah pikiran,habisnya belum pulih luka di hati Sakura. Kakashi sendiri makan dengan santai seperti biasa ia lebih dulu selesai makannya,tentu saja Sasori tidak menyangka jika senpainya bisa makan dengan cepat,padahal ia penasaran dengan wajah asli dari Kakashi begitu juga Kiazhi serta Mebuki mereka pikir,jika saat makan bisa melihat wajah asli calon menantunya tapi tidak bisa juga. Kakashi sangat cepat menghabiskan makannya.Sakura sendiri tidak penasaran lagi karena ia sudah melihat wajah asli dari mantan senseinya,dan ia harus akui Kakashi jauh lebih tampan dari mantan kekasihnya a.k.a Uchiha Sasuke.
__ADS_1
Setelah makan malam Sakura menepuk pelan perutnya bertanda ia sangat kenyang sekarang,Karui serta Sakumo tentu masih tidak menyangka jika calon menantunya seperti ini. Sakumo pun terkekeh mengingat jika Karui sang istri 11 12 dengan Sakura, cara makan mereka sama.
"Koi ternyata tidak salah kau memilih calon menantu yang sama persis dengan dirimu".Ucap Sakumo sambil minum winenya.
"Danna". Seru Karui dengan merona.
"Eh benar juga Karui-chan,saat sekolah dulu kau pun akan bar-bar makan saat makanan itu tampak lezat". Timpal Mebuki.
"Mebuki-chan,jangan buat aku malu didepan calon menantuku". Kata Karui.
Sakura yang mendengar itu tentu saja tidak percaya sosok anggun didepannya,ternyata sama seperti dirinya. Kiazhi pun berdehem pelan lalu berbicara.
"Bagaimana,jika kita biarkan mereka berbicara lebih dulu sebelum kita melanjutkan tahap selanjutnya". Ucap Kiazhi.
"Aku setuju biarkan anak-anak kita bicara dulu karena pernikahan ini sekali seumur hidup". Seru Sakumo.
Kakashi yang mendengar itu pun berdiri di ikuti Sakura lalu mereka berjalan berdampingan untuk menuju taman restauran buat berbicara,meninggalkan keluarga mereka sebentar.
...🌸🌸🌸🌸...
Di Taman.
Kakashi serta Sakura sudah berada di taman bahkan sudah duduk di bangku yang telah disediakan,sudah 15 menit berlalu namun mereka belum juga berbicara. Sakura bahkan bisa mendengar helaan nafas Kakashi,tentu saja itu membuat Sakura berpikir Kakashi pasti tidak setuju dengan perjodohan ini,dan tentu saja Sakura juga masih ragu untuk menjalaninya jika kalian bertanya apa Sakura masih mencintai Sasuke,jawabannya iya masih bagaimana pun Sasuke adalah cinta pertamanya,jadi sangat sulit bagi Sakura untuk bisa move on sekali pun Sasuke tidak pernah mencintai dirinya,namun ia tetap mencintainya.
Tidak lama kemudiaan Sakura bisa mendengar Kakashi kini sudah bersuara.
"Sakura-chan,bagaimana menurutmu tentang perjodohan ini".? Tanya Kakashi.
"Entahlah Kakashi-nii,semuanya begitu mendadak untukku aku bahkan baru seminggu lebih putus dari Sasuke,dan aku hanya ingin keluargaku tidak khawatir akan kebahagiaanku harusnya dari awal aku mendengar ucapan Sasori-nii,jika Sasuke tidak akan pernah bisa mencintaiku cuma saat itu aku nekat hingga terjebak dalam cinta bertepuk sebelah tangan,mungkin ini karmaku juga karena menusuk dari belakang Ino sahabat masa kecilku dengan merebut Sasuke darinya". Jawab Sakura.
Kakashi tentu mengerutkan keningnya karena setahunya keluarga Yamanaka tidak terlalu dekat dengan Uchiha,dan juga Kakashi tahu jika Sasuke tidak pernah menanggapi kehadiran Ino.
"Apa Sasuke,dan Ino nama yang kau sebutkan saling mencintai".? Tanya Kakashi.
"Tidak Kakashi-nii,Ino yang pertama kali menunjukkan sosok Sasuke padaku hingga kami bersaing untuk bisa mendapatkan hati Sasuke,dan sudah jelas aku berhasil jadian sama Sasuke walaupun aku sadar jika selama ini cintaku bertepuk sebelah tangan hingga hubungan kami pun berakhir". Jawab Sakura.
"Hmm begitu rupanya,dan sudah lupakan mereka sekarang fokus saja pada pembahasan kita". Seru Kakashi.
Sakura tentu tiba-tiba merasa gugup karena itu,dan Sakura bisa melihat jika Kakashi benar-benar sangat berbeda malam ini. Kakashi pun kembali berbicara.
"Sebenarnya aku ingin ketemu denganmu hari ini untuk membahas hal ini". Ujar Kakashi.
"Kakashi-nii,sudah jelas tahu jika seharian aku di salon jadi tidak bisa ketemu,dan sekarang juga kita sudah ketemu serta aku siap apapun keputusanmu aku akan ikut saja". Seru Sakura.
"Sakura kau tahu benar jika aku pernah gagal untuk melamar kekasihku,dan aku sudah berjanji tidak akan berkomitmen dalam hidupku,karena cukup sekali saja aku merasakan sebuah penghianatan walaupun sepenuhnya itu bukan salah Hanare,namun tetap saja hatiku hancur melihat gadis yang ku cintai berdiri di atas altar pernikahan bukan bersamaku,aku hanya takut jika kita akan menghancurkan hati orang tua kita dengan hubungan palsu kita nantinya". Ucap Kakashi.
Sakura yang mendengar itu pun menghela nafasnya dengan kasar,dan Sakura pun memandang langit malam saat ini tentu saja sangat indah karena banyak sekali bintang di langit.
"Aku juga merasakan apa yang kau rasakan Kakashi-nii, perasaan kita sama-sama di hancurkan oleh orang yang kita cintai,dan aku hanya ingin membuat kedua orang tuaku tidak lagi khawatir akan kebahagiaanku serta jika itu bersamamu aku tidak akan ragu Kakashi-nii,dan kita serahkan semuanya kepada Kami-Sama saja biarkan dia yang mengatur kehidupan kita kedepannya seperti apa nantinya,dan aku sudah berjanji akan ikhlas menjalani semua ini serta menerima siapapun calon suamiku,jadi aku setuju Kakashi-nii mungkin dengan menjadi istrimu bisa membuatku cepat melupakan masa laluku,jadi kita sama-sama belajar untuk saling mengobati luka di hati kita ini". Tutur Sakura.
Kakashi yang mendengar penuturan Sakura hanya bisa terdiam saja,dan Kakashi diam saja untuk memikirkan semua itu. Sakura juga diam saja ia akan menerima apapun keputusan Kakashi.
TBC.
See You Next Chap.
Kira-Kira apa keputusan yang akan menjadi jawaban dari Kakashi semuanya akan terjawab di chap berikutnya.
__ADS_1